
Nih Author lagi rajin Efek Para Reader yang Ruaaaaarrr Biiiiasssssaah. satu episode lagi hari ini buat kalean yang Blaem.
***
Selamat membaca ...
*****
“Kak Jeff kemana deh?.”
Fania bertanya pada Andrew saat mereka sudah akan meninggalkan Perusahaan, menunggu mobil Andrew yang sedang diambilkan oleh salah seorang petugas vallet yang dikhususkan untuk para petinggi perusahaan.
“Jeff menyusul langsung kesana.”
“Kak Reno?. Kak Nino ga ikut?.” Fania masih bertanya saat ia dan Andrew sudah berada didalam mobil.
Andrew mengendarai mobilnya sendiri hari ini. Ia berencana mau membawa Fania pulang ke rumah baru mereka.
“Terus Kak Ara, Michelle, Kak John,?. Bukannya kita mau makan rame – rame?.”
Andrew hanya geleng – geleng mendengar cerocosan Fania. ‘Lucky me ( beruntungnya gue ) sudah kenal dan terbiasa dengan kebawelan dia sejak sepuluh tahun lalu.’
Batin Andrew bermonolog menanggapi Fanianya yang kalo nanya itu ga bisa dikit.
“R dan Ara kan sedang bawa Varen check up. John sedang ada pertemuan tapi mungkin dia akan bergabung dengan kita juga. Nino, I don’t know ( aku ga tau ), kalau Michelle kan sudah bilang ga ikut karena ada kuliah tambahan.”
“Oh iya ya, lupita lopez.”
“Lupita Lopez?. Siapa itu?.” Tanya Andrew sambil menoleh sebentar pada Fania disela ia mengemudi.
“Hahahaha ... Lupita lopez itu artinya lupa, Donald Bebek.”
“Dasar.”
****
“Heart, you go inside first, I want to make a call. ( Sayang, kamu masuk duluan. Aku mau telpon dulu ).” Ucap Andrew saat mereka sudah sampai di restoran yang dituju.
“Telpon siapa?.”
“Eve. Ada yang lupa aku bilang sama dia.” Andrew menunjukkan ponselnya sambil tersenyum. “See?. ( Lihat kan? ).” Memperlihatkan kalau dia sedang menghubungi nomor sekertaris pribadinya itu biar si Kajol kaga cembokur.
“Ya udah. Aku masuk duluan kalau gitu.”
Fania langsung masuk ke area dalam dengan seorang pelayan yang sudah siap sejak melihat kedatangannya dan Andrew tadi.
Wajah Kajol sudah cukup dikenal di beberapa tempat dan kalangan, karena menjadi istri seorang Andrew Adjieran Smith. Salah satu Sultanah dari Keluarga yang cukup tersohor di London. Cantik, baik, ramah, murah senyum dan
paling penting Fania itu royal dalam memberikan tips untuk para waitress.
Sesuai dengan salah satu prinsip hidup si Kajol. “Kaga Boleh Pelit jadi Orang, Entar Kuburannya Sempit!.”
***
“Are my family already inside?. ( Apa keluargaku sudah didalam? ).”
Fania bertanya pada seorang pelayan restoran yang akan mengantarnya ke meja yang sudah dipesan Andrew. Meja yang memang biasanya Keluarga Smith selalu tempati setiap kali makan di restoran tersebut.
“No Ma’am, they haven’t arrived. Only Mister John, but he was sitting in the different table with his guest. ( Belum Nyonya, mereka belum sampai. Hanya Tuan John, tapi dia duduk di meja yang berbeda bersama tamunya ).”
Pelayan tersebut menjawab dengan ramah dan detail.
Fania pun manggut – manggut. “Where is he?. ( Dia dimana? ).”
“Do you mean Mister John?. ( maksud anda Tuan John? ).” Pelayan itu balik bertanya.
Fania mengangguk dan si pelayan menunjukkan meja dimana John berada dan langsung berjalan untuk menghampiri si bule koplak itu.
__ADS_1
***
‘Wah pacaran dia.’ Batin Fania bermonolog saat melihat seseorang yang bersama John itu adalah seorang wanita. “Ehem. Ehem.”
Fania sengaja berdehem, karena si John nampak sedang terpesona pada makhluk yang sedang duduk bersebrangan dengannya itu.
John dan wanita itu pun seketika menoleh pada Fania. ‘Wew, cakep amat ini cewe. Bisa aje ini si bule koplak kalo soal cewe matanya. Dapet aje barang bagus.’
John menatap malas pada Fania. ‘Aish biang rusuh dateng. Rusak kencan gue ini bakalan.’ Batinnya menggerutu. Sementara wanita cantik yang bersama John nampak sedikit tertegun pada kedatangan Fania.
“Jooohn....” Fania mensedekapkan tangannya sambil memanggil John. Dengan wajah yang dibuat datar.
John masih diam dan menatap malas pada si Kajol.
“Cieeee Kak John. Pacaran nih ye ....” Fania lalu merangsek duduk disamping John seraya menggodanya.
Makin malas dan sebal sama geregetan kesel pada Fania yang sedang meledeknya itu.
‘Jatuh nih bisa - bisa image gue kalo ada dia.’ Batin John masih menggerutu.
“Ck!. Get lost Jol! ( Ck!. Sana Jol! ).” John terdengar berdecak. Merasa risih pada sikap Fania yang nyeleneh itu. Orang dia lagi tebar pesona, jaga image depan calon gebetan dengan bersikap sok cool layaknya Andrew dan Reno, eh malah dateng si Kajol. Merusak momen, kalo kata John. 😁
“Don’t rude to my wife! ( Jangan kasar sama istri gue! ). Mau mati lo?!.”
Nah pawangnya si Kajol muncul pada akhirnya. Namun menatap sebal pada John yang terlihat menggeser tubuh si Fania.
Wanita yang bersama John itu nampak sedikit terkejut melihat Andrew. Mungkin kalau yang tak paham akan mengira Andrew itu beneran marah sama si John.
Namun tak lama, wanita yang entah siapa namanya itu menegur Andrew dengan ramah. “Mister Andrew.” Wanita itu langsung berdiri dan mengulurkan tangannya sopan untuk berjabat pada Andrew.
Tapi yah, emang Dasar si Donald Bebek yang memang nampak angkuh itu tak menyambut uluran tangan wanita yang mengajaknya berjabat, Senyum juga kaga. Cuma mengangguk aja, itu juga cuman dikit.
Suombong amat emang si Donald Bebek kadang – kadang.
Wanita itu nampak sedikit kikuk dan Fania menyadarinya.
Dia yang menggantikan Andrew menjabat tangan wanita yang bersama John itu.
Sementara Andrew bersikap masa bodoh, mode woles plus angkuh on.
Wanita itu balas tersenyum pada Fania.
“I’m ...... Aila. Nice to meet you Ma’am. ( Aku .... Aila. Senang bertemu anda Nyonya ).” Ucap wanita yang menyebut namanya Aila itu dengan ramah dan sopan pada Fania.
“Kamu, orang Indonesia, ya?.” Tanya Fania pada Aila.
“Iya.” Jawab Aila ramah dengan tersenyum.
“Pacarnya Kak John?.” Mulai lah si Kajol yang asal jeblak. Membuat John salah tingkah.
‘Ish si Kajol Nih! Suka asal sama kayak suaminya.’ Lagi – lagi John menggerutu dalam hatinya.
“Hah?!.” Wanita bernama Aila itu nampak terkejut dengan pertanyaan yang meluncur dari mulut Fania itu.
“Kamu pacarnya Kak John?. Bilang aja sih kalo iya. Cocok kok.”
“Eh, bu – bukan aku ....”
“Udah ga apa – apa ga usah malu – malu.” Fania keburu menyela sebelum Aila melanjutkan kalimatnya. Sok you know emang si Kajol kadang - kadang.
John pada akhirnya berdiri. Merasa tak enak hati pada wanita yang bernama Aila itu, karena Fania bicara tanpa saringan. Seperti biasa.
“Jangan sembarangan ngomong Jol! Ini rekan bisnis gue!.”
Aila seperti sedikit terperangah mendengar John berbicara Bahasa Indonesia.
“Alah, bilang aja sih kalo pacar. Suka malu – malu embe nih Abang John.”
__ADS_1
Fania meledek John yang wajahnya sudah terlihat sebal.
“Ndrew bawa istri lo nih!. Buat rusuh aja!.” Ucap John pada Andrew yang langsung mengajak istrinya beranjak dari meja John dan rekan wanitanya itu.
“Eh anak Sultan dateng.” Fania terlihat sumringah karena melihat Ara datang menggendong Varen.
“Hi.” Ara menyapa ramah pada Fania dan menoleh sebentar pada Aila, dengan senyumnya.
“Aila ... kenalkan ini Ara.” John memperkenalkan Ara pada rekan kerjanya. Namun nampaknya wanita yang bernama Aila itu terpaku dan melamun tapi menatap Varen dalam gendongan Ara dengan mata yang berkaca – kaca.
“Aila?.” Panggil John sekali lagi. “Hey, Aila, are you, okay? ( Hey Aila, apa kamu baik – baik saja? ).”
John menyentuh lengan wanita itu pelan, karena bulir air mata nampak menetes dipipinya.
“I’m sor – ry ( Ma – af ).” Ucap Aila. “Would you please, excuse me? ( Mohon maaf saya permisi ).”
Wanita itupun bergegas pergi, meninggalkan John, Fania, Andrew dan Ara tanpa menoleh lagi, meskipun John memanggilnya.
“Aila!.” John pun segera mengejar wanita itu yang sudah berlari menuju mobilnya. Namun wanita itu nampak terus berlari tak menghiraukan panggilan John.
“Ada apa?.” Tanya Reno yang tak lama muncul. Penasaran ada apa karena dia berpapasan dengan wanita yang sepertinya sedang menangis dan John mengejarnya.
“Ga tau, tadi bae – bae aja itu cewe. Trus Kak Ara dateng, dia ngeliatin Varen eh ga lama mue -wekk.”
“Me – what?. ( Me – apa? ).” Andrew mengernyitkan dahinya. Lagi – lagi tak paham dengan kosakata si Kajol.
“Ck. Me to the Wek, artinya Trio Kwek – Kwek.” Ucap Fania dan kemudian terkekeh.
Andrew hanya berdecak sebal. Tak paham memang, tapi tau kalau Fania itu bukannya menjelaskan tapi malah meledeknya.
“Kajol, Kajol.” Reno mengacak – acak rambut Fania, lalu berjalan menuju meja mereka sambil membahas John dan wanita yang bersamanya itu.
“Kenapa John?.”
Tanya Ara saat John telah menyambangi mereka.
“I have no idea. ( Entah ).”
John nampak sedikit terengah - engah dan lesu.
“Lo ga sampe ngejar dia Kak?.” Tanya Fania penasaran sambil menyodorkan minum pada John yang sedikit ngos – ngosan itu.
“Keburu naik mobilnya dia.”
Ucap John setelah meminum air dari gelas yang disodorkan Fania.
“Aneh, abis liat Varen dia jadi sedih banget kayaknya.” Celetuk Fania.
“Maybe she remember of her baby. ( Mungkin dia ingat bayinya ).” Timpal Andrew.
John memandangi Andrew dengan pandangan yang sulit diartikan.
‘Baby?. Aila, has a baby?. ( Bayi?. Aila, punya bayi? ).’ Batin John sedikit gundah. ‘So, it means, she.... has a husband?. Ah shit!. ( Jadi itu berarti, dia .... punya suami?. Ah sial! ).”
"Besarkan hati Lo John." Andrew menepuk - nepuk bahu John, bukan menenangkan lebih ke meledek. "Jangan ganggu istri orang. Hahaha..."
John berdecak kesal pada Andrew. "Sialan lo!."
Jodoh kaga kemane Joooohhhhnnn ..
****
To be continue ....
Coba belas kasihan berupa jempol buat emaknya queen manaaa ...
Met Istirahat yawgh my bebi bala - bala semua
__ADS_1