
Selamat membaca ...
************************
Fania baru aja akan menarik kursi kerjanya, tapi sebelum duduk dia menoleh kembali ke sekitarnya dan mendapati dirinya masih dipandangi oleh para rekan kerjanya itu dengan tatapan yang ga percaya dan takjub.
Gimana ga kurang takjubnya mereka saat Reno bilang Fania itu adalah adiknya. Fania si sekuter itu ternyata bukan orang sembarangan. Begitu kiranya pikir mereka.
Fania memandangi orang – orang yang seperti terkesima itu dan sedikit membuka tangan sambil menggerakkan bahunya serta mulutnya berkata “What?“ dengan muka yang keliatan santai.
Mela juga masih terkesima namun tiba – tiba si ember bocor melakukan pergerakan aneh dan bikin kaget ga Cuma Fania, tapi yang lain juga. Lalu Mela berjalan cepat ke arah lorong depan, bikin orang terheran – heran sama kelakuannya.
‘Kenapa lagi itu orang?‘ Batin Fania yang merasa aneh sama si ember bocor.
“Si ember bocor ngapain sih?“ Celetuk Dimas. Tak lama Mela kembali ke area kubikel dan langsung menyergap bahu Fania.
“Apaan sih Mela,“ Ucap Fania risih sambil berusaha menjauhkan tangan Mela dengan gerakan bahunya.
“OH – MY – GOSH!!! Zaskia Gotik, elu beneran adenya Big BOSS ?!!! “ Nah rusuh deh si Mela.
“Apaan sih Lu?!“ Ucap Fania. “Dah awas gue mau kerja lagi . Tambahnya sambil mencoba menggeser kursinya supaya bisa duduk.
Tapi Mela malah nyender di meja kerja Fania dan membuat Fania sebel.
“Ihhhhh.... jawab dulu . Kepo nih gue , sumpah. Gilingan ..... ternyata oh ternyata, dirimu itu Sesuatu Fania!“ Mela terlihat sumringah. “Ga nyangka temen kerja gue yang merangkap biduan kape ini adeknya Big Boss yang Emeziing ituhhhh .... oh may gaaattt ...“.
Akhirnya karena kehebohan si Mela itu, temen – temen yang lain yang terdekat dengan Fania menghampiri dirinya yang geleng – geleng ama kelakuan Mela.
“Waduh, nona muda dong lu ye neng, ternyata. Shock banget gua, sumpeh!“ Celetuk Bobby.
“Lebay,“ Sahut Fania.
“Gile bener deh lu biduan. Salut gue!“ Timpal Dimas.
“Biasa aja napa lu pada. B aja B!..“ Ucap Fania santai dan akhirnya dia menggeser tubuh Mela dari meja kerjanya.
“Keren lu Keren!“ Ucap Bobby lagi sambil menepuk nepuk bahu Fania dan kembali ke meja kerjanya. Fania pun menggeleng dan membenarkan posisi kursinya.
“Waaaah, ga nyangka loh Fania,“ Mba Dina ikutan komen.
“Apa sih mba. Biasa aja lagi ah!“ Jawab Fania.
“Wagela ini sih Hot Issue, Faaannnn... “ Mela masih lanjut dengan keterpukauan campur lebay, membuat Fania memutar bola matanya malas.
“Kerja woy, Kerja.....“ Ucap Fania pada Mela.
“Ah , elu mah ga asik!“ Mela berdecih sambil kembali pada meja kerjanya.
Sik asik, sik asik, kenal dirimu
Sik asik, sik asik, dekat denganmu
Terasa di hati berbunga-bunga
Setiap bertemu ..
Fania menggoda Mela dengan bernyanyi sambil menggoyangkan badan diatas kursinya. Bikin rekan di sekelilingnya termasuk Mela terkekeh geli sama kelakuan Fania.
Kemudian mereka semua kembali pada aktifitas mereka sebelum Big Boss datang tadi.
Masih ada sedikit waktu sebelum jam istirahat kantor dan dipergunakan dengan baik oleh Fania dan rekan sekerjanya untuk mengerjakan pekerjaan mereka masing – masing.
***
__ADS_1
Fania bersiap – siap untuk istirahat dan menekan tombol sleep di komputernya, lalu mengambil dompet dalam tas yang disimpan dalam laci bawah meja kerja. Tapi Fania merasa area kubikelnya terasa sunyi, karna biasanya udah ada yang ribet nanyain mau pada maksi dimana.
Fania coba melirik dan ternyata Reno sedang berjalan sambil tersenyum kearahnya.
‘Pantes,‘ Batin Fania lalu menyapa Reno.
“Hai Kak, udah selesai muter – muternya?“ Sapa Fania sambil senyum.
‘Dih beneran si Fania adenya Big Boss!....‘ Mela membatin sambil melirik Fania dan Reno.
“Sudah, ini langsung ke sini “ Jawab Reno pada Fania.
“Trus?“ Tanya Fania.
“Trus ya ayo!“ Jawab Reno
“Kemana?..“
“Lunch Lah. Ga Lapar memang?“
“Laper laaahhhh .....“
“Ya sudah, ayo makanya...“
Reno pun meraih lengan Kania dan membawanya untuk pergi makan siang bersama John dan dirinya sendiri.
“Guys duluan yah“ Pamit Kania pada temen-temennya yang sedang membatu karna Reno datang lagi ke tempat mereka.
Dan Fania pun langsung berjalan menyamai langkah Reno sebelum dapet jawaban dari temen-temennya yang lagi dalam mode pause itu.
****
Lain lantai 16 , lain pula di Lobby utama Perusahaan.
Ternyata saat Reno menghampiri Fania di kubikelnya, John menunggu mereka di lobby lantai 16 sambil modusin si resepsionis yang mukanya mirip sama Raisa itu.
Fania ga habis pikir saat sudah berada di dalam lift tersebut bersama Reno, kenapa Lift ini malah jauh lebih luas dari lift karyawan. Padahal udah jelas jelas Karyawan Perusahaan Reno itu banyak.
Ting...
Pintu lift pun terbuka.
Fania dan Reno serta John keluar dari lift khusus para petinggi Perusahaan. Reno mempersilahkan Fania untuk keluar duluan. “Lady’s First“. Kata Reno mempersilahkan Fania. Ah , Gentle banget kan si kakak ganteng ini. Baru kemudian Reno dan John ikut melangkah keluar lift setelah Fania.
Sesaat Reno menghentikan langkahnya begitu juga John yang memperhatikan saat Fania berhenti tiba – tiba.
“Kenapa Fan?“ Tanya Reno.
“Lo Duluan deh Kak,“ Jawab Fania.
“Kenapa memangnya, ada yang kelupaan?“ Tanya Reno lagi.
Sementara John mengangkat telpon genggamnya yang berdering.
“Engga. Lo duluan aja jalannya. Gue ngikutin,“ Ucap Fania yang kayaknya rada ragu buat jalan bareng Bos Besar. Bisa Jadi Bahan Gibahan nanti pikir Fania.
Reno sepertinya menyadari sikap Fania yang kayaknya sungkan untuk berjalan bersama dirinya. Seperti biasanya Reno pada Fania yang mengungkap sayang dan perhatian pada adik kecil kesayangan dengan mengelus kepala Fania.
“Eh, lo itu adik gue . Jadi udah sepantasnya kalo lo jalan bareng gue,“ Ucap Reno sambil menarik lengan Fania.
“Ta-tapi“ Reno sudah menarik lengan Fania sebelum si biduan meneruskan kalimatnya. “ Hh .. “. Fania menghela nafas kasar dan pasrah saat Reno menariknya.
Benar kan dugaan Fania kalo saat dia terlihat berjalan bersama Reno di Lobby Utama semua mata memandang padanya. Semuanya menunduk hormat dan menyapa saat berpapasan dengan Reno dan dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh si Big Boss. Sementara Fania pura – pura cuek meskipun dia rada risih karna Reno malah merangkul Fania setengah menyeretnya.
__ADS_1
“Kak , apaan sih“ Protes Fania mencoba melepaskan lengan Reno yang atletis itu. Tapi Reno ga menggubris Fania dan terus berjalan menuju arah luar Lobby, dimana John sudah menunggu mereka.
‘Kapan Jalannya itu orang tau – tau udah di depan aja‘ Batin Fania.
“Masuk Little F, “ Ucap Reno saat sebuah Range Rover sudah ada di depan mereka dan Fania pun masuk ke dalam mobil tersebut. Diikuti Reno yang duduk disebelahnya, sementara John duduk di kursi samping supir.
Untung Fania udah dari dulu kenal Reno, jadi dia udah ga norak lagi sama yang namanya mobil mewah. Karna dulu hampir setiap Reno antar jemput kalo ngajak hang out, Reno udah pake yang namanya mobil mewah.
“Selamat siang, Tuan Reno , Tuan John, Nona ..“ Sapa pak supir.
“Siang Pak. Kita ke Five Season,“ Ucap Reno pada si supir.
“Baik, Tuan,“ Jawab si Supir lagi dengan sangat sopan.
Kemudian Pak supir mulai menjalankan mobil menuju tempat yang Reno bilang barusan, yang merupakan salah satu hotel mewah di daerah Jakarta.
“Kita ngapain ke Five Season?“ Tanya Fania.
“Lunch lah, masa check in?“ John tiba – tiba nyamber.
“Ish“ Fania berdecih sebal pada laki – laki itu dan John tertawa. Baru ingin melanjutkan bicara dengan Fania, handphone John lagi lagi berdering.
“Yap“ Ucap John saat menerima panggilan tersebut. “Ya, He’s with me“ Ucapnya lagi kemudian menengok pada Reno di belakang dan memberikan handphonenya.
“The Bald Man“. Kata John sambil menyodorkan handphone miliknya dan di terima oleh Reno. Sementara Fania sudah sibuk sendiri dengan ponselnya, hingga tak mendengar apa yang John ucapkan pada Reno barusan.
‘Hmmm ....‘ Reno menjawab panggilan tersebut dengan nada suara yang datar.
.......
‘Yap‘
........
‘Four days ago‘ ( Empat hari yang lalu ).
.........
‘Yes, she’s with me‘ ( Iya dia sama gue ).
...........
‘Should I ?‘ ( Harus begitu? ).
............
‘Then?‘ ( Terus? ).
..............
‘You were still in Italy when Ara and me decided to come‘ ( Lo masih di Italia saat gue dan Ara memutuskan untuk datang kesini ).
..................
Sejenak Reno terdiam kemudian menatap Fania dan Fania yang tanpa sengaja sedang menoleh kearah Reno yang sedang menelpon itu merasa heran.
‘No, not yet ‘ ( Engga, belum ) . Kemudian Reno lanjut bicara.
‘I call you back later‘ ( Gue hubungi lo balik nanti ). Ucap Reno sebelum mematikan panggilan dan menyerahkan handphone pada pemiliknya.
Tak lama merekapun sampai di Hotel yang di tuju untuk makan siang.
*
__ADS_1
To be continue ....
Jangan lupa tinggalkan jejak