
Selamat membaca ....
Fania merasa lega karena telah menyelesaikan panggilan alamnya setelah beberapa menit berada dalam toilet wanita yang ada di lantai tempat kerjanya tersebut.
‘ Dah Cakep Fania... ‘. Puji Fania pada dirinya sendiri sambil merapikan apa yang perlu dirapihkan. Setelah
merasa oke, Fania bergegas keluar dari toilet sambil melangkah dengan cepat namun tidak tergesa –gesa.
Gaya berjalan Fania sekilas tampak seperti gadis yang angkuh, dengan badan yang tegak dan kepala yang lurus ke depan serta muka yang kayak ga ada senyum-senyumnya.
Untungnya Fania memang memiliki wajah yang manis kayak makan gula kebanyakan. Penampilannya pun menarik karena selera fashionnya up to date namun Fania tetap menyesuaikan dengan seleranya. Dia ga mau jadi korban mode yang memaksakan beli baju model terbaru tapi ga cocok buat dia pakai.
Dengan langkahnya yang lumayan panjang akibat punya kaki yang agak jenjang,
Fania melangkah menuju kubikel nya tanpa tengok kanan kiri.
Langkahnya terhenti sebentar saat dirinya sudah mendekati area kubikel nya, karena dia melihat ada sedikit kerumunan disana.
‘ Waduh gawat, udah dateng Bos Besar tuh kayaknya . Woles ah ‘. Batin Fania. Lalu melanjutkan melangkahkan kakinya menuju area kubikel yang terdapat sedikit kerumunan itu. Fania mengambil jalan melalui sisi lorong area kubikel yang lain tetap tanpa melihat kanan kiri, fokus melihat ke area kerjanya. Dia memilih berjalan melalui sisi itu karna Fania pikir ga mungkin nyempil melalui orang – orang yang sudah di pastikan adalah Bos besar dan rombongannya.
Saat Fania sedang berjalan mendekati kerumunan orang - orang yang berada di area kubikel nya,
Fania kembali menghentikan langkah kakinya karena mendengar suara orang yang setengah teriak seperti memanggil.
“ Hey , Tomboi Girl ! “.
Fania spontan langsung berhenti dan menoleh ke sumber suara seketika matanya pun membelalak melihat siapa orang yang seperti memanggilnya. Terlebih lagi Fania merasa terkejut dengan Laki – laki yang ada tepat disamping orang yang menyebut ‘ Tomboi Girl ‘ lumayan kenceng, dan ternyata Fania baru sadar panggilan itu ditujukan untuk dirinya.
‘ Whaaaaatttt ????? .... mata gue salah kan nih ya ? ‘. Fania mengedip – ngedip kan matanya dan lanjut
berjalan karena sekilas dia melihat Pak Freddy mengkode Fania untuk segera mendekat. Dan Fania sesegera mungkin berjalan menuju area kubikel nya.
__ADS_1
***
“ Hahaha , The Tomboi Girl, is really you babe “. Si Pria blasteran yang ternyata adalah John, mendekati dan setengah menghadang Fania sambil sedikit menunduk memperhatikan wajah Fania sambil menggerak gerakkan kepalanya seperti mengabsen wajah Fania.
‘ Apaan sih ni orang , ga jelas banget ‘. Batin Fania berkata sambil ngeliat in muka John yang lagi memperhatikan wajahnya.
“ Hey, R “. Ucapnya sambil menoleh ke arah si Bos Besar yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kakak Gantengnya Fania, Reno. “ Look who’s here, the tomboi Girl “. Kata John lagi sambil cengengesan. Sementara Reno menatap John dan menggeleng pelan.
‘ My God , John ... bener – bener ga bisa jaga image ini orang kadang-kadang ‘. Batin Reno, sambil melangkah menghampiri John dan Fania.
Sementara mereka yang memperhatikan hal tersebut melihat dengan seksama kepada tiga orang itu.
Fania tersenyum manis saat Reno si Kakak Ganteng nya mendekat. Kemudian Reno membelai lembut rambut hitam Fania , yang hari itu dikuncir sama yang punya rambut.
“ Little F ... “. Ucap Reno.
“ Hi Kak Reno .... kirain siapa Bos Besarnya, hehe “. Ucap Fania.
‘ Kok bisa sih si Fania kenal sama Big Bos. Gilingan ? ‘
‘ Ada apa dengan cinta ? eh mereka ? ‘
‘ Lah si biduan siapanya big bos yak ? ‘
‘ mau dong di belai ‘
Begitu kiranya isi hati dan kepala orang – orang yang ada di divisi Fania.
“ Wah kebetulan lagi ini ... “. Suara John mengalihkan perhatian Reno dari Fania, dan menyadari kalau dia sedang ada di tengah – tengah karyawan yang sedang ia kunjungi.
“ John “. Ucap Reno sambil menatap sahabat sekaligus asisten nya itu. Dan sepertinya John paham maksud ucapan Reno. Kemudian dia berbalik serta berbicara pada karyawan yang masih sabar berdiri.
“ Sorry all, ternyata kami kenal dengan gadis spesial yang cantik ini, right babe? “. Katanya sambil menoleh dan tersenyum pada Fania.
__ADS_1
Dan , rekan kerja Kania pun puter otak lagi mendengar kata ‘ gadis spesial ‘ dari mulut John. Sambil Fania memperhatikan John, disaat yang sama dia juga melihat ke arah orang –orang yang ada didepannya sedang menatap Fania dengan muka penuh tanda tanya akibat perlakuan Reno pada Fania.
‘ Oh My God ‘. Batin Fania. Seketika dia menjadi kikuk sendiri, sementara Reno dan John terlihat biasa aja. Sementara Fania udah bisa nebak isi kepala orang - orang yang ada disitu sepertinya.
“ Ehem ... “. Reno menyela. “ Mohon maaf perkataan saya tadi terpotong “. Ucap Reno sambil kembali mengarahkan pandangannya kepada para karyawan yang berada di sekitarnya.
“ Halo , Selamat pagi, perkenalkan semua, Nama Saya Reno Alexander . Mohon maaf kalo baru hari ini, saya bisa menyempatkan diri untuk mampir kesini dan menemui kalian semua. Saya hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena kalian semua sudah bekerja dengan sangat baik dalam membantu saya di Perusahaan ini, sehingga dapat membuat kesuksesan yang signifikan di setiap tahunnya “. Reno berbicara dengan penuh wibawa. Bahkan Fania sendiri sampai terpesona.
“ Sama – sama, Sir “. Jawab Para karyawan dan Reno pun tersenyum sambil mengangguk.
“ Baik, Mr. Reno , apakah anda ingin melanjutkan untuk berkeliling lagi? “. Pak Freddy berbicara dengan sopan pada Reno.
“ Ah, Ya, Okay. Mari kita lanjutkan Pak Freddy “. Reno pun mengiyakan. “ Oh, by the way . Fania ini adik saya dan saya baru tahu kalau dia ternyata bekerja disini “. Menatap Fania sambil merangkul bahunya.
Fania tersenyum simpul sambil menatap Reno, lalu mengalihkan pandangan pada rekan kerjanya yang keliatan udah ga sabar pengen nanya - nanya tentang dirinya yang mengenal Bos Besar mereka.
‘ Pasti pada kepo tingkat dewa ini mah bakalan ‘.Gumam Fania dalam hatinya.
“ R , We have to continue our visit “. Ucap John pada Reno, mengingatkan Bos sekaligus sahabatnya itu.
“ Okay “. Jawab Reno
“ Fania, gue tinggal dulu sebentar ya. Nanti gue balik lagi “. Ucap Reno pada Fania.
“ OK “. Jawab Fania singkat
“ Hey, tomboi Girl, you don’t go anywhere here , okay ? Nanti kakak dateng lagi “. Ucap John sambil mengedipkan matanya pada Fania kemudian mengikuti Reno dari belakang.
Fania menggeleng saat John pergi dari hadapannya.
****
To be Continue ......
__ADS_1