
Selamat membaca...
Semua orang di Keluarga Smith termasuk para pekerja villa sudah bisa bernafas lega karena Andrew dan Fania sudah ketemu dan tanpa kekurangan suatu apapun. Pada akhirnya pun bisa duduk bersama lagi untuk makan malam yang tertunda.
“Kalian berdua ini bener – bener hampir membuat orang kena serangan jantung!.” Ucap Reno sambil memandangi dua biang kerok yang memasang mode woles. Lakinya yang paling woles sih, kalo Fania masih punya rasa bersalah akibat membuat orang – orang panik dan khawatir soal mereka yang tiba – tiba ngilang.
“Iya maaf.” Ucap Fania.
“Kami kan sudah minta maaf, ya sudahlah.”
Andrew berkata dengan santainya.
“Jadi sebenarnya kalian kemana sampai selama itu?.” Tanya Ara.
Fania pun menjelaskan sambil mereka mulai makan. “Waktu Fania sama Andrew lagi diving di belakang pulau yang disana tuh, ga lama temennya Andrew dateng. Ngajak kita ikut naik ke yacht nya, keliling – keliling, trus diajak mampir ke villanya juga, abis itu bla bla bla ....”
Semua orang mendengarkan dengan seksama, kecuali dua J dan Dewa yang rasanya masih kesal sama pasangan ngeselin itu.
“Kenapa ga telpon?. Kasih kabar apa kek.” Ucap Reno.
“Itu...” Fania sedikit ragu untuk bicara.
“Ita itu. Cerita yang bener!.” Ucap John sebal.
“Xavier have a party in his villa. I met a lot of friends there, me and her are blended with them. How can we remember to make a call?. ( Javier bikin pesta di villanya. Gue ketemu banyak teman disana, jadi gue dan Fania berbaur lah sama mereka. Gimana inget mau telpon sih? ).” Andrew menjelaskan.
“Memang itu pesta sampai seharian?.”
Reno masih penasaran.
“Ya engga. Abis itu Andrew pinjem yacht temennya itu buat ngajak gue keliling berdua.”
“Terus?.”
Yang lain memperhatikan Reno dan Fania yang sedang dalam sesi tanya jawab itu sambil menikmati makan malam mereka.
“Abis itu ya... gue sama Andrew ketiduran di yacht. Cape ... “ Ucap Fania.
“Memang ga bisa bawa itu yacht langsung kesini kalau memang sudah merasa cape?. Ngapain sampai tidur di yacht segala?.”
“Itu ....”
Fania kembali ragu melanjutkan kalimatnya.
“Ya gue sama Fania mengumpulkan tenaga dulu lah, tidur sebentar setelah menggoyang pantai.”
“Astagfirullaaaah.” Mama Bela bersuara. “Orang disini pada pusing, kalian malah enak – enakan.”
Semua orang pun terkekeh, sementara Fania sudah nampak terlihat merona gegara kalimat nya Andrew barusan.
“Ga sekalian lo berdua maen di terumbu karang bareng ikan!.” Jeff pun nyinyir. Dad dan Mom hanya memijat pelipisnya pelan. Keluarga Cemara hanya geleng – geleng termasuk Mama Anye. Sisanya kesal setengah mati memandangi Andrew dan Fania.
Andrew terkekeh tanpa dosa dan Fania hanya nyengir kuda.
__ADS_1
***
Setelah insiden sepasang suami istri yang tiba – tiba menghilang dan menggegerkan sekaligus membuat panik plus kesal semua orang, liburan Keluarga Smith pun kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Uang yang dihamburkan rasanya tak dipusingkan oleh keluarga itu. Menikmati indahnya Spanyol dari mulai Ibiza, hingga Kordoba.
Dari wisata di kapal pesiar dan villa di pulau pribadi sampai menikmati setiap destinasi wisata di tujuh kota yang menjadi tujuan wisata jika berkunjung ke Spanyol.
“D!. Ayo ah berenang.”
“Ya udah kamu duluan sana. Aku selesaikan cek email dulu.”
Kini Keluarga Smith sudah berada kembali di atas kapal pesiar, menikmati sisa satu hari liburan mereka di Spanyol, lalu kemudian bertolak kembali ke London dan Keluarga Cemara kembali ke Indonesia bersama Dewa. Andrew dan Reno juga sesekali mengecek Perusahaan melalui tablet pipih mereka.
“D!. Kerja mulu, udah kaya juga!. Masih kurang apa?!.” Fania yang sudah menceburkan dirinya itu memanggil sang suami yang nampak masih serius dengan tablet pipih ditangannya.
“Tau ih Endru, orang lagi liburan malah ngurusin kerjaan.” Timpal Mama Bela yang duduk – duduk bersama para Oma dan Opa di pinggir kolam renang.
“Iya sih, Hon. Kalian nih orang lagi liburan gini, malah ngurusin kerjaan aja.” Ara ikut teriak. “Ajarin berenang nih anaknya!.” Sambung Ara.
“Tau ih!.” Fania menimpali.
“Iya sebentar!.” Andrew dan Reno menyahut kompak.
“Woy R, nih si Varen seneng banget kayaknya main air. Simpan itu tablet, kalo engga gue bawa anak lo ke dasar kolam nih ya. Belajar menyelam sekalian biar jadi aquaman!.” Teriak John.
Semua orang pun terkekeh termasuk Reno yang akhirnya berdiri dan meletakkan tablet dan Reno pun langsung melepaskan kaosnya.
Membuat mata mama Bela sedikit membola takjub dengan perut kotak – kotak si kakak ganteng, setelah tadi juga takjub melihat perut kotak – kotak milik dua J dan Dewa.
‘Coba si papah begitu perutnya kayak dia pada.’ Batin mama Bela yang otaknya sudah menerawang entah kemana.
“Donald Bebeeeeek!.” Teriak Fania yang iri melihat kemesraan keluarga bahagia Reno dan Ara.
“Kakak ih!.” Protes si Prita yang kupingnya pengang gara – gara si kakak yang suaranya nyaring itu teriak pas disampingnya yang sedang berleha – leha diatas pelampung unicorn itu.
“Apaan sih ah!.” Fania mencebik pada Prita.
“Suara lo nih bikin gendang telinga gue pecah!.”
“Ye, derita lo itu sih!.”
Yang lain hanya terkekeh geli melihat duo timun suri itu debat un – paedah.
“Budek lama – lama itu Kak Andrew, gue rasa!.”
“Donald Bebeeeeek!.” Fania mengabaikan si ade yang protes itu. Ia memanggil Andrew dengan teriakannya sekali lagi. “Kaki aku kram nih, yah aku tenggelem deh nih!.”
“I’m comiiiiing lovee!. ( Aku dataaang cintaaaa ).”
Andrew yang sudah berdiri itu berseru pada sang istri sembari melepas juga kaos dan kacamata yang ia pakai.
Membuat satu jantung berdegup kencang, takjub, girang sampe nelan ludah saking terpesonah melihat satu lagi ciptaan Tuhan yang bernyawa dan sangat menggoda iman karena tubuhnya terlalu menggoda kaum hawa untuk
menatapnya tanpa kedip.
Siapa lagi kalo bukan mertua perempuannya Andrew, mama Bela. Yang matanya paling berbinar melihat otot –otot yang tercetak sempurna di tubuh menantunya itu. Rasanya mama Bela pengen khilap saking tergiur melihat tubuh
Andrew.
__ADS_1
‘Pantes si Kajol demen banget dikekepin si Endru!.’
Batin Mama Bela bermonolog, otaknya langsung berpetualang.
“Mingkem mah!.” Suara Papa Herman membuyarkan lamunan Mama Bela yang rada ngeres.
“Ganggu aje! Ga bisa liat orang senang!.” Protes sang Istri yang masih terlihat takjub itu.
“Jadi tenggelam ga?.” Andrew yang sudah menceburkan dirinya dan sudah berada didekat Fania itu membawa sang istri yang sedang terkekeh dalam rengkuhannya.
“Ah iya lupa.” Sahut Fania sambil berlagak tenggelam dengan kekonyolannya. “Tolong akuh.”
“Sini aku siap kasih nafas buatan, sayangku.”
“Pasangan stress!.” Celetuk Jeff sementara yang lain hanya tersenyum dan terkekeh melihat tingkah Andrew dan Fania. Pasangan fenomenal di Keluarga Smith.
**
“Are you happy, Heart?. ( Apa kamu bahagia, Sayang? ).”
Andrew dan Fania sudah berada di dalam kamar mereka. Menikmati waktu pribadi mereka di balkon kamar dalam kapal pesiar semalam lagi, sebelum besok mereka bertolak ke London. Menikmati sekali lagi langit malam yang terbentang di atas laut Mediterania.
“Sangat, D!.” Sahut Fania sumringah sambil memandang wajah Andrew didepannya.
“Mau kemana nanti bulan madu kedua, hem?.”
“Kemana aja asal sama kamu.”
“Iya masa sama laki – laki lain?. Mau mati cepat memang?.”
Ucap Andrew dengan datar namun tajam, tapi Fania terkekeh. Bahagia, untuk segala hal hingga hari ini.
“I love you, D.”
“Te quiero con todo mi corazon. ( Aku mencintaimu sepenuh hatiku ).”
Ucap Andrew penuh cinta memandang wajah sang istri dan menatap manik mata Fania lekat – lekat.
“Apa tuh artinya?.”
“Artinya, ayo kita goyang, jangan buang waktu!.”
Andrew langsung mengangkat tubuh ramping Fania ke dalam kamar sambil terkekeh geli, Fania juga sama gelinya.
“Mesum dasar!.”
“Aku ga sabar mau rasakan praktek goyang lumba – lumba.”
***
To be continue...
Jempolnya manaaa..
Sampai bertemu di lembaran baru Keluarga Smith
Di Episode Berikutnya.....
Salam dari Spanyol, eh Author
__ADS_1