BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 169


__ADS_3

Selamat membaca ..


“Permisi Bapak, Ibu. Keluarga Mempelai Pria sudah datang.” Seorang Pria yang merupakan salah satu Pembawa Acara yang bertugas untuk menyambut Pengantin Pria dan Keluarganya memberitahukan Papa Herman dan Mama Bela perihal kedatangan Andrew dan keluarganya.


“Eh mas, mas, Mempelai Pria nya ikut juga ga?.” Tanya si Kajol.


Si Pria Pembaca Acara pun tersenyum. “Ikut dong Kak.”


“Ih nanya yang engga – engga aje. Pasti ikut lah si Endru masa kaga.” Timpal si Mama Bela.


“Iya Kali dia ketiduran.” Sahut Fania asal.


“Udeh ah. Ayo Mah buruan.” Ajak Papa Herman yang takut Andrew beserta keluarganya menunggu lama. “Prita disini aja sama Kakak kamu. Nanti kalau Ijab Kabul udah selesai, baru bawa nih Kakak kamu yang cakep nya ngalahin Bidadari ini hari keluar.”


“Siap Bos.” Sahut Prita.


Papa Herman dan Mama Bela kemudian mengikuti si Pembawa Acara untuk menyambut calon mantu beserta keluarganya. Bergabung dengan beberapa kerabat yang akan ikut menyambut keluarga calon besan.


*


‘Ya Allah, cakep banget si Fania calon lakinya. Mana gagah banget itu. Cakep bakalan cucu gua ini.' Batin Mama Bela yang sudah berdiri disamping suaminya seraya tersenyum karena kini sudah berhadapan dengan Andrew yang berdiri dengan gagahnya, diapit oleh Dad Anthony dan Mom Erna.


Membuat para wanita yang tidak pernah melihat Andrew sebelumnya menjerit dalam jiwa. ‘Beruntungnya cewe yang akan dinikahi itu cowok.’ Mungkin begitu batin mereka.


Prosesi Penerimaan Calon Mempelai Pria dengan bimbingan dan cuap cuap dari Pembawa Acara selesai. Kini Andrew digiring untuk duduk dimeja ijab kabul karena Pak Penghulu sudah menunggu untuk segera menyelesaikan tugasnya menikahkan sepasang mempelai dihari bahagianya mereka ini.


Aduh, Author jadi deg – deg an.


Gugupnya Andrew yang sudah duduk di kursi Ijab Kabul sambil menunggu sedikit persiapan untuk memulai prosesi ijab kabul, juga dirasa oleh Fania. Hatinya berdebar sangat cepat menunggu suara Andrew terdengar dari balik sound system.


“Fania nya mana?.” Tanya Andrew yang gelisah karna tak melihat sang Ratu hatinya.


“Tenang aja Nak Endru. Fania udah siap. Tinggal nunggu Nak Endru ucap Ijab Kabul nah nanti baru deh ditemuin.” Ucap Papa Herman.


“Sabar. Ngebet amat.” Celetuk Reno. “Tuh lagi di cek sama Bidadari Surga Pribadi gue sama Michelle juga lagi siap siap jemput Little F.”


Andrew hanya manggut – manggut. Seumur umur kayaknya baru ini dia merasa gugup. Menarik nafas dan menghembuskan pelan.


“Bagaimana, apa sudah siap?.” Tanya Pak Penghulu kepada Andrew dan Papa Herman yang akan menyerahkan putri sulungnya. Sementara para saksi pun sudah mengangguk juga.


“Insya Allah siap.” Ucap Papa Herman.

__ADS_1


Andrew kembali menarik nafas dan menghembuskan pelan. “Saya sudah siap.” Ucapnya yakin meski gugupnya belum hilang.


“Baik kita mulai sekarang.” Ucap Pak Penghulu. “ Bapak dan mempelai pria silahkan berjabat tangan.”


Papa Herman dan Andrew sudah saling menjabat tangan dan saling menatap. Bersiap berucap dalam satu tarikan nafas. Keduanya sama gugupnya.


“Bismilllahirrohmanirrohim. Saudara Andrew Adjieran Smith bin Anthony Adjieran Smith, saya nikahkan engkau


dan kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Naomy Stephania dengan mas kawin berupa emas batangan senilai 1 kilogram, Tunai.” Papa Herman berucap dalam satu tarikan nafas, yang langsung disambung oleh Andrew.


“Saya terima nikah dan kawinnya Naomy Stephania binti Herman Saputra dengan mas kawinnya tersebut, Tunai.” Andrew menyambung kalimat Ijab Kabul tanpa putus juga dengan satu tarikan nafas.


Dan Pak Penghulu pun langsung berkata seraya bertanya pada saksi – saksi prosesi barusan. “Bagaimana Sah?.”


“SAAAHHHHHH !!.” Suara jawaban yang terdengar kompak tidak hanya dari para saksi inti.


“Alhamdulillah.” Semua berucap syukur karena proses Ijab Kabul berjalan lancar. Tampak kelegaan di wajah kedua Pihak Keluarga. Bahkan Reno juga ikut deg – deg an saat giliran Andrew berbicara.


Doa pun dipanjatkan dan Andrew beserta yang lain meng – Amin – kan dengan Khusyuk.


Lega, ya Andrew merasa lega dan bahagia. Rasanya dia mau jijingkrakan saking bahagianya yang sudah membuncah dalam dada. Fania nya kini sudah sah menjadi istri dari seorang Andrew Adjieran Smith. Doanya yang begitu memaksa pada Sang Kuasa tak Percuma. Fania jadi jodohnya hari ini.


Ucapan Selamat datang dari Dad dan Mom yang langsung memberikan pelukan kepada anaknya yang lancar mengucapkan kalimat Ijab kabul bersama Papanya Fania.


“Andrew sudah bisa ketemu Fania sekarang, Pah?.” Tanya Andrew sudah tak sabar.


“Sabar Boss.” Ucap Jeff sembari terkekeh.


Yang lain hanya senyum – senyum dan geleng – geleng melihat Andrew yang nampak sudah ga tahan pengen cepet – cepet melihat Fania nya. Nyonya Andrew Adjieran Smith.


***


"Bagaimana, apa sudah siap?.” 


Suara Pak Penghulu sudah terdengar juga di dalam rumah. Dada Fania makin berdebar.


“Insya Allah siap.” Suara Sang Papa pun terdengar.


Fania mendengarkan dengan khidmat bercampur gugup, menunggu satu suara dari seseorang yang ia cintai.


 “Saya sudah siap.”

__ADS_1


Suara Andrew terdengar. Fania menghela nafas pelan. Begitupun Prita, Ara dan juga Michelle yang saat ini menemani sang calon mempelai wanita.


“Baik kita mulai sekarang.” Ucap Pak Penghulu. “Bapak dan mempelai pria silahkan berjabat tangan.” Suara Pak Penghulu terdengar lagi menandakan prosesi segera dimulai.


“Bismilllahirrohmanirrohim. Saudara Andrew Adjieran Smith bin Anthony Adjieran Smith, saya nikahkan engkau dan kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Naomy Stephania dengan mas kawin berupa emas batangan senilai 1 kilogram, Tunai.”


Suara Papa Herman kembali terdengar. Mata Fania mulai berkaca – kaca.


“Saya terima nikah dan kawinnya Naomy Stephania binti Herman Saputra dengan mas kawinnya tersebut, Tunai.”


Suara Andrew pun terdengar dengan lancar dan yakin ditelinga Fania. Haru akan bahagia sudah menyelimutinya.


“Bagaimana Sah?.”


“SAAAHHHHHH !!.”


Fania menutup matanya. Air mata pun lolos dari sudut kedua mata gadis yang kini sudah sah menjadi istri dari seorang Andrew Adjieran Smith.


“Alhamdulillah”. Ucap Prita, Ara dan Michelle bersamaan berikut dengan beberapa orang yang juga ada di dalam rumah.


‘Alhamdulillah.’ Fania berkata dalam hatinya sembari mengusapkan kedua tangan ke wajahnya.


“Selamat ya Sweety. Kamu sudah sah jadi istrinya Andrew sekarang.” Ucap Ara tulus sambil memeluk Fania. Ucapan selamat juga datang dari Prita dan Michelle.


“Selamat ya Kak Fania.” Ucap mereka berdua kompak. Dan ucapan yang juga datang dari orang – orang yang bersama mereka.


“Ma kasih Kak Ara.” Ucap Fania pelan yang tak bisa menyembunyikan harunya. “Ma kasih Prita, Michelle.” Air mata nya masih menetes. “ Ma kasih kakak – kakak semua.” Ucapnya lagi pada para kru di belakang layar.


“Duh, Pengantin jangan nangis dong.” Goda Ara sambil memanggil salah satu MUA untuk mengecek make up Fania.


“Yuk Kak. Kita hampiri kakak aku yang hari ini gantengnya ngalahin semua Pria dimuka bumi ini.” Ucap Michelle yang membuat semuanya terkekeh. “Ga kebayang deh mukanya Kakak aku yang galak itu pas lihat Kak Fania sekarang.”


Seorang Pembawa Acara pun datang mengkode agar Sang Mempelai Wanita segera keluar dari Goa persembunyiannya. Berikut cuap – cuap dari seorang Pembawa Acara yang satunya, sedang menginfokan bahwa sang Mempelai Wanita akan segera keluar untuk menemui suaminya.


Menghela nafasnya sebentar lalu berdiri, menenangkan dirinya dari kegugupan sejenak. Fania mengangguk, menandakan ia segera berjalan keluar untuk menemui sang suami.


*Ah cie ..*


Abang Andrew, Kajol dateng niiiiii ..


**

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2