
Selamat membaca..
*
“Wow, look at you!.” Ucap Andrew saat gadis itu turun setelah selesai berdandan untuk perform nya di J&L Bar and Resto.
Meski berpakaian casual, tapi Fania memang keren kalau soal memadu padankan outfit nya terutama kalau untuk kebutuhan panggung, dari yang biasa maupun yang formal.
Dengan rambut yang tergerai indah, memakai outer hitam dengan glitter yang terkesan casual namun elegan, Inner berwarna putih, celana jeans ketat serta boots yang mencapai lututnya, berwarna senada dengan outer. Serta wajahnya yang ia tutupi dengan make up yang natural namun tetap nampak dan membuat wajahnya lebih cantik. Fania terlihat keren kalo soal mau ngamen mah.
‘Damned Jeff was right, she’s a hottie. My hottie, haha.’ Batin Andrew.
“Kenapa?. Baru sadar ya gue cantik?.” Sahut Fania sambil berpose centil depan Andrew.
Andrew tersenyum lebar. “Cantik udah dari dulu.” Ucap Andrew. “Cuma Fania yang sekarang terlalu cantik.”
“Ah bisa aje abang Andrew.” Goda Fania sambil tersenyum centil pada si pacar plontosnya.
Membuat Andrew gemas bukan main. Cup !. Satu kecupan dari Andrew mendarat di bibir Fania.
“Oh Astaga, mata gue ternoda.” Tiba – tiba John muncul saat Andrew mengecup Fania.
Fania pun jadi malu gara gara John melihat Andrew yang menciumnya.
“Udah dibilangin jangan suka cium sembarangan, juga.” Protes Fania sambil mencebik pada Andrew. “Malu kan tuh diliat kak John, guenya.”
“Haha.” Andrew malah tertawa aja dia mah.
“Tau emang kelakuan maen nyosor aja adek orang.” Celetuk John. “Yuk berangkat.” Ajak John pada Fania dan Andrew.
“Tau emang. Ga ada akhlak.” Sahut Fania. “Yuk kita kemon.”
“I kissed my girlfriend, okay?!.” Ucap Andrew yang tak mau kalah, lalu langsung merangkul Fania dan berjalan di belakang John untuk bergegas naik ke mobil Pria itu.
“Oh iya Fan, jangan lupa ntar lo pamitan sama anak – anak band dan manajer lo itu.” Ucap John saat mereka bertiga sudah berada dalam mobilnya. “Kakak lo kayaknya udah telpon si Julian juga tuh.”
“Hemm, gercep kak Reno sih kalo soal sabotase gue dia.” Sahut Fania sambil mengerucutkan bibibrnya.
“Yah kayak ga paham kakak lo aja. Dia mana suka nunda – nunda sesuatu sih. Maunya ya maunya. Sama nih kayak si Donald.” Ucap John.
“Julian?. Julian nya, Lisa?.” Tanya Andrew pada John.
“Yep.” Jawab John yang sudah melajukan mobilnya menuju J&L Bar yang tidak terlalu jauh dari kawasan tempat tinggal Andrew.
“Are you sing at their place, Sweety?.” Tanya Andrew pada Fania yang duduk di kursi penumpang belakang.
“Iya my Donaaald.” Jawab Fania sambil mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. Andrew menatapnya sambil mengernyitkan dahinya. “Kenapa? Koq gitu ngeliatin nya?.”
__ADS_1
“Udah berapa lama kamu perform disana?.” Tanya Andrew.
“Setahun kurang lebih.” Jawab Fania.
“Every Saturday night?.” Tanya Andrew lagi.
“Yep. Dulu sih awal – awal cuma seminggu sekali di situ. Terus ditambah jadwal regular nya sama kak Julian karna dia liat crowd yang datang makin rame kalo band gue perform. Akhirnya jadi dua kali jadwalnya setiap minggu.” Jelas Fania. “Harusnya sih malam ini gue ga ikut. Tapi berhubung udah ga kerja ya gue minta ikut perform malam ini.”
“Selalu kamu yang nyanyi disana?.” Tanya Andrew lagi.
“Sebelum kak Vivi resmi gabung, ya gue vokalis atu – atunya The Boyz.” Jawab Fania.
“Kenapa sih Ndrew? Kayak ada yang mau lo pastiin?.” Tanya John.
“Hemm, Sepertinya.” Jawab Andrew.
“Iya, detail amat nanyanya.” Sahut Fania. “Eh, tapi ngomong – ngomong, gue inget deh, beberapa bulan lalu ada cowok yang gue liat nongkrong disitu mirip kayak lo Nald dari samping.”
“Ah ya Tuhan....” Ucap Andrew sambil terkekeh yang membuat John dan Fania heran. “Itu bukan mirip sayang, itu emang aku.” Ucap Andrew lagi sambil membalikkan setengah badannya dan memegang wajah Fania.
“Hah?! Beneran?.” Ucap Fania tak percaya.
‘Kan jodoh pasti bertemu.’ Batin John.
“Iya, kalo ga salah aku waktu itu sempet denger kamu nyanyi lagu Baby, I love your way. Bener ga?.” Tanya Andrew. 'Little F, dengan pesonanya yang selalu membuat gue susah untuk ga kagum.' Batin Andrew.
Wajah Andrew nampak sumringah mendengar kalimat terakhir Fania. “Jadi kangen aku ya?.” Tanya Andrew sambil tersenyum sekaligus menggoda Fania.
“Dih pede. Inget , bukan kangen.” Sahut Fania.
“Ternyata kita udah pernah ketemu sebelumnya Sweety, meski ga langsung. Ah ya Tuhan.” Ucap Andrew lagi.
“Ah, emang lo juga sebenarnya udah ngelupain gue.” Sindir Fania.
“Tuh mulai lagi kan?.” Ucap Andrew sebal kalo Fania udah ngomong begitu.
“Emang iya sih.” Sahut Fania.
“Hey you, Ms. Fania, My Sweetheart. Kalo aku lupa, ga bakalan aku disini sekarang. Sampe nyatain cinta segala, kan?.” Ucap Andrew tak mau kalah.
“Iya betul tuh Fan, ga mungkin tuh dia sampe jadi bucin kalo lupa sama lo.” Celetuk John.
“So what?.” Sahut Andrew. “Daripada lo menanti yang tak pasti.” Tambahnya lagi.
“Maksudnya?.” Tanya Fania saat mendengar ucapan Andrew pada John.
“Tanya itu sama kakak John.” Jawab Andrew.
__ADS_1
“Maksudnya? Lo lagi ngejar cewe nih kak John?.” Selidik Fania.
“Anak ABG ga usah ikut campur urusan orang dewasa.” Sahut John.
“I’m not a little girl anymore, oke?.” Sahut Fania juga.
“Not a girl, not yet a woman.” Celetuk Andrew.
“Haha betul itu. Tos.” Ucap John pada Andrew untuk mengajak tos kepal, dan disambut oleh laki – laki plontos itu dan mereka berdua terkekeh.
“Dih, awas lo ya berdua.” Ucap Fania tak terima diledek oleh Andrew dan John.
“Lo waktu ngeliat Fania disana, emang ga ada rasa tertarik nih ama si Little F yang cakep begini?.” Tanya John. “Apa mata lo lagi bermasalah waktu itu?.”
“I saw her of course." Jawab Andrew. 'Waktu masuk pas banget dia lagi nyanyi. Cewe cakep ga mungkin ga gue liat.' Batinnya. "Gue sempet perhatikan dia sih waktu dia lagi nyanyi. Kamu punya senyum yang menawan, Sweety.” Ucap Andrew.
“Masa iya?.” Sahut Fania ga percaya.
“Iya. Waktu aku lagi ngeliatin kamu, pas aja kamu kebetulan nyanyinya menghadap lurus, jadi ga liat aku yang lagi
memperhatikan kamu.” Jelas Andrew.
“Coba waktu itu lo samperin Fania, ngajak kenalan. Pasti lo shock kalo saat itu ternyata lo ketemu Little F lu yang udah begini cakepnya.” Ucap John.
“Bukan shock lagi, John. Gue aja spechless saat tau cewe seksi yang di lapangan basket itu dia nih si Little F.” Ucap Andrew yang setengah menoleh lagi pada Fania sambil mengacak – acak rambut Fania, karna memang gadis itu duduk agak condong ke depan.
“Huh. Boong aje.” Sahut Fania. “Gimana dia mau ngajak kenalan gue Kak John, orang dia asik banget ngobrol sambil ketawa – tawa sama cewe seksi.”
“Nah lo.” John cengengesan. “Beneran itu?.”
“Iya beneran. Waktu itu lo ama cewe kan?. Cakep, seksi banget bajunya. Pasti fokus nya ke itu ceeewe.” Sindir Fania lalu memundurkan tubuhnya untuk duduk bersandar di kursi penumpang sambil melipat kedua tangannya diatas perut dan membuang pandangan ke arah jalanan.
“Haish, shit.” Ucap Andrew pelan.
“Wah gue mencium aroma keributan.” Ledek John lalu ia tertawa.
“Shut up John.” Ucap Andrew pada John lalu ia kembali menoleh pada Fania dan mencoba merayu Fania yang sepertinya merajuk karena sedikit cemburu. “Hey, itu kan sebelum kita jadian, Sweety.” Ucapnya pada Fania sambil mengusap kaki Fania. “Jangan marah ya?.”
“Dia cewe lo ya?.” Tanya Fania ketus. “ Berarti lo punya cewe dong disini. Orang mesra banget kayaknya waktu itu gue liat.”
‘Oh ya Tuhan. Panjang ini urusan.’ Batin Andrew.
***
To be continue ....
**** Wah sampai juga novel Bukan Sekedar Sahabat ini di episode yang ke 100. Terima kasih banyak - banyak tentunya Author ucapkan untuk para readers setia Novel ini\, terlebih lagi untuk yang sudah memfavoritkan novel Bukan Sekedar Sahabat ini. Yang selalu nunggu update juga terima kasih Supportnya\, yang membuat Emaknya Queen semangat buat Update. Tetep support Author ya\, dan sekedar info kalo sepertinya novel BSS ini panjang episodenya\, 'cuz berlanjut sampai ke London sana. * ***
__ADS_1
Terima kasih dan Jangan Bosen Yaaaa