BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 23


__ADS_3

♦FIRASAT ♦


 


Selamat membaca ......




*


Frognal ...


 


“Hon?.”


Reno terhenyak kala Ara menyenggol lengannya, ditengah waktu sarapan mereka bersama Mama Anye dan Varen.


“Hem?.” Ucap Reno memandang pada Ara.


“Sedang memikirkan apa sih?. Sepertinya aku perhatikan dari tadi, kamu lebih banyak diam?.” Tanya Ara.


“Entah, perasaan aku rasanya aneh.” Ucap Reno.


“Ada sesuatu yang kurang buruk dalam bisnis?.” Tanya Ara lagi. “Apa ada seseorang yang mencurangi kita atau bahkan berniat untuk itu?.”


“Bukan. Tidak ada masalah dalam bisnis dan perusahaan. Hanya rasanya ada sesuatu, perasaan yang mengganggu dan membuat tidak nyaman.” Ucap Reno.


“Mungkin kamu terlalu keras bekerja, Nak.” Sahut Mama Anye. “Kadang terlalu letih bisa membuat stres, jadi


mengganggu pikiran dan hati.” Sambungnya.


“Ya mungkin Ma.” Jawab Reno pada mertuanya yang baik hati itu. Lalu ia melanjutkan sarapannya.


“Mama benar. Maybe it’s because you work too hard. (Mungkin karena kamu bekerja terlalu keras), Hon.”


Reno mengangguk menanggapi ucapan Ara.


“When I grow up, I will help you to work, Daddy!. (Saat aku sudah besar nanti, aku akan membantumu bekerja,


Daddy!).” Celetuk Varen yang membuat ketiga orang dewasa yang bersamanya tersenyum lebar. “I will work for my family, cause I am a gentleman!. (Aku akan bekerja untuk keluargaku, karena aku laki – laki sejati). Just like Daddy!.


(Seperti Daddy!).” Celetuk Varen lagi.


“Give me five. (Tos dulu).” Ucap Reno pada putra tercintanya yang cerdas itu. Dan Varen pun menyambut telapak tangan sang Daddy. “That’s my boy. (Itu baru anak Dad).” Ucap Reno lagi sambil mengacak - acak rambut Varen karena gemas.


“Dad!.”


“Yes my boy?.”


“I miss Mamma. (Aku kangen Mamma).”


“Really?. (Benarkah?). Didn’t you already feel satisfied play with her two days ago?. (Bukannya sudah merasa puas bermain dengannya dua hari yang lalu?).” Ucap Reno yang menanggapi Varen.


“Yes, but I miss her today. (Iya, tapi aku merindukannya hari ini).” Sahut Varen. “So much!. (Sangat!).”


Reno, Ara dan Mama Anye tersenyum lebar. Memang selama ini Varen dekat sekali dengan Fania, sampai – sampai memanggilnya Mamma. Kebiasaan dari kecil yang memberikan penekanan huruf M ditengah setiap kali menyebut kata itu, bukan Mama seperti pada umumnya.


“You only miss your Mamma, don’t you miss your Mommy too, hem?. (Cuma kangen sama Mamma aja nih, ga kangen sama Mommy?).” Celetuk Ara meledek Varen.


“Are you jealous Mommy?. (Apa Mommy cemburu?).”


Tiga orang dewasa yang berada didekat Varen spontan menatap tak percaya pada anak umur empat tahun yang nampak lebih dewasa daripada umurnya itu.

__ADS_1


Kepinteran kalo kata Fania.


Reno, Ara dan Mama Anye pun tergelak.


Sementara Varen nampak santai, sok cool kek bapaknya.


“My boy, knows about jealous?. Do you understand what that word means, hem?. (Anakku tahu soal cemburu?. Apa kamu mengerti maksudnya, hem?.”


“Of course I know, because I’m smart!. (Tentu saja aku tahu, karena aku pintar!).” Ucap Varen nampak pongah, persis sama kayak bapaknya kalo mode sombongnya lagi on.


Tiga orang dewasa yang didekat Varen itu tertawa lagi. “I didn’t jealous to your Mamma, okay?. (Aku ga cemburu pada Mamma kamu, okay?).” Ucap Ara sambil meledek putranya itu.


“Of course you don’t have to jealous Mommy, because I love you and I don’t miss you, because I meet you everyday. (Tentu saja Mommy tidak perlu cemburu, karena aku mencintaimu dan aku ga kangen, karena aku bertemu dengan Mom setiap hari).”


“How sweet. (Manisnya).” Goda Ara pada Varen.


“Mirip aku, kan?.” Celetuk Reno.


“Ga ada yang terbuang!.” Sahut Ara malas, namun tersenyum dan mereka pun melanjutkan sarapannya.


**


🎹Don't cry, snowman, not in front of me,  Who'll catch your tears if you can't catch me, darling,  If you can't catch me, darling🎹


‘You miss me so bad, huh?. (Segitunya yang kangen aku, ya?).’


Andrew membalas status Fania yang dipajang oleh sang istri tercinta dalam status WA nya. Salah satu lagu kesukaan Fania yang menjadi kesukaannya juga, karena kata Snowman yang tersebut dalam lagu itu memang tertuju untuk Andrew, saat Fania pertama kali menyanyikan nya.


‘Very My Snowman!. Mrs. Snowman is missing you like crazy now. (Banget Tuan Snowman! Nyonya Snowman ini sedang sangat merindukan kamu).’


‘Then this Mister Snowman, will be right here waiting for Mrs. Snowman to give her a deep kiss. (Kalau begitu Tuan Snowman ini akan menunggu Nyonya Snowman untuk memberikan ciuman yang lama untuknya).’


‘Haha. Cant’ wait for that. (Aku sangat menantikannya kalo gitu).’


‘Iya, I’m on my way ya .. (Aku udah dijalan ya ..). I love you, D.😘’


‘I love you more. Hati – hati.’


‘Iya. Don’t cry missing me loh. (Jangan nangis ngangenin aku loh).’


‘Kan kamu yang katanya sedang kangen berat.’


‘Oh iya ya, hehehe. Aku yang kangen deng.’


‘Aku juga kangen kok sama bumil yang seksi.’


‘Ululu, gombal!. Ya udah, bye D, until we meet again (Dah D, sampai saat kita bertemu lagi).’


‘See you soon (Ketemu secepatnya). Use that sentence (Gunakan kalimat itu).’


‘Iya, iya. Sensi amat Donald Bebek. Love you. Always.’


‘Kira – kira berapa lama lagi sampai?.’


Fania tak lagi membalas chatnya.


‘Mungkin sudah dia simpan ponselnya.’ Batin Andrew lalu melanjutkan melihat status Fania yang berupa potongan lagu Snowman milik Sia itu, sambil tersenyum sendiri.


🎹Don't cry, snowman, not in front of me


Who'll catch your tears if you can't catch me, darling


If you can't catch me, darling🎹


(Jangan menangis, Snowman, jangan didepanku)

__ADS_1


(Siapa yang akan menyeka air mataku, jika kau tak bisa memegangku, Sayang)


(Jika kau tak bisa, memegangku, Sayang)


..............


**⛄⛄⛄**


“Sir?. (Tuan?).”


Reno menoleh pada Nino yang menegurnya dalam mobil saat mereka akan kembali menuju menuju ke kantor pusat Perusahaan Smith. “Yes?. (Ya?).”


“Is there any trouble, Sir?. (Apa ada masalah, Tuan?).” Tanya Nino yang melihat Reno lebih banyak diam sejak datang ke Kantor Pusat Perusahaan Smith, hingga sekarang.


“Nothing, Nino. (Ga ada apa – apa Nino).” Jawab Reno lalu kembali membuang pandangannya kearah luar jendela


mobil.


“Something happened in front of us, Alan? (Ada sesuatu yang terjadi didepan kita, Alan?).” Tanya Nino pada supir


yang membawa dirinya dan Reno yang duduk di kursi penumpang belakang. Membuat Reno sedikit menggeser kepalanya ke kaca depan mobil.


“Traffic?. (Macet?).”


“I guess so, Sir. (Saya rasa begitu, Tuan).” Sahut supir mereka yang bernama Alan itu. “It’s unsual happen traffic


here, very crowded, I’ll come out to check. (Tidak biasanya macet disini, sedikit ramai, saya akan keluar untuk mengecek).”


Reno dan Nino mengangguk, dan supir mereka keluar dari mobil dan berdiri disamping pintunya sambil memanjangkan kepalanya untuk melongok apa yang terjadi dijalanan depan mereka.


“Sir, I’m sorry but I think we’re going to stuck here a little bit longer. There’s an accident in front (Tuan, maaf tapi saya rasa kita akan sedikit lama tertahan disini. Ada kecelakaan di depan).”


“Is it bad?. (Apa parah?).” Tanya Reno yang melepas sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil.


“Do you want me to check?. (Apa kau ingin aku mengeceknya?).” Tanya Nino.


“Come, let’s go check. Maybe they need some help. I don’t see any ambulance. (Ayo, kita cek. Mungkin mereka butuh bantuan. Gue ga lihat ada ambulans).”


“Wait, I’ll ask him (Tunggu. Aku akan bertanya padanya).” Ucap Nino sambil memberhentikan seorang pria yang nampak berjalan dari arah kejadian setengah berlari. “Excuse me, what happened?. (Permisi, ada apa?).” Tanya Nino pada pria tersebut dan Reno memperhatikan.


“Car crashed, Sir. Quite bad. (Kecelakaan mobil Tuan, lumayan parah).” Ucap pria itu dan Reno merasa


tergerak.


“Any victims?. (Ada korban?).”


“Yes, the car that was hit is the most have the bad impact. One person died on the spot.  (Iya, mobil yang ditabrak yang parah kondisinya. Satu orang meninggal ditempat). One man and two women inside and the other woman is pregnant. (Satu pria dan dua wanita, dan salah satu wanita itu sedang hamil). Sorry Sir, I’m going to find ambulance near by. (Maaf Tuan, saya mau mencari ambulans yang terdekat).” Ucap pria itu tergesa.


Wajah Reno seketika berubah pasi, mendengar kata wanita hamil dari pria yang tadi mereka tanya itu. Hatinya pun tiba – tiba merasa tak tenang hingga membuatnya berlari cepat kearah kerumunan orang didepan. Nino ikut juga berlari dibelakangnya.


“It looks like... ( itu seperti...).” Ucap Nino yang memastikan mobil yang sedang dilihatnya. Jantung Reno mulai berdebar kencang dan nafasnya mulai sesak. Apa yang ada diotaknya dengan mobil yang dilihat nya sama dengan pikiran Nino.


‘No, God, please. (Oh, Tuhan, jangan).’ Reno langsung menerobos kerumunan. Matanya sudah memerah melihat satu mobil yang rusak lumayan parah  dan nampak menghantam dinding suatu bangunan. ‘Jangan dia, Tuhaaan ..’ Reno merintih dalam hatinya. “Where’s the people inside that car?. (Mana orang yang ada didalam mobil itu?).” Air


matanya sudah turun perlahan.


“There, Sir. (Disana, Tuan).” Ucap salah seorang yang menunjuk ke arah ambulan yang sudah berdatangan.


“Oh My God.. (Oh Tuhan..).” Nino sampai menutup mulutnya karena terlalu shock. Kakinya terasa lemas.


“CALL ANDREW, NINOO!!. (HUBUNGI ANDREW, NINOO!!).”


**


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2