
Selamat membaca ...
“Udah deh, ga usah begitu amat ngeliatinnya kenapa.” Fania sudah berada dipelukan Andrew di atas ranjang mereka. Setelah acara ucapan Anniversary beserta hadiah yang cukup mencengangkan dan mengesankan untuk
Andrew yang berawal di walk in closet mereka hingga ke ranjang.
Andrew tergelak puas melihat Fania yang nampak sangat malu padanya saat ini, setelah istrinya tercintanya itu melakukan tarian erotis bak penari striptease di walk in closet mereka, hingga akhirnya berlanjut menari dibawahnya, diatas ranjang mereka.
“Udah ih!.” Fania membenamkan wajahnya didada polos Andrew. ‘Demi apa, gue beneran malu, sumpah!.’
‘Ada bagusnya juga insiden di RED waktu itu ternyata, hahaha.’ Batin Andrew yang terus saja merasa puas atas servis spesial sang istri malam ini. ‘Coba kalau begitu setiap hari. I don’t think I’m gonna need that jamu
anymore. (Gue rasa gue ga perlu itu jamu lagi).’
Andrew tak pernah menyangka, kalau Fania akan menghadiahinya tontonan super spesial nan sensual yang menggoda imin di hari jadi setahun pernikahan mereka.
Rasanya sekujur tubuh Andrew tersengat aliran listrik yang maha dahsyat saat melihat Fania meliuk – liuk kan tubuhnya sambil mengikuti alunan musik yang sayup – sayup terputar.
Hingga pada akhirnya mereka berdua terbuai dalam permainan nakal yang dikendalikan Andrew. “Can I ask you to do that once again, Heart?. (Boleh aku minta kamu melakukan hal seperti tadi sekali lagi, Sayang?).” Andrew
membawa tubuh Fania ke atasnya. “Pleasse....”
“Ogaaah!!!!.”
***
Seperti halnya kejutan dari Fania yang mencengangkan Andrew. Kado manis untuk Fania dari Andrew pun membuat Fania bahagia. Terlalu berlebihan menurut Fania, namun Fania suka. Sangat.
Betapa tidak berlebihan kalau Andrew sampai membelikan sebuah kapal pesiar pribadi untuk Fanianya. Dan mempersiapkan makan malam romantis di top deck kapal pesiar tersebut. Tak ada orang lain, hanya mereka berdua saja.
Senyum Fania nampak selalu merekah melihat dek atas kapal yang didesain begitu romantis oleh Andrew, meski dibantu oleh orang – orang yang si Donald Bebek bayar tentunya, namun ia sendiri yang memastikan kalau penataannya harus sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Semua harus sempurna, sebagaimana sempurnanya Fania dimata Andrew.
"Meeting you was fate, becoming your friend was choice, but falling in love with you was completely out of my control. (Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu benar-benar di luar dayaku).”
Andrew menangkup lembut dan mesra wajah Fania.
“I love you, Heart. My Fania. Thank you for loving me all this time and until today. (Aku mencintaimu, Sayang. Fania-ku. Terima kasih sudah mencintaiku selama dan sampai hari ini).”
Bulir air mata haru sukses turun ke pipi Fania. Haru karena terlalu bahagia. Tak juga menyangka si Donald Bebek yang kadang ngeselin ini bisa terlalu romantis begini.
“Kamu nih, bikin aku diabetes bisa – bisa.” Fania memukul manja dada Andrew. “Makasih juga buat kamu yang udah sabar sama aku. Thank you for loving me too. (Terima kasih juga sudah mencintaiku). I love you.”
“I love you more.”
Kembang api yang terpecah indah diatas langit menambah suasana romantis perayaan hari jadi setahun pernikahan Fania dan Andrew malam ini.
“Happy Anniversary, My love.”
“Kiss me!.” Fania menggelayutkan kedua tangannya dileher Andrew.
Tak menunggu lama, Andrew langsung mencium bibir Fania yang menjadi candunya. Narkoba pribadi Andrew sepertinya.
Dan sebuah cincin permata bertahtakan batu mulia Red Beryl disematkan Andrew dijemari Fania.
“D, ini benar – benar terlalu berlebihan.” Ucap Fania saat Andrew menyematkan cincin dengan batu nan indah
itu. “Kapal pesiar ini sudah sangat berlebihan malah.”
“Kapal Pesiar bertuliskan nama kamu ini hadiah pernikahan dari aku. Kalau cincin ini ga gratis.”
“Jadi aku harus bayar gitu?.”
“Yap.” Terbit seutas senyum mesum diwajah Donald Bebeknya Fania. “Bayar dengan menari seperti semalam.”
“Dasar Donald Bebek mesum.” Ucap Fania. “Ya udah ayo!.”
“Makan?.”
“Goyang poco – poco.”
**
__ADS_1
“Aku mencintaimu. Aku seperti sekarang ini, itu karena kamu. Setiap harapan dan mimpi yang aku buat, semua adalah karenamu. Tak peduli apa yang akan terjadi esok, karena setiap hari saat ini adalah hal yang luar biasa bagi hidupku. Aku akan selalu menjadi milikmu.”
*** Fania Andrew Smith ***
**
“I’ve been thinking for what happen to me when I see you?. My heart beats so fast and I think a flower is blooming inside. And all that happen for you, no one else. And I know what the meaning of it. Fall in love that I only feel to you and that’s happen all the time untill now dan forever only for my wife. My One and Only Fania.”
(Aku pernah berpikir apa yang terjadi pada diriku ketika melihat dirimu? Jantungku berdetak semakin cepat dan ada bunga yang semakin berkembang. Itu hanya terjadi untukmu tak ada yang lain, sekarang aku tahu apa artinya itu. Jatuh cintalah yang kualami hanya padamu dan terjadi setiap waktu hingga saat ini dan seterusnya hanya untuk istriku. Fania-ku satu – satunya.)
*** Andrew Adjieran Smith ***
**
Setelah menghabiskan malan nan romantis merayakan hari jadi pernikahan mereka yang kesatu tahun, esok harinya mereka berdua sudah kembali ke Kediaman Smith.
Membawa binar bahagia dan satu kelegaan sudah melewati satu tahun pernikahan yang lumayan berwarna.
“Gimana acara kalian semalam, ada drama?.” Celetuk Reno pada Reno dan Fania.
“Dih, Kak Ren kelamaan di Indo jadi lemes banget mulutnya. Jadi Netizen sekarang lo Kak. Demen banget nyinyir.”
Reno tergelak mendengar ucapan Fania, begitupun seluruh keluarga mereka yang memang sedang berkumpul, termasuk juga Mama Anye.
“So jadi lancar nih acara kalian semalam?.” Ara ikutan bertanya.
“Lancar, Ra.” Jawab Andrew bahagia, Fania pun mengangguk dengan tersenyum bahagia.
“Anak Sultan mana?.” Fania menanyakan si mungil Varen yang tak ada.
“Tidur.” Sahut Ara.
“Yahh....”
“You guys are planning for the second Honey Moon?. (Apa kalian berencana untuk bulan madu yang kedua?).”
Dad bertanya pada Andrew dan Fania.
“Dad mau sponsorin emang?.” Sahut Fania dengan Bahasa Indonesia, namun Dad memahaminya dan ia tergelak.
“Sure. Just say it. I will provide it, don’t you worry my Dear. I’m a very rich man, don’t you forget about it. (Tentu saja. Tinggal bilang, aku akan menyediakannya. Jangan khawatir sayang. Aku ini sangat kaya, jangan lupa itu).”
“So where are you guys going to for your second Honey Moon?. (Jadi kalian mau pergi bulan madu kedua kemana?).”
Gantian Mom yang bertanya.
“Me and Fania haven’t talk about it. (Aku dan Fania belum membicarakannya).” Jawab Andrew.
Fania mengiyakan dengan anggukan. “Lagipula Fania udah masuk semester baru nih , Mom. Semester kemaren banyak ketinggalannya. Andrew juga mau ke Italy lusa.”
Mom dan Dad hanya manggut – manggut lalu mereka semua terlibat dalam obrolan santai sore itu.
***
“Kamu yakin ga mau ikut aku ke Italy?.”
“Semester kemarin aku udah banyak ga masuk, D.”
Andrew dan Fania sudah berada di kamar mereka.
“I will stay for a week at there, are you okay with that?. (Aku seminggu disana, apakah kamu ga apa – apa?).”
Fania beringsut ke pangkuan Andrew. “Ga apa – apa.”
“Kalau mau menyusul bilang ya.”
“Kenapa? Takut aku tangkep basah kalau lagi macem – macem disana?.”
Andrew tergelak. “I’m not repeat a stupid mistake, Heart. (Aku ga akan mengulangi kesalahan yang sama, Sayang).”
“Ya kali.”
“Aku juga ga pernah selingkuh kan?.”
“Mau coba emang?.”
__ADS_1
Andrew terkekeh. “Absolutely no . I don’t want my junior end as a key chain. (Tentu saja tidak. Aku ga mau junior ku berakhir jadi gantungan kunci).”
Gantian Fania yang tergelak.
“Justru aku yang sedikit mengkhawatirkan kamu.”
“Ngapain khawatirin aku?. Mana pernah aku tebar – tebar pesona kayak kamu.”
“Memang ga pernah. Tapi kamu mudah membuat laki – laki lain terpesona. And I hate it. ( Dan aku membencinya ).”
“Yang penting kan aku Cuma terpesonanya sama si Donald Bebek aja.”
“Ya sudah. Pokoknya jangan sampai ga terima panggilan telpon atau video call aku, dan ga balas pesan aku.”
“Iya.”
“Satu lagi.”
“Kalau Dewa datang dan aku belum kembali dari Italy. No matter what (Ga perduli apapun), kamu harus susul aku.”
‘Ya elah masih aja cemburu ama Kak Dewa.’ Batin Fania menggerutu. “Iyaaaa.”
****
“Hey Fania, are you okay? ( Hey Fania, apa lo baik – baik aja? ).”
“Just a little bit sleepy ( Cuma sedikit ngantuk ).”
Fania menjawab pertanyaan Shita, setelah salah satu mata perkuliahan mereka selesai, dan Fania nampak sedikit lesu dalam penglihatan Shita.
Jeannie pun datang menghampiri keduanya.
“Your husband make you not sleeping last night? ( Suami lo ga membiarkan lo tidur semalem? ).”
Shita dan Jeannie pun cekikikan dengan bayangan nakal dalam otak mereka, mengingat betapa machonya suami si Fania itu.
“Lemes banget.” Gumam Fania pada dua teman dekatnya di kampus itu. “He’s in Italy, been four days and I can’t have a good sleep without him, that’s why ( Justru karena dia udah empat hari di Italia dan gue ga bisa tidur karenanya ).” Ucap Fania masih bermalasan di kursinya. ‘Orang biasa dikekepin.’
“Oh your husband still in Italy ( Oh suami lo masih di Italia ).” Ucap Jeannie dan Fania menggerakkan kepalanya.
“By the way, are you coming tonight? ( Ngomong – ngomong, apa lo ikut ntar malem? ).” Tanya Shita sambil membiarkan si Fania leyeh – leyeh di kursinya.
“Where? ( Ke? ).” Fania mengangkat kepala dan setengah tubuhnya. menanggapi pertanyaan Shita.
“Alicia’s Birthday ( Ultahnya Alicia ).” Sahut Jeannie.
“Oh Damned, why I forgot her birthday party is tonight? ( Ah sial, kenapa gue kalo pesta ultahnya malem ini? ).” Fania menepak jidatnya sendiri.
“You haven’t ask your husband permission? ( Lo belom minta ijin suami lo emangnya? ).”
Shita bertanya sambil Fania melihat ponselnya. “Already. But he haven’t answer about that. Wait ( Udah, tapi dia belom jawab soal itu. Tunggu ).” Fania mengecek notifikasi pesannya.
‘D, aku minta ijin ya?.’
‘Untuk?.’
‘Temen kuliah aku ada yang ultah, dia bikin party.’
‘Di?.’
‘Salah satu klub.’
‘Don’t come ( Ga usah datang ).’
'Boleh ya?. Bete kan aku dirumah terus.'
Fania mencebik saat membaca pesannya.
“So?. Are you coming or not? ( Jadi?. Lo ikut apa engga, nih? ).”
Jeannie menunggu jawaban Fania yang masih fokus pada ponselnya.
“I’m coming ( Gue ikut ).” Jawab Fania. ‘Si Donald Bebek masih tiga hari lagi ini pulangnya.’
***
__ADS_1
To be continue ...
Ritual jempol tetep jangan ampe lupa 😃