BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 46


__ADS_3

Selamat membaca ..


- - -


- - -


Waktu pun terus bergulir, sudah dua tiga bulan sejak kepulangan Reno dan Ara ke London, dan selama itu mereka belum bisa datang ke Indonesia untuk menengok Fania, karena Reno sedang disibukkan dengan Pekerjaannya


akibat banyaknya Proposal kerjasama yang datang ke Perusahaannya dari berbagai negara.


Begitu juga Ara yang sedang sibuk dengan butiknya yang akan mengeluarkan fashion rancangan terbaru darinya.


Namun keduanya tetap selalu memperhatikan Fania walau hanya lewat telpon suara, chat sampai video call.


John juga disibukkan dengan tanggung jawab beberapa Perusahaan Reno di Indonesia, namun sesekali dia menyediakan waktu untuk menjemput Fania dari kantor untuk mengantarnya perform dan pulang ke rumah.


Karena Reno sendiri selalu mengingatkan John untuk juga memperhatikan dan menjaga Fania sebelum dirinya dan Ara kembali datang ke Indonesia. Bahkan Fania itu udah masuk dalam jajaran daftar penting di catatan John.


Fania sendiri masih menjalani aktifitasnya seperti biasa, hanya takdir belum membawanya untuk lebih dekat dengan sosok seorang Donald. Fania berpikir mungkin Donald memang sudah tidak mengingatnya atau menganggap dirinya penting seperti halnya Reno.


Gadis itu tidak mau terlalu berlarut – larut dalam pikirannya tentang sosok seorang Donald.


Dalam tiga bulan terakhir ini, Reno sudah menunjukkan kepada semua orang di Perusahaan tempat Fania bekerja tentang apa hubungan seorang Fania dengan Tuan Reno Alexander.


Karena Reno sudah mengirim supir untuk Fania berangkat ke kantor dan menjemputnya saat John berhalangan.


Bahkan Fania dibebaskan dari jam masuk kantor, harus menggunakan lift VIP dan tentu saja apapun itu Fania tidak bisa membantah apapun ucapan Reno. Bukan tidak bisa , Fania tidak boleh bahkan Dilarang Keras untuk membantah perkataan Reno.


Orang – orang yang memiliki jabatan penting di Perusahaan Reno dimana Fania bekerja, juga sudah mendapat titah dari si Bos Besar untuk menganak emas kan Fania. Ga boleh di kasih lembur, ga ada jam masuk, ga ada batasan makan siang, dahulukan Fania naik Lift VIP kalau dia datang bahkan jam pulang kantor Fania pun dibebaskan. Suka- suka Fania lah mau gimana. Begitu kira – kira. Fania itu ibarat karyawan Rasa Owner sekarang.


Berlebihan ?. Sangat !. Tapi itulah Reno yang sebegitu sayangnya pada Fania yang sejuta persen didukung istrinya, Ara. Tidak ada perintah tertulis untuk menganak emas kan Fania di Perusahaan Reno tersebut, tapi semua orang yang bekerja disitu paham betul bahwa perkataan sang Bos Besar adalah sama dengan Titah Raja.


Sejak Reno mengumumkan secara resmi bahwa Fania adalah adiknya di Perusahaan pribadi miliknya itu, sejak itu juga Fania bukanlah seorang Karyawan biasa.


Bahkan saat Fania tiba – tiba sakit di kantor karena lembur, Reno marah pada John dan pada para petinggi – petinggi di Perusahaaan nya. Padahal memang biasanya juga kalau akhir bulan Fania suka lembur karena harus membuat laporan bulanan. Dan Fania juga sekedar pusing karena saat itu dia sedang PMS hari pertama.

__ADS_1


Sampe segitunya memang perlakuan Reno untuk seorang Fania. Gadis yang sudah bak adik kandung untuknya.


**


Fania juga masih manggung di Kafe. Dari tiga Job reguler bandnya , Fania hanya ikut di dua jadwal untuk dua kafe yang berbeda. Kak Rita sudah mengatur seperti itu, meski Fania nanya kenapa dia Cuma di kasih dua jadwal.


Kak Rita Cuma bilang, “Lo itu pengecualian. Lo kan kerja , udah terlalu cape. Nanti lo sakit kepadatan jadwal, gue juga yang repot.“ Begitu kata Kak Rita pada Fania.


Padahal yang sebenarnya Kak Rita sudah di beritahukan oleh John sebagai perintah tidak langsung dari Reno untuk tidak memberikan banyak job manggung pada Fania karena Reno ga mau adik angkat kesayangannya itu sakit.


“Halo selamat siang Tuan .“ Sapa Kak Rita yang siang itu ada di apartemennya saat menerima panggilan dari John.


Kak Rita sudah menyimpan nomor John di kontaknya karena si cowok blasteran itu sendiri yang memberikan padanya.


“Halo Mba Rita, apa kabar?. “ Ucap John yang juga menyapa Kak Rita.


“Baik , Tuan John. Tuan sendiri kabarnya baik?" Sahut Kak Rita.


“Selalu baik. “


“Oh iya ada apa Tuan John?. “ Kak Rita sudah tidak terlalu canggung lagi pada John karena memang sudah sering ngobrol saat John menjemput Fania saat manggung. Kadang juga John menghubunginya untuk menanyakan jadwal manggung Fania. Dimana, mulai dan pulang jam berapa.


“Ada tiga tempat Tuan. Tapi lima kali perform . Salah satu tempat ada yang jadwalnya dua kali dalam seminggu. “ Jawab Kak Rita dengan detail soal jadwal manggung band asuhannya.


“Hem begitu ya. Begini Mba Rita , saya dapat perintah dari Reno sebenarnya, jadi saya bicara langsung ke Mba Rita. Sorry sebelumnya kalo lewat telpon ya“ Ucap John.


‘Perasaan gue napa jadi ga enak dah.‘ Batin Ka Rita yang merasa sepertinya ada hal penting yang mau dikatakan oleh John.


“Iya, It’s okay Tuan John. Ada apa?.“ Ucap Kak Rita sekaligus bertanya.


“Soal jadwalnya Fania tolong di kurangi. Reno ga mau Fania kelelahan karna itu anak masih kekeh kerja dan yah udah di entengin juga kerjaannya di kantor. Tapi kalau soal nyanyi, Reno ga bisa atur Fania karena satu dan lain hal. Jadi minta tolong Mba Rita yang atur. Bisa kan?.“ Ucap John panjang kali lebar.


“Heem, gitu ya?. Coba deh nanti saya atur gimana enaknya. Masalahnya ini anak pasti nanya ini itu, Tuan“ Ucap Kak Rita menanggapi permintaan Reno melalui John.


“Ya Mba Rita tolong atur aja deh ya. Fania atur nyanyi di dua tempat aja atau maksimal seminggu tiga kali. Masalah kerugian nanti akan diberikan kompensasi sama Reno. Dan kalau ada protes dari pihak Kafe, mba Rita kasih tahu saya, biar saya yang bereskan.“ Ucap John lagi dengan penegasan.

__ADS_1


“Baik Tuan John saya akan atur kalau gitu“ Ucap kak Rita yang tidak berani membantah ucapan John.


Kak Rita cukup tau siapa John, dia termasuk orang kuat yang punya kuasa. Dan John itu adalah orang kepercayaan seorang Reno Alexander.


Kalau orang kepercayaan saja punya kuasa seperti itu apalagi bosnya coba ? yang notabene adalah kakak angkat yang over protektif dari salah satu anak band asuhannya.


“Oke Mba Rita, itu saja yang mau saya sampaikan. Tolong nomor rekening Mba Rita, nanti kompensasi yang saya bilang tadi akan langsung saya kirimkan.“ Ucap John sebelum mengakhiri panggilan.


“Baik Tuan John saya mengerti. Kalau masalah kompensasi itu ga perlu. Karena dari dulu saya sudah mau mengurangi jadwal Fania sebelum bertemu lagi sama Tuan Reno, Cuma ya gitu itu anak ga pernah mau jobnya dikurangin.“ Jelas Kak Rita pada John. “Kalo gitu sekarang saya mau atur jadwalnya.“


“Baik Mba Rita terima kasih sekali lagi.“ Ucap John lalu mengakhiri panggilannya pada Kak Rita.


****


“Dih, Kak , Kok gue di Right ga diikutin sih?. “ Fania Protes melihat jadwal baru yang dikasih Kak Rita. Sementara anak Band yang lain hanya diam karna si manajer band itu sudah menghubungi satu persatu personilnya tentang jadwal baru sesuai permintaan si Kakak angkatnya Fania.


Mereka semua ga ada yang protes mengenai hal itu , karena memang mereka dari dulu juga udah bilang ke Fania


jangan ikut semua jadwal karna dia sendiri kerja pagi sampe sore. Apalagi sekarang ada perintah langsung dari Kakak angkatnya Fania yang orang tau siapa itu Reno Alexander. Ya ngeri – ngeri sedep kalo berani lawan Reno mah.


“Lo itu pengecualian. Lo kan kerja , udah terlalu cape. Nanti lo sakit kepadatan jadwal, gue juga yang repot.“ Ucap kak Rita pada Fania.


“Kan dari dulu juga gue bilang gue ga masalah Kak. Orang gue hepi – hepi aja jalaninnya.“ Sahut Fania yang kayaknya rada sewot.


“Udeh sih Dek ,lu nurut aja ama emak tiri.“ Sahut Vivi.


“Iya lu, Fania. Lagian itu juga kan di Right honornya yang paling kecil. “. Kiki menambahkan


“Bukan masalah honor guys, tapi ini kan kepuasan batin gue.“ Ucap Fania.


“Mata Batin kali.“ Sahut Alan.


“Tau udeh nurut ih. Jangan sampe nih, cuma gue kasih jadwal sekali dalem seminggu. Mau lo?.“ Kak Rita coba mengancam Fania biar gadis itu terima dengan keputusannya.


“Iya, iya, gue nurutin emak tiri dah.“ Sahut Fania malas menanggapi ancaman Manajernya. Padahal ada beberapa Manajer band lain yang pernah ajak Fania gabung dalam band mereka, tapi Fania tolak karena sudah merasa nyaman dalam asuhan Kak Rita dan dengan The Boyz and Girls band itu.

__ADS_1


**


To be continue..


__ADS_2