
Selamat membaca...
- - -
- - -
“Lucky me! ( Gue beruntung! ).” Celetuk Andrew sambil memandang lurus . Nino sedikit melongo. “Dead end in front, right? ( Jalan buntu di depan, kan? ).”
Andrew merasa sedikit lega mengetahui kalau Fania mengarah pada jalanan yang tertutup ujungnya dan sudah pasti istrinya itu mau tidak mau harus menginjak rem.
Nino sedikit melongok lagi, lalu mengangguk.
"Hhhhh. Finally. ( Hhhhh. Akhirnya )." Andrew merasa sedikit lega. Ga apa - apa kalau andainya di caci maki Fania. Yang penting si Kajol ga ngebut - ngebutan lagi, pikir Andrew.
Sayangnya kelegaan Andrew hanya terasa sekitar semenit saja. Yang terjadi kemudian ternyata diluar dugaannya.
“HEART!!.” Andrew berteriak sangat kencang memanggil Fania dari arah kirinya. “FANIA!!.” Ia ikut membanting setir karena Fania tak berhenti di jalan buntu tersebut namun malah melakukan Drift dan langsung menikuk tajam, terus tancap gas menyalip dan melewati mobil Andrew meski jalanan tak begitu lebar. "DAMNED! ( SIALAN! )."
Andrew mengumpat dan memukul kemudi.
Lupa ye Donald Bebek kalo bininya kadang GOKIIIILLLL! 😃
Nino membelalakkan matanya melihat aksi Fania barusan. ‘What ..?! ( Apa ..?! ). How can she did that?! ( Bagaimana dia melakukannya?! ).’ Batin Nino yang tak percaya sekaligus takjub dengan kebolehan Fania di belakang setir.
“Haish! Kenapa lah istri gue bisa punya kemampuan menyetir diatas rata - rata!.” Andrew menggumam sekaligus menggerutu di balik kemudi, sambil berusaha lagi mengejar mobil yang dikendarai Fania setelah ia juga langsung
men-drift kan mobilnya dengan cepat dan mendadak.
Alex sampai melongo melihat aksi Fania. 'I don't think that is Miss Fania ( Gue rasa itu bukan Nona Fania ).' Batin Alex yang tak percaya.
“What you’ve seen is just a half! ( Apa yang lo liat itu baru setengahnya! ).”
Jeff langsung juga membanting stirnya sambil putar balik mengikuti Fania dan Andrew.
‘Oke gue mau istri yang cantiknya kayak si Kajol , jago goyang kayak dia, tapi jangan yang jago nyetir begini. Kalo perlu ga usah bisa nyetir!.' Batin Jeff.
***
Triiinngggg!
Ponsel Reno yang sudah full ter isi baterainya sudah ia nyalakan kembali. Kebetulan dia juga belum tidur dan kini sedang mengobrol bersama John yang tadi tiba saat makan malam bersama mama mertuanya. Mamanya Ara, Mama Anye.
Reno meraih ponselnya. Sedikit mengerutkan dahinya karena nomor pemanggil yang tertera adalah nomornya Ezra.
“What’s wrong, R ( Ada apa. R? ).” Tanya John saat melihat ekspresi Reno yang sepertinya sedikit aneh saat melihat ponsel.
“Ezra call me ( Ezra telpon gue ). Aneh.” Sahut Reno lalu langsung menerima panggilan. “Yes Ezra? ( Ya Ezra? ).”
‘Ada masalah pasti.’ John membatin.
“What?! ( Apa?! ).” Reno seketika bangun dari duduknya. "Where is she now? ( Dimana dia sekarang? )."
‘As I thought ( Sesuai dugaan ).’ Batin John saat melihat ekspresi Reno setelah menerima panggilan dari Ezra.
“You track them now. Especially my sister!. I’m on my way ( Lo lacak mereka sekarang. Terutama adik gue! Gue jalan sekarang ).” Reno memutuskan panggilan. “Donald Bebek suka cari gara – gara sih!.” Reno tampak menggerutu.
__ADS_1
John langsung bertanya padanya.
“Ada masalah apa?.”
“Donald Bebek terciduk di RED.”
“Hah? Apa?! Terciduk gimana?. Mana mungkin ada razia di situ. Someone set him up? ( Apa seseorang menjebaknya?). Tapi ga mungkin juga....”
“Terciduk si Kajol di GR!.” Sahut Reno yang buru – buru melangkah ke kamarnya untuk mengambil jaket dan mungkin pamit ke Ara.
John melongo saking terkejut mendengar ucapan Reno barusan.
“Apes lo Ndrew!.” Celetuk John saat Reno ke lantai atas. John geleng – geleng antara mau ketawa tapi takut dosa sama prihatin akan nasib si Donald Bebek yang ketahuan Fania di RED yang sudah terbayang sedang apa dia dengan para pria dan lainnya di komunitas Gentleman’s nya itu.
“Gue jalan dulu, John.” Reno melangkah cepat ke arah garasi pribadinya dan Andrew.
“I’m coming with you! ( Gue ikut elo! ).” John pun ikut berjalan bersama Reno.
“Ga lelah lo?.” Tanya Reno sambil berjalan dan sudah membuka pintu garasi otomatis itu.
John menggeleng. “Jadi maksud lo si Botak tertangkap basah sama si Kajol di RED?.” Reno mengangguk sambil memilih mobil dengan cepat. "Jangan bilang si Kajol liat Andrew lagi menggoda para penari seksi itu?!." John benar - benar ingin tertawa terbahak - bahak sekarang.
“Entahlah! yang jelas hobi banget cari masalah sama si Little F itu si Donald Bebek!.” Reno sudah memilih mobil yang akan ia gunakan dan langsung masuk ke belakang kemudi diikuti John yang duduk disebelahnya.
“Then? ( Terus? ). Jangan bilang kalau si Fania mengoyak – ngoyak si Andrew dan para wanita penari itu?.” John terkekeh geli. Tak terbayang kalau si Kajol sampe mengacak – ngacak RED. ‘Apa jangan – jangan dibakar itu RED sama si Kajol.’ Batin John bermonolog sambil terkekeh geli membayangkan hal – hal tak terbayang yang bisa dilakukan oleh si Kajol, yang notabene si John tau persis tabiat si Kajolita itu kalo ada ciwi - ciwi disekitar Andrew.
“Hah kalau itu masih bisa gue bereskan dengan mudah.” Ucap Reno sambil menyetir dengan kecepatan yang lumayan cepat.
“Jadinya si Kajol sekarang gimana?.”
“Haish! Disaster! ( Bencana! ).” Celetuk John.
“Itulah yang gue khawatirkan. Kalo Little F sampai nyetir sendiri, dalam keadaan dia yang pasti sedang kesal setengah mati. Ga terbayang dia menyetir kayak apa!” Ucap Reno. “Call Ezra, tanya dimana si Little F posisinya sekarang.”
John mengangguk lalu menghubungi Ezra.
“Fania is going to RW ( Fania menuju ke RW ).” Ucap John setelah mendapatkan konfirmasi keberadaan posisi Fania melalui titik GPS nya dari Ezra. Reno mengangguk sambil menambah kecepatan mobilnya, menuju tempat yang John sebutkan barusan.
“Telpon Nino. Tanya dimana dia.”
John mengangguk dan langsung menelpon Nino.
****
“CK!. Jalan buntu pula. Oon Fania , oon!.” Fania mengatai dirinya sendiri. Melirik lagi spion depan, dua mobil sudah nampak di belakang. Mobil Nino dan Alex.
Melihat jalanan didepannya sambil memprediksi sesuatu dalam otaknya. Judulnya lagi ga mau liat mukanya si Donald Bebek saat ini. Enek!.
CIIITTTT!!.
Fania melakukan drift andalannya. Sudah memprediksikan jalanan di depan termasuk ruang kosong disamping mobil Andrew yang bisa membuat ia membawa mobil yang dikendarainya itu berjalan berlawanan dengan mobil yang dikendarai Andrew dan Jeff.
Fania sayup – sayup mendengar Andrew yang berteriak memanggilnya, namun ia abaikan. Ia bahkan tak lagi mau menengok spion, hanya tancap gas dengan dalam. Melajukan mobil dengan sangat cepat.
***
__ADS_1
“Where did she go?! ( Dia ke arah mana?! ).” Andrew nampak kehilangan jejak Fania di salah satu perempatan jalan.
“I think she's turn to that way. That is her car tire track ( Gue rasa dia belok kesana. Itu jejak bannya ).” Tunjuk Nino ke satu belokan dan karena ia melihat jejak ban yang seperti dibawa mengepot.
Andrew langsung melajukan cepat mobil yang dikendarainya ke arah yang ditunjuk Nino. Jeff pun sudah ada di belakang mereka.
Tringggg!!!. Ponsel Nino berdering. Dan ia langsung menerima panggilan.
“I’m with Andrew ( Gue lagi sama Andrew ).”
“.........”
“I get it, okay ( Gue paham, oke ).”
“Who? ( Siapa? ).” Tanya Andrew.
“John. He said Miss Fania is heading to RW. ( John. Dia bilang nona Fania menuju ke RW ). R also with him ( R juga bersamanya ).”
Andrew hanya mengangguk. ‘Sepertinya Ferrari yang gue berikan pada Fania akan gue tarik kalau begini.’ Batin Andrew. ‘Lamborghini Urus untuk mobil berpenumpang bisa dia bawa begitu, bagaimana Ferrari?.’
***
“Wuih!.”
Pandangan Fania teralih kesalah satu tempat yang sedikit agak ramai di London itu.
Ia membelokkan setirnya, tak jadi menuju RW.
**
“R, Ezra send message ( R, Ezra kirim pesan ).” Ucap John saat ada notifikasi pesan yang muncul dari Ezra diponselnya.
“Apa katanya?.” Tanya Reno.
“Fania di Southend.”
“Haish!.”
Reno menggerutu dalam keluhan.
***
“Change direction, Andrew ( Ubah arah, Andrew ).” Ucap Nino setelah membaca pesan di ponselnya.
“Why?. Is Fania going back home? ( Kenapa?. Apa Fania sedang arah pulang? ).” Tanya Andrew.
“I’m afraid she is not ( Sayangnya engga ).”
Andrew menatap Nino dengan sedikit tanda tanya, sedikit khawatir melihat mimik wajah Nino.
“Where is she now? ( Dimana dia sekarang ).”
“Southend.”
**
__ADS_1
To be continue ....