
Selamat membaca ...
“Baik Mari kita sambut Mempelai Wanita, Yang kini menyandang gelar sebagai Nyonya Andrew Smith.” Sang Pembawa Acara memberitahukan kepada Sang Mempelai Pria beserta keluarga sekaligus kepada para tamu undangan yang hadir bahwa sebentar lagi Fania akan keluar untuk menyambut sang suami belahan jiwa.
Tanpa aba – aba lagi Andrew yang sedang menerima ucapan selamat dari teman maupun kerabat, segera membalikkan badannya. Mata Andrew hampir tak berkedip saat Fania sudah terlihat melangkah keluar dari persembunyiannya. Untuk menghampiri dirinya, dia Andrew Adjieran Smith, suaminya !.
Wanita itu berjalan dengan anggunnya ke arah Andrew dengan senyum yang terpatri di wajah cantiknya meski berjalan sedikit tertunduk. Senyum seorang Fania yang bisa meruntuhkan dunianya Andrew.
😍
Cantiknya Fania, dalam balutan gaun pengantin bernuansa India. Sesuai dengan sebutan Keluarga Cemara padanya. ‘Kajol.’ Seperti yang Prita bilang, bahkan Kajol yang beneran pun kalah cantiknya dengan si Kajol KW made in Indonesia itu.
Gaun Pengantin Ala India itu menjadi pilihan Fania sendiri. Gaun pengantin berwarna merah nan mewah berikut aksesoris dari hiasan kepala hingga henna layaknya Pengantin India beneran. Cantik, mempesona, membuat mata enggan untuk beralih ke arah lain selain menatap wanita itu sekarang.
Dan inilah sang Raja dan Ratu hari ini. Andrew dan Fania sudah saling berhadapan, dengan mata yang berbinar namun juga berkaca – kaca. Haru dan bahagia, tak percaya kalau keduanya sudah sah saling memiliki satu sama lain.
Senyuman pun terpatri dengan indahnya di wajah masing – masing mempelai. Saling memandang, saling tersenyum, menyalurkan bahagia yang tak terucap kata.
💗💗💗
I could see that now – how the universe swirled around this one point. I’d never seen the symmetry of the universe before, but now it was plain. The gravity of the earth no longer tied me to the place where I stood.
“Aku bisa melihatnya sekarang – bagaimana jagat raya berputar mengelilingi satu titik ini. Tak pernah aku melihat kesimetrisan jagat raya sebelum ini, tapi sekarang semuanya jelas. Gravitasi bumi tak lagi menahanku di tempatku berdiri.”
-Kutipan Imprints dari Film Twilight-
💗💗💗
It was the woman who is standing in front of me now. Fania.
"Wanita yang sedang berdiri di depanku sekarang itulah yang menahanku di sini sekarang. Fania.”
---ANDREW SMITH---
💗💗💗
💗💐💗 💗💐💗 💗💐💗
“Kak, sst. Cium tangan itu sama suaminya.” Papa Herman menghampiri anaknya yang sedang terbuai oleh tampan dan gagahnya Pria yang kini sudah menyandang gelar sebagai suaminya.
“Hajar Ndrew.” Celetuk Jeff dari belakang Andrew membuat yang lain tergelak dan Andrew tersenyum makin lebar.
__ADS_1
Fania meraih tangan sang Imam hidupnya, mencium punggung tangan Andrew dengan takdzim nya. Andrew pun mengecup kening Fania dengan lembutnya.
“I Love You, My Heart. Mrs. Andrew Smith. (Aku mencintaimu duhai sayangku. Nyonya Andrew Smith).” Ucap Andrew sambil menempelkan dahinya pada dahi Fania dan kedua tangannya merengkuh wajah Fania.
Bikin iri para wanita jomblo melihat manisnya perlakuan Andrew pada Fania. Membuat kesal para wanita non jomblo yang pasangannya tidak seromantis itu, bahkan makin kesal karena pasangan mereka udah lah ga romantis, cakep juga kaga, kaya apalagi. Jauh. Ngepas yang ada. 😄
“Mempelai wanita, ada yang ingin diucapkan pada suaminya?.” Goda si Pembawa Acara karena mendengar Andrew yang berucap kalimat romantis tadi.
“Ngomong Jol, apaan Kek. I lop yu pull Kek gitu.” Celetuk Mama Bela. Lagi – lagi membuat semua orang jadi tertawa.
“Silahkan Nyonya Andrew.” Ucap si Pembawa Acara lagi sambil mendekatkan microphone dengan bibir tipis Fania yang terpoles lipstik warna merah.
“Ehem.” Fania tersenyum pada Andrew yang sedang memegang tangannya. “Bibir dikulum sambil Mamam. Assalamu’alaikum wahai Imam.” Berkata dengan centil sambil melipat tangannya.
Demikian seuntai kalimat berupa pantun dari si Kajol untuk Abang Donald. Yang membuat orang tua dan adiknya geleng – geleng melihat Fania dan yang lainnya tergelak setelah mendengar Fania mengeluarkan pantun dari mulutnya dengan gaya centil nya.
Sementara Andrew yang juga tergelak langsung membawa Fania dalam pelukannya. “Wa’alaikumsalam wahai Sayang.” Ucapnya setengah tergelak dan menciumi pucuk kepala Fania bertubi – tubi.
“Kuch Kuch Hota Hai.” Tambah Fania masih dengan gaya centil nya sambil membuat simbol hati dengan jarinya yang dihadapkan pada Andrew sambil mengedip – ngedipkan mata genitnya.
‘Amit dah.’ Batin Keluarga Cemara.
‘Dasar memang Little F ga ada yang samain kelakuan.’ Batin Reno.
“Yang sabar ya Endru. Punya istri begini.” Ucap Mama Bela karena kelakuan si Kajol yang suka lupa ama malu.
Kedua mempelai beserta Keluarga juga seluruh tamu dipersilahkan untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu. Sambil Andrew dan Fania menyapa seluruh teman dekat mereka terutama. Yang lain memilih untuk mencicipi hidangan yang amat sangat jarang ditemui di acara kondangan kalau di komplek.
Para personel The Boyz and Girl termasuk Kak Rita juga Mela dan rekan kerja yang dulu lumayan dekat saat di kantor termasuk The Three Muskeeter dari klub FC pun tentunya menyambangi kedua mempelai dengan wajah sumringah mereka.
Meski disediakan pelaminan oleh pihak EO dan WO, namun Fania dan Andrew lebih memilih berbaur dengan para tamu karena mereka ingin santai menyapa para tamu. Pelaminan hanya untuk sesi foto dan setelah itu mereka kembali berbaur dengan para undangan sambil bercengkrama akrab dan bercanda.
Suara yang sepertinya sedang setting alat terdengar dari panggung yang sudah didirikan di lapangan tenis tadi. Membuat beberapa orang makin tersenyum lebar karena sesuatu yang mereka nantikan kiranya sebentar lagi dimulai.
“Asiikkkk.” Celetuk dua J dengan muka tengil nya.
Yak apalagi kalau bukan acara dangdutan yang jadi permintaan khusus Dad Anthony yang mengatas namakan anak – anaknya waktu itu. Penasaran mau liat Goyang Biduan secara LIVE.
“Kak John, Kak Jeff, joged kita... .” Celetuk si Prita pada dua J.
“Siaaap.” Sahut John sementara Reno, Ara dan Fania juga Andrew mulai tergelak.
“Daaaad, Are You Ready..?!!. (Daaaad, udah siaaaap?).” Celetuk Jeff pada Dad Anthony dengan muka tengil nya. Yang sontak membuat Mom Erna menoleh pada suaminya dengan wajah bingung karena ga paham maksudnya Jeff barusan.
Sementara Dad hanya mengendikkan bahunya dengan wajah polos yang seolah juga tak paham maksud Jeff.
__ADS_1
Sementara para anak dan menantu yang kadang akhlaknya menghilang cekakakan ga karuan. Yang membuat Dad Anthony menatap tajam ke arah mereka yang cekakakan sambil menatapnya itu. Bukannya takut suara tawa mereka makin membahana membuat mereka yang tak paham sontak bingung.
“Kenapa sih?.” Tanya Michelle yang melihat para abang dan kakak iparnya itu tertawa terbahak – bahak sampe pada lebar banget mulutnya. Ga Paham para Abang dan Kakak ipar tak berakhlak itu sedang membully Dad mereka.
“Ga bakal nyampe otak lo Chel.” Timpal Jeff asal dan mendapat cebikan dari Michelle yang amat sangat ingin tau karena pengen ikutan cekakak juga.
“Dad! Your Wallet please. (Dad, dompet sini dompet).” Teriak John pada Dad Anthony sambil dirinya sendiri terus cekakakan.
“Cek, cek sound. Satu, dua , tiga.” Terdengar suara merdu seorang wanita dari microphone yang sepertinya suara biduan yang dua J kenal. Makin lebar lah tawa mereka.
“Nah tuhhhh.” Ucap Jeff sumringah sambil menepuk kan punggung tangannya ke satu telapak tangannya yang lain.
“Tarrrik Sis, Semongko.”
*
To be continue...*
Oke Author mau kondangan dulu yak.😄
Ritual seperti biasa jangan lupa. LIKE – VOTE dan KOMEN. Juga jika berkenan harap beri
penilaian bintang yang ada di sudut kanan pada Detil Karya.
Terima kasih sayang – sayangkuh semuaaaaaa.
__ADS_1