BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 33


__ADS_3

♦ NAGA GESREK ♦






Selamat membaca..


“Kami hampir sampai.” Ucap Reno yang juga sudah mengokang senjatanya.


‘Hamba menunggu perintah.’ Ucap Dewa pada Reno.


“Damned,  I think Edric place is way bigger than our’s. ( Sialan, rumah si Edric nih jauh lebih besar daripada rumah kita ).” Andrew mengumpat dan mengeluh.


“This is Castle ( Ini kastil lah ) Donald Bebek.” Sahut Reno. "Lo ga bisa bedain rumah sama kastil?."


Andrew hanya berdecak.


“Behind that gate, Wa?. (Dibelakang gerbang itu, Wa?).” Tanya John dalam alat komunikasinya.


‘Bukan, halaman belakang. Mereka lagi have fun with those sexy chicks.’ Sahut Dewa. ‘Damned, they’re hot, Dude!. (Sumpah, mereka seksi – seksi abis!).’


“Ada yang belum ke pegang Wa?.” Jeff terkekeh di alat komunikasinya.


‘Sayangnya engga.’ Dewa ikut terkekeh.


“How many people behind that gate?. (Ada berapa orang di balik gerbang?).”


‘Tunggu.’ Sahut Dewa pada Andrew. ‘Start counting Syl. (Mulai berhitung Syl).’ Dewa terdengar memerintahkan sesuatu dengan orang lain. ‘Satu, dua ....’ Dewa terdengar menghitung bersamaan dengan suara beberapa klik – an yang nampaknya adalah suara tembakan yang memakai peredam. ‘Sekarang udah ga ada.’


“We’re in?. (Masuk sekarang?).” Reno melirik Andrew yang langsung mengangguk.


Reno dan Andrew beserta dua J bergerak masuk dengan perlahan ke dalam suatu paviliun dengan sebuah menara yang tidak terlalu tinggi di bagian selatan kediaman pria bernama Edric itu.


“Gue serasa mau menculik rapunzel.” Celetuk John yang sudah berjalan mengendik bersama tiga laki – laki yang bersamanya, nampak membentuk formasi otomatis, paham situasi.


Mereka yang mendengar ucapan John terkekeh pelan.


‘Kami sedang mendekat ke kalian.’ Ucap Dewa dalam alat komunikasinya.


“Pastikan lo tetap hidup saat keluar dari sini Donald Bebek.” Ucap Reno setengah berbisik. “Jangan sampai si Kajol jadi janda, dan ponakan gue yang cantik jelita itu jadi yatim.”


‘Hahahaha.’ Dewa terdengar tergelak.


“Dan setelah tiga bulan masa berkabung nya selesai gue akan nikahin dia sama si Dewa.” Ucap Reno lagi.


‘Oke gue ganti target kalo gitu, Ndrew. Gue tembak lo dulu baru bajingan itu.’ Ucap Dewa dengan suara seperti sambil berjalan cepat sembari terkekeh.


“I will drag you to hell with me, Dewa Finn. For sure! ( Gue akan seret lo ke neraka bareng gue, Dewa Finn. Gue pastikan itu! ).” Sahut Andrew.


‘Hahahaha.’ Dewa tergelak lagi. ‘Sepertinya mereka udah sadar, kalau komunikasi dengan orang mereka didepan sudah terputus.’ Ucap Dewa kini dengan nada yang serius. ‘Me and the boys already on position (Gue sama anak – anak udah di posisi).’


Andrew, Reno dan dua J saling memberi isyarat dengan kepala mereka dan langsung siaga dengan senjata mereka masing - masing.


“Let’s get the party started. (Mari kita mulai pestanya).”


DOR! DOR!


Andrew, Reno dan dua J menarik cepat pelatuk dari senjata ditangan mereka saat Andrew membuka pintu kayu besar yang terbentang di depan mereka, dan menembakkan beberapa peluru pada orang yang seperti penjaga dan orang – orang bayaran sudah sigap dengan senjata ditangan mereka.


Penjagaan kedua sudah berhasil dilumpuhkan oleh mereka berempat. Disusul beberapa orang yang bersama Dewa yang kini mengamankan orang – orang yang berhasil ditembak namun tak sampai mati oleh ‘F se’ versi London itu.


Suasana dalam paviliun itu terdengar mulai ricuh oleh suara teriakan para wanita yang panik, dan dipastikan kalau mereka adalah wanita penghibur. Mereka dibiarkan berhambur keluar dari area kolam renang yang sudah dimasuki oleh Andrew, Reno dan dua J.


“Damned, they’re really hot!. (Wow, mereka emang seksi abis!).” celetuk Jeff cengengesan saat melihat para wanita yang berhambur itu hanya memakai pakaian yang menutupi bagian penting dari mereka saja, bahkan tidak sepenuhnya. “Sayang, udah dipake semua sama mereka.”


“Eldron Chandler!.” Andrew menarik sudut bibirnya. Menyeringai , menatap tajam pada pria yang ia cari itu. Yang sedang berdiri gugup disebrang kolam renang yang terbentang di paviliun tersebut.

__ADS_1


Ada banyak orang yang memegang senjata disekelilingnya namun tak berani bergerak, karena ada banyak garis merah dari senjata otomatis yang tertuju ke tubuh dan kepala mereka. Sebagian nampak sudah ambruk ke lantai.


“You know I’m looking for you right?. (Lo tau kalau gue mencari lo, kan?).” Ucap Andrew sambil masih memegang senjatanya mengarah lurus pada pria yang bernama Eldron tersebut dari tempatnya berdiri sekarang.


“Do you guys realized, who are you mess with?!. (Apa kalian sadar, kalian berurusan dengan siapa?!).” Pria bernama Eldron itu bersuara, nampak gugup namun masih tetap memandang dengan pongah menantang Andrew dan Reno.


Reno ikut menyeringai seperti Andrew pada Eldron. “Why? Because you’re a Viscount?. (Kenapa? Karena kau seorang Viscount?). Or because you think You have a back up from a bug names Pedro Gonzales?. (Atau karena lo


pikir lo dapat dukungan dari serangga bernama Pedro Gonzales?).”


“Look, I can give a very big compensation for what was happened to Andrew’s wife. Just don’t make this thing become so difficult. (Begini, gue bisa kasih kompensasi yang amat sangat besar untuk apa yang telah terjadi pada


istrinya Andrew. Ga usah membuat ini sulit).” Eldron coba bernegosiasi.


“You and you .... (Kau dan kel ...).”


 🎹Don't cry, snowman, not in front of me,  Who'll catch your tears if you can't catch me, darling,  If you can't catch me, darling🎹...


Semua mata menoleh kearah suara dering ringtone ponsel, yang terdengar dari balik saku Andrew.


“Wait. It’s Fania’s calling. (Tunggu ini Fania telfon).” Ucap Andrew yakin , karena memang dering lagu itu khusus untuk nomor Fania.


“Seriously, Andrew? You’re not turn your cell phone off in this time?. (Seriusan lo Ndrew?. Ponsel lo ga matiin lagi begini?).” Reno memandang tak percaya pada Andrew yang memasang wajah santai.


“Kalau gue matikan ponsel gue, nanti dia khawatir.” Ucap Andrew sambil menyentuh tombol di earphone bluetooth yang terpasang di telinganya. “Ya, Heart? Kamu sudah bangun?.”


‘Apa – apaan?!....’ Kira – kira batin orang – orang yang sudah dalam formasi perang, tapi Andrew malah sempet – sempet nya menerima panggilan dari istrinya.


‘........’


“Aku di rumah, Heart. Iya istirahat sebentar, ga apa – apa ya?.”


DOR! DOR! ...


‘Shit!. (Sial!).’ Andrew mengumpat dalam hatinya saat suara tembakan terlepas dan langsung berusaha berlindung. Sepertinya pria bernama Eldron itu berhasil memanfaatkan situasi dengan menarik salah seorang didekatnya untuk ia jadikan tameng hingga mulailah baku tembak dengan suara tembakan yang terdengar bising.


 ‘........’


‘........’


 “Aku nyalakan Sound bar (Pengeras Suara). Jadi kencang suaranya.”


‘........’


“Iya sengaja biar lebih seru, Jadi seolah sedang adu tembak beneran.”


‘........’


“Aku sama R, dua J dan Dewa.” Ucap Andrew lagi sambil melepaskan tembakan sembari mengejar Eldron yang lari melalui pintu lain paviliun bersama beberapa orang lainnya. “R, say something! (R, ngomong sesuatu!).”


“Hey Little F, nanti telfon lagi bisa ga? Gue lagi Battle (Tanding) sama Andrew, tanggung!.”


‘........’


“Iya biar seperti seolah -olah kalau aku sama R lagi lari mengejar penjahat.” Andrew menanggapi ucapan Fania padanya.


DOR! DOR! ...


“Wa! Eldron bagian gue!.” Andrew spontan berteriak saat beberapa tembakan lepas dari Eldron dan orang – orangnya ke arah Reno dan Andrew, sementara dua J juga ada dibelakang mereka. “Eh, maaf Heart. Jadi teriak


kekamu. Terlalu seru.” Sadar keceplosan.


‘Sorry licin tangan gue.’ Ucap Dewa di sambungan komunikasi lain ditelinga Andrew yang satunya. Dan pada kenyataannya Dewa gemas ingin menghajar juga orang yang sudah membuat Fania celaka.


“Oh, itu nama musuh di PUBG, Eldron namanya.” Kembali pada suami yang sangat mencintai istrinya.


‘........’


“Iya sebentar lagi selesai, nanti aku langsung temui kamu di sana ya?.”


‘........’

__ADS_1


“Love you more, my Love. my Heart.” Andrew mematikan sambungan telpon Fania, dengan mencoba menarik nafas karena tadi menahan agar Fania tak mendengar deru nafasnya yang tersengal akibat berlari.


“Dasar Naga Gesrek!.” Celetuk John. ‘Sempet – sempet nya dia telfonan sama si Kajol.’


DOR! DOR! ...


Andrew melepaskan tembakan dua kali ke arah kaki Eldron dari jaraknya sekarang. Tepat! Pria itu langsung ambruk dan terjungkal, termasuk beberapa orang yang bersamanya sudah terlebih dulu dilumpuhkan oleh Reno dan dua J, serta Dewa dan orang – orang yang bersamanya, yang kini sudah keluar dari persembunyian mereka.


***


“Damned! You make me tired for running!. (Sialan! Lo membuat gue cape- cape lari!).” Ucap Andrew dengan nafasnya yang tersengal.


“We can.. talk nicely, okay?... (Kita bisa.... bicara baik – baik, oke?..).” Eldron nampak menahan sakit akibat tembakan dikaki dan tangannya.


Dug!.


Reno menendang wajah Eldron.


“Arrrrgggh!!!!.” Pria itu berteriak kesakitan kala Andrew menginjak luka tembakan di salah satu kakinya.


“Talk nicely, you said?!. (Bicara baik – baik lo bilang?!).” Andrew mencekal leher Eldron, tak perduli jika pria itu akan kehilangan banyak darah. “After all of this?! Cih! (Setelah semua ini?! Cih!).” Andrew menghardik dan meludah padanya. ""You totally pissing me off!. (Lo benar - benar bikin gue kesal!)."


“I-I’m ... sor-ry.... (A-aku .. minta-maaf.....).”


Andrew memberikan seringai yang nampak memiliki arti yang menyeramkan pada Eldron. “You think sorry is enough, R?. (Menurut lo apa kata maaf itu cukup, R?).”


Reno terkekeh sinis sambil memandang tajam pada Eldron.


“Not even close!. (Engga sama sekali!).”


“Please .. don’t kill me.. (Tolong..... jangan bunuh aku .....).” Eldron memohon dengan wajahnya yang makin nampak kalau ia sedang sangat kesakitan akibat beberapa timah panas yang menembus kaki dan tangannya.


“Don’t worry we won’t kill you. (Jangan khawatir, kami tidak akan membunuhmu).” Ucap Andrew masih dengan seringainya.


“We’re just planning to torture you. (Kami hanya berencana untuk menyiksamu).” Timpal Reno sambil mencondongkan sedikit kepalanya pada Eldron dengan tersenyum. Senyuman yang tidak mengartikan keramahan.


“Sampai lo sendiri yang memohon untuk mengakhiri hidup lo.” Gumam Andrew sambil menghempaskan kasar tubuh Eldron yang hampir tak berdaya. “Take him! (Bawa dia!). Bring him to my very cozy place for a cockroach (Bawa dia ke tempat gue yang paling nyaman untuk seekor kecoa).”


Andrew dan Reno membiarkan orang – orangnya menyeret Eldron ke tempat yang dia maksud. Dan membereskan kekacauan di tempat itu.


“Sepertinya kita harus ganti baju sebelum ke rumah sakit.” Celetuk Reno sambil menepuk nepuk kemejanya.


“I couldn’t agree more, R. (Gue setuju banget, R).” Sahut Andrew. “Parfum bodyguard sialan itu membuat kemeja gue bau!. Nanti Fania gue tersayang, bisa komplain gara – gara harum badan gue berubah!.” Masih mempermasalahkan wangi parfum si bodyguard.


‘Whatever!. (Bodo amat!).’ Batin Reno, dua J serta Dewa yang kini berjalan kembali ke arah paviliun yang tembus ke kediaman milik Edric Chandler tersebut.


****


“You guys remember we have to be in one voice if Fania asking. We were from home, have a little rest and played PUBG!. (Lo semua inget kita harus satu suara kalau Fania tanya. Kita dari rumah, istirahat sebentar dan main PUBG!).”


Andrew mengingatkan kembali pada empat orang yang bersamanya saat mereka sudah bersih – bersih dan berganti pakaian dan kini sedang mengarah ke rumah sakit untuk menyambangi Fania.


“Lo atur aja Donald Bebek!.” Celetuk John.


“Kita harus kompak! Jangan sampai Fania curiga dan khawatir!.”


“Iya Andrewww lo udah belasan kali bilang, kita semua paham!.” Ucap Reno memandang kesal pada Andrew.


“Good then. (Bagus kalau begitu).” Sahut Andrew dengan santainya.


‘Si Fania mati suri aja udah geser otaknya si Andrew. Gimana beneran si Kajol ga ada?. Gila total bisa – bisa dia.’


‘Sempet – sempet nya dia terima telfon si Kajol dan bilang lagi main PUBG saat lagi di tembakin beneran. Botak sakit!.’


‘Black Drake apaan?. Drake Gesrek!.’ Batin mereka selain Andrew.


*


To be continue...*


Ritual Jempol Jangan Lupa iye.

__ADS_1


Maacih


__ADS_2