
* Dua Episode meluncur lagi nih *
Selamat membaca ..
“Could you tell me what this is all about, R?. ( Bisa lo bilang sama gue ini ada apa sebenarnya, R ).” Tanya Andrew yang amat sangat penasaran yang baru ini melihat Fania nya ngamuk abis – abisan.
Mewakili juga rasa keingin tahuan Jeff juga yang syok sama kelakuan bar – bar nya si Kajol pada perempuan yang bernama Gabriela tadi.
Hanya saja ia sedikit sungkan untuk bertanya pada Reno. Toh dia sudah menebak juga kalau Andrew pasti punya pertanyaan yang sama dengannya.
Reno memijat – mijat keningnya karena merasa kepalanya sedikit pening.
“Nih Kak Reno nih, keganjenan!.”
Fania langsung menuding kakak gantengnya itu. Kakak yang selama ini ia jadikan panutan hari ini benar – benar bikes. Bikin kesel!. Gegara Fania melihat Reno seperti berpelukan dengan wanita lain saat dia dan Ara datang.
“For God Sake, Little F ( Demi Tuhan, Little F ) gue udah bilang kan ini ga seperti yang lo kira.” Reno membela diri karena memang ga merasa keganjenan sama itu si Gabriela. “Babe, trust me please?. ( Sayang, tolong percaya sama aku ).” Mengiba pada Ara.
“Nah itu tadi peluk – pelukan?!.” Fania malah yang mencecar Reno, bukannya Ara.
‘Sweety, Sweety, kenapa jadi dia yang marah banget sama kakaknya?.’ Batin Ara terkekeh geli sebenarnya melihat Fania yang sedang mencecar suaminya itu, meminta penjelasan.
‘Hahaha. I wish John is here, now. ( Hahaha. Coba ada si John nih ). Ketawa dia pasti lihat si Kajol ngomelin abangnya seperti ini.’ Batin Jeff yang juga terkekeh geli melihat Fania yang sedang ngomelin kakak gantengnya itu.
“Is that true, R?. You having affectionate with Gabriela?. ( Bener tuh R, elo abis mesra – mesraan sama si Gabriela? ).” Andrew melanjutkan lagi pertanyaan nya.
“Can you just not trying to make some provocations now, Donald Bebek?!. ( Bisa ga elo ga usah coba memprovokasi sekarang, Donald Bebek?! ).” Ucap Reno dengan ketus pada Andrew lalu melirik Ara.
“Excuse me. ( Permisi ).” Nino sudah kembali.
Semua orang serentak menoleh pada laki – laki itu secara spontan. “Udah pergi itu si Pelakor?!.”
Fania bertanya pada Nino dalam Bahasa Indonesia dan laki – laki itu sedikit mengernyitkan dahinya.
“What she means is, did Gabriela already left?. ( Maksud dia, itu si Gabriela udah pergi apa belum? ).” Jeff menjelaskan pada Nino maksud pertanyaan Fania. Ia juga setengah terkekeh melihat Fania yang belum hilang juga keselnya sama itu perempuan.
Nino manggut – manggut pada Jeff.
“Already Miss Fania. She already left. ( Sudah Nona Fania, dia sudah pergi ).”
Tak lama Kelly juga muncul.
“Excuse me. ( Permisi ).” Ucap Kelly, lalu menatap Bosnya kemudian berdiri dengan menundukkan kepalanya.
“What is it?. ( Ada apa? ).” Tanya Reno pada sekertarisnya itu yang ia pandangi dengan sedikit kesal. ‘Udah gue bilang suruh jaga – jaga di depan, malah sekarang gue kena masalah dua kali.’ Gerutu Reno dalam batinnya.
“I’m very sorry Mister Reno, I was went to the rest room for a few minutes. I really did not think that Mrs. Ara dan Miss Fania will come. ( Mohon maaf sekali Tuan Reno. Saya tadi ke toilet sebentar. Saya tidak mengira kalau Nyonya Ara dan Nona Fania akan datang ).”
Kelly berbicara sembari menunduk, merasa bersalah atas keributan yang terjadi.
“I .... “
“Maksudnya kamu memang sengaja menyuruh Kelly untuk berjaga – jaga agar tidak ada yang mengganggu kamu dan Gabriela?!.” Ara kini mencecar Reno.
“No, Babe. It wasn’t like that. ( Engga Sayang, bukan seperti itu ).” Reno mencoba menjelaskan pada Ara. ‘Haish, si Kelly nih, ucapannya malah bikin orang jadi salah paham.’ Batin Reno menggerutu lagi.
“Terus maksud si Kelly apa itu dia bilang suruh jaga – jaga di depan pas Kak Reno lagi berduaan itu sama si kuntilanak kebon?!.”
‘Kuntilanak kebon?.’ Batin Andrew, Reno, Ara dan Jeff bertanya – tanya apa maksud dua kata tersebut.
__ADS_1
“Kun-til-anak kebon?....” Reno memandang Fania untuk bertanya maksud kata tersebut.
“Ya itu tadi noh Pelakor ga ada akhlak!.”
‘Oh Gabriela maksudnya.’ Batin empat orang yang akrab dengan Fania kini paham maksud dari kata kuntilanak kebon yang disematkan oleh Fania pada wanita yang tadi dihajarnya sampe dua ronde.
Sementara Nino dan Kelly masih berdiri di tempatnya. Gagal paham dengan omongan lima orang di depannya.
“By the way Jol, Pelakor itu apa sih sebenarnya?.” Jeff penasaran.
“Perebut Laki Orang!.” Sahut Fania cepat. “Virus!.”
Andrew dan Jeff pun terkekeh.
Sementara Ara memandangi Reno dengan sinis dan penuh selidik.
“Kamu belum jawab pertanyaan aku Tuan Reno Alexander.” Ara kembali mencecar Reno. "Kamu sengaja meminta Kelly berjaga - jaga supaya ga ada yang ganggu kamu dan wanita itu?."
Nada suara Ara yang tegas membuat yang lainnya terdiam, menjadi fokus pada sepasang suami istri tersebut.
Reno menarik nafas dan menghembuskan nafasnya untuk mulai memberikan penjelasan pada Ara.
“I was told.... ( Aku bilang ke..... ).”
“Explain Kelly. ( Jelaskan Kelly ).” Ara tak menggubris Reno yang mau mulai menjelaskan kenapa dia meminta Kelly berjaga – jaga saat Gabriela datang.
Kelly melirik pada Reno.
“Look at me. I’m the one who ask you. ( Lihat padaku. Aku yang bertanya pada kamu ).” Ara memberikan penegasan pada sekertaris suaminya itu. Aura seorang Nyonya nampak terlihat saat ini di diri istrinya Reno itu. Cantik, Anggun, Elegan dan Tegas.
‘Keren Kak Ara.’ Batin si Kajol takjub.
“Tell me, what my husband asked you to do, when that woman arrived?. ( Katakan padaku, apa yang suamiku perintahkan padamu, saat wanita itu datang? ).”
Kelly mengangguk pada Ara.
“Just call her name, no need to put miss in front of her name!. ( Sebut aja namanya, ga usah pake segala pake sebutan nona ke dia ). Kebagusan!.” Celetuk Fania sewot.
Andrew dan Jeff lagi – lagi terkekeh.
“Yes, Miss Fania. ( Baiklah Nona Fania ).” Ucap Kelly patuh pada adik Bosnya yang kini ia takuti itu, setelah melihat Fania menghajar Gabriela tadi.
“Please continue. ( Silahkan lanjutkan )Kelly.” Ucap Ara.
“Mister Reno want me to stay right in front of his office because that woman was forced entering. ( Tuan Reno memintaku berjaga – jaga di depan karena wanita itu menerobos masuk begitu saja ).”
Kelly mulai berbicara untuk menjelaskan.
“And because Mister Reno already aware of her, after what she ever did to provoke you long time before, so he want me to standby, if that woman try to make some acted once again. ( Dan karena Tuan Reno sudah mengantisipasi , setelah apa yang pernah dia lakukan untuk memprovokasi anda beberapa waktu yang lalu, jadi Tuan Reno memintaku untuk berjaga – jaga, siapa tau wanita itu membuat ulah lagi ).”
"Aku tadi juga sudah coba telpon dia suruh masuk. Tapi dia ga terima panggilan aku, Babe." Reno menimpali
“Oh dia ternyata emang udah pernah cari gara – gara juga Kak sebelumnya?.” Fania langsung bertanya pada Ara setelah mendengar penjelasan Kelly.
“Iya, Sweety.”
Ara menjawab pertanyaan Fania lalu kembali berbicara lagi pada Kelly.
“Alright then, Kelly. Thank you. You may go now. ( Baiklah kalau begitu Kelly. Terima kasih. Kamu boleh pergi sekarang ).” Ucap Ara dengan suaranya yang kini kembali lembut.
Kelly mengangguk hormat.
“Is there anything else, Mister Reno?. ( Apa ada hal lain lagi, Tuan Reno? ).”
Kelly bertanya pada Reno.
“No. You may back to your desk. ( Tidak. Kamu boleh kembali ke mejamu ).”
__ADS_1
“Alright then, please excuse me everyone. ( Baiklah kalau begitu. Saya permisi dulu, semuanya ).”
“Sudah jelas, kan?.” Reno bersuara setelah Kelly keluar dari ruangannya, namun meminta Nino tetap tinggal.
Ara diam tak menjawab. Fania masih sedikit sinis memandangnya.
“Katanya lo sebel sama dia, terus tadi segala pelukan?.”
Fania masih kekeh bertanya tentang hal tersebut.
Reno menghela nafasnya lagi sambil memandang adik kesayangannya itu.
“Nino, please take my cell phone on my desk. ( Tolong ambilkan ponsel gue diatas meja ).”
Nino dengan sigap melangkah untuk mengambilkan ponsel Reno diatas meja kerja Bosnya itu. Lalu memberikannya pada Reno.
Reno nampak mengutak – atik sebentar lalu memberikan ponselnya pada Ara.
Rekaman CCTV dalam ruang kerja pribadi Reno ternyata, yang terhubung langsung pada ponsel laki – laki itu.
Ara menerima ponsel Reno lalu memperhatikan rekaman CCTV yang ditunjukkan Reno dengan seksama. Setelah selesai ia pun hendak memberikan kembali ponsel Reno pada suaminya itu.
“Coba gue liat Kak Ara.”
Fania ingin juga melihat rekaman CCTV yang barusan dilihat Ara. Ara pun memberikannya.
Andrew dan Jeff juga ikutan bergabung untuk melihat rekaman CCTV dalam ponsel Reno yang sedang dipegang Fania.
Sekedar ingin tahu awal mula si Kajol ngamuk sampe sebegitunya.
Rekaman menunjukkan dengan jelas, dari saat Gabriela muncul tiba – tiba dan menerobos masuk ke ruangan Reno dan terlihat juga kalau Kelly sudah berusaha keras untuk menghentikan wanita itu.
Rekaman yang berasal dari beberapa sudut dalam ruangan Reno itu memutar dengan jelas kejadian yang sebenarnya antara laki – laki itu dan Gabriela.
Terlihat betapa Reno selalu menghindari wanita yang terlihat selalu mencari kesempatan, dan raut wajah Reno yang tak senang, namun berusaha agar tidak berlaku kasar. Karena bagaimanapun Gabriela itu seorang wanita.
Terlihat juga Reno seperti sedang menghubungi seseorang lewat jalur telpon pribadi diatas meja kerjanya. Mungkin ingin memanggil Kelly yang saat itu sedang ke toilet.
Kemudian Reno duduk di sofa dan Gabriela mendekatinya juga secara tiba – tiba memeluknya, Reno hendak melepaskan karena terkejut. Namun disaat yang bersamaan Ara dan Fania datang, hingga terjadilah kesalahpahaman yang memicu keonaran. Sampai pada Fania yang berlaku bar – bar pada Gabriela.
“Wow. Ternyata kamu kuat sekali, Heart.” Andrew terkekeh saat rekaman memperlihatkan Fania yang mendorong kasar Gabriela, menampar pipi wanita itu, hingga menjatuhkan Gabriela ke lantai karena wanita itu ngoceh ga karuan dan menampar balik pipi Fania sekali.
“Gila lo Jol, se - exstreem ini ternyata aslinya. Hahahaha ....” Jeff tergelak melihat rekaman Fania yang memukul dan menjambak Gabriela secara membabi buta hingga Reno harus mengangkatnya dari atas Gabriela sebelum Jeff dan Andrew dateng. Alias saat ronde pertama.
“Sudah percaya sekarang?.”
Reno angkat suara, menatap Ara dan Fania bergantian.
“Dia tampar kamu tadi?. Coba aku lihat pipi kamu.” Andrew menyentuh wajah Fania, karena dalam video terlihat Fania kena tampar sekali oleh Gabriela.
“Ga kenapa – napa. Ga ada rasanya.” Sahut Fania. “Kamu ga usah ikut campur. Dia urusan aku.” Fania memperingatkan Andrew, karena seketika dia ingat nasib tangannya Cindy karena pernah menampar Fania.
“Iya benar itu si Fania, Ndrew. Urusan cewe ini. Lagian si Gabriela udah babak belur tadi dihajar istri lo ini.” Celetuk Jeff sambil terkekeh.
“Ya sudah. Asal dia jangan coba – coba ganggu kamu nanti diluar.” Ucap Andrew. “Aku yang turun tangan.”
“Gue kirim ini video ke si John. Pasti dia ketawa lihat adegan penganiayaan si Kajol ke si Gabriela.” Celetuk Jeff sembari terkekeh
“Ya sudah. Ayo kita pulang. Aku sedikit lelah.” Ucap Ara.
Fania mengiyakan. “Iya udah ayo Kak. Pasti pusing ya Kak Ara. Punya suami rada ganjen!.”
Reno menatap adik kesayangan nya itu dengan wajah tak percaya. “Oh Astaga....”
*
To be continue ...*
__ADS_1