Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 120


__ADS_3

“Kamu keluar dari sekolah kenapa tidak memberitahuku sebelumnya?”,


“Ya aku pikir kamu tak harus tau!”,


“Tapi kita teman kan?”,


“Ya kita teman. Maafkan aku, Aksara!”,


“Ya,


lalu kamu dimana sekarang? Aku ke rumahmu tadi”,


“Aku di Desa Flower dan akan tinggal disini”,


“Begitu ya, baiklah sampai jumpa lagi”,


“Sampai jumpa!”


Tanpa diduga Aksara secepatnya pergi ke Desa Flower untuk menemui Aresha. Ia ingin bertemu dengan sahabatnya itu.


***


Lelah telah mencari Aresha namun tak kunjung bertemu hingga akhirny memutuskan berhenti. Di jalan sepi mereka membicarakan tentang Aresha sebelum melanjutkan mencarinya.


“Eriska, kita telah mencarinya dimana-mana tapi tak kunjung bertemu. Ketika di rumahmu apa dia tidak bilang sesuatu mau kemana?”,

__ADS_1


“A, ya dia bilang sesuatu. Dia bilang ia akan pergi ke Desa Flower. Aku mencegatnya ketika ia hendak pergi. A, mungkin dia disana sekarang”,


Tanpa banyak bicara mereka pun pergi ke Desa Flower bersama-sama. Kali ini Eriska yakin kan bertemu dengan Aresha di sana seperti yang diinginkan Aresha.


***


Desa Flower,


Sore hari yang menawan, Aksara tiba di desa itu dan secepatnya mencari Aresha. Orang-orang tak terlalu mengenal Aresha disana tetapi seorang pemilik penginapan mengenal dan membawanya ke penginapan


#Aresha.


Aku tak pernah menduga akan kedatangan tamu sore ini, aku pikir disaat kondisiku seperti ini tidak ada yang peduli denganku. Tapi ternyata aku salah, Aksara datang untuk menemui ku. Di beranda ini juga kami berbicara.


“Jadi ini rumahmu sekarang?”,


“Lumayan, apa kamu tinggal sendiri?”,


“Ya, kenapa?”,


“Tidak apa-apa, apa kamu sudah jalan-jalan di desa ini? Kita jalan-jalan yuk!”,


“Ya baiklah”,


Aku dan Aksara jalan-jalan melihat-lihat pemandangan di desa ini. Semuanya seperti

__ADS_1


perkiraanku, akan ada banyak bunga mawar merah menghiasi desa ini. Ya petani-petani mulai menyirami kebun mereka di sore hari. Aku dan Aksara pun jalan-jalan hingga ke area wisata, hutan kemah yang dikenal dengan hutan Argon.


Sambil mengamati tiap pepohonan yang tumbuh subur dalam hutan ini Aksara berucap “ Dulu hutan ini disebut hutan Argon. Seperti yang kita lihat tak jauh dari disini ada tempat bersejarah. Hutan yang dulu dihuni oleh makhluk kegelapan”,


“Hem, apa itu mitos?”,


“Tidak, ini benar-benar nyata dan hingga sekarang hanya saja mereka bersembunyi dibalik manusia”,


“Dari mana kamu tahu semua itu?”,


“Aku tahu, dulu ada kehidupan di hutan ini hingga sekarang dan dari negeri yang cukup jauh ada sebuah kerajaan kematian. Pengeran yang disebut dengan Royal Blood. Jadi bagaimana menurutmu ceritaku ini?”,


“Lumayan menarik, bagaimana aku bisa mengunjungi tempat sejarah itu?”,


“Aku bisa mengantarmu!”,


“ Tapi apa nanti tidak tersesat?”,


“Tentu saja tidak, tapi aku punya cerita lain untukmu. Dulu seorang putri bertemu dengan seorang pangeran sebelum kerajaan sihir hancur. Pangeran itu memiliki gelar, Royal Blood. Sebenarnya gelar itu diperuntukkan untuk semua orang dari kegelapan tapi karena dia yang terkuat jadi dia memiliki ketetapan dalam gelar itu. Royal Blood mendengar putri tercintanya telah meninggalkannya di dunia ini, tapi seorang penyihir membuka ruang waktu dengan membuka takdir baru bahwa putri itu akan hidup kembali dimasa depan. Royal Blood pun memutuskan pergi ke dunia itu, menurutmu apa putri itu akan mengingat Royal Blood dan mencintainya?’,


“Emm, aku tidak bisa menjawabnya. Mataharinya akan segera tenggelam dan hutan ini akan menjadi malam. Lebih baik kita pulang sekarang Aksara?”,


“Sebentar lagi, aku ingin kamu menjawab pertanyaanku itu!”senyumnya


“Hah, aku benar-benar tidak tahu!”,

__ADS_1


Aksara masih tersenyum manis padaku, sifatnya pun berubah menjadi pria dingin bagiku. Aku pun mulai merasa pernah merasakan bahwa cerita Aksara itu benar-benar terjadi tetapi mengapa ia bercerita padaku? Apa ia telah melakukan dosa besar hingga menceritakan hal itu padaku atau dia ingin melakukan sesuatu tak terduga padaku? Aku pun mulai khawatir berdua dengannya di hutan ini.


__ADS_2