
Selamat membaca ....
“Serius???!!!.“ Ucap Lisa ga percaya dengan apa yang dibilang Reno barusan.
“ Dua rius “. Ara yang menimpali.
“ Ah, sumpah ga nyangka banget gue kalo lu punya adek sekeren Fania , Ren “. Ucap Julian.
“ Adik siapa dulu “. Ucap Reno membanggakan dirinya sendiri.
John memutar bola matanya menanggapi ucapan Reno barusan.
“Ya ... ya ....“ Ucap John malas. Dan yang melihat serta mendengar John bicara begitu, mereka terkekeh sendiri.
“ Fania.... Keren banget ih tadi kamu “. Puji Ara pada Fania sambil merangkul bahu gadis itu.
“ Apa sih Kak Ara , jangan lebai deh “. Sahut Fania
“ Aku ini kagum tau ih “. Ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya dan membuat Fania terkekeh. “ Kakak ni, sampe terpana, terpesona dan terperangah liat kamu yang ada di bar pas kita masuk tadi. “. Lanjut Ara lagi dengan membahasakan dirinya dengan sebutan ‘ Kakak ‘ pada Fania. Karena memang Ara juga ingin Fania tidak lagi merasa sungkan padanya.
Sementara Reno hanya geleng – geleng melihat istrinya yang berbicara sambil menggerakkan tangannya seolah sedang melukiskan setiap kata dari omongannya. Dan John lagi – lagi memutar bola matanya.
‘ Yang satu pede tingkat dewa, yang satu lebai kadang – kadang memang.‘ Batin John.
“ Hahaha, saking terpesona sampe pada nganga itu tadi “. Ucap Julian sambil tertawa.
Yang lain masih jadi pendengar setia pada mereka yang masih saling melempar omongan.
“ Tapi emang band kalian keren “. Ucap John sambil mengangkat dua jempolnya. “ Two Thumbs Up buat kalian “. Tambah John.
“ Terima kasih Tuan John “. Kata teman – teman band Fania serta kak Rita.
“ Mantep dong berarti selera kita ya sayang “. Ucap Lisa sambil menoleh pada suaminya
“ Pastinya “. Sahut Julian
“ Kamu udah makan Little F ? “. Kemudian Reno beralih pada Fania.
__ADS_1
“ Udah tadi Kak “. Jawab Fania
“ Kamu pesen apa nih “. Ucap Reno sambil menyodorkan buku menu pada Fania. Ara terlibat obrolan dengan Kak Rita saat Reno bicara dengan Fania. “ Kalian juga silahkan pesen ya “. Reno menawarkan untuk memesan sesuatu pada teman – teman Fania dan manajer mereka.
“ Iya , ayo dong kalian pesen apa gitu “. Timpal Ara.
“Terima kasih Tuan Reno, Nyonya Ara.“ Jawab Kak Rita mewakili anak asuhnya untuk tawaran Reno dan Ara.
“ Gampang deh itu Kak “. Ucap Fania.
“ By the way, mohon maaf sebelumnya, ini sepertinya kami harus izin buat main lagi . Udah waktunya “. Ucap Kiki yang membuat Fania melirik arloji di tangannya.
“ Oh iya ya “. Ucap Fania
“ Oke semua , kami permisi dulu ya “. Pamit kak Rita pada Reno, Ara, John dan Julian berikut Lisa, istrinya.
“ Baiklah, Selamat bekerja kalo gitu “. Ucap Reno dengan senyum tipisnya.
“ Kakak – kakakku sekalian yang ganteng dan cantik, Adek Fania ngamen dulu ya “. Pamit Fania seraya berdiri.
Lima orang itu kompak mengacungkan jempol mereka pada Fania.
“ Pasti, ditunggu requestnya “. Ucap Samuel.
Kemudian Samuel dan Fania berlalu dari area ViP tempat mereka barusan gabung dan berjalan menuju panggung untuk tampil di sesi yang kedua.
***
Penonton sudah bertepuk tangan menyambut The Boyz and Girls Band, saat melihat band tersebut sudah naik ke atas panggung. Padahal belom mulai itu mereka, tapi penonton sudah sangat bersemangat sepertinya.
...
Mengapa kau pergi?
Mengapa kau kecewakan?
Mengapa kau hancuri?
__ADS_1
Mengapa kau menghinakan?
...
Sesi kedua penampilan mereka di ambil alih Vivian saat Opening, karena tadi di sesi pertama adalah Fania. Memilih satu lagu lawas milik Nicky Astria, Vivi membuka sesi kedua dengan lagu bergenre Slow Rock yang sesuai dengan kostum mereka malam ini.
Para penonton pun kembali asyik menikmati musik yang di sajikan oleh The Boyz and Girls berikut dengan kelihaian para anggota musiknya di tempat nya masing – masing.
Reno, Ara, John , Julian dan Lisa juga ga kalah bersemangatnya dengan para pengunjung dan penonton yang lain.
‘ Aku ga sangka kamu bisa sekeren itu Little F ‘. Batin Reno yang sedang mengagumi gadis yang sudah dia anggap adiknya itu.
****
“ Kak Reno ni kebiasaan deh, apa-apa suka mendadak “. Fania sedang menggerutu saat sudah berada di dalam mobil bersama Reno, Ara dan John.
Reno yang disebut Fania berlagak ga mendengar ucapan Fania yang terdengar lebih seperti menggerutu itu.
Ara sendiri hanya senyum senyum mendengar Fania yang terlihat sedikit kesal lantaran suaminya itu tau-tau nyuruh Fania untuk menginap di rumah mereka.
“ Yah begitulah Kakak lo itu Fan “. John menimpali. Sementara Reno melirik sinis pada John.
“ Tau nih. Kan aku ga bawa baju ganti secara “. Tambah Fania lagi masih dengan wajah sebal nya. Kali ini Reno menoleh.
“ Udah disiapin tinggal bawa badan aja “. Ucap Reno sambil meraih bahu Ara yang duduk disampingnya. Sementara Fania duduk di di belakang mereka.
“ Iya sayang, ga usah khawatir “. Ucap Ara sambil menoleh pada Fania.
“ Tapi Kak Ara ... “. Fania terdengar ragu untuk meneruskan kalimatnya, kemudian dia mencolek bahu Ara dan berbisik pada wanita itu. “ Kak, aku kan ga bawa daleman “. Sontak Ara terkekeh. Sebelum Ara menjawab, Reno sudah menyambar.
“ Semua udah ada , underwear segala udah di siapkan “. Begitu kata Reno dengan santainya, membuat Fania sedikit merasa malu atas ucapan kakak gantengnya itu.
“ Kak Reno, ih bener – bener deh “. Ucap Fania tambah sebal sama Reno . “ Tau ah ! “.
Kemudian mobil Reno melaju untuk mengantar ke apartemen pria blasteran itu , untuk kemudian pulang ke kediaman Reno dan Ara. Fania terlihat sudah tertidur di kursi belakang meski saat mobil yang ditumpanginya itu berhenti sebentar untuk menurunkan John.
Mungkin dia Lelah
__ADS_1
****
To be continue ...