
“Apa? Kepala Akademi Yexiao! Kenapa kamu tidak menjaganya dengan baik?” ucap Violin marah besar pada kepala Akademi Yexiao.
“Saya sudah menjaganya dengan baik!” jawabnya dengan santai.
Sementara beberapa guru dan sekretaris Akademi Yexiao di buat kesal dengan tingkah Violin.
“Apa? Apa yang dia lakukan?”
“Beraninya dia berkata seperti itu pada kepala akademi?!”
“Gadis kurang ajar! Jaga ucapanmu itu bodoh!”
Ucapan kekesalan itu di dengar oleh Violin, ia sama sekali tidak menghiraukannya. Ia tetap menaruh perasaan marah pada kepala Akademi Yexiao.
“Itu sudah terjadi ya?! Sialan, siapa yang melakukan hal bodoh seperti itu?”
“Orangku mengatakan jikalau pelakunya adalah seorang perempuan bermantel putih dan seorang pria bermantel hitam. Mereka melarikan diri dengan ribuan kelopak bunga mawar. Mereka telah mendapatkan kristal pelindungnya.”
“Orang itu! Roman, apakah yang dikatakan kepala Akademi Yexiao sama seperti yang kamu lihat saat kehancuran lapangan ujian ability magie?”
__ADS_1
“Aku rasa tidak, tapi jika pria bermantel hitam itu apakah maksudnya pria bermantel hitam coklat? Jika ya, aku rasa pelakunya sama” jawab Roman memikirkan pria bermantel hitam.
“Bagaimana dengan kristal klan vampir? Bukankah benda itu kamu yang simpan Jimwa? Bagaimana mungkin mereka bisa menemukannya dengan mudah? Kecuali ada penyelinap yang masuk!”
“Kristal klan vampir telah dicuri, mereka mendapatkannya. Ya benar juga ucapanmu, Violin. Tapi siapa? Selama ini tidak ada seorang pun yang tahu dimana aku menyembunyikannya bahkan termasuk Rasi dan Martha. Kecuali....!!!”
“Siapa?”
“Alecia”
Ucapan Jimwa yang mengatakan nama itu membuat orang- orang yang mengenalnya dalam ruangan ini terkejut bahkan Violin. Matanya dibuat membulat dengan mendengar nama itu.
“Dia.....” ucap Violin tidak bisa berkata- kata lagi.
Mengingat Alecia seakan- akan menjadi beban yang sangat berat di kehidupan keluarga ini atau bahkan klan vampir.
“Entahlah, dia kembali atau pun tidak hanya dia yang tahu dimana kristal klan vampir. Ini semua salahku, maafkan aku!” ucap Jimwa langsung meminta maaf tanpa berpikir panjang.
“Tunggu! Apa buktinya jikalau dia lah yang melakukannya? Dia tidak akan mungkin kembali” ucap Roman tidak percaya. Roman terus berpikir tentang Alecia, gadis yang cantik tetapi memiliki sifat yang buruk.
__ADS_1
“Apakah dia benar- benar telah kembali?” tanya Violin pada Jimwa.
“Entahlah, hanya dia yang tahu soal kristal klan vampir. Tapi jika itu bukan dia maka memang ada yang telah memata- matai kita sejak lama” jawab Jimwa.
“Jika begitu maka, kita semua tetap tidak akan bisa pergi kemana- mana. Glasland telah terkunci!” ucap Violin membocorkan rahasia besar yang dicemaskan oleh Jimwa dan kepala Akademi Yexiao.
“Apa? Kita tidak bisa keluar!” ucap guru mendadak menjadi panik.
Sekretaris yang mendengar itu pun juga ikut panik, mereka tidak percaya akan ucapan Violin.
“Apa itu benar? Kepala Akademi Yexiao!” ucap sekretaris dengan suara keras.
Kepala Akademi Yexiao hanya diam dan melihat ke arah Violin, ia menatap tajam ke arah gadis itu. Sorot mata tajam itu memberi isyarat pada Violin untuk diam dan tidak membuat semua orang menjadi cemas.
“Hah, ya ampun! Jika memang tidak ingin membuat semua orang panik, seharusnya Anda memiliki solusi yang lebih baik. Jimwa juga sudah mengetahuinya sejak awal, begitu juga denganmu. Kenapa mesti di sembunyikan? Kita memang tidak bisa kembali ke dunia nyata. Glasland memanglah dunia cermin yang penuh misteri, menemukan dunia ini bersamaan dengan dua kristal itu kan? Bukankah Anda dan Jimwa seharusnya mengirimkan tim peneliti terlebih dahulu sebelum mengirimkan kami ke dunia ini? Dunia Glasland bagi seorang penyihir itu adalah dunia terlarang!” jelas Violin.
“Violin! Hentikan ocehanmu! Kami memanggilmu bukan untuk memberikan ceramah. Kami memanggilmu untuk memberikan solusi dari masalah ini, aku yakin kamu mengenal dua kristal itu dari pada kami” ucap kepala Akademi Yexiao.
Violin terdiam, ia pun melihat ke arah Jimwa. Jimwa menganggukan kepala tanda dirinya juga menyetujui ucapan kepala Akademi Yexiao.
__ADS_1