
♦UNPREDICTABLE CREATURE ♦
Makhluk Yang Susah Diprediksi
Selamat membaca...
*********************
Di suatu tempat....
“Your husband will gonna kill us for this ( Suami lo akan membunuh kami karena ini ).”
“Emang! Suami sama istri kalo lagi kambuh sama gilanya!.”
“You are crazy, he’s god damned right ( Lo emang gila, dia emang bener ).”
“Hahaha!.”
“Lo bener – bener Cuma begini doang dari London?.”
“Iyap. Baju satu kering dibadan.”
“Bangke!.”
“Hahaha!. Yang penting bawa duit sama passport plus visa. Ama lip balm dah!”
“Sarap!.”
“Ini ceritanya lo minggat dari London?!.”
“Bentar doang mau menghirup udara segar. Udah jangan pada banyak bacod, mending sekarang kita cari hotel, gue mau tidur, istirahat. Abis itu cari baju dan segala keperluan. Oke bala - bala eikeh semua??”
“Won’t be long, Sweety. Your husband will find you as soon as possible ( Ga akan lama Sayang. Suami lo pasti akan bisa nemuin lo dalam waktu cepat ).”
“Ya iyalah pasti si Andrew bakalan tau lo disini. Sooner or later he will find you! ( Cepat atau lambat dia bakalan nemuin elo! ) Nemuin kita semua!. Abis itu kita berempat mati!. Bisa jadi karir bokap gue ikutan ancur.”
“Hahaha ....”
“Malah ketawa lagi bukannya mikir!.”
“Tapi kan lo semua sayang sama gue kan, iya kan iya kan? Iya doooong.”
“Amit gue sumpah!.”
“Nah elo berempat ngapain pada mau dateng nemenin gue berpetualang nanti kalo ga sayang hayooo.”
“Come on let’s go find a Hotel, before your husband find you sooner before you have an opportunity to adventure ( Ayolah kita cari hotel, sebelum suami lo menemukan lo secepatnya sebelum lo sempat berpetualang ). A crazy wife of Andrew Smith ( Istri gilanya Andrew Smith ).”
“Besok juga gue yakin si Andrew akan sampai Indonesia. And soon he will get you! ( Dan secepatnya dia bakal nemuin lo! ).”
“Not that soon, beibeh! ( Ga akan secepat itu, beibeh! ).”
“Jangan kepedean! Jangan lupa laki lo siapa! Belom lagi kakak lo!”
“Hahaha .. kita liat aja kalo begituh nanti sodara - sodara!.”
“Otak kriminil pasti, kalo mukanya udah begitu.”
“Hahaha.”
***
Flash back on ...
London ...
“Okay. Thanks. ( Oke, terima kasih ).Now take me to the safest ATM machine and take me to the airport after that. ( Sekarang bawa aku ke ATM teraman dan ke Airport setelahnya ).”
“Yes, Ma’am.( Baik Nyonya ).”
***
Bandara Heathrow, London...
“Hi, excuse me, where I find a place to make an international call? ( Hai permisi, dimana saya bisa melakukan telepon internasional? ).”
“You can go that way, Miss( Anda bisa pergi kesana, Nona ).”
__ADS_1
“Okay, Thank you( Oke, terima kasih ).”
*
“Hi, excuse me, can I buy an express ticket here?( Hai permisi, apa saya bisa membeli tiket langsung disini? ).”
“Yes, Miss. May I know where are you going to?( Tentu Nona. Boleh tahu kemana tujuan anda? ).”
“Russia. By tonight if there any available ticket( Russia. Malam ini juga kalau memang ada tiket yang tersedia ).”
“Have you prepared everything?( Apa anda sudah menyiapkan segalanya? ).”
“Yap. My passport and Visa are ready( Ya, Passport dan Visa saya sudah siap ).”
“Okay. The fastest flight is in an hour.( Oke. Penerbangan paling cepat satu jam lagi ).”
*
Lima belas menit kemudian...
“Hi again. Can I still have another ticket?( Halo sekali lagi. Apa saya masih bisa mendapat tiket yang lain? ).”
“Is there any problem, Miss?( Apa ada masalah Nona? ).”
“I’m just thinking to change my destination( Aku berpikir akan merubah tujuan saya ).”
“But the ticket that you have bought cannot be change, Miss. I’m very sorry. We have our Term and Conditions( Tapi tiket yang sudah dibeli tidak dapat ditukar, Nona. Saya minta maaf. Kami punya Syarat dan Ketentuan kami sendiri ).”
“No, it’s okay. I don’t mean to change it. I’ll buy a new one( Engga masalah. Saya ga bermaksud untuk menukar. Saya akan beli tiket yang baru ).”
“If you say so, Miss. And what is your destination, Now?( Jika memang begitu, Nona, Baiklah. Kemana tujuan anda sekarang? ).”
“Indonesia.”
***
Indonesia ...
“Sakit emang lo!.”
Kalian jangan lupa gue ni pinter dan gue gede di jalan. Ga kayak kalian yang gede di gendongan bebi sitter. Hahahaha.”
“Hahaha....”
***
Kediaman Utama keluarga Adjieran Smith, London...
“I think Mrs. Fania has left London, Sir ( Saya rasa Nyonya Fania sudah meninggalkan London, Tuan ).”
“She What?! ( Dia apa?! ).” Andrew terkejut setengah mati termasuk juga yang lainnya.
“What make you so sure, Ezra? ( Apa yang membuat lo yakin, Ezra? ).” Reno kini yang bertanya.
“I’ve been tracked her debit as Mister Andrew asked, and the last time she used it, is at the Heathrow. ( Saya sudah melacak jejak debitnya, seperti yang Tuan Andrew suruh dan terakhir kali, dia menggunakannya di Heathrow ).”
“Jeff check mine and R, also Dad’s plane, who knows if Fania used one of it ( Jeff coba cek pesawat gue, R sama Dad, siapa tau Fania menggunakan salah satunya )”
“No need Sir, I already checked it also ( Tidak perlu Tuan, saya juga sudah mengeceknya ).” Sahut Ezra.
“So it means that there’s any chance that she’s still here? ( Jadi ada kemungkinan dia masih disini? ).” Ucap Reno seraya bertanya. “Ndrew, coba lo cek passport sama Visanya Little F, kalau ada, paling paling dia hanya keluar London ga sampai keluar negri.”
Andrew mengangguk dan hendak bergegas ke kamarnya, namun ucapan Ezra menghentikannya.
“Not really Sir... ( Engga juga Tuan... ). I found ticket booking on behalf of Mrs. Fania's name... ( Saya menemukan pemesanan tiket atas nama Nyonya Fania..... )”
“Ck!.” Andrew berdecak putus asa. “Prepare my plane, then. ( Siapkan pesawat gue kalo gitu ).”
“But, um... the problem is, there’s two tickets was booked behalf on Mrs. Fania’s name ( Tapi. Um... masalahnya adalah, ada dua tiket atas nama Nyonya Fania ).”
Ezra mengusap belakang lehernya.
Anggota Keluarga Smith minus Michelle dan John, yang memperhatikan interaksi Andrew, Reno dan Ezra belum berkomentar, namun ucapan Ezra membuat mereka kompak mengernyitkan dahi.
“Talk clearly, Ezra! ( Bicara yang jelas, Ezra! ). What kind of problem? ( Masalahnya apa? ).” Andrew mulai gusar.
“The problem is, the ticket booked to a different country, in the same hour of flight.. ( Masalahnya adalah, tiket yang dibooking menuju ke dua negara yang berbeda, dijadwal penerbangan yang sama... )”
Ezra berkata dengan canggung. Sepertinya ia sendiri juga tak habis pikir dengan Nyonya Mudanya itu.
“What...?!!. ( Apa ...?!! )”
__ADS_1
Keluarga Adjieran Smith kompak terkejut tak percaya.
“Seperti gue bilang! Si Fania itu UNPREDICTABLE CREATURE! Percaya kan kalian semua?!.” Ucap Jeff sambil geleng – geleng.
***
Indonesia ..
Di sebuah rumah makan yang berada di luar Jakarta.
Fania dan keempat orang yang bersamanya menunggu makanan mereka datang. Keempat orang yang ia telpon sebelum ia bertolak dari London melalui satu kontak, Arman. Salah satu kawan dekat Fania di FC.
Yap, Fania berhasil menghasut keempat orang anggota FC yang lumayan dekat dengannya itu untuk menemaninya saat ini. Arman, Vladimir yang memang sudah lama tinggal di Jakarta, berikut Bryan dan Caca.
Meski tanpa paksaan, empat orang ini bersedia menemani si Kajol yang lagi minggat dari London.
“Lo kenapa sih sampe minggat gini?. Di sekap lo sama si Andrew?.” Tanya Caca.
“Ya di sekap sih engga, cuman gue sedikit sesak nafas, Ca.” Sahut Fania.
“Sesek napas gimana? Digenjot ga kelar – kelar lo?.”
“Ye ngeres aja otak lo, oncom!.”
“Nah terus?.”
“Let’s say, gue sama dia masih kurang memahami satu sama lain. So gue pikir ya lebih baik gue break dulu lah sama dia.”
Makanan pesanan kelima orang itupun datang. Fania menjeda ucapannya.
“Gue butuh sedikit waktu dan ruang untuk berpikir, lempengin otak, menghilangkan penat, sambil introspeksi diri.” Fania melanjutkan kembali ucapannya. “Susah, kalo deket Andrew saat dia lagi marah, ngambek gue yang ada malah gugup. So, here I am, mungkin gue bisa berpikir jernih setelah ini. Introspeksi diri gue sendiri, dan mungkin dia juga bisa introspeksi diri juga.”
Fania dan kelima orang itu memulai memakan makanan mereka.
“Ya itu kan karena si Andrew cinta mati sama lo, Fan.”
“Gue juga cinta mati sama dia, tapi ga ngelarang dia ini ono perasaan.”
“A risk, to have a possesive husband ( Resiko, punya suami posesif ).” Ucap Vladimir di sela suapan nya.
“I guess so, Vla ( Gue rasa begitu, Vla )”
“If Andrew decided to Russia than Indonesia, he will go to my place or my parents house at the first place ( Kalau Andrew memutuskan ke Rusia dulu ketimbang Indonesia, dia pasti akan lebih dulu ke tempat gue atau ke kediaman orang tua gue ).
“Kalau ternyata dia kesini dulu?.”
Fania tersenyum penuh arti. “Dia pasti akan ke rumah orang tua gue dulu. Ga akan pernah terpikir gue ada disini sama dia.”
“Ya ga bakal kepikiran lah kalo bininya bakal lari menuju gunung!.” Celetuk Bryan. “Paling – paling kalau dia ga menemukan lo di rumah your parents, dia akan cari lo ke sirkuit.”
“Lo berempat ada ember ga mulut lo pada, bilang – bilang pergi sama gue?.”
“You are so lucky oncom, dua minggu ini lagi ga ada kegiatan di sirkuit, jadi ga aneh kalau misalkan suami lo kesana dan ga nemuin kita berempat”
“Tapi tetep aja, dia bakal cari kita satu – satu. Andrew sama Reno kan tau kalo lo di FC deketnya sama kita orang.”
“Tetep aja butuh waktu, kaaan.”
“Iya sih emang butuh waktu, tapi tetep aja bisa - bisa kita orang dicincang sama si Andrew!.”
“Tapi emang Fan, lo tuh sakit!. Sampe kepikiran beli dua tiket berbeda buat pengalihan.”
“Ga gue rencanain sih. Tiba – tiba lewat gitu aja di otak gue”
“Entah apaan tau yang ada diotak lo!.”
“Ah iya satu lagi, jangan ada satu orang pun dari kalian yang posting foto di medsos selama kalian masih sama – sama gue! Awas lo!. Ntar sia – sia napak tilas gue kesini” Ucap Fania setengah mengancam.
“Emang dasar otak kriminil. Nyampe aja pikiran lo kesitu. Baru gue mau Cekrek Cekrek upload.”
“Coba aja kalo lo semua udah bosen hidup tenang”
“Ya udah cepet abisin makanan lo tuh Dora the Explorer. Mau mendaki gunung lewati lembah kan kita abis ini.” Ucap Arman sambil geleng – geleng pada Fania yang tersenyum manis namun tampak menyebalkan.
***
To be continue...
Cie seneng nih ye di kasih satu episode lagi hari ini.
Ritual jangan lupa dong iyeeeee
Loph Loph
__ADS_1