Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 40


__ADS_3

Tiba di kantor, kami langsung menuju ruang kerja ibu. Melihat ibu tidak ada di ruang kerja.


“ Tenang saja, dia masih meeting. Sebentar lagi akan datang”,


“ Ya”,


“Kamu mau minum atau makan apa?”,


“Tidak usah, aku menunggu mama aja datang”, duduk di kursi dan melihat-lihat meja kerja mama.


“Baiklah, aku akan pergi sebentar. Jika perlu bantuan temui aku. Aku duduk disana”, tunjuknya. Tapi aku tidak memperhatikan dirinya yang menunjuk ke arah meja kerja Seto.


Seto pergi, dan duduk di meja kerjanya. Seketika itu juga, temannya yang ada disamping berucap “ Dia tak suka padamu ya?”,


“Mungkin!”,


“Buat dia suka padamu, bukannya kamu mau menikahi ibunya?”,


“Iya, tapi aku gugup dengan anaknya. Dia nampak anak yang cuek, atau dia sudah tau kalau aku akan menjadi ayah barunya?”,


“Hah, belum apaan loh nyerah! Ayo semangat?”,


“Iya semangat. Ngomong-ngomong anak perempuan seperti dia suka apa ya selain eskrim coklat?”,


“Em, apa Vionerina ngak kasih tahu kamu tentangnya?”,


“Ya dia sedikit cerita padaku. Dia suka buku”,


“Belikan dia buku? Atau kamu punya buku yang dia suka?”,


“Hah, aku akan cari makanan dulu. Dia pasti lapar kan dia baru pulang dari UPP”,


“Nah gitu donk!”, senyum lebar sahabatnya.


Tak beberapa lama kemudian mama datang,


“Violin, sudah lama menunggu?”,


“Ngak Ma, baru aja”,


“Seto mana?’,


“Ngak tau Ma”,


“Kamu udah makan belum? Ikut mama ke kantin yuk!”,


“Boleh Ma, aku lapar!”,


Mama tersenyum, aku dan mama pun berjalan menuju kantin. Kebetulan saat menuju kantin aku dan mama ketemu Kak Seto. Kak Seto membawa beberapa makanan dan minuman.


“Vion, mau kemana? Ini aku belikan untuk Violin”,


“Seto, kami mau kekantin. Kita kekantin aja makannya!,”senyum manis ibu pada Seto


Kami pun pergi ke kantin, ibu duduk berhadapan dengan Kak Seto, dan aku duduk disamping ibu.


Seto menyondorkan makanan dan minuman yang dibelinya.


“Vion, jadi bagaimana tadi meetingmu dengan pimpinan?”,


“Ya lumayan, dia memberikan keringanan padaku. Pak Direktur bilang dia minta dicarikan rumah kos yang bagus. Jadi mumpung ekonomi keluarga kami menurun, jadi aku memilih membuat kos untuk Pak Direktur di rumah”,

__ADS_1


“Ma, aku ngak suka kalau ada orang lain di rumah. Apa lagi rumah kita jadi berantakan jika ada orang itu”,


“Violin, kamu tenang aja. Orang itu bukan Pak Direktur kok, itu orang lain. Pak Dir, cuman diminta carikan tempat kos yang nyaman”,


“Hah, iya dech. Ini semua juga karena aku kan? Seharusnya kejadian itu ngak harus menimpa aku, hah…maafin aku ya Ma? Karena aku mama jadi susah”,


Aku tahu setelah melihat catatan di meja mama tadi, ada laporan mengenai hutang mama sama rumah sakit untuk biaya pengobatanku selama ini.


“Sayang, ini bukan salah kamu. Mama itu sayang banget sama kamu, jadi apapun akan mama lakukan untukmu”,


Aku tersenyum manis lalu memakan makanan dan minum pemberian Kak Seto. Saat di meja mama tadi, aku juga melihat foto Kak Seto dengan mama.


“Ma, Kak Seto itu pacar mama ya?”,


Seto dan mama mulai saling memandang,


“Iya sayang, kamu marah sama mama? Maafin mama ngak beritahu kamu…”,


“Ngak kok Ma, aku senang aja. Jika Kak Seto baik buat mama, aku sih ngak masalah”,


Mama dan Seto saling tersenyum, “ Nanti kita bicarakan di rumah ya sayang”,


“Iya Ma!”,


Tiba-tiba seorang pria datang, nampaknya dia adalah Pak Dir, dan seorang pria muda di sampingnya. Semua orang berdiri, tapi aku duduk saja. Semua pegawainya berdiri seakan-akan memberi hormat, begitu Pak Dir dan pria muda itu duduk. Semua kembali duduk.


“Ma, itu pak Dir?”,


“Iya”,


“Lalu siapa disampingnya?”,


“Itu anak pemilik perusahaan ini”,


“Ganteng kan?”,


“Ganteng dari mananya Ma? Ngak ganteng, biasa aja!”,


Tiba-tiba pesan chat masuk dari Hani dan Gisel,


Hani, “ Violin, lo udah tau belum. Ada kabar bagus banget nih! Lo pasti suka”,


“Apa yang bagus? Demian mati gitu?”,


“Ah, elu masih memikirkan playboy gadungan. Bukanlah, coba tebak apa?”,


“Ah males gue, lo langsung kasih tau aja napa? Gue read aja nih!”,


“Eh jangan,lu ngambek ya? Oke gue kasih, tapi gue undang Gisel dulu ya”,


“Oke”,


Gisel bergambung dalam obrolan,


Gisel, “ Wah, grup chat nih. Bahas apa? Kabar baru itu ya Hani?”,


Hani, “ Nah, elo tau!”,


Gisel, “ Violin belum tau kan pastinya? Elo lambat sih updatenya”,


“Terus apa kabar barunya? Penasaran gue”,

__ADS_1


Hani, “ Ini loh, dengar-dengar ada anak direktur perusahaan besar bakalan sekolah di sekolah kita. Hah, gue sih kagak percaya tapi pas cek data siswa, eh ketemu. Beneran ternyata! Senang gue, dan ngak sabar lihat langsung anak itu”,


Gisel, “ Han, ini gue udah punya gambar anaknya loh. Namanya Roman, ganteng bener!”,


Gisel mengirim gambar, saat itulah aku baru menyadari bahwa murid baru itu udah ada di depan mata. Ya ampun, ini kesempatan bagus buat panasin dua sahabatku ini. Diam-diam aku mengambil gambar pria yang duduk di depan Pak Dir. Kebetulan aku mengambil gambarnya di saat yang tepat pula, jadi gambarnya bagus banget.


Violin mengirim gambar,


“Loh pada bakal iri sama gue! Nih gue udah ketemu, kalian kapan? Pas di sekolah? Di gerumbuni cwek-cwek dan Angel yang centilan itu? Wkkk”,


Hani, “ Wah elo curang, elo dimana sekarang tuh? Pengan gue kesana”,


Gisel, “ iya, gue juga mau lihat langsung tampangnya! Ganteng banget tuh, tanpa efek kamera lagi”,


“Rahasia, kapan-kapan gue ajak dech. Tapi bayar ya pake eskrim coklat buatan mama Gisel”,


Gisel, “ Menang banyak!”,


“Emang, kan masakan mama elo enak banget. Ngilerrr…”,


Hani, “ Sore jadi ya ke taman danau? Awas kagak jadi!”,


Gisel, “ Elo datang ya Violin, gue udah buatin eskrim coklat nih! Malahan coklatnya gue banyakin biar pada datang”,


“Oke, tenang aja gue datang kok. Udah dulu ya, gue mau pulang sama mama. Bye….”


“Violin, kamu udah kenyang belum? Kita pulang nih!,”tanya mama,


“Udah Ma, yuk kita pulang! Besok-besok Kak Seto ngak usah jemput aku ya”,


“Kenapa?,”tanya Mama,


“Soalnya Kak Seto itu harus menemani mama bukan aku, aku bisa jaga diri kok. Ada Hani dan Gisel juga kok yang jaga aku”,


“Oh gitu, kirain kamu ngak suka sama Kak Seto”,


“Ngak lah Ma, aneh jika aku ngak suka sama dia. Aku juga baru kenal dia, jadi ngapain membencinya, kalau salah paham kan bisa diselesaikan baik-baik”,


“Iya dech, anak mama benar!”,


Aku dan mama pun pergi dari sana menuju rumah dengan mobil. Mama yang mengemudi langsung sementara aku hanya duduk manis. Dalam perjalanan pulang,


“Violin, kamu marah sama Kak Seto atau ngak suka? Bilang aja sama mama, mama ngak akan marah kok”,


“Ngak Ma, aku ngak marah. Ngak ada benci bahkan suka, baru kenal Ma!”,


“Kamu setuju ngak kalau rumah kita buat kos, ya seperti yang diminta Pak Dir. Kan lumayan uangnya!”,


“Oke-oke aja Ma, asal jangan menganggu aku aja”,


“Ya baiklah, nanti bantu mama bersihin kamar disebelah kamu ya. Bisa kan bantu?”,


“Iya Ma bisa, kamar itu kosong udah lama jadi pasti banyak debu dan hewan tinggal disana jadi aku mau bantu mama”,


“Terima kasih Violin”,


“Iya Ma, sama-sama”,


***


Setiba di rumah, aku dan mama segera membersihkan kamar di sebelah kamarku. Bukan disebelah banget sih, tapi punya jarak juga. Kamar ini udah lama ngak terpakai, soalnya ini gudang. Ya mau gimana lagi, dulu mama berharap punya anak dua tetapi Tuhan beri satu jadi satu kamar ini jadi gudang aja.

__ADS_1


Sesuai dugaan sih, banyak debu dan hewan di kamar ini. Bikin ribet buat ngusir hewan seperti tikus dan banyak kotoran tikus juga. Jijik sih saat bersihkannya tapi ini kulakukan demi meringkankan biaya rumah sakit. Hah, aku benar-benar menyesal saat itu. Tak seharusnya kejadian itu terjadi hingga menambah beban keluarga terutama mama.


__ADS_2