BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 23


__ADS_3

Selamat membaca ...


 


Author POV


Reno , Fania dan John sudah berada dalam mobil Range Rover milik Reno yang sedang melaju untuk menuju tempat makan siang mereka, di salah satu Hotel mewah yang ada di Jakarta. Reno dan Fania duduk di kursi penumpang belakang, sementara John duduk di kursi Penumpang disamping Pak Supir yang sedang bekerja.


Ahay....


Sesaat setelah Range Rover milik Reno melaju, tiba tiba handphone John berbunyi saat laki – laki itu sedang menggoda Fania. Dan Kemudian John pun menerima Panggilan tersebut dari seseorang yang dia kenal yang berada di luar negeri.


‘ Hey John ‘. Ucap si pemanggil dalam telpon .


“ Yap “. John menjawab singkat


‘ Is R , with you now John ? ‘.Tanya si pemanggil yang memilik suara yang


berat tapi seksi menurut sebagian wanita.


“ Ya, He’s with me “. Jawab John.


‘ Let me talk to him. I tried to call his cell phone but He's not ans wer ‘.Ucap si pemilik suara di sebrang telpon John lalu John menoleh pada Reno dan menyodorkan telpon genggam nya pada Kakak Gantengnya Fania.


“ The Bald Man “. Kata John pada Reno, dan Reno pun mengambil telpon genggam John dari tangan si pemilik.


“ Hem .. “. Reno memulai pembicaraan dengan tampak malas.


‘ Hey R ! ‘.Sahut si Bald Man saat sudah mendengar suara Reno. “ Are you at Indo now ? ‘. Tanya si pria


dalam telpon.


“ Yap “. Reno menjawab singkat


“ When did you arrive there ? “


“ Four days ago “


‘ Is Ara also go with you ? ‘. Si pria di sebrang masih bicara


“ Yes, she’s with me “. Jawab Reno lagi

__ADS_1


‘ Why you didnt tell me , if you guys wanna go there? ‘.


“ Should I ? “


‘ Damned R, you should tell me about it, Dude ‘


“ Then ? “


‘ If you tell me before , may be I can go there with you and Ara, Bro ‘


“ You were stiil in Italy when Ara and me decided to come “.


‘ Yeah, at least I know your plan to fly over to Indo. By the way, is there anything about our Little F ? ‘. Tanya si penelpon yang membuat Reno menatap diam Fania yang duduk disampingnya dan Fania juga kebetulan menoleh kearahnya.


“ No, not yet “. Reno mengalihkan tatapannya dari Fania sambil masih menjawab telpon. “ I call you back later “. Sambung Reno tanpa memberikan kesempatan pria di telpon untuk bicara lagi.


Kemudian Reno langsung mematikan sambungan telpon itu dan memberikan handphone John kembali pada pemiliknya.


John ingin berkata dan bertanya sesuatu pada Reno saat dia menerima handphonenya kembali. Tapi Reno sudah menggeleng pelan dan membuat ia tidak melanjutkan untuk bicara.


Hening tiba – tiba suasana dalam Range Rover Reno, Fania masih menatap jalanan sambil sesekali membalas Chat dalam handphonenya. Sementara John juga sibuk dengan handphonenya. Dan Reno menatap jalanan seperti sedang memikirkan sesuatu.


Tak berapa lama mereka pun sampai di Hotel yang di tuju untuk makan siang.


*


Fania diantar oleh Reno dan John kembali ke kantor, tapi hanya Fania seorang yang turun dari mobil tersebut karena Reno dan John masih ada urusan bisnis.


Setelah berpamitan Fania kemudian turun dari mobil Reno dan masuk ke dalam gedung perkantoran tempat dia bekerja.


Dengan setengah tergesa- gesa dia berjalan menuju lift karyawan, lalu bergegas naik ke lantai tempatnya bekerja.


‘ Aish gilingan , dah setengah 3 ‘.Batin Fania khawatir. ‘ Abis dah gue nih pasti disemprot Pak Freddy ‘.


Ting .. Pintu Lift pun terbuka di lantai 16


Fania buru-buru masuk ke dalam lobby depan  terus ngeloyor ke area kubikel nya. Meraih kursi kerjanya tanpa melihat kanan kiri. Sebenernya Fania merasa ga enak sama karyawan yang lain karena dia kembali ke kantor kelewat lama. Tapi sepertinya rekan – rekan kerja Fania ga terlalu ambil pusing soal itu.


“ Huh... “. Fania menghela nafasnya dengan kasar saat sudah berhasil duduk.


“ Kenapa Lo ? “. Tanya Mela pada Fania saat melihat rekannya itu duduk sambil menghela nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


“ Nanya lagi. Ya panik lah “. Jawab Fania


“ Panik napa sih nona muda “. Kata Mela santai


“ Nyindir nih ye ... “. Kata Fania sambil memasukkan kembali dompetnya dalam tas.


“ Ya elah sensi amat lu zaskia gotik “.


“ Sa ae lu ayu tong tong “


Kemudian mereka berdua saling terkekeh dan kembali bekerja.


*


“ R “. John mencoba memulai percakapan dengan Reno setelah mengantar Fania kembali ke Kantornya. Dia sendiri sudah berpindah tempat duduk dan sekarang dia ada bersama Reno di kursi penumpang belakang.


“ Hm .. “. Jawab Reno menanggapi John.


“ Tadi Andrew telpon sempet tanya soal si tomboi kan ? “. Tanya John memastikan.


“ Hm .. “. Reno masih menjawab dengan hem nya


“ Kayaknya lo ga bilang sama dia, kalo lo dah ketemu sama itu cewe “. Tambah John


“ So ? “ . Reno nanya balik.


“ Alesan lu ga bilang itu, kenapa? “. Selidik John, karna tadi saat ingin bertanya saat masih ada Fania , Reno mengkode nya untuk diam soal Andrew, begitulah yang John tangkap dari gelengan Reno. Pikir si cowok blasteran itu.


Reno kemudian tampak berpikir. “ I have to talk about with Ara “. Jelas Reno dan John mengangguk angguk saja , coba memahami situasi antara 3 orang sahabat lama itu. Walaupun dia sendiri ga mudeng.


“ Gue minta sama lo untuk sekarang ini kalo kita lagi sama Fania, lo jangan singgung dulu soal si bald man itu depan adek cewe gue itu”. Pinta Reno pada John. “ Gue tanya pendapat bidadari surga pribadi gue dulu “. Ara tuh yang dimaksud Reno....


John terkekeh, “ Okay Bro , as your wish “. Tapi John berbicara lagi, “ Nah kalo ternyata si botak nyu sul gimana? “.


“ We’ll see about it later “. Ucap Reno sambil mengecek handphonenya.


Setelah merasa puas bertanya , John juga membuka handphone dan mengecek isinya, yang kebanyakan chat dari para admirer nya.


Setelah pembahasan soal Fania tadi, Reno dan John pun sesekali membicarakan soal bisnis sampai akhirnya mereka tiba di sebuah Perusahaan yang terlihat sangat megah walau hanya dari luarnya saja.


***

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2