Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 142


__ADS_3

“Ya, tentu akan kuingat. Jauhi pengawas dan klan


vampir. Apa ada lagi?”


“Ya, hormati Ibu Oshaberi. Dia guru pengawas di


asrama kita. Dia tegas dan selalu mengawasi tempat kita”


“Ibu Oshaberi ya? Dia yang mengantarku ke asrama


dan ke kelas. Aku sangat berterima kasih padanya, dia yang pertama menyambut ke


datanganku di Akademi Yexiao ini. Soal klan vampir, apakah semuanya dari


keluarga bangsawan?”


“Ya sebagian dari keluarga bangsawan dan ada juga


klan vampir dari orang biasa”


“Tadi kamu katakan aku mirip dengan Violin. Aku


pernah mendengar ucapan seperti itu ketika pertama kali disini. Apakah Violin


yang kamu maksud adalah Violin kekasih Roman?”


“Ya benar, yang kumaksud adalah Violin pacar Roman


dari klan vampir. Jangan tersingung ya, memang wajah kalian mirip!”


“Ya, aku tidak tersingung. Terus apa lagi mengenai


Akademi Yexiao ini?”


“Ya, tadi aku katakan padamu kan soal ujian ability


magie. Seperti yang kamu baca di mading, nah ujian ability magie itu diadakan


di area terbuka. Areanya di lapangan kita ini, tetapi kepala akademi akan


membuat lapangannya dengan sihirnya. Dia memiliki sihir yang menabjubkan”


“Ngomong- ngomong soal kepala akademi, dia dari


klan mana?”


“Dia klan vampir, tetapi dia memiliki sihir.


Akademi Yexiao ini juga punya benda yang harus kita lindungi. Ya pengawas dan


kita semua. Tanpa benda itu dunia ini akan hancur, ya jika jatuh di tangan


orang jahat.”


“Apa itu?”


“Em.... aku tidak bisa memberitahumu. Tapi nanti


kamu akan melihatnya ketika kita mulai tour ke Buniv”


“Oh benda itu ada di Buniv ya?”


Seketika itu Xia meletakan jari telunjuk di

__ADS_1


bibirnya, “Sssstttt.... jangan keras- keras nanti ada orang jahat tahu dan


mencuri benda itu bagaimana?”


“Ya... maaf- maaf!”


Tidak lama kemudian bel berbunyi, kamu pun segera


kembali ke ruang kelas. Aku kembali duduk di kursiku. Lalu Pak Bai masuk


memberikan pelajaran kepada kami. Kami mendengarkannya dengan seksama.


Sementara itu disisi lain,


Seseorang bermata biru telah memperhatikan kelas


elemen air. Ia tersenyum manis. Seorang pria yang ada disampingnya pun berucap


“Apa yang kamu lihat?”


Gadis bermata biru mengembalikan dirinya kembali ke


semula, ya dia menggunakan kemampuannya untuk melihat seseorang dari kejauhan


dengan jelas. Pupil matanya kembali menjadi hitam, lalu ia tersenyum manis dan


menjawab “Aku memperhatikan anak baru itu. Dia mirip denganku. Aku rasa aku


mengenalnya, ah mungkin itu hanya mimpi! Kamu sedang apa disini Roman?”


“Ya tentu saja menunggumu, Violin. Aku tidak mau


pergi tanpamu!”


“Huh, tidak bisakah kamu melepaskanku sehari saja?”


“Tidak bisa!” ucapnya segera memeluk Violin.


menyebalkan!”


“Ya, tetapi aku sangat mencintaimu! Aku tidak akan


pergi tanpamu”


“Ya, terus saja katakan itu! Apa kamu tidak sadar


mereka memperhatikan kita?”


Roman pun segera melepaskan pelukannya, ia segera


melihat di sekitarnya. Ia melihat teman- teman memperhatikan mereka berdua.


Roman pun segera menarik Violin membawanya pergi begitu saja.


Ya pria ini selalu saja begitu, dia lengket seperti


perangko semejak mereka berdua di pertemukan. Berkat Violin yang asli tentunya.


Sementara itu disisi lain,


Seseorang bermata biru telah memperhatikan kelas


elemen air. Ia tersenyum manis. Seorang pria yang ada disampingnya pun berucap

__ADS_1


“Apa yang kamu lihat?”


Gadis bermata biru mengembalikan dirinya kembali ke


semula, ya dia menggunakan kemampuannya untuk melihat seseorang dari kejauhan


dengan jelas. Pupil matanya kembali menjadi hitam, lalu ia tersenyum manis dan


menjawab “Aku memperhatikan anak baru itu. Dia mirip denganku. Aku rasa aku


mengenalnya, ah mungkin itu hanya mimpi! Kamu sedang apa disini Roman?”


“Ya tentu saja menunggumu, Violin. Aku tidak mau


pergi tanpamu!”


“Huh, tidak bisakah kamu melepaskanku sehari saja?”


“Tidak bisa!” ucapnya segera memeluk Violin.


menyebalkan!”


“Ya, tetapi aku sangat mencintaimu! Aku tidak akan


pergi tanpamu”


“Ya, terus saja katakan itu! Apa kamu tidak sadar


mereka memperhatikan kita?”


Roman pun segera melepaskan pelukannya, ia segera


melihat di sekitarnya. Ia melihat teman- teman memperhatikan mereka berdua.


Roman pun segera menarik Violin membawanya pergi begitu saja.


Ya pria ini selalu saja begitu, dia lengket seperti


perangko semejak mereka berdua di pertemukan. Berkat Violin yang asli tentunya.


Bel berbunyi tanda jam pelajaran Akademi Yexiao


berakhir.


Kami pun segera membubarkan diri dan kembali ke


asrama menuju kamar masing- masing. Aku segera berjalan beriringan dengan Xia.


Tetapi entah kenapa aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku dari sini.


Menyebalkan, seperti penguntit saja!.


Asrama Akademi Yexiao, kamar nomor 25.


Aku dan Xia segera masuk. Terlihat di tempat ini


hanya ada satu tempat tidur. Entah dimana tempat tidur untukku. Xia meletakan


tas dan buku di tangannya ke atas meja belajar. Lalu ia mulai menghampiriku.


“Hey Aresha, dimana tempat tidurmu?” tanyanya


padaku.

__ADS_1


__ADS_2