
Selamat membaca ...
“Really?! ( Benarkah?! ).” Gloria nampak tak percaya. “I didn’t hear anything about your wedding? ( Aku tidak mendengar apapun tentang pernikahanmu).”
“I just haven’t announced it. ( Gue Cuma belum bikin pengumuman aja ).” Jawab Andrew yang masih memeluk Fania. Membuat Gloria gerah melihatnya. Gerah karena cemburu karena dari dulu wanita itu memang ada rasa pada Andrew yang hanya menganggapnya teman.
Bahkan Andrew lebih memilih Cindy daripada dirinya kala itu. Saat dia tau kalau Andrew sudah tak bersama Cindy, Gloria sudah memutuskan akan mengejar Andrew untuk menjadi miliknya. Tapi lagi – lagi wanita itu harus menelan pil pahit karena nyatanya Andrew mengatakan kalau dia sudah menikah dan tampaknya laki – laki itu sangat
mencintai wanita yang sedang berada di dalam rengkuhan nya itu. Dan baru ini Andrew nampak memamerkan kemesraan dengan seorang wanita.
“By the way Andrew ( Ngomong – ngomong Andrew ), They asked about you ( Mereka tanya tentang kamu ).” Ucap Gloria yang menoleh ke arah sekumpulan orang yang tak jauh dari mereka.
“Ah them ( Ah mereka ).” Andrew menoleh ke arah yang ditunjuk Gloria. “Okay.” Ucap Andrew mengiyakan ajakan Gloria. “Heart, kamu sama R dan Ara dulu ya. Aku mau menyapa beberapa teman.”
‘Heart.’ Batin Gloria. ‘Cih’. Tapi wanita itu masih saja berdiri ditempatnya sambil memperhatikan Andrew dan Fania.
“Nanti aja si. Temenin aku dulu.” Protes Fania yang sebenarnya ga mempermasalahkan Andrew yang ingin menyapa teman – temannya. Cuma si Kajol rada empet aja itu sama si Gloria yang ngeliatin Donald nya terus.
Andrew tersenyum, “Aku Cuma sebentar kok. Kamu nonton balapan aja tuh sana.” Ucap Andrew yang sedikit mendongakkan kepalanya. “Kayaknya John mau race (Balapan) itu.”
Fania pun menoleh ke arah yang di maksud Andrew dan memang mobil John sudah berada di track balapan bersanding dengan satu mobil lainnya, menunggu giliran mobil di depannya yang akan balapan duluan. Lalu kembali menoleh ke Andrew.
“Mantan?.” Tanya Fania sambil sedikit menggerakkan kepalanya menunjuk Gloria. Membuat Andrew terkekeh karena merasa Fania nya sedang cemburu.
Ara dan Reno pun hanya senyam – senyum aja. “Sedikit panas ya, Hon?.” Ucap Ara pada Reno seraya menggoda Fania. membuat suaminya itu tersenyum lebar.
“Jangan cemburu, dia teman aku aja. Jangan cemburu sama teman – teman aku, oke?. Aku kan juga ga cemburu sama semua teman laki – laki di Band kamu dulu .” Ucap Andrew.
“Terserahlah.” Sahut Fania. “Aku mau liat Kak John.”
__ADS_1
“Ya udah. Aku tinggal dulu ya.” Ucap Andrew tak lama berlalu dengan Gloria yang sebelumnya menyunggingkan senyum smirk pada Fania.
“Hem.” Sahut Fania malas.
“Udah jangan cemberut gitu.” Ucap Reno sambil menggoyangkan kepala Fania. “Mau liat John?.
“Ya bolehlah.” Ucap Fania.
“Mau coba juga?.” Pertanyaan Reno membuat Fania langsung menoleh pada Kakak Gantengnya yang macho itu.
“Coba apaan?. Balapan maksudnya?. Hahaha.” Tanya Fania lalu terkekeh. ‘Mau. Banget!. Hiks’. Batinnya. “Ada – ada aja lo Kak.” Tambahnya lagi sambil membuang pandangannya ke arah track ( trek ) balapan.
“Lo pikir gue ga tau Little F? Hem?!.” Ucap Reno yang mensedekapkan kedua tangannya sambil bersender di kap mobil dengan Ara yang juga tersenyum mengandung arti pada Fania. Membuat gadis itu kembali menoleh padanya lalu pada Ara.
“Gue ga paham maksud lo. Udah ah gue mau ke Kak John.” Fania mengalihkan karena merasa tatapan Reno sedikit mengintimidasi nya dan ia pun bergegas ke arah mobil John.
“FC?.” Ucap Reno singkat. Menyebut satu komunitas mobil yang anggotanya tidak hanya dari Indonesia saja dan Fania menghentikan kakinya yang baru bergerak selangkah.
***
“Oke. Sweety.” Sahut John sambil tersenyum. “Lo berharap kalau lo yang sekarang ada disini kan?.”
“Heeeemmmm...” Sahut Fania sambil mengendikkan bahunya dan menjauh karena balapan akan segera dimulai.
Seorang wanita sudah berdiri ditengah depan kedua mobil yang sudah bersiap. Saling memperdengarkan suara deruman mobil masing – masing.
“Go! (Mulai!).” Wanita itu menurunkan aba – aba dan dua mobil itu langsung berpacu. Fania memperhatikan sambil kedua tangannya ia selipkan di saku celana Jeansnya.
‘Ck. Gatel kaki sama tangan gue Tuhaaan!.’ Batin Fania saat melihat mobil John yang sedang melaju untuk balapan.
__ADS_1
John sepertinya benar – benar memperhatikan arahan Fania dalam mempertahankan kecepatannya. Benar seperti dugaan si Kajol kalau mobil rival John akan tumbang di 60 meter pertama. Karena di jarak tersebut mobil yang beradu balap dengan mobil John tiba – tiba sedikit meledak dibagian belakangnya meski tidak mengeluarkan api,
namun sukses membuat mobil rival dari John itu langsung berhenti.
“Damned, You are Awesome Kajol! ( Sialan, lo emang Keren, Kajol!).” Ucap John dalam mobilnya yang takjub sama prediksinya Fania yang tentu saja membuat ia memenangkan sesi balapan nya.
“Prediksi yang tepat.” Ucap Reno yang tadi memang sudah ada di dekat Fania.
“Ck. Gampang ditebak.” Sahut Fania membuat Reno tersenyum lebar dan kembali menggoyangkan kepala Fania.
‘Kejutan yang bagus buat Andrew sepertinya.’ Batin Reno yang sepertinya akan merencanakan sesuatu.
“Wow keren si John. Tumben.” Celetuk Jeff yang tiba – tiba nongol di dekat Reno dan Fania, minus Ara yang sedang bergabung dengan Michelle dan beberapa orang yang mereka kenal baik sepertinya.
“Nice Kak. (Bagus Kak).” Ucap Fania dengan mengacungkan jempolnya pada John yang tak lama muncul setelah memarkirkan mobilnya sehabis balapan.
“Terima kasih untuk penasehat gue.” Celetuk John lalu mengajak Fania tos adu kepal.
“Tepat lo pertahankan speed di sembilan ribu.” Sahut Jeff pada John. “Penasehat apaan?.” Tanya nya karena mendengar John mengatakan untuk berterima kasih ke penasehatnya pada Fania.
“Penasehat Spiritual.” Timpal Fania. “Lo ga balapan juga?.”
“Udah duluan tadi.” Sahut Jeff.
“Fania!.” Panggil seseorang dari arah belakang Fania, Reno beserta dua J.
Membuat gadis itu menoleh ke sumber suara. ‘Heeem, kompor gas dua tungku beserta tabung elpiji.’ Batin Fania. ‘Ck. Rombongan kompor meleduk.’
****
__ADS_1
To be continue ...
Sesuai janji Author, update tan lebih dari satu episode nih ya 😏