
Berjalan- jalan mengelilingi taman, Xia menjelaskan beberapa hal mengenai kota dan Akademi Yexio.
Taman kota.
Suasana keramaian tampak terlihat, ada banyak orang disini yang sedang menghabiskan waktu paginya disini.
Memparkirkan mobil di tempat parkir. Aku, Xia dan Eun segera keluar dari mobil setelah mobil ini berhenti, lalu kami berjalan menuju taman kota.
Angin sejuk pun menerpa kami, memberikan kesejukan hingga terasa sampai ke hati. Kami berjalan mengelilingi taman di bawah rindangnya pohon- pohon.
“Jadi ini taman Kota Malvado ya?” tanya Eun.
“Ya benar, disini lah tempat semua orang berkumpul” jawab Xia sembari tersenyum pada Eun.
Yah tampaknya mereka adalah pasangan yang cocok dan serasi. Jadi aku tidak akan mengganggu mereka atau pun menjawab pertanyaan Eun atau Xia, kecuali pertanyaan itu memang di tunjukan untukku.
Berjalan- jalan mengelilingi taman, Xia menjelaskan beberapa hal mengenai kota dan Akademi Yexio.
“Ya seperti ini lah, kehidupan kota ini. Sangat berbeda dari kehidupan klan. Ya, semuanya menyimpan rahasia kan?” ucap Xia.
“Ya, benar. Dia memang teman sekamarmu kan?” tanya Eun sedikit menoleh ke belakang melihat Aresha. Eun menaruh curiga pada Aresha. Ia tahu bagaimana masa lalu Xia terhadap seorang teman. Masa lalu yang suram itu lah yang membuatnya berpikir tiga kali dari biasanya jika ia melihat Xia bersama seseorang yang dia sebut dengan teman.
__ADS_1
Xia tersenyum manis, ia tidak mempedulikan apa yang dikatakan Eun tentang Aresha. Ia terus berjalan di samping Eun.
“Nanti kita lihat saja, aku juga ngak akan diam lagi kok. Lagi pula semuanya sudah jelas. Hei! Kamu sendiri kenapa kemari? Apa ada sesuatu yang di tugaskan untukmu hingga tetap disini?”
Langkah Eun terhenti begitu juga dengan Xia, mereka saling memandang satu sama lain dan mulai berdebat. Entah apa masalahnya.
“Memang apa yang salah jika aku disini? Kamu mengusirku!”
“Tidak, kamu itu aneh jika ada disini. Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku!”
“Aku tidak menyembunyikan apapun, aku ini temanmu! Mengapa kamu mencurigaiku?”
“Ya tentu saja aku curiga, kamu tidak biasanya seperti ini loh!”
“Aku! Aku hanya bersemangat karna bisa bertemu denganmu lagi. Itu saja!” ucapnya beralasan sembari mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
Xia terdiam mendengar jawaban Eun, ia pun mulai berpikir akan apa yang di ucapkan pria itu. Ya ucapannya ada benarnya. Ia sudah lama tidak bersama lagi, sudah beberapa bulan terpisah. Lebih tepatnya Xia dan Eun terpisah selama 18 bulan dan kini mereka bertemu kembali.
“Ya baiklah, apa itu karna kita sudah lama berpisah? Ya ada benarnya juga! Tapi jangan berlebihan!” ucap Xia tersenyum manis, lalu melanjutkan langkahnya.
Eun tersenyum manis, ia pun kembali berjalan di samping Xia. Ya tampaknya perdebatan itu berakhir begitu saja.
__ADS_1
Aku pun kembali berjalan dan mengikuti langkah mereka dari belakang. Menyebalkan dan membosankan jika terus seperti ini. Aku bahkan merasa di buat seperti obat nyamuk untuk satu pasangan ini. Kupercepat langkahku mendahului mereka berdua, lalu kuhalangi jalannya.
Langkah Xia dan Eun terhenti, dua orang itu menatapku.
“Ada apa?” tanya Xia padaku.
“Aku baru ingat kalau aku punya urusan yang penting. Aku pergi dulu ya?”
“Ya baiklah, hati- hati di jalan!” jawab Eun dengan senyum manis.
Sementara Xia merenggutkan wajahnya padaku, ia berusaha tidak kesal padaku. Ia pun menjawab “Yah baiklah, ini juga salahku. Kamu boleh pergi kok! Tapi hati- hati di jalan ya?”
“Ya tentu!” ucapku segera berlari keluar dari taman kota.
Keluar taman kota, berjalan dengan tenang dan menghela napas panjang.
“Yah, lebih baik begini kan? Hah... sayang sekali aku harus mengulur waktu lagi! Aku tidak bisa diam saja. Apa aku harus mempercepatnya? Tapi memanfaatkan satu orang yang juga memperlukan benda itu untuk memperbaiki kehidupanya tidaklah cukup. Kemungkinan ada banyak orang melindungi benda yang memiliki kekuatan itu. Hah.... menyebalkan!” gumanku dalam hati hingga aku tidak sadar sebuah mobil hampir menabrakku.
“Aaaaa.....” teriakku dengan menghalangkan kedua tanganku ke depan dan kupejamkan mataku.
Entah apa yang terjadi, tetapi aku merasa ada yang aneh. Aku pun memberanikan diri membuka mata. Perlahan- lahan aku melihat, dan aku di buat kaget dengan kehadiran Ethan yang ada di depanku. Aku berada di pangkuannya, aku kaget dan langsung mendorong tubuhnya tetapi ia tidak mau melepaskanku.
__ADS_1
“Hei! Lepaskan aku! Lepaskan!” ucapku memukul tubuhnya.
“Ah, ya ampun! Memang pukulan manusia itu tidak kuat ya? Ya baiklah, aku akan melepaskanmu jika kamu diam!”