
Selamat membaca..
“Good Evening, Mr. And Mrs. Adjieran Smith.(Selamat sore, Tuan dan Nyonya Smith).” Sapa seorang penerima tamu di sebuah Restoran Mewah yang paling terkenal di London.
“Good Evening.(Selamat sore).” Jawab Tuan Anthony dan Nyonya Erna kepada si Penerima Tamu Restoran tersebut.
“Let me take your table. Please come this way.(Ijinkan saya mengantar ke meja anda. Silahkan ikuti saya)”. Ucap sang penerima tamu dengan amat sopan dan ramah.
“Thank you. (Terima kasih).” Jawab Tuan Anthony. “Just a moment. (Tunggu sebentar).” Tuan Anthony meminta si penerima tamu untuk menunggu sebentar.
“Fania, sayang. Ayo masuk.” Ucap Mom Erna mengajak Fania untuk mengikuti dia dan Dad Anthony saat gadis itu sudah memberikan coat nya pada pelayan khusus yang akan menyimpan mantel para pelanggan restoran yang datang.
“Mom sama Dad duluan aja. Fania tunggu Kak Ara sama Michelle.” Jawab Fania dan tak lama berselang Ara dan Michelle muncul.
“Yuk Sweety. Let’s go in. (Yuk sayang, kita masuk).” Ucap Ara setelah ia dan Michelle juga memberikan mantel mereka kepada pelayan yang tadi.
“Ayo kakak ipar. Kita buat kakak aku yang bucin akut itu makin terpesona sama kak Fania.” Ucap Michelle sambil merangkul pinggang Fania dan mereka bertiga terkekeh sambil berjalan masuk ke dalam restoran mengikuti Mom and Dad yang berada sedikit jauh di depan mereka.
Semua mata pelanggan restoran memandang kepada tiga wanita cantik berbeda usia yang sedang berjalan sambil sesekali bersenda gurau. Mereka mengenal Ara dan Michelle, dua wanita dari Keluarga Adjieran Smith yang lumayan tersohor. Namun belum pernah melihat wanita cantik yang satunya.
Salah satu makhluk indah ciptaan Tuhan yang hampir tidak ada kekurangan dalam fisiknya. Ditambah daya tarik yang terpancar dari aura seksi membuatnya menjadi magnet para pria yang sulit untuk menahan mata mereka untuk tidak menikmati keindahan yang sedang berjalan itu. Semua yang menempel pada fisiknya sudah sangat pas sesuai porsinya.
“Hello My Handsome Sons.(Halo putra – putraku yang tampan).” Sapa Dad Anthony kepada empat pria yang sedang asik mengobrol sembari menunggu dirinya dan Mom Erna beserta para bidadari muda yang juga datang bersama mereka. Reno, Andrew dan dua J langsung berdiri menyambut Dad dan Mom mereka.
Tak lama berselang Ara dan Michelle juga muncul dan disambut juga oleh ke empat pria yang sudah menunggu mereka.
“Where’s Fania? (Mana Fania).” Tanya Andrew yang tidak melihat Fania saat Ara dan Michelle datang.
“Dibawa kabur sama cowok.” Goda Ara.
“Apa?!. Jangan macam – macam Nyonya Alexander.” Sahut Andrew.
“Bucin akut. Tuh Bidadari lo.” Reno mengisyaratkan Andrew untuk menoleh ke arah kiri laki – laki plontos nan tamvan itu. “My adorable sister.(Adik gue yang menawan).”
Reno tersenyum, semua mata keluarga Smith memandang kepada gadis cantik yang memiliki senyum indah nan menggoda dalam polesan make up yang tak berlebihan, berbalut gaun ketat model off shoulder berwarna biru tua senada dengan dasi yang Andrew kenakan, sedang berjalan dengan anggunnya ke arah mereka.
“Bukan produk gagal.” Ucap John.
“Damned, She’s hot. (Seksi abes).” Ucap Jeff sambil geleng – geleng.
“Makhluk indah ciptaan Tuhan milik gue.” Ucap Andrew yang hampir tak berkedip memandangi Fania nya.
“Hi.” Fania menyapa Andrew dengan senyumnya dan memeluk pinggang si Donald pemilik hatinya.
Cup!.
Andrew tanpa ragu mengecup pipi Fania sembari merengkuh pinggangnya. Membuat Fania sedikit tersipu karena Andrew terlalu terang – terangan.
“Halo anak kembar.” Sapa Fania pada dua J. “Kakak ganteng aku .... cantik ga adik mu malam ini?.” Ucap Fania lalu memeluk satu – satu Reno dan dua J.
“Menandakan memang Lo adik gue. Gorgeous just like your brother. ( Mempesona kek abang lo ).”
__ADS_1
Suka narsis kan Babang Reno.
Yang lain terkekeh dan Andrew menarik kursi agar Fania duduk di sebelahnya. Menikmati suasana hangat di salah satu restoran Fine Dining terkenal yang ada di Kota London. Yang menunya secara khusus dibuat per musim. Dari mulai appetizer, main course sampai ke dessert. Tentunya dengan ragam pilihan minuman. Sambil di iringi
dengan penampil musik yang membawakan musik beraliran jazz atau dentingan piano klasik dan lagu – lagu yang dibawakan sesuai dengan konsep Fine Dining restoran tersebut.
***
“Kenapa sih, ngeliatin terus?. Terpesona ya?.” Goda Fania pada Andrew yang sering menoleh, memandang, tersenyum penuh arti yang hanya dia sendiri paham artinya pada Fania.
“Sangat.” Sahut Andrew sambil tersenyum dan mengecup lagi pipi Fania. Membuat yang lain hanya geleng – geleng sama kelakuan si Donald.
“Tipis deh pipi adik lo R.” Celetuk John.
“Susah kalo bucin akut.” Ucap Reno dan kedua orang itu tak digubris Andrew.
Hanya yang lain kembali terkekeh melihat Andrew yang tak memperdulikan yang lain lagi kalo udah deket – deket si Kajol.
Reno berdiri setelah Ara yang tadi sempat berdiri dari duduknya dan membisikkan sesuatu kepada suaminya itu.
“Come my Sweety sister. (Ayo adik kesayanganku).” Reno mengulurkan tangannya pada Fania seperti akan mengajak adik kesayangannya itu berdansa. Fania sedikit bingung. “Ayo.” Ucap Reno agar Fania memberikan tangannya. Gadis itu menurut.
“Apa sih Kak. Kalo ngajak dansa gue ga bisa loh ya.” Ucap Fania seraya memberikan tangannya.
“I would like to welcome Miss Fania Alexander Smith on this stage and let us hear her beautiful voice. (Saya ingin menyambut Nona Fania Alexander Smith ke atas panggung ini untuk mendengarkan suara merdunya).” Seorang wanita bergaun panjang yang adalah penyanyi dari kelompok musik yang mengiringi para kaum jetset makan malam itu berbicara di microphone.
Semua mata para tamu yang ada beralih ke panggung mendengar nama depan yang asing namun dua nama di belakangnya sangat tidak asing. Membuat mereka penasaran.
Fania terperangah. “Apaan sih Kak?.”
“Fania Andrew Smith lah.” Celetuk Andrew.
“Ih, Kak gue ga mau ah. Malu si.” Ucap Fania menghentikan langkahnya.
“Emang masih ada urat malu lo, Jol?.” Celetuk John membuat Fania spontan mengepretnya saat berhenti dekat laki – laki itu.
“Jangan malu – maluin gue udah dipanggil.” Ucap Reno sambil kembali menggiring Fania. Sekilas menoleh pada Andrew dan si bucin akut itu mengangguk sambil tersenyum.
Si penyanyi wanita mempersilahkan Fania berdiri dibelakang standing microphone yang ada di panggung. Fania tersenyum padanya dan pada pemain musik yang lainnya.
‘So Pretty. (Sangat cantik).’ Batin para pengiring.
“Hem.” Fania menetralkan suaranya. Jujur ia gugup. Dipandangi dengan intens oleh orang – orang dalam restoran itu sekarang.
“Memang Fania bisa nyanyi?.” Tanya Mom Erna.
“Suara Kak Fania bagus emangnya Kak?.” Tanya Michelle
“Nanti kalian nilai sendiri.” Sahut Ara.
Keluarga Smith pun memfokuskan pandangannya pada Fania yang sudah berada dipanggung itu.
“Hello everyone (Halo semuanya).”Sapa Fania sambil tersenyum sedang menutupi kegugupannya. “Well, I’m not expecting to be here actually ( Sebenarnya saya tidak berharap ada disini ). But, I try to sing (Tapi saya akan mencoba bernyanyi ).”
“What song Miss?.” Tanya sang pemain piano. Fania tampak berpikir.
__ADS_1
‘Aduh lagu apa ini yang harus gue nyanyiin.’ Batin Fania.
“Kok Mom yang deg – deg an ya.” Ucap Mom Erna saat melihat Fania yang tampak gugup takut kalau suara Fania ga seindah wajahnya.
Suara dentingan piano mulai terdengar. Fania mengatur nafas. Mengatur diafragmanya.
“For you My Snowman.(Untukmu, Manusia Salju –ku). ” Ucap Fania sambil menatap Andrew penuh cinta. Ekspresi Andrew jangan ditanya lah ya.😉
🎹🎶 Don't cry, Snowman, not in front of me
Baris pertama lagu yang dinyanyikan Fania atas usul sang pemain piano sukses membuat orang – orang terperangah.
Indah suaranya, seindah orangnya.
🎹🎶 Who'll catch your tears , if you can't catch me, darling
🎹🎶 If you can't catch me, darling
“Wow.” Tuan Anthony ikut terpesona.
Mom dan Michelle sampai menutup mulutnya dengan ekspresi kagum sampai bulu halus mereka meremang.
🎹🎶
Don't cry, Snowman, don't Leave me this way.
A puddle of water can't hold me close, baby
Can't hold me close, baby
🎹🎶
I want you to know that I'm never leaving
'Cause I'm Mrs. Snow, 'til death We'll be freezing
Yeah, you are my home, my home for all seasons
So come on, let's go
🎹🎶
Let's go below zero and hide from the sun
I love you forever where We'll have some fun
Yes, let's hit the North Pole and live happily
Please don't cry no tears now, it's Christmas, baby
🎹🎶
My Snowman and me / My Snowman and me / Baby
Memandang hanya pada Donald nya dengan pandangan penuh cinta. Dan laki – laki itu sedang merasakan kupu kupu dalam dadanya membuat senyumnya nyaris tak hilang memandangi sang belahan jiwa yang sedang memperdengarkan suara merdunya, mempersembahkan satu lagu untuknya.
__ADS_1
***
To be continue ..