
Selamat membaca ..
“Where are you going to?. ( Lo mau kemana? ).” Tanya Jeff pada Andrew setelah tamu Perusahaan mereka sudah pergi.
“R’s office. ( Ruangannya Reno ).”
“Langsung pulang?.” Tanya Jeff lagi.
“Yap!.” Andrew bergegas keluar dari ruangannya.
“Hang out yuk. Gue agak penat.” Jeff mengusulkan untuk nongkrong.
Andrew tampak berpikir sebentar.
“Hmmmm, where?. ( Kemana?).”
“Bagaimana kalau Peckham?.”
“Okay. Let’s go then. ( Ayolah ).”
Andrew dan Jeff pun bergegas untuk menyusul Fania ke ruangan Reno, sekalian mengajak Reno juga Nino barangkali mereka berdua mau ikut nongkrong juga.
*****
“YOU IMMORAL GIRL!. ( DASAR CEWE GA BERMORAL! ).” Suara seorang wanita yang terdengar seperti sedang berteriak, membuat Andrew dan Jeff saling tatap saat lift di lantai khusus kantor Reno beserta staff pribadinya terbuka.
“NINO GET HER OUT OF HERE NOW!. ( NINO BAWA DIA PERGI SEKARANG! ).”
“R?.” Andrew dan Jeff juga mendengar suara Reno yang berteriak pada Nino. Mereka mempercepat langkahnya.
‘YOU ARE WHO IMMORAL!. YOU ARE TWO-BIT UGLY WOMAN!. ( ELO YANG GA BERMORAL!. DASAR PEREMPUAN M*RAHAN MENJIJIKKAN! ).”
Sebuah suara seorang wanita yang menggema, yang amat sangat dikenal Andrew dan Jeff membuat mereka berdua akhirnya berlari.
“HEART!.” Andrew sontak membulatkan matanya, ketika ia sampai di depan ruangan Reno. Termasuk juga Jeff yang sama membulatkan matanya seperti Andrew, karena lumayan terkejut saat melihat Fania yang sedang setengah diangkat Reno nampak seperti habis menyerang seorang perempuan yang setengah tergeletak di lantai dengan air matanya yang bercucuran.
Andrew tentu saja langsung berlari ke arah Fania dan Reno serta Ara yang juga terlihat sedang berusaha menenangkan Fania yang masih meronta nampak belum puas, meski Reno sudah memegangnya erat.
“Little F, udah!.” Reno tampak masih mencoba menenangkan Fania yang mata dan wajahnya terlihat merah karena emosi.
“Hey, Heart. Kenapa ini?!.” Tanya Andrew yang panik, meraih Fania dari pegangan Reno, setelah sekilas melihat wanita yang nampaknya habis mendapat serangan, karena rambutnya yang acak – acakan.
“Ndrew, bawa Little F pergi dari sini.” Ucap Reno.
Sementara wanita yang nampak kusut itu sudah berusaha berdiri dibantu Nino dan Kelly.
Jeff hanya diam saat ini. Sedikit agak ngeri melihat Fania juga. Memperhatikan wanita yang ia kenal juga itu, lalu menatap Fania, Reno dan Ara bergantian.
‘Si Kajol ribut sama si Gabriela?.’ Batin Jeff. ‘Gara – gara Andrew?.’ Masih bertanya – tanya dlam hatinya. ‘Ah impossible!. ( Ah, ga mungkin! ). Si Gabriela bukannya ngejar – ngejar Reno?.’
“Hey, tenang Heart ....” Andrew mencoba menenangkan Fania yang masih terus memelototi wanita bernama Gabriela itu. “Ada apa ini?.” Tanya Andrew yang kebingungan. Baru sekali ini melihat Fania yang udah seperti singa
betina itu.
“NIH PEREMPUAN GATEL GA TAU DIRI!.” Fania masih berteriak. Masih melotot pada Gabriela sambil menunjuk wanita itu dengan amarahnya yang belum hilang.
__ADS_1
Semua yang melihat Fania yang seperti itu lumayan bergidik ngeri.
“Udah Ndrew, bawa Little F pergi dari sini.” Ucap Reno menatap Andrew. Dan si Donald pun mengangguk.
“Iya ayo, Sweety. Kita pulang yuk. Sudah ya?.” Ara pun membujuk Fania.
“Come Heart. Let’s go home. ( Ayo Sayang. Mari kita pulang ).”
Andrew merangkul bahu Fania dan mencoba membawanya pergi dari situ. Sementara Gabriela sedang mengingat – ingat barangkali dia mengenal wanita yang sudah menyerangnya barusan, karena melihat sikap Andrew pada Fania.
“Wait, is she your wife, Andrew?. ( Tunggu, apa dia istrimu, Andrew? ).” Tanya Gabriela pada Andrew.
Andrew mengabaikan pertanyaan Gabriela, ia mencoba membawa Fania agar segera menjauh dengan perlahan. Nafas istrinya itu masih terdengar tersengal, nampak emosinya belum juga hilang.
“WHY IF I’M HIS WIFE, HAH?!. ( KENAPA EMANG KALO GUE ISTRINYA, HAH?! ).” Fania kembali melotot pada Gabriela dengan suara kencangnya.
“Udah Fan!.” Jeff berusaha menenangkan juga. Ikut mendorong pelan tubuh si Kajol yang menghentikan langkahnya karena pertanyaan Gabriela barusan.
“Come, Heart. Ignore her, hem?. ( Ayo sayang, abaikan saja dia, ya? ).” Andrew kembali membujuk, kembali menggiring pelan Fania.
“ I WILL MAKE YOU PAY FOR THIS HUMILIATION!. ( AKAN KUBUAT LO MEMBAYAR PENGHINAAN INI! ).” Ancam Gabriela yang melotot dengan mengarahkan telunjuknya pada Fania.
“HEY!.” Andrew tak senang. “Watch the way you talk!. ( Jaga bicaramu! ).”
Gabriela nampak menarik nafas, memandangi Fania lalu Ara dengan sinis. Kemudian berjalan untuk pergi dari tempat ia merasa di permalukan itu.
“Two great men with a bad luck. Having lowly wifes!. ( Dua laki – laki hebat dengan nasib buruk. Punya istri – istri rendahan! ).” Ucap Gabriela saat mulai melangkah pergi.
“APA LO BILAAAAANNNNNGGGG?!.” Tangan si Kajol begitu cepat menarik kembali rambut Gabriela dari belakang, seperti sebelumnya tadi sebelum Andrew dan Jeff datang. Adegan bar - bar Fania pada Gabriela pun terulang lagi.
Gabriela langsung memekik sembari spontan memegang kepalanya karena cengkraman tangan Fania pada rambutnya begitu kencang dan kasar.
“LITTLE F!.” Pekik Reno.
“SWEETY!.” Pekik Ara.
“KAJOL!.” Jeff ikutan memekik.
“PEREMPUAN KURANG AJAR! MULUT LO DIJAGA!.” Fania sukses kembali mendorong Gabriela hingga jatuh untuk yang kedua kalinya.
Fania melepaskan diri dari pegangan Andrew yang memang tidak kuat itu. Sontak aja si Donald kembali membelalakkan matanya. Termasuk juga Nino dan Kelly yang melihat Fania kini sudah menduduki Gabriela.
“HEART!.” Andrew dengan cepat mencoba mengangkat Fania dari atas Gabriela. Beberapa staff Reno yang berada di lantai khusus milik Reno Alexander pun mulai berkumpul di kejauhan karena suara ribut – ribut yang membahana, karena Gabriela yang terjatuh tepat di depan pintu ruangan Reno.
Reno juga mencoba membantu Andrew menjauhkan Fania dari atas Gabriela. Rada Ngeri juga si kakak ganteng liat ade nya saat ini. ‘Astaga Little F, kenapa jadi bar – bar begini, sih?.’
Andrew dan Reno sukses mengangkat Fania dari atas Gabriela meski dengan susah payah, karena kayaknya kekuatan si Kajol itu tiba tiba jadi kek kayak Wonder Woman. Sementara Jeff membantu Nino untuk membuat Gabriela berdiri.
Fania sempat juga melayangkan beberapa tamparan di pipi Gabriela sebelum dia diangkat oleh kedua laki – laki yang menyayanginya, yang terlihat sangat kelabakan mengurusnya saat ini.
Andrew sudah mencengkram Fania dengan kuatnya, karena istrinya itu masih meronta belum puas, masih ingin menghajar habis wanita bernama Gabriela yang sudah buru – buru dipapah Nino dan Kelly agar cepat – cepat menjauh sebelum sang Nona Muda melancarkan serangan lagi.
Nino dan Kelly saling bertatapan ngeri sembari membawa Gabriela yang sudah tergopoh akibat ditindih Fania dan merasakan panas dipipinya akibat tamparan si Kajol untuk yang kesekian kalinya. Wajah putihnya sudah tertutup warna merah akibat telapak tangan Fania.
“AWAS LO BERANI – BERANI BALIK LAGI! SEKALIAN GUE LEMPAR DARI ATAS INI GEDUNG!. DASAR PEREMPUAN SIALAN GA TAU MALU!.” Teriak Fania dalam Bahasa Indonesia.
'Astaga, Heart....' Batin Andrew ngeri sendiri.
__ADS_1
'Demi apa Little F ....' Batin Reno juga ikutan ngeri mendengar ucapan Fania barusan.
'Sweety, kalo ngamuk seram sekali.' Batin Ara.
'Fit to become Andrew's wife if she act like this. ( Cocok emang jadi istrinya Andrew kalo begini dia ).' Batin Jeff.
Juga membuat para staff khusus Reno bergidik ngeri melihat adik Bos mereka itu, meski sebagian yang memang orang asing tak paham dengan ucapan Fania. Tapi melihat raut wajah yang penuh amarah dan suara menggelegar
adik dari Bos mereka itu, cukup membuat mereka menelan saliva saking ngeri melihat amukan Fania.
Lagi, Fania berteriak meski dalam cengkraman Andrew. Menunjuk nunjuk pada Gabriela yang sudah dibawa menjauh oleh Nino dan Kelly. Keduanya kembali saling melirik saat Fania berteriak lagi barusan.
‘So creepy. ( Menyeramkan sekali ).’ Batin Nino dan Kelly yang kurang lebih sama.
“Heart, calm down, Okay. ( Sayang, tenang ya, oke ).” Andrew mulai kembali menenangkan istrinya yang masih terlihat gusar.
“Ya udah lepas!.” Fania mencoba melepaskan diri dari cengkraman Andrew.
“Iya, tapi kamu tenang dulu.” Ucap Andrew lagi menatap Reno yang seperti sedang mengkode agar jangan melepaskan Fania dulu, takutnya si Kajol malah lari ngejar si Gabriela yang udah di bawa oleh Nino dan Kelly. Meski tiga orang itu sudah tak terlihat lagi.
‘Astaga si Kajol, padahal abis sakit kan itu dia.’ Batin Jeff yang ikutan syok. Kepalanya menggeleng saking tak percaya melihat Fania yang ngamuk tadi. Sementara ketiga Andrew, Reno dan Ara masih terus mencoba menenangkan Fania yang nafasnya tersengal – sengal itu.
“Sweety, ayo kita masuk dulu ya. Sudah ya?.” Bujuk Ara sambil mengelus – elus dada Fania. mencoba mengajak Fania masuk kembali ke ruangan pribadi suaminya.
“Lepas Nald, ih.”
“Iya, masuk dulu ya.”
Fania mencoba menetralkan nafasnya. Lalu menuruti mereka yang menyuruhnya masuk kembali ke ruangan pribadi kakak gantengnya.
Reno langsung meraih gelas minum pribadinya diatas meja. Lalu memberikannya pada Fania.
“Minum dulu Little F.”
Reno menyodorkan gelas pada Fania yang sudah duduk diapit Andrew dan Ara yang sedang merapihkan rambut Fania.
Fania mengambil gelas dari tangan Reno sambil memandang sinis pada kakak gantengnya itu.
“Abis ini urusan gue ama lo, Kak!.”
Andrew, Ara dan Jeff pun langsung memandangi Reno dengan serentak.
****
To be continue ...
Sebelumnya Author mau minta maaf ya, Update Episode di Bukan Sekedar Sahabat ga bisa seintens dulu. Selain Author nya juga punya kesibukan lain, Novel kedua Author juga harus update. ( Novel kedua bisa lihat di profilnya Author ).
Tapi tetep diusahakan akan Update setiap hari hingga Novel Bukan Sekedar Sahabat ini tamat.
Terima kasih dan tetep dukung Author yah. Dengan memberikan LIKE nya.
Silahkan juga kalau mau follow Author, engga follow pun ga maksa Author nya 😄
Jangan lupa tambahkan Novel Bukan Sekedar Sahabat ini ke Favorit, karena saat novel ini tamat akan ada Give away dari Author sebagai tanda terima kasih Author atas kesetiaan para readers nya Bukan Sekedar Sahabat.
💗💗💗💗
__ADS_1