
Selamat membaca ...
Andrew sudah berada di kamarnya. Memastikan Fania nya sudah benar – benar terlelap. Lalu ia mengambil ponsel Fania tanpa izin yang empunya. Kelamaan kalo nunggu si Kajol bangun untuk mem – follback akun IG nya Andrew.
Sebersit senyum tersungging di bibirnya setelah melakukan sesuatu di akun IG nya Fania. Lalu meletakkan kembali ponsel Fania ditempat dimana dia mengambilnya tadi, kemudian beringsut tidur disamping Fania sambil memeluknya. “Nitey Nite My Heart. My Lovely Fania.” (Selamat tidur hatiku, sayangku. Fania kesayangan). Dan Andrew pun ikut terlelap karena merasa puas dengan apa yang barusan ia lakukan di ponselnya dan ponsel Fania.
*****
Sungai Thames dan Southbank menjadi salah satu destinasi Jalan – jalan bagian keduanya Fania dan rombongan.
Fania menyusuri Sungai Thames dengan kapal yang disewa khusus oleh dua abang – abang ketemu gedenya. Melihat dan menikmati beberapa pemandangan indah beberapa ikon megah di kota London.
Puas berkeliling dengan kapal, mereka semua berjalan – jalan di Southbank yang berada disisi Sungai Thames. Karena Fania ingin menikmati rasanya berjalan diatas tumpukan salju, menikmati pemandangan kota London yang Indah yang sedikit beku karena masih musim dingin meski salju tak lagi turun dengan intens.
“Wanna make a Snowman?.” (Mau membuat manusia salju?). Andrew menawarkan pada Fania.
“Engga ah.” Sahut Fania. “Snowman pribadi aku udah ada nih.” Ucap Fania sambil menangkup wajah Andrew dan mempertemukan hidung mancung namun mungilnya dengan hidung mancung laki – laki itu sambil tersenyum. “I Love You. My Andrew. My Snowman. My One and Only Donald.” (Aku cinta kamu. Andrew – ku, Manusia salju – ku, Donald aku satu – satunya).
Haduuuh. Mode bucin Andrew seketika aktif. Meleleh hati abang Andrew gara – gara Fania.
Wajah laki – laki plontos itu seketika merona. Tak bisa mengerem senyuman di wajah tegas nan tampan miliknya. Hatinya serasa terbang di bawa para kupu – kupu asmara.
“Ih, merah mukanya.” Ledek Fania tapi dia bahagia melihat wajah Andrew saat ini. “Seneng ya aku gombalin.”
“Sering – sering ya.” Sahut Andrew tanpa menghentikan senyumnya. “I Love you more. Sweety. My Fania. My Heart.” (Aku lebih mencintaimu, sayang. Fania ku, Hatiku).
Author rasa jadi obat nyamuk kalo pas ada disitu kayaknya.😄
Lanjut perjalanan Fania dan rombongan ke Westminster Bridge yang menjadi sangat cantik kala musim dingin tiba. Tentunya Fania juga tak melewatkan untuk melihat Big Ben dari dekat. Dan pastinya mampir ke tempat yang Fania sangat ingin lihat secara langsung, yakni Istana Buckingham. Cuma ya hanya sekedar lihat dari luar saja. Ga kesampean salim sama Ratu Elizabeth. Karena Istana Milik ratu Inggris itu hanya dibuka saat musim panas saja.
Namun Fania tetap bisa mengunjungi The Royal Mews tempat kendaraannya sang ratu serta mampir di The Queen’s Gallery, tempat segala pernak pernik Ratu. Yang memang kedua tempat itu dibuka sepanjang tahun.
****
Fania tertidur dengan kepala diatas paha Andrew di dalam mobil yang ia dan Andrew tumpangi untuk menuju ke Frognal Way, daerah tempat tinggal pribadi Reno dan Ara. Lelah banget si Kajol kayaknya.
Reno dan Ara berada di mobil yang berbeda. Sementara Jeff dan Michelle juga berada di mobil yang berbeda namun mereka berdua langsung kembali ke kediaman Smith, tidak ikut serta ke rumah Reno dan Ara.
__ADS_1
Suara Andrew membangunkan Fania dari tidurnya.
“Eng .. udah sampe?.” Fania coba mengumpulkan nyawanya. Menyadari dirinya yang sepertinya tertidur lama dan menjadikan paha Andrew sebagai bantalan sedikit membuatnya merasa tidak enak pada sang kekasih hati.
“Udah. Yuk turun. Tuh Kakak Reno udah nungguin.” Sahut Andrew sambil menunjuk Reno yang sedang berdiri bersama Ara menunggu Fana dan Andrew turun dari mobil.
“Mm, maaf Ya Nald. Pegel pasti ya kaki kamu?.” Tanya Fania.
Andrew tersenyum. “Not a big deal, Sweetheart. (ga masalah, Sayang). Yuk.” Mereka akhirnya turun dari mobil. Fania mengedarkan pandangan saat sudah berdiri di depan pintu masuk rumah Reno. Halaman yang luas meski tidak seluas Kediaman keluarga Smith.
Namun lantai marmer yang berkilau serta beberapa mobil yang nampaknya mewah terjajar rapih di halaman atasnya tertutup kanopi sebagian. Rumah pribadi Reno dan Ara bernuansa mewah nan Modern. Keren. Emezing dan entah apa lagi sebutannya.
“Ckckckck.... Ini rumah Kak Reno sama Kak Ara?.” Fania berdecak kagum.
“Rumah kamu juga Fania.” Ucap Ara lalu merangkul Fania dan membawa gadis itu masuk rumah yang pintunya sudah dibuka lebar oleh Pelayan.
“Yuk gue sama Ara anter ke kamar lo.” Ajak Reno sambil melirik Andrew.
“Kamar Fania sama gue.” Andrew langsung meralat, membuat Reno malas menanggapi.
“Kamar gue?. Kamar tamu?.” Sahut Fania.
Fania terperangah melihat kamar yang Reno dan Ara bilang mereka persiapkan untuknya.
“Masih warna kesukaan lo kan?.” Tanya Reno saat mereka sudah berada didalam kamar bernuansa biru muda. Warna kesukaannya Fania.
Fania menoleh dan tersenyum pada kakak gantengnya. Tanpa ragu memeluk Reno. Terharu sampe warna kesukaannya aja, si kakak ganteng masih inget. “Makasih Kak.” Fania juga memeluk Ara.
“Tuh peluk juga yang dibelakang. Nanti dia iri.” Reno melirik sinis pada Andrew. Fania dan Ara terkekeh. Sementara Andrew balik melirik sinis pada Reno.
****
Fania dan Andrew sudah menempati kamar yang memang di peruntukkan untuk Fania yang akan tinggal lama di London, di rumah Reno dan Ara.
Seperti biasa dua insan yang sedang di mabuk cinta itu tidur sekamar, meski sekuat tenaga untuk tidak melewati batasan maksimal karena Syaiton.
“Eh iya.” Fania mengeluarkan ponselnya dari dalam tas lalu duduk disamping Andrew yang sudah terlebih dulu duduk di sofa dalam kamar baru Fania di rumah Reno yang terlihat sedang sibuk mengecek email di ponselnya.
__ADS_1
Andrew melirik ponsel Fania, saat gadis itu bersandar padanya.
Tak lama Fania bangkit saat melihat laman beranda di IG lalu menoleh pada Andrew, yang pura pura oon itu.
“Halah katanya ga punya IG.” Decih Fania setelah melihat belasan tag dari Andrew dalam foto yang isinya foto mereka berdua. Catet foto Andrew sama Fania aja. Dan tentunya dengan caption yang menunjukkan keposesifan dan kebucinan si Donald gara – gara foto nakal Fania. ME AND MY FUTURE WIFE (AKU DAN CALON ISTRI). Dengan Emoji Love dan Cium dibelakangnya.
“Aku kapan follback kamu ya?.” Gumam Fania yang bingung karena ga merasa liat notif followers baru sebelumnya.
“Masih muda sudah pikun.” Celetuk Andrew sambil menahan kedutan di sudut bibirnya. Puas dia mengumumkan kalau Fania, pemilik Akun Kajolita Esperansah De La Costa itu adalah miliknya. Karena yang Andrew posting adalah foto – foto mereka berdua yang memang terlihat mesra.
“Emang aku perasaan ga pernah follback kamu. Tau – tau udah terkonfirmasi aja ini akun kamu.” Jelas Fania.
“Terus menyesal gitu?. Kesal aku tag kamu di foto kita berdua yang aku posting?.” Ucap Andrew.
“Ish sensi amat.” Sahut Fania.
“Kamu ga posting foto kita. Mana? Ga ada kan?. Cuma yang rame – rame aja yang kamu posting.” Andrew melirik sinis pada Fania.
“Iya ini baru aku mau posting Donald sayang. Takut amat ga aku akuin sih?.” Goda Fania. “Nih aku pajang nih.”
“Foto Profil sekalian ganti sama foto kita berdua.” Ucap Andrew yang sudah memfokuskan diri memperhatikan Fania di lama IG miliknya.
‘Astaga, Donald. Donald. Dasar.’ Batin Fania. Tapi ia bahagia. Segitunya si Donald pengen diakuin sama Fania. Bahagianya lagi kalau Andrew juga sudah mengganti foto profilnya dengan fotonya berdua Fania.
“Sekalian nama akun kamu ganti itu jadi Fania Andrew Smith. Sini aku yang ganti.” Andrew merampas ponsel Fania.
“Hahahaha.” Fania tergelak sambil memeluk Andrew yang mengotak atik IG nya si Fania. Gadis itu tak keberatan, karena udah cinta juga ama si Donald. Serah dah itu Donald Bebek mau apain itu akun IG nya Fania. Asal si Donald bahagia, asal jangan dihapus aja. “Ngegemesin banget pacar aku nih kalo lagi bucin nya kumat.”
“Calon suami.” Sahut Andrew dan Fania kembali tergelak. Dan mereka larut dalam keromantisan dengan candaan, hingga ponsel Andrew berdering.
“Hp kamu bunyi tuh. Ada yang telpon kayaknya.” Ucap Fania. Lalu Andrew meraih ponsel yang ia letakkan di meja sebelum sibuk dengan ponsel Fania.
Nama si pemanggil membuat Fania dan Andrew seketika terdiam. Fania bisa melihat siapa yang menelpon karna posisinya yang sedang dirangkul Andrew saat laki – laki itu meraih dan melihat siapa yang menelponnya.
Cindy.
***
__ADS_1
To be continue ...