BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 70


__ADS_3

Selamat membaca...


Reno, Ara, Andrew dan Fania beserta dua J


sudah kini sudah berada di rumah Andrew yang letaknya tidak terlalu jauh dari


lapangan basket kenangan.


Ketiganya sudah duduk di ruang tamu yang


tampak luas di rumah Andrew. Sudah memulai obrolan santai sambil bercengkrama.


Fania punya sedikit kenangan di rumah itu, sempat berkenalan dengan Mom dan


Dadnya walau ga sedekat dengan Bundanya Reno karena Fania lebih sering main dan


menginap di rumah Reno.


“Mom and Dad lo mana Nald?.” Tanya Fania saat


mereka sudah duduk ditempat pilihan masing – masing.


“Mereka di London.” Jawab Andrew sambil


menoleh pada Fania.


“Terus ade lo?. Sampe sekarang gue ga pernah


ketemu itu sama dia. Di London juga?.” Tanya Fania lagi sambil matanya


menelusuri ruang tamu Andrew.


“Iya mereka semua di London. Michelle dulu


waktu lo suka main kesini masih sekolah di Bandung.” Jawab Andrew lagi.


“Hmmm.” Ucap Fania sambil ngangguk – ngangguk.


Fania dan Andrew duduk bersebelahan di salah


satu sofa panjang yang ada di ruang tamu. Sementara Ara sudah dipastikan duduk


di sofa yang panjang bersama Reno. Sementara John duduk di sofa single di dekat


Andrew dan Fania. Dan Jeff duduk sendirian di sofa panjang lainnya.


“Eh iya Fan, dari tadi perasaan gue lo


manggil si Andrew pake Nald, Nald. Apa sih? Panggilan sayang gitu?.”


Tanya Jeff penasaran.


“Kepo amat.” Sahut Fania pelan sambil melirik


Jeff, membuat Andrew yang disampingnya tersenyum.


‘Belum hilang judesnya.’ Batin Andrew.


“Hah? Apa sih? Gue ga denger lo bilang apa


barusan?.” Timpal Jeff. “Pindah sini makanya, duduk samping gue.” Ucap Jeff


lagi sambil menepuk nepuk bantalan sofa disebelahnya.


“Ogah. Pasti lo mau modusin gue.” Sahut Fania


pada Jeff yang tadi sudah dikenalkan oleh Andrew saat masih di lapangan basket.


Dan Fania sudah bisa membaca gerak – gerik Jeff yang sok akrab dan ganjen.


Karena sepanjang jalan saat mereka berenam


menyusuri jalanan dari lapangan basket menuju rumah Andrew, Jeff beberapa kali

__ADS_1


belaga sok akrab dengan mencoba merangkul Fania.


Dan tentu saja aksinya selalu dicekal oleh


Guardian Angel nya Fania plus satu Guardian Angel cadangan yang tak lain adalah


John. Kalau Ara Cuma cekikikan aja ngeliat kelakuan empat cowok itu.


“Nah, pinter adek angkat gue. Jangan mau


deket dia.” Ucap John sambil menunjuk Jeff.


“Sialan lo emang.” Sahut Jeff membuat yang


lainnya terkekeh.


“Sembarangan lo sebut Fania adek angkat. Lo


ga ada dalam sejarah.” Reno menimpali ucapan John.


“Emang, kepedean.” Sahut Jeff


“Yah, emang bener. Fania juga udah anggap gue


ini kakaknya. Iya kan, Fan?.” Ucap John yang meminta dukungan Fania.


“Serah lo deh Kak John. Asal lo bahagia.”


Sahut Fania santai membuat yang lain tertawa.


“Ah gitu kan Demi Moore KW.” Ucap John sebal.


“Udah makan Fan?.” Tanya Andrew pada Fania.


“Udah sih tadi dirumah sama Kak Reno dan Kak


Ara. Tapi sepertinya habis nangis laper lagi ini. Hehehe.” Jawab Fania sambil


“Dasar.” Sahut Andrew sambil membelai kepala


Fania lalu berdiri. “ I’ll tell Bi Cici to prepare food then.” Andrew berjalan


menuju ke area dalam rumahnya dari ruang tamu untuk meminta salah satu asisten


rumah tangganya yang bernama bi Cici menyiapkan makanan untuk mereka semua.


***


Andrew sudah kembali ke tengah – tengah teman


sekaligus keluarga baginya yang masih asik duduk – duduk di ruang tamu.


“Eh iya Kak Reno, mobil lo itu gimana?.”


Tanya Fania pada Reno yang seketika ingat dengan mobil Reno yang di parkir


dekat lapangan basket saat menurunkannya tadi. Soalnya Reno dan Ara ikut


berjalan kaki ke rumah Andrew.


“Gue udah suruh supir ambil dan anter


kesini.” Jawab Reno dan Fania hanya ber OH ria.


Sejenak ke enam orang tersebut pada fokus


dengan ponselnya masing – masing. Sekedar mengecek pesan di aplikasi chat atau


sekedar mengecek notifikasi sosmed mereka.


Fania duduk santai dengan bersandar


di sanggahan sofa dan menopang satu kakinya,

__ADS_1


juga terlihat sibuk dengan jempol di hp nya


sambil memainkan ujung bawah rambutnya.


Gadis itu juga belum melepas topi kesayangannya.


Andrew yang hanya melihat ponselnya sebentar,


mengalihkan pandangannya pada Fania yang tampak fokus dengan hp nya itu sambil


memainkan rambutnya.


“Rambut lo dipanjangin juga akhirnya.” Ucap


Andrew karna melihat Fania yang sedang memainkan rambutnya.


“Kenapa emangnya, ga boleh?.” Tanya Fania


yang langsung menatap Andrew dan meletakkan handphone di sampingnya.


“Yang bilang ga boleh itu siapa?. Kan gue


Cuma bilang itu rambut lo akhirnya di panjangin juga.”


Ucap Andrew setengah terkekeh.


“Eh Fan, lo ga gerah apa itu topi masih


dipakai aja. Lepas sih udah di dalem rumah juga.” Ucap Jeff pada Fania, yang


risih liat Fania masih pake topi dalem rumah.


“Masalah?.” Tanya Fania menimpali perkataan Jeff.


“Bener yang Jeff bilang, Fan. Buka aja topinya.


Gue aja yang ga ada rambut udah copot topi dari tadi.” Ucap Andrew yang


mendukung ucapan Jeff supaya Fania membuka topi yang ia pakai biar ga gerah.


“Iya sih.” Sahut Fania sambil menegakkan


duduknya kemudian bergegas ingin membuka topi yang ia pakai.


“Penasaran lihat Fania yang feminim dengan


rambut panjangnya.” Goda Andrew pada Fania.


Fania sejenak menghentikan tangannya untuk


mencopot topi yang ia kenakan. Masih dengan posisi yang sama, namun belum


mencopot topinya hanya memegang ujung depan dan belakang topi. Fania melirik


pada Andrew.


“Biasa aja ngeliatin nya.” Ucap Fania pada Andrew.


“Emang harus gimana ngeliatin nya coba?.” Sahut


Andrew mencubit pelan pipi Fania.


“Awas....” ucap Fania lagi sambil senyum – senyum ga jelas.


“ Awas apa?.” Tanya Andrew


“Awas nanti jatuh cinta.”


Ah kode banget Fania


**


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2