BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 112


__ADS_3

Selamat membaca..





“Still sad, hemm?.” Tanya Andrew pada Fania saat dirinya, Fania dan Jeff sudah dalam perjalanan. Andrew menjemput Fania lebih awal karena ada sedikit urusan pekerjaan yang ingin diselesaikan terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka langsung ke Bandara.


“Yah, sedih lah, namanya mau ninggalin keluarga agak lama dan jauh pula.” Jawab Fania sambil menatap Andrew.


Andrew pun membelai lembut wajah Fania. “Sabar ya, kamu kan satu dua bulan ini juga adaptasi dulu ga langsung kuliah. Kalau dalam waktu itu ada waktu senggang, aku anter kamu ke Indo buat berkunjung ke keluarga cemara, hemm?.”


Fania pun mengangguk sambil tersenyum lalu Andrew mengecup kening gadisnya itu dan memeluknya.


Jeff yang duduk di kursi penumpang belakang merasakan jiwa jomblo nya meronta. Meski dia salah seorang Casanova yang mampu menaklukkan kebanyakan wanita, namun tetap saja pengen juga punya yayang


beneran. Hanya saja wanita – wanita yang selama ini Jeff temui belum ada yang bikin hatinya bergetar.


Aneh juga melihat Andrew yang selama ini ia kenal dingin, cuek, jadi berubah drastis saat bersama si Fania. Terlebih lagi sekarang itu cewe yang dimatanya Jeff banyak bisanya, udah resmi jadi cewenya Andrew. Jadi makin bukan Andrew menurut Jeff.


‘Sejak kapan si Andrew jadi so sweet begitu. jago banget emang si Fania bisa bikin seorang Andrew jadi bucin’ Batin Jeff dan dia memilih memejamkan matanya sejenak daripada harus melihat keuwuwan dua sejoli di depannya.


****


“Loh Kok, kesini Nal?. Bukannya semua penerbangan Internasional harusnya di Soetta?.” Tanya Fania saat Mobil Andrew akan memasuki sebuah Bandara namun bukan Bandara Soetta.


“Suta?.” Tanya Andrew balik.


“Itu Bandara Soekarno Hatta maksudnya, kok ke sini? Emang mau kemana dulu?.” Ucap Fania seraya bertanya lagi.


“Langsung ke Londonlah.” Ucap Andrew.


“Nah kok kesini?. Disini bukannya khusus domestik?.” Tanya Fania heran.


“Lo lupa Kakak lo sama Pacar lo ini The Sultan Brother?.” Sahut Jeff.


“Maksudnya?.” Fania ga paham juga maksud ucapan Jeff.


“Udah nanti juga tau.” Ucap Andrew sambil membelai kepala Fania dan tersenyum pada Little F nya. “Yuk. Udah sampai.” Ucap Andrew karena mobil sudah berhenti.


Fania mengikuti Andrew turun dari mobil yang menggandengnya. Seketika matanya terbelalak dan mulutnya pun terbuka sampai ia bahkan berhenti karna melihat sebuah pesawat berwarna abu abu yang memiliki kesan mewah meski baru tampak luarnya saja.


'Oh Em Ji. Ini bukannya yang namanya Jet Pribadi?.’ Batin Fania. ‘ Jangan bilang gue naik ini pesawat ke London.’


“Kenapa?.” Tanya Andrew karna melihat Fania yang sepertinya amat sangat terkejut.


“Biasa aja itu mukanya. Udah gue bilang tadi Kakak sama Pacar lo itu The Sultan Brother masih aja kaget.” Sahut Jeff dari belakang yang sedang mengomando beberapa orang untuk membawa barang barang mereka ke dalam pesawat.


“Kita naik ini Pesawat, Nal?.” Tanya Fania yang masih takjub dan memastikan apa yang dilihat matanya.


“Iya. Ayo.” Ucap Andrew.


“Seriusan?.” Tanya Fania lagi dan membuat Andrew geleng – geleng.


“Iyaaaaa.” Ucap Andrew dengan sabarnya.

__ADS_1


Fania pun membuka mulutnya lagi bahkan lebih lebar. “OMG!. Gue ngerasain juga naek jet pribadi kek orang – orang.” Lagi lagi Andrew geleng – geleng namun kali ini dia tersenyum lebar pada si gadis pemilik hatinya itu.


“Udah jangan lama – lama takjubnya. Ntar di tinggal pilot.” Sahut Jeff lagi yang sudah selesai mengecek ulang mobil takut ada barang yang belum terbawa oleh orang – orang yang tadi dia beri komando untuk mengangkat barang - barang dari dalam mobil.


“Ish, banyak banget emang duit pacar aku ternyata, bisa nyewa ini jet.” Celetuk Fania yang berpikir Jet Pribadi itu


adalah jet sewaan.


Andrew hanya tersenyum tidak mau mengatakan secara langsung kalau itu adalah milik pribadinya, bukan sewa.


“Yuk.” Ajak Andrew sambil menggandeng Fania lagi. Dan Fania mengangguk dengan antusias serta berjalan dengan semangat 45 buat naek Jet Pribadi.


“Eh bentar – bentar.” Ucap Fania saat sudah berada di tengah – tengah tangga pesawat.


“Aduh, apalagi sih Nona Fania.” Ucap Jeff malas melihat Fania yang digandeng Andrew untuk menaiki pesawat itu tiba tiba berhenti.


Fania berbalik dan nyengir pada Jeff.


“What is it Sweetheart, ada yang tertinggal?.” Tanya Andrew karena Fania melepaskan tangannya dan berbalik.


“Fotoin gue dong Kak Jeff. Hehehe....”. Ucap Fania dengan mukanya yang kocak.


“Astaagaa. Gue kira mau ngapain.” Ucap Jeff. "Nanti aja sih.”


“Pliiissss.” Fania memohon pada Jeff sambil tersenyum kocak, melipat tangannya dan mengedip ngedipkan kedua matanya dengan cepat.


“Haish. Ya udah sini.” Ucap Jeff malas namun mengiyakan.


“Lo turun dulu dari bawah si fotonya biar kek incess gue.” Ucap Fania yang ga ada malunya. “Kamu juga sanaan dulu.” Bener – bener dah si Andrew ceweknya kalo soal mo gegayaan.


“Ampun deh gue sama lo Kajol.” Celetuk Jeff.


“Dah tuh puas?.” Ucap Jeff sambil menyerahkan ponsel Fania pada empunya. Fania langsung melihat hasil jepretan Jeff yang ternyata keren anglenya.


“Ish jago lu Kak ambil foto gue. Cetar bener ini posenya.” Ucap Fania yang puas dengan fotonya. Susah kalo Narsis mah.


“Udah cepetan naik.” Ucap Jeff ga sabar.


“Iya. Iya.” Fania pun melanjutkan langkahnya dan Andrew juga masih setia nunggu si Fania kelar foto meski sudah berdiri di pintu pesawat.


Andrew tersenyum dan kembali menggandeng Fania saat gadis itu sudah mencapainya.


“Good Evening, Mr. Andrew, Miss.” Ucap seorang pramugari yang menyambut mereka di pintu pesawat.


“Good Evening, Shelly.” Ucap Andrew dan Fania hanya tersenyum.


‘Cakep amat itu pramugari.’ Batin Fania.


“Faniaaa ... Biduan kitaaaaa.” Sapaan dari suara yang sudah amat dikenal Fania. Siapa Lagi kalo bukan si Bule koplak yang tak lain adalah John.


“Ih Kalian udah sampe aja.” Ucap Fania yang melihat John juga Kakak ganteng dan istrinya yang berdiri menyambut Fania. Dan si Little F pun langsung menghambur pada mereka dengan wajah sumringah nya.


“Udah lama?.” Tanya Andrew pada Reno.


“Baru sampai juga kita.” Jawab Reno.


“Hemm.” Sahut Andrew. “Swee... .” Andrew tidak melanjutkan kata – katanya karna melihat Fania badannya berputar memperhatikan isi dan interior pesawat. Sementara yang lain hanya mesem – mesem aja.

__ADS_1


“Ish gila sih Ini.” Begitu komennya Fania saat melihat seisi pesawat, karna ia merasa amat takjub dengan interior dan luasnya pesawat jet yang ia naiki itu.


“Udik dasar.” Celetuk John.


“Biarin we.” Sahut Fania yang menjulurkan lidahnya pada John.


“Minta foto nih ya.” Gumam Jeff yang sudah duduk.


“Kak Jeff.” Panggil Fania.


“Tuh kan apa gue bilang.” Sahut Jeff. “Apa foto lagi?.”


“Dih pinter bule gila. Itu minta tolong emba nya fotoin kita rame – rame.” Ucap Fania excited sambil menunjuk si pramugari.


Cekrek. Cekrek.


Dan foto kebersamaan Fania dengan keluarga barunya sekali lagi diabadikan dalam ponselnya.


“Duduk Little F, kita sudah mau take off.” Ucap Andrew lalu menyuruh Fania untuk duduk disampingnya.


Fania pun mengambil tempat disamping jendela berhadapan dengan kakak gantengnya karena Andrew yang masih berdiri.


“Kamu takut terbang ga?.” Tanya Andrew. “Kalau takut ketinggian better kamu duduk disini.” Ucap Andrew menunjuk kursi depan Ara.


“No problem.” Jawab Fania lalu Andrew duduk disampingnya.


“Kalau mau Switch bilang ya.” Ucap Andrew dan dijawab senyuman oleh Fania.


“Okay Guys, have a fun and save flight.” Ucap John sambil memeluk mereka satu per satu. “And you Fania, enjoy London okay?.”


“Makasih ya Kak John. Titip keluarga cemara ya Kak.” Ucap Fania tulus.


“Ga usah dibilang Fania. They’ re all my Family now.” Ucap John yang ga kalah tulus pada Fania. “Yuk Guys. Sampe ketemu.” Pamit John. “ Eh iya Kajol.”


“Apa Kak?.” Tanya Fania karna sepertinya masih ada yang ingin John sampaikan.


“Akang Gendaangg....” Celetuk John dan membuat mereka semua terkekeh dan tertawa. “Coba gimana goyangan biduan Jol.” Ucapnya sambil menyetel lagu dangdut viral yang sudah dia save.


Fania yang seketika dateng gesrek nya itu langsung berdiri dan menggoyangkan pinggulnya tepat disamping Andrew dan terlalu dekat dengan mata si Donald yang langsung mendelik melihat pemandangan didepannya itu. Membuat yang mereka tertawa lagi kecuali Andrew yang merasakan darahnya berdesir melihat pinggul indah Fania yang meliuk sebentar pas didepan matanya.


“Yang kuat ya Bro.” Ledek John sambil menepuk bahu Andrew.


“Dah pergi sana.” Sahut Andrew sebal pada si Bule Koplak.


“I’m gonna miss you Fania.” Ucap John pada Fania sambil mengacak rambut si pemilik goyang patah – patah itu. Lalu berjalan pergi untuk keluar dari jet pribadi Andrew.


“I’m gonna miss u too Kak.” Sahut Fania yang belum duduk kembali. “Apa?”. Ucapnya pada Andrew yang ia tau sedang sebal akibat dia goyang tadi. Andrew , Ara dan Jeff pun terkekeh.


“Duduk Fania. Mau berangkat ini pesawatnya. Put on your seatbelt.” Ucap Andrew malas.


“Makanya jangan asal kalo ngomong. Nantangin sih.” Ucap Fania yang masih berdiri pada Andrew. “ Giliran liat aku


goyang...pusing....” Tambah Fania sambil menghentakkan lagi pinggulnya ke arah Andrew dua kali yang sontak aja bikin si Donald melongo, namun tiga orang lainnya terbahak – bahak. Kemudian si Kajol pun baru duduk.


‘Sabar Andrew. Tarik nafas, buang dengan tenang, jangan sampe kepikiran sama yang barusan.’ Batin Andrew coba menghibur diri, meski tangannya rasa ingin meremas yang bergoyang tadi didepannya.


***

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2