
♦CHAOS DAY ♦
♦HARI YANG KACAU♦
**
Selamat membaca...
Frognal...
“Morning Mommy, Morning Oma ( Pagi ).” Sapa Reno menirukan suara anak kecil dengan Varen dalam gendongannya, pada Mama Anye dan Ara saat kedua wanita itu nampak sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
“Morning my two handsome, Men ( Pagi dua laki – laki gantengku ).”
Ara menghampiri Reno dan Varen dan memberikan kecupan pada keduanya. “Take your breakfast, Hon ( Sarapan dulu, Sayang ).” Ara mengambil Varen dari gendongan Reno, dan kakak gantengnya Fania itu memulai sarapannya
bersama Mama Anye, dengan Ara yang menggendong Varen disampingnya.
“Excuse Mrs. Ara, let me take this little prince with me , so can take your breakfast ( Permisi Nyonya Ara, biar pangeran kecil ini bersama saya, jadi anda bisa memakan sarapan anda ).”
“Thank you, Nina ( Terima kasih, Nina ).”
Ara memberikan Varen pada salah satu asisten rumah tangga yang dipercayai oleh Reno dan dirinya itu.
“You are very welcome, Mrs. Ara ( Sama – sama Nyonya Ara ). I will feed him also ( Aku juga akan menyuapinya ).” Ucap Nina pada para majikannya itu.
“Thank you, Nina. Once again ( Terima kasih, Nina. Sekali lagi ).” Ucap Ara dengan senyumnya.
“You don’t need to thank me, Mrs. Ara ( Anda tidak perlu berterima kasih padaku, Nyonya Ara ).” Sahut Nina juga dengan senyuman. Wanita itu sudah cukup lama bekerja dengan Reno dan Ara, dan majikannya itu sangat baik padanya, hingga membuat nya merasa seperti keluarga.
“Have you and others already take your breakfast, Nina? ( Apa kamu dan lainnya sudah sarapan, Nina? ).” Ucap Reno seraya bertanya pada Nina.
“Already, Sir ( Sudah Tuan ).” Jawab Nina. “By the way Mister R, Yuma said that Mister Andrew was came here last night ( Ngomong – ngomong Tuan R, Yuma bilang kalau Tuan Andrew datang kesini semalam ).”
“Andrew?.”
“Yes, Sir.”
“Is he stayed with Fania? ( Apa dia menginap dengan Fania? ).”
Reno menjeda sarapannya, begitupun Ara dan Mama Anye.
“No Sir. Yuma said Mister Andrew came alone and he’s looking for Mrs. Fania here ( Tidak Tuan. Yuma bilang Tuan Andrew datang sendiri dan dia mencari Nyonya Fania disini ).”
“He what ?... ( Dia apa?... ).” Reno sedikit terkejut.
“Mister Andrew asked if Mrs. Fania here, or came here ( Tuan Andrew bertanya apa Nyonya Fania disini atau mampir ).”
Seketika Reno dan Ara saling tatap.
“Selesaikan dulu sarapan kita, Hon. Setelah itu telfon Andrew atau Fania.” Ucap Ara dan Reno menjawab dengan anggukan sambil meneruskan sarapannya.
‘Ada apa lagi mereka?. Kemarin baik – baik aja sepertinya. Haish!’
***
Andrew melirik jam tangannya. Dia sudah mengecek beberapa Hotel sekaligus mengecek CCTV Hotel bersama Ezra, yang rata – rata pemiliknya kenal pada Andrew.
Namun Fania tidak ada di beberapa Hotel yang sudah ia sambangi. ‘Apa Fania ke rumah, R?.’
“Ezra, I’m going to R’s house. You try to search any information from all Hotels in this city ( Ezra, gua akan ke rumah R. Lo coba cari informasi di semua hotel yang ada di kota ini ).
“Yes, Sir. ( Ya, Tuan ).”
“I let you know if Fania is in her brother’s house ( Gua kasih tau lo kalau Fania ada di rumah kakaknya ).”
“Yes, Sir. ( Ya, Tuan ).”
‘I hope you there, Heart. ( Aku harap kamu disana, Sayang ).’
***
Hari sudah pagi dan Andrew juga belum berhasil menemukan Fania. Ponselnya sedang ia charge di dalam mobil dan dia sudah terlihat nampak sedikit acak –acakan dan lelah.
__ADS_1
“Sir, better you go home and take a rest for a while. You also haven’t eat yet. I will send more people to find Mrs. Fania or any information about her ( Tuan, sebaiknya anda pulang dulu dan istirahat sebentar. Anda juga belum makan. Aku akan menyuruh beberapa tambahan orang untuk menemukan informasi tentang Nyonya Fania ).”
Andrew manggut – manggut, ia memang lelah sebenarnya. Tapi ia belum tenang sebelum ada informasi apapun tentang Fania.
“Well I think you’re right, Ezra. You also need some rest too ( Yah gue rasa lo benar Ezra. Lo juga butuh istirahat ).”
Andrew berkata pada Ezra yang menemaninya dari semalam. Ia bahkan tak kepikiran untuk menelpon Jeff, karena fokus mencari sendiri Fania nya, berbagi tugas dengan Ezra. Dan kini Andrew mengingat Jeff untuk ia mintai bantuan.
“I will call Jeff, to find some info while I’m get home and change ( Gue akan telpon Jeff untuk mencari informasi saat gue pulang dan berganti pakaian dulu ).”
“Yes, Sir.”
****
Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith..
“Andrew?!.”
Dad dan Mom langsung menghampiri putra mereka itu saat melihatnya datang. Dua orang tua itu sudah mendengar yang terjadi semalam, dari para asisten rumah tangga yang mengetahui ada konflik antara Andrew dan Fania.
“Oh Tuhan, Andrew. Apa yang sudah terjadi sih?!.” Mom bertanya dengan gusar. “What happened with you and Fania? ( Apa yang terjadi dengan kamu dan Fania? ).” Sambung Mom.
Andrew menghela nafasnya. “Dia menghilang, Mom.”
“What did you say? ( Apa lo bilang? ).” Suara Reno membuat Andrew, Dad dan Mom menoleh kearah pintu.
“Ada apa Andrew?.” Ara ikut bertanya karena melihat penampilan Andrew yang nampak kusut.
“Fania menghilang sejak semalam.” Jawab Andrew pada Reno dan Ara.
“Apa?!.”
Suami istri itu memekik kompak.
**
Apartemen Pribadi Jeff ....
Drrrrttt ...
Sedikit mulai tobat sejak kenal Fania lebih dekat. Tepatnya kalimat yang keluar dari mulut si Kajol itu suka tiba – tiba muncul saat dia ingin berbuat ‘dosa’. Wkwkwkwk
‘Ih, lo kak suka jajan sembarangan. Gue yang ngeri masa ngebayangin lo kena azab.’
‘Azab?.’
‘Hukuman Tuhan. Hiiii ga kebayang gue. Kena penyakit kelamin aja lo, tau rasa!.’
Pada akhirnya rencana Jeff berbuat ‘dosa’ seketika pupus. Paling top hanya make out dengan para wanita yang kadang menyodorkan diri mereka sendiri, tapi tak berkelanjutan ke ranjang.
Semalam pun saat bertemu Andrew di Pub dan minum – minum sebentar namun tak sampai mabuk.
Drrrrttt ...
“Ini pasti si Botak yang iseng telpon gue pagi – pagi begini!.”
Drrrrttt ...
“Ya Tuhaaan....” Jeff menggerutu, namun pada akhirnya pun ia meraba – raba nakasnya untuk meraih ponsel yang tak mau diam itu.
‘Donald Bebek sialan memang. Seperti yang gue duga.’
Batin Jeff yang mengutuk Andrew, saat melihat dengan memicingkan matanya nama pemanggil yang tertera di layar ponsel.
“Do you know what time is it, Mister Andreeew. I haven’t sleep properly ( Lo tau ga ini jam berapa Tuan Andreeew, Gue bahkan belum tidur dengan cukup ).”
“......”
“Apa lo bilang?!.”
“.....”
“Mungkin di rumah R.”
__ADS_1
“.....”
“Okay, okay, but let take a sleep okay. My eyes really hard to open ( Oke, oke. Tapi gue tidur bentar dulu. Mata gue susah melek ini ).”
“.....”
“Iya, iya.”
Jeff menutup melemparkan ponselnya sembarang di ranjang sambil coba kembali untuk tidur, untuk memulihkan staminanya.
“Udah gue bilang, si Kajol itu makhluk langka ciptaan Tuhan yang susah ditebak jalan pikirannya!.”
Jeff masih menggerutu sendiri.
“Ga paham – paham sama tabiat istri sendiri!.”
Masih menggerutu meski sudah ngantuk berat, karena saat dia bangun nanti sudah terbayang bagaimana akan ribetnya urusan mencari Fania.
“It’s gonna be a Chaos Day!... ( Ini akan menjadi hari yang kacau!... )”
Di suatu tempat....**
“Your husband will gonna kill us if he knows this ( Suami lo akan membunuh kami kalau dia tahu soal ini ).”
“Emang! Suami sama istri kalo lagi kambuh sama gilanya!.”
“You are crazy, he’s god damned right ( Lo emang gila, dia emang bener ).”
“Hahaha!.”
“Lo bener – bener Cuma begini doang dari London?.”
“Iyap. Baju satu kering dibadan.”
“Bangke!.”
“Hahaha!. Yang penting bawa duit sama passport plus visa. Ama lip balm dah”
“Sarap!.”
**
Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith ...
“kan gue udah bilang sama lo, si Kajol itu Unpredictable creature! ( Makhluk yang susah ditebak! ).”
Jeff sudah bergabung dengan keluarganya saat siang sudah menjelang. Informasi yang berkaitan dengan Fania juga belum lagi ada, baik dari Ezra, Nino, Alex dan orang – orang yang sudah mereka sebar.
“Ck!.” Andrew hanya mencebik, malas menanggapi Jeff, karena otaknya udah ga karuan.
Kemudian perhatian semua orang yang sedang berkumpul itu, beralih pada Ezra dan Nino yang datang dengan tergesa.
“You found something Ezra? ( Apa lo dapat sesuatu Ezra? ).”
Andrew langsung berdiri saat Ezra datang bersama Nino yang kebetulan juga tiba saat bodyguard kepercayaan Andrew itu tiba di Mansion mereka.
Meski belum sempat tidur dan memang karena mata Andrew tidak bisa dibuat terpejam untuk hanya sekedar tidur sebentar, dia masih terlihat antusias untuk mencari keberadaan sang istri.
“Yes, Sir. ( Ya Tuan ). I tried to call you as soon when I got this info, but you haven’t answer ( Aku sudah mencoba menelpon anda langsung saat mendapat info ini, tapi anda tidak menjawab ).”
Andrew meraba saku celananya. “Ah, I left it in my room ( Ah iya, ketinggalan di kamar ). What information you have found? ( Informasi apa yang lo dapat ).”
“I think Mrs. Fania has left London, Sir ( Saya rasa Nyonya Fania sudah meninggalkan London, Tuan ).”
“She What?! ( Dia apa?! ).” Andrew terkejut setengah mati termasuk juga yang lainnya.
‘It’s gone to be a Chaos Day! Just like what I thought! ( Benar – benar akan menjadi hari yang kacau! Seperti yang sudah gue duga! ).’ Batin Jeff yang menjerit. ‘Kenapa Tuhan menciptakan makhluk kayak lo Jool!!! ...’
****
To be continue...
__ADS_1