BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 166


__ADS_3

Selamat membaca .....


*


“Nald ....” Fania menghampiri Andrew saat laki – laki itu sudah lebih dulu berada di kamar, karena Fania tadi sempat ditahan Mom saat Andrew mengajaknya beristirahat.


Cup !. Fania merangkul Andrew dari belakang dan memberikan kecupan mesra di pipi calon suaminya itu.


Wajah bahagia Andrew sulit untuk ditutupi kalau Fania yang lebih dulu bersikap mesra padanya.


“Disini engga?.” Andrew mengarahkan telunjuk pada bibirnya sendiri. Minta kecupan juga di benda kenyal yang terpatri seksinya diwajah tegas nan tampannya Andrew, bahkan sering menggoda iman Fania itu.


Cup !. Fania memberikan singkat dibibir Andrew lalu bergegas duduk disamping laki – laki itu. Namun seperti biasa Andrew selalu membawa Fania dalam pangkuannya.


“Biasakan ya?.” Ucap Andrew. Fania paham maksudnya. Gadis itu mengangguk. “Aku bahagia kalau kamu yang mesra duluan.” Jiwa bucin Andrew bergelora.


“Kenapa sih seneng banget mangku aku?. Ga berat emang?. Nanti kram loh kaki kamu.” Ucap Fania.


“It’s okay (Ga apa –apa).” Ucap Andrew sambil merengkuh tubuh Fania dengan kedua tangannya. “Aku suka harum tubuh kamu.”


“Kalo ketek aku?.” Fania meninggikan tangan sebelah kirinya. Membuat Andrew tertawa geli sama kelakuan calon istrinya itu. Tapi itulah yang Andrew suka dari Fania. Dia bukan wanita jaim. Dari dulu suka –sukanya dia, sekarang pun kurang lebih sama.


Fania itu apa adanya. Sederhana tapi manis, cantik bahkan sekarang. Terlalu cantik.


“Suka juga.” Andrew mengendusi ketiak Fania. Gantian Fania yang tertawa geli.


“Hahaha. Geli akunya malahan.” Fania cekikikan. “Ga jijik apa?.” Tanya Fania yang meraih wajah Andrew dengan satu tangannya.


“Nope. (Engga).” Jawab Andrew pasti, terdengar yakin. “Mana ada aku jijik sama kamu, Heart?.” Andrew kembali mengeratkan pelukannya seraya bersandar pada tubuh ramping Fania.


“Tadi Mom bilang apa?.” Tanya Andrew.


“Mom kasih aku set perhiasan. Katanya simbol keluarga kalian.” Jawab Fania. “Kak Ara juga punya kata Mom.”


“Hem, iya memang Mom pernah cerita. Sudah menyiapkan untuk para menantu perempuan keluarga Smith yang dirasa pantas.” Ucap Andrew.

__ADS_1


“Heemmmm, Nald.” Panggil Fania


“Hem?.” Sahut Andrew yang masih menikmati harum tubuh Fania.


Jadi pada ham hem ham heman dah.


“Jangan tersinggung ya, aku Cuma sekedar tanya.” Ucap Fania mohon ijin karena ingin bertanya sesuatu yang ia nilai sedikit sensitif, karena ia sudah mulai paham kalau Donald nya itu sensi kalo diragukan soal perasaannya pada Fania.


“Apa?.” Tanya Andrew sambil memandang wajah Fania.


“Kenapa seyakin ini sama aku?.” Fania bertanya balik. “Dari sejak kita ketemu lagi sampai dengan kamu nembak aku, hitungannya itu kalau ga salah kurang dari sebulan loh. Apa yang membuat kamu merasa kalau kamu cinta sama aku?.”


Andrew tersenyum. “Kan sudah aku bilang, dari dulu kamu sudah punya tempat spesial dihati aku. Hanya masalah waktu. Dulu mungkin karena aku terlalu care sama kamu, jadi ya saat bisa ketemu kamu lagi awalnya senang, bahagia seperti Reno.”


Andrew merapikan sedikit rambut Fania yang diterpa angin malam yang sedikit berhembus.


“Aku juga ga tau kenapa. Tapi sejak di lapangan basket, bahkan sebelum aku lihat wajah cantik ini, hati aku sudah berdebar.” Ucap Andrew. “Terlalu rindu mungkin?. Atau memang sejalan waktu care aku tumbuh jadi cinta. I don’t know. ( Aku ga tau ). Susah untuk dijelaskan.”


Fania tersenyum. “Tapi kenapa harus buru – buru nikah?. Kamu ga takut menyesal?.” Tanyanya.


“Maaf ya, tapi aku ga suka terlalu diatur. Sementara yang aku tau, kamu kan ga suka dibantah. Ya atur boleh sih, tapi kalau terlalu diatur aku ga suka. Mama sama Papa aku juga tau.” Ucap Fania.


“Ada selama ini aku atur kamu? Hem?.” Tanya Andrew. “Cara berpakaian kamu, segala hal yang kamu lakukan, apa ada yang aku larang sampai aku kekang?.”


“Ya engga sih. Jangan yah?.” Ucap Fania sambil tersenyum. “Jangan terlalu ngatur ngatur. Karena aku juga ga suka ngatur hidup orang.”


“Aku minta kamu atur aku.” Jawab Ucap Andrew.


“Yah, ada lagi cowok gini minta diatur.” Celetuk Fania sambil terkekeh.


“Ada. Ya aku ini lah. Tapi Cuma kamu yang boleh ngatur – ngatur aku.” Sahut Andrew.


“Dalam hal?.” Tanya Fania.


“Anything ( Segalanya ).” Jawab Andrew tanpa terdengar ada keraguan. ‘Yah kalau nantinya melawan sedikit ga apa apa lah.’ Batinnya.

__ADS_1


Fania terenyuh. “Unik kamu.” Menyandarkan kepalanya dengan kepala Donald kesayangannya. “Kamu ga malu Nald?. Aku sama kamu itu kayak bumi sama langit loh.”


Andrew menampakkan ekspresi yang sedikit tidak suka pada ucapan Fania barusan. “Maksudnya?.”


“Keluarga kita, maksud aku.” Ucap Fania pelan, sedikit ragu. “Jauh berbeda. Aku takut membuat kamu dan Keluarga Smith malu.”


“Okay enough. I don’t wanna talk about it.” ( Oke cukup. Aku ga mau bicara soal itu ). “Semua manusia itu sama. Yang berbeda hanya sifat.”


“Hum. Iya tau. Tapi kan orang – orang di sekeliling kamu pasti yang selevelan sama kamu, sama kak Reno. Aku takut malu – maluin kalian bener deh.” Ucap Fania lagi.


“Yang aku tau, Fania yang aku kenal itu ga takut sama apapun.” Ucap Andrew sambil menggoyangkan dagu Fania.


“Kalo gitu minder. Bukan takut.” Sahut Fania.


“Sama aja. Kamu bukan tingkat kepedean nya diatas rata – rata?.” Goda Andrew. Fania terkekeh. “Ga ada yang lebih pantas selain kamu, untuk aku, untuk keluarga Smith. Seperti halnya Ara untuk Reno.” Menempelkan dahinya dengan dahi Fania. “Kamu tercipta untuk aku. Siapapun yang berani menghina kamu atau keluarga cemara, mereka akan langsung berhadapan dengan aku. Bahkan kamu punya Reno juga yang pasti akan selalu membela kamu, bahkan kalau kamu salah sekalipun.”


Fania tersenyum. “Ma kasih ya. Untuk segalanya sampai hari ini.”


“My pleasure. (Suatu kehormatan).” Andrew memegang dadanya. Bikin gemas Fania yang spontan menangkup wajah Andrew lalu mencium keningnya. “Terima kasih juga buat hati dan cinta kamu. Itu sudah cukup untuk aku.”


Andrew meraih tengkuk Fania dan mencium bibir yang menjadi candunya itu dengan lembut. Terhanyut dalam cinta serta bahagia yang sukar dijelaskan. Bahagia memiliki Fania. Tak sabar hari bahagia untuk menyatukan kisah mereka dalam ikatan yang sah. Seperti doanya setiap waktu saat sudah sangat yakin atas perasaan cintanya pada Fania.


Ya Tuhan, kalau Fania memang Jodohku, maka dekatkanlah ...


Tapi kalau bukan jodohku, maka jodohkanlah ...


Kalau juga bukan jodohku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, selain aku ...


Kalau dia jodoh orang lain, maka putuskanlah ... Jodohkan Fania hanya denganku Ya Tuhan


Jangan sampai engga.


Suatu doa yang penuh pemaksaan dari Andrew pada yang Maha Kuasa.


*

__ADS_1


To be continue..*


__ADS_2