BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 66


__ADS_3

Selamat membaca .....


“Wow sexy lady!.” Ucap Jeff dengan muka sumringah. Membuat Andrew menoleh padanya.


“Jangan mulai Jeff.” Sahut Andrew yang malas menanggapi sahabat sekaligus asistennya itu.


“Serius! Tuh cewek seksi sendirian. Bersih, cakep pasti. Bodynya aje pas itu dalam genggaman. Haha ....”. Ucap Jeff sambil menggerakkan dagunya ke arah matanya memandang dan Andrew akhirnya mengikuti arah pandangan Jeff.


Sorang cewek berpakaian casual sporty dengan topi, kaos tanpa lengan, skinny denim berwarna hitam dan sepatu kets berwarna putih ber centang hitam, terlihat di dalam lapangan basket tersebut.


Seperti sedang memanggil seseorang kemudian sibuk mendribble bola dengan amatir. Mata Jeff kalo soal cewek emang plus bukan minus. Karena saat cewek tersebut berdiri menyamping, terlihat bodynya yang mantul. Kaos ketat tanpa lengan itu sukses mencetak dua bongkahan yang nampak kokoh walau dari samping.


Perut yang terlihat rata karna kaos ketat yang dipakai gadis itu tidak menyembul, serta bulatan yang sempurna dibagian belakang.


“Sambil nunggu lah Ndrew. Lumayan itu.” Ucap Jeff yang matanya masih sibuk memperhatikan cewek di dalam lapangan basket tersebut.


“I’m here to meet Fania (Gue kesini buat ketemu Fania). Bukan nemenin lo godain cewek.” Ucap Andrew tanpa


memalingkan tatapannya dari lapangan. ‘Inget Fania yang ga pernah bisa masukin bola ke ring.’. Batin Andrew berkata. Lalu seberkas senyuman tipis tampak di wajah Andrew.


“Ayolah. Si Fania kan udah kebayang bentuknya yang tomboi itu. “ Ucap Jeff pada Andrew karna setau dia dari foto Fania yang pernah dia liat, gadis itu ga ada seksi-seksinya. Cakep juga engga kayaknya menurut Jeff mah.


Andrew hanya menggeleng, kemudian melihat ke arah belakang dimana John terlihat selesai menelpon.


“Lama banget telponan lo.” Celetuk Jeff pada John yang sudah berada dekat mereka setelah tadi sedikit agak jauh karna langkah John sangat santai saat bertelpon ria.


“Sorry tadi fans gue telpon.” Sahut John.


“Where are they, John? (Mereka dimana, John ?).” Tanya Andrew.


“Udah deket katanya sih tadi sebelom Fans gue telpon barusan. Trus R WA kalo suruh ketemu di lapangan basket aja.” Jawab John.


“Nah kan emang suruh deketin itu cewek, Ndrew.” Sahut Jeff.


“Cewek apaan?.” Tanya John pada Jeff.


“Tuh yang di dalem lapangan.” Jawab Jeff sambil menunjuk ke arah yang dia maksud.

__ADS_1


Sementara Andrew masih memperhatikan cewek tersebut.


“Hottie, right Andrew?. (Seksi kan Andrew?).” Jeff melirik ke arah Andrew yang berpikir kalau Andrew juga naksir


itu cewek sama sepertinya. Padahal Andrew hanya sekedar memperhatikan saja dan sedang mengingat saat dia, Reno dan juga Fania sedang main di lapangan tersebut.


“I think I’ve ever seen that girl before.(Kayaknya gue pernah liat itu cewek sebelumnya.” Ucap Andrew.


John akhirnya melirik ke arah lapangan untuk melihat cewek yang jadi kecengan nya Jeff. Kebetulan si cewek yang lagi jadi bahan kecengan itu seperti sedang bicara pada seseorang kemudian bergoyang sendiri sambil tertawa.


‘Ngapain coba itu dia?.’ Batin John.


“Aish, dia segala goyang begitu. Bikin ngilu.” Ucap Jeff sambil menggigit bibir bawahnya pertanda si omes didalam kepalanya sedang bekerja. “Gemes pengen peluk.” Ucap Jeff lagi dengan ekspresi yang tampak konyol buat John. Andrew juga sebel liatnya.


“Susah kalo otak mesum.” Celetuk John.


“Ciptaan Tuhan yang Indah jangan di sia – sia kan, Bro.” Sahut Jeff. “Yuk deh ah kenalan dulu tuh sama si Hottie, sambil nunggu Reno bawa si tomboi.”


“Ah udah kenal ama dia sih.” Ucap John. Membuat Andrew dan Jeff langsung menatapnya.


“Fast move, John. (Gercep lo John).” Ucap Andrew.


“Otak lo berdua.” Gerutu John sambil geleng – geleng kepala. “Bosen udah gue sama dia.”


“What? Dia bekas lo John?!.” Ucap Jeff yang asal jeblak itu.


“Watch the way you talk Jeff. Respect ladies. (Jaga omongan lo Jeff. Hormatin cewe lah).” Ucap Andrew yang ga suka kalau ada orang yang sembarangan atau merendahkan sama yang namanya wanita.


“Ya, ya. Sorry Bro, my mistake.(Iya sorry Bro, salah gue).” Ucap Jeff lagi yang suka lupa ga boleh merendahkan cewek depan Andrew yang sangat menghargai yang namanya wanita, ya kalau si wanita juga patut dihargai. John terkekeh puas melihat Jeff kena tegor si Andrew.


“Nih ya, tuh!.” Ucap John sambil menunjuk ke arah lapangan. “Cewek itu tuh, one in a million. Masih Orisinil. SEALED.” John berkata dengan penekanan.


“Ara you sure ? (Yakin lo?).” Cibir Jeff.


“Yakin. Thousand percent (Seribu persen )yakin. Gue jamin kalo dia tuh cewek baik – baik meski kadang gokil. Tanya Reno ntar. Yuk ah”. Ucap John meyakinkan sambil mengajak dua orang itu menyebrangi jalanan.


“ R knows her? (R kenal sama dia?).” Tanya Andrew.

__ADS_1


“Gila, Bos sama asisten kompak cari info kalo urusan cewek cakep.”. Ucap Jeff asal.


“Sembarangan lo. Gue sama Reno nih tipe laki-laki setia. Bukan pecinta wanita macam lo.” Sahut John atas ucapan Jeff.


“Dia tinggal di daerah sini juga?.” Tanya Andrew penasaran karna tadi ucapan John menyiratkan kalau Reno kenal juga.


Bisa jadi itu cewek yang jadi bahan perbincangan mereka tinggal disini juga. Begitu pikir Andrew.


“By the way John (Ngomong - ngomong, John), call R again. Pengen segera ketemu sama si Demi Moore KW.” Ucap Andrew menyuruh John untuk memastikan lagi.


“Udah sampe mereka dari tadi.” Sahut John.


“Mana? Katanya tunggu di lapangan. Penasaran gue ama si tomboi lu Ndrew.” Ucap Jeff sambil celingukan.


“Ya sama.” Sahut Andrew. “Dimana mereka John?.”


“Nah itu yang dari tadi lo berdua pelototin siapa emang?!. Ya itu si Fania.” Ucap John yang membuat Andrew benar – benar kaget. Shock mungkin.


Andrew melihat pada John dengan wajah yang menyiratkan keterkejutan yang amat sangat. Apa mungkin si Fania yang dulu ga ada manis – manisnya itu adalah si cewek seksi yang tadi joget – joget ga jelas tapi bikin geregetan?.


“Are you serious, John?! (Serius Lo John?!).” Tanya Andrew yang masih tak percaya kalo cewek bertubuh ramping yang terlihat seksi dari sebrang meski memakai outfit sporty casual.


“What?! Dia?! Si sexy itu? Si Fania?! Ah gila!.” Jeff juga sama kagetnya dengan Andrew.


“Ga percaya amat. Ayolah. Tuh liat abang Reno lagi nyamperin adeknya.” Ucap John mengajak Andrew untuk berjalan mendekati Reno yang terlihat sedang terlibat obrolan dengan Fania.


Reno melihat ketiga orang itu sekilas, tapi dia tetap mendengarkan Fania yang sedang bercerita padanya.


Fania tidak menyadari kedatangan tiga orang Pria ganteng tersebut karena asik nyerocos aja menghadap kakak gantengnya.


John menarik Jeff mengisyaratkan untuk memberi ruang pada Andrew, Reno dan Fania. Jeff pun sepertinya paham meski dia sebenarnya masih penasaran soal si seksi incarannya adalah Fania nya Reno dan Andrew yang tomboi itu.


Karna kenyataan soal sosok Fania benar – benar di luar ekspektasi seorang Jeff yang mengira Fania ga bakal jauh – jauh tampilannya dari foto yang pernah dia liat. Tapi ternyata itu Fania yang sekarang udahlah cakep, seksi pula.


Andrew sudah mendekati Reno dan Fania yang terus asik nyerocos pada Reno. Ia melangkah pelan seperti ingin memberi kejutan. Tapi yang sebenarnya dia ragu atau gugup lebih tepatnya, untuk bertemu dengan Fania lagi setelah sekian lama.


Apalagi si tomboi udah ga keliatan sisa – sisa ketomboiannya kalau di lihat sekilas. Udah modis, keliatan juga kalau terawat. Seksi malah. Cuma Andrew belom jelas aja liat mukanya Fania. Baru suaranya yang sebelumnya pernah dia dengar waktu Fania telpon Ara di London.

__ADS_1


*


To be continue ....*


__ADS_2