
đMICHELLEđ
đđđđđ
Selamat membaca .....
Italy .....
Sudah beberapa waktu ini Michelle tinggal di Italia. Hasrat berbisnisnya mengikuti para anggota Keluarga Adjieran
Smith yang lainnya.
Namun Michelle tak memiliki hasrat untuk membuka sebuah butik seperti Ara atau ingin membuka kafe seperti
Fania yang masih dalam tahap perencanaan itu, yang pasti tidak mungkin terlaksana dengan support dari keluarganya untuk usaha yang akan dirintis Fania.
Michelle lebih berhasrat untuk membangun sebuah Perusahaan seperti Dad dan dua kakak laki â lakinya. Jadilah
ia belajar dengan giat dan gigih selepas ia menyelesaikan kuliahnya, dan Perusahaan Andrew di Italia inilah yang dipilih Michelle untuk belajar langsung dari Andrew dan juga Jeff yang selalu mendampingi Andrew dalam setiap bisnis yang ia punya, terlepas dari bisnis Jeff sendiri.
âBuongiorno, Signorina Michelle (Selamat pagi, Nona Michelle).â Seorang wanita cantik berwajah latin - inggris menyapa Michelle di ruangannya.
âBuongiorno, Beatrice (Selamat pagi, Beatrice).â
Michelle membalas sapaan Beatrice yang merupakan orang kepercayaan Andrew di Perusahaannya yang berada di Negara Italia ini.
âYou want me to speak Italiano or English? (Anda mau aku berbicara dengan Bahasa Italia atau Inggris?).â Tanya Beatrice setengah menggoda Michelle.
âEnglish, please. My tongue feel so tired if IÂ speak Italiano (Inggris aja, tolong ya. Lidahku terasa pegal kalau aku
berbicara dengan Bahasa Italia).â
âOkay, okay. Just as your wish, Senorita (Oke, oke sesuai perintah anda, Nona muda).â Beatrice terkekeh. âYou just like your brother. He doesnât like to speak Italiano either (Kamu persis seperti kakak kamu yang ga suka menggunakan Bahasa Italia juga).â Ucap Beatrice.
Michelle menaikkan alisnya. âAnd I donât get it why he open a Company here? (Dan aku masih ga paham kenapa dia membuka Perusahaan disini?).â Sahut Michelle dan Beatrice terkekeh lagi.
âWell, donât know what he have been thinking, but he a great Bussinessman ( Yah, entah apa yang ada dalam pikirannya, tapi tetap saja dia seorang Bisnisman yang hebat).â
Michelle manggut â manggut, mengiyakan ucapan Beatrice. âSo, what schedule for today? (Jadi, ada jadwal apa hari ini?).â
Beatrice membuka buku catatan kecilnya.
âAh, you have to meet our new mechanic (Ah, kamu harus bertemu dengan mekanik baru kita). â Ucap Beatrice.
Michelle mengernyitkan dahinya. âWhy should I meet a mechanic? (Kenapa aku harus bertemu dengan seorang mekanik?). Isnât there a division to handle that? (Bukankah seharusnya ada divisi yang menangani itu?).â
âWell, letâs say, heâs not an usual mechanic (Yah, bisa dibilang kalau dia bukan mekanik biasa).â
âPlane mechanic, I know (Mekanik pesawat kan?. Iya aku tahu).â Sahut Michelle malas.
âYes of course. Since this is an Exclusive Plane Company (Ya tentu saja. Karena ini memang Perusahaan Pesawat Eksklusif).â
âHm, so? (Hm, jadi?). I have to interview him? (Apa aku harus mewawancarainya?).â
âSo you have to meet him (Jadi kamu harus menemuinya). And no, you donât need to interview him, because Andrew already accept him to join this company (Dan tidak, kamu tidak perlu mewawancarainya, karena Andrew sudah menerimanya untuk bergabung di Perusahaan ini).â
âThen why itâs so important for me to meet this mechanic. (Lalu kenapa penting untukku untuk bertemu mekanik ini?).â
âNot so important (Ga begitu penting sih). But you have to see his new design for our new product (Tapi kamu harus melihat rancangan terbarunya untuk produk kita yang terbaru juga).â Ucap Beatrice.
âYou said heâs a mechanic, and why a mechanic design a jet plane? (Kamu bilang dia seorang mekanik, dan kenapa seorang mekanik mendesain pesawat jet?).â Sahut Michelle yang sedikit merasa heran.
âAnd I said he not an usual mechanic (Dan tadi aku bilang kalau dia bukan mekanik biasa).â Timpal Beatrice. âAnd because he said that he knows you personally (Dan karena dia bilang kalau dia mengenal
__ADS_1
kamu secara personal).â
******
Wajah Michelle diantara rasa terkejut dan bahagia. Ia ingin sekali tersenyum lebar dan berlari ke pelukan pria yang sudah ada di depannya saat ini. Namun yah, gengsinya masih meraja. Cinta, tapi tak mau mengiba, masih menutup diri, meski rindunya teramat sangat besar pada pria yang sedang tersenyum padanya saat ini. Cinta dalam hatinya
Michelle. Ryan, sang dosen pengganti di kampusnya saat ia masih kuliah dulu.
âCiao, come stai Signorina Michelle? (Halo, apa kabarmu Nona Michelle?).â Pria bernama Ryan, sang dosen tampan pemilik hati Michelle yang ia simpan rapat â rapat tanpa diketahui Ryan.
âWhat a surprise to meet my ex â lecturer? Mister Ryan? (Kejutan sekali bisa bertemu dengan mantan dosenku?. Bapak Ryan?).â Ucap Michelle. âDamned, heâs hotter now (Sialan, dia makin seksi sekarang).â
âSaya pikir saya sedang berada di Italia saat ini?.â Ucap Ryan karena Michelle menjawab sapaannya dengan Bahasa Inggris. Michelle terkekeh.
âDan aku merasa kalau aku sedang berada di Indonesia.â Sahut Michelle lalu mereka berdua sama â sama terkekeh.
âLama ya kita ga ketemu, Chel?.â Ucap Ryan ramah dengan senyumnya.
âYah lumayan.â Sahut Michelle. âLumayan lama aku menahan rindu.â Batin Michelle sambil menampakkan juga senyumnya.
âAku ga sangka bisa bertemu kamu disini.â Ucap Ryan lagi.
âMemang kamu ga tau kalau ini perusahaan kakak aku?.â Sahut Michelle.
âAku tau. Hanya ga menyangka kalau kamu yang in â charge disini.â
âBaru beberapa bulan dan hanya sementara mungkin. Aku hitungannya belajar disini. Memang Kak Andrew ga cerita?.â
âWaktu kami ketemu beberapa bulan lalu saat dikenalkan oleh Mister Luke, kami langsung berbicara soal bisnis dan pekerjaan. Kakak kamu itu ga suka berbasa â basi.â
âYah Kak Andrew memang begitu kalau urusan bisnis sih.â
Ryan manggut â manggut dan keduanya terlibat obrolan nostalgia.
âBaiklah Nona muda Michelle, aku ga mau mengganggu kamu lebih lama. Dan pekerjaan aku juga sedang menunggu. Jadi aku rasa aku permisi dulu. Senang ketemu kamu lagi, Chel.â
âYa?.â
âApa sore ini ada waktu?.â Ucap Michelle setengah ragu.
âHmmm sepertinya ada kalau untuk Bos aku yang cantik sih.â
âBaru sadar aku cantik memang?.â Ucap Michelle. âGaring ih gue.â Batin Michelle bermonolog lagi.
âSudah dari dulu sih.â Sahut Ryan. âSelain judes.â
Michelle terkekeh.
âOkay, jam lima nanti, untuk secangkir kopi?.â
âOkay. Aku tahu tempat yang bagus.â Ucap Ryan.
âSee you at five then (Sampai ketemu jam lima nanti kalau begitu).â
âOke.â
**âPinggirin itu gengsi Chel. Kalo engga lo bakal tersiksa sendiri. Kalo emang lo cinta sama dia, ya lo bilang lah.â
âKan gue bilang apa?, akhirnya lo tersiksa sendiri kan?. Keburu pergi orangnya. Kasih tak sampai.â
Ucapan Fania terngiang di pikiran Michelle. Ia menyesal tak mengikuti saran kakak iparnya itu dulu untuk mengungkapkan perasaannya pada Ryan saat laki â laki seumur dengan Reno itu menjadi dosen pengganti di kelasnya Michelle.
__ADS_1
Hingga akhirnya Michelle menjadi lebih akrab dengan Ryan saat laki â laki itu menjadi dosen pembimbingnya juga. Cinta ada karena sering bersama. Begitu yang Michelle rasa. Namun gengsinya menahan dia untuk mengungkapkan cintanya pada Ryan terlebih dahulu.
â Well, Nona Michelle yang terhormat, saatnya menyampingkan gengsi dan ikuti apa yang Kak Fania bilang.â Ia bergumam sendiri di ruang pribadinya. âI love you Ryan. Kali ini aku akan meraih bahagia aku dengan kamu. â Hati Michelle berbunga â bunga.
***
Michelle sudah berada bersama Ryan di sebuah kedai kopi yang menurut Ryan kopi yang disediakan disini adalah kopi â kopi dengan kualitas terbaik. Berikut suasana roof top yang sedikit terasa romantis.
âKamu sudah lama berada di sini, Ryan?.â
âSekitar tiga bulan.â
âI see (Oh begitu).â
Sejenak mereka saling diam.
âGimana tempat pilihan aku, keren kan?.â
âMasih kerenan kamu.â Batin Michelle sambil menatap Ryan dengan tersenyum. âYa aku suka. Aku belum sempat untuk sering jalan â jalan dan mengunjungi tempat â tempat asik disini. Belum banyak teman juga.â
âWell, saya bersedia menjadi guide ibu Bos kalau mau.â Ucap Ryan. âAku baru benar â benar stay di sini selama tiga bulan. Tapi sudah sering bolak â balik, jadi aku tahu beberapa tempat yang menarik.â Sambungnya. âAku ga keberatan kok menemani Bos cantik.â
Ryan tersenyum pada Michelle yang berada disampingnya. Yang sedang menahan debaran didadanya karena saat menoleh, wajah Ryan sudah berada sangat dekat dengan wajah Michelle saat ini.
âRyan...â Michelle mengumpulkan segenap keberaniannya.
âYa?.â
Cup!. Michelle menangkup wajah Ryan dan langsung mencium bibir pria itu dengan lembut. Menyalurkan cinta dan rindu yang selama ini Michelle simpan pada mantan dosennya itu.
âI love you, Ryan.â
âChel ..â Ryan nampak sangat terkejut mendapat ciuman tiba â tiba dibibirnya dari Michelle. âAku ..â
âAku sudah lama mencintai kamu, Yan. Hanya aku ga punya keberanian untuk mengatakannya sejak dulu.â Michelle keburu menyambar sebelum Ryan meneruskan kata â katanya. âAku menunggu kamu mengatakannya, kalau kamu punya rasa yang sama, tapi kamu malah balik ke Indonesia.â
Michelle masih menangkup wajah Ryan dan menempelkan dahinya pada dahi pria itu.
âAku tahu kamu punya rasa yang sama seperti aku. Tapi kamu ga pernah mengatakannya. Aku ingin memulai hubungan, Yan. Aku rasanya udah ga sanggup menyimpan perasaan aku ke kamu ini lebih lama lagi. I Love you, Ryan.â Michelle ingin mencium Ryan sekali lagi. Berharap keterkejutan Ryan berganti menjadi balasan ciuman yang hangat.
âChel, maaf.â Namun Ryan menghentikannya. Laki â laki itu melepaskan tangan Michelle dari wajahnya dengan perlahan.
âJangan bilang kalau kamu mau menolak aku?.â Michelle menatap Ryan lekat â lekat. âApa yang pernah tertunda dulu, mari kita mulai sekarang. Aku tahu, sejak dulu perhatian kamu ke aku, bentuk sayang dalam hati kamu untuk aku kan?.â Ucap Michelle dengan mata yang penuh pengharapan.
âChel, aku memang sayang sama kamu. Tapi sayang aku hanya sebatas sayang seorang kakak pada adiknya. Ga lebih. Dan aku sudah menikah sekarang. Maaf, Chel ....â
***
To be continue ..
Noted (Mohon dibaca bae â bae ya reader othor yang blaem â blaem).
Sekali lagi kalo ada pertanyaan tentang kelanjutan kisahnya John vs si Priwitan sama kisahnya Babang Jeff, termasuk kisah cintanya Michelle nanti, cerita mereka akan muncul di sekuelnya BSS. Jadi harap bersabar yah. Sedang ditulis dan mudah â mudahan saat BSS ini selesai, Sekuelnya akan langsung di tayangkan. ( Ca elah ).
Mungkin pada tanya, Thor ceritanya kenapa lompat â lompat?. Balik lagi baca ke paragraf diatas, dan othor yang kurang Soleha ini juga udah pernah kasih noted di episode sebelumnya yah. Kelanjutannya semua kisah akan hadir di sekuelnya BSS.
Jadi sekali lagi mohon bersabar, meski othor tau reader pasti kaga sabar. Wkwkwkwk. Jadi nikmatin aja yah my
bebi bala â bala semua. Othor mau ngurutin dulu sepenggal kisah â kisahnya para peran pendamping di BSS.
Cukup jelas yah?.
Selamat membaca yawgh.
__ADS_1
Loph Loph
Emaknya Queen