BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 144


__ADS_3

Selamat membaca..


 


🎹🎶


Don't cry, Snowman, don't Leave me this way


A puddle of water can't hold me close, baby


Can't hold me close, baby .....


“So she is a singer?.” ( Jadi dia penyanyi ? ).  Gumam Hefner saat pandangannya tak sengaja beralih ke arah panggung di ruangan utama restoran. Sementara ia sendiri sedang bersama beberapa koleganya dalam ruangan


kedap suara, yang terpisah oleh dinding kaca tebal tembus pandang. “Even Better.” ( Sangat bagus ).


“Don’t go anywhere, baby. ( Jangan kemana – mana sayang ). Lalu dirinya kembali fokus pada para kolega yang sedang bersamanya untuk membicarakan proposal bisnis mereka.


***


🎹🎶


Don't cry, Snowman, don't you fear the sun 


Who'll carry me without legs to run, Honey


Without legs to run, Honey


Don't cry, Snowman, don't you shed a tear


Who'll hear my secrets if you don't have ears, baby


If you don't have ears, baby


Fania tersenyum lebar kala Andrew melangkah ke arah panggung dan mendekat seraya mengulurkan tangannya pada Fania dengan senyuman bahagianya.


Membuat para tamu undangan dibuat heran, melihat salah satu Putra kebanggaan keluarga Smith bersikap nampak mesra kepada wanita cantik nan mempesona yang sedang bernyanyi diatas panggung.


🎹🎶


I want you to know that I'm never leaving


'Cause I'm Mrs. Snow, 'til death We'll be freezing


Yeah, you are my home, my home for all seasons


So come on, let's go!


Fania masih bernyanyi saat menerima uluran tangan Andrew sambil tersenyum lebar dan aura bahagia terpancar dari keduanya.


🎹🎶


Let's go below zero and hide from the sun


I love you forever where We'll have some fun

__ADS_1


Yes, let's hit the North Pole and live happily


Please don't cry no tears now, it's Christmas, baby


Andrew membawa Fania yang masih menyanyikan bait demi bait lagu milik Sia itu dalam dekapannya. Memegang pinggang Fania erat dengan kedua tangannya sambil bergerak pelan mengikuti irama lagu romantis yang dinyanyikan Fania nya.


Bahkan Mom sampai latah berdiri saking terhanyut dalam keuwuwan dua orang anak manusia itu. Sambil mengeratkan jari – jarinya dibawah dagu, tanpa sadar berdiri dan ikut menggerakkan badan seperti ia pun sedang berdansa.


Membuat anggota keluarga yang lain terkekeh dan tersenyum lebar melihat kelakuan Mom mereka.


🎶🎹


My Snowman and me /  My Snowman and me


Baby.....


“I Love You.” ( Aku mencintaimu ).  Bisik Andrew sambil menempelkan keningnya pada kening Fania, saat bait terakhir selesai namun alunan piano masih terdengar.


“I Love You Too.” ( Aku juga mencintaimu ). Fania berbisik balik. Sambil tersenyum seperti halnya Andrew. Tanpa perduli bisikan mesra keduanya terdengar oleh orang lain yang berada di ruang utama restoran mendengar bisikan mereka karena wireless microphone yang Fania pegang masih dalam posisi on.


“Aku ga sangka Kak Andrew bisa seromantis ini. Hhhhh ... I wonder. (Seandainya ....).” Ucap Michelle yang menopang kan dua tangannya pada dagu sambil memandang sang kakak dan kakak iparnya yang mesra itu, sambil berkhayal adegan itu terjadi padanya.


“Bucin tingkat Dewa.” Celetuk Ara. Disambut gelengan tak percaya dengan kelakuan si Donald saat ini oleh suaminya yang memandang ke arah yang sama dengan semua orang. Namun Reno tersenyum bahagia.


“Gue bener – bener ga percaya kalau yang di depan itu Andrew Adjieran Smith.” Celetuk Jeff.


“I couldn’t agree more. ( Iya sama ).” John mengiyakan sambil geleng – geleng juga.


“Fania.... My Son’s world ( Segalanya untuk putraku ).” Gumam Dad yang juga tersenyum bahagia


Saat laki – laki itu melihat Andrew yang kemudian mencium tepat di bibir Fania di depan panggung masih dalam posisi Andrew yang memegang pinggang Fania, setelah laki – laki plontos itu mengalungkan kedua tangan Fania kebelakang lehernya. Tak perduli mereka sedang jadi tontonan publik yang berada di sekitar  mereka.


“That is Andrew Adjieran Smith right?.” ( Itu Andrew Adjieran Smith, kan? ). Gumam beberapa tamu restoran.


“Who’s that woman?.” ( Siapa wanita itu ). Gumam beberapa lagi.


“I wish, I was him.” ( Aku berharap jadi dia ). Gumam beberapa pria saat Andrew merengkuh mesra Fania dan mencium bibir gadis itu.


****


Tepuk tangan menggema di seluruh ruangan saat alunan piano berhenti. Bahkan beberapa ada yang berdiri memberikan Standing Applause untuk Andrew dan juga Fania. Termasuk keluarga besar Smith. Menyadarkan dua insan yang menganggap hanya mereka berdua saja di dunia saat itu. Yang lain hanya remahan rengginang.


Mencium kening Fania sekilas yang wajahnya benar – benar merona. Baru inget kalau banyak mata Netizen yang memandangi mereka. Dan Andrew memberi hormat lewat anggukan kepalanya seraya tersenyum. Senyum yang sangat jarang sekali terlihat di wajah seorang Andrew Adjieran Smith.


“My Daughter In Law!. “ ( Menantu saya ! ). Ucap Mom Erna setengah teriak kepada semua orang yang ada di ruang utama restoran, lalu menghampiri Fania yang sudah di bawa kembali oleh Andrew ke meja mereka.


Membuat keterkejutan kembali orang – orang yang mendengar Mom Erna mengatakan kalau gadis cantik nan mempesona baik fisik dan suaranya itu adalah menantunya. Berpikir keras karena yang mereka tau anak mereka yang bernama Andrew memiliki hubungan khusus dengan wanita yang bernama Cindy.


“Ya ampuuuun ... menantu Mom ....” Ucap Mom Erna yang menyambut Fania dengan memegang wajah gadis itu dan mencium kedua pipinya. Membuat keluarga Smith lagi – lagi terkekeh.


“Kak Fania ...... OMG. You’re so Aweeesomeeee ( Kakak kereeen bangeeet ).” Michelle ikut menghampiri Fania. “Anda sangat beruntung kak Andrew.” Michelle menepuk lengan kakaknya dengan wajah yang dibuat seperti bicara serius namun mengundang gelak tawa.


“Lovely Fania.” ( Fania kesayangan ). Ucap Dad Anthony yang berdiri dan memeluk gadis pujaan putranya itu.


“Thanks Dad.” ( Makasih Dad ). Sahut Fania sambil tersenyum bahagia mendapat perlakuan yang sangat hangat dari keluarga Andrew. Lalu kembali duduk karena Andrew sudah menggeser kursi yang diduduki Fania sebelumnya.

__ADS_1


“Kebanggaan Kak Reno dan Kak Ara.” Ucap Ara memandang Fania dari duduknya dengan wajah yang sumringah. Reno memberikan kecupan lewat tangan.


“Little F kebanggaan gue.” Ucap Reno sambil tersenyum.


“As Awesome as usual.” ( Menakjubkan seperti biasa ). Ucap John.


“Rezeki nya si Botak dapet paket komplit.” Celetuk Jeff yang membuat semua anggota keluarga tergelak.


“Let’s take some pictures.” ( Mari kita berfoto ). Ucap Tuan Anthony sambil mengkode salah seorang pelayan yang berdiri di dekat meja mereka untuk mengambil gambar keluarga bahagia itu.


Kemudian kembali menikmati hidangan penutup sambil mengobrol dan bersenda gurau.


****


“Sebentar ya, Dad sama Mom mau menyapa Mr. And Mrs. Phillips William.” Ucap Mom sembari berdiri bersama Dad untuk menyapa kenalannya di meja lain.


Dijawab dengan anggukan oleh anggota keluarga yang lain.


“Fania, sini ikut Mom.” Mom Erna meraih tangan Fania agar ikut bersamanya. Gadis itu menoleh pada Andrew.


“Ikut aja. Mom mau Show up ( Pamer ) soal menantunya.” Ucap Andrew sambil terkekeh.


Fania tersenyum sambil geleng – geleng lalu ikut dengan Mom and Dad.


***


Sementara itu Hefner sudah menyelesaikan pertemuan dengan para koleganya, lalu segera menghambur ke ruang utama restoran dengan hati yang tak sabaran.


Sedikit kecewa karena saat melihat ke arah panggung sang gadis cantik nan seksi berbaju biru yang tadi ia lihat sedang bernyanyi  itu sudah tidak ada. Penyanyi yang sebelumnya memang ada, yang kini sedang kembali melantunkan lagu – lagu romantis mengiringi para pelanggan restoran.


Mata liar Hefner masih mencari – cari, karena laki – laki  berdarah Inggris – Amerika yang tampan dan Playboy itu benar – benar penasaran pada gadis yang dari sejak datang sudah membuat jantungnya berdebar.


Hingga ia kembali sampai menyambangi Keluarga Smith yang sudah lengkap masih asik bercengkrama di meja mereka tadi.


“Beautiful Ara, and Beautiful young lady, Michelle.” ( Ara yang cantik, dan Nona Manis, Michelle ). Sapa Hefner sambil meraih tangan Ara bermaksud menciumnya, namun di tepis Reno dengan cepat. “Hahaha.” Pria itu malah tertawa. “Possesive Husband.” ( Suami Posesif ).


Sementara yang lain memandangnya malas.


“Your parents not coming?.” ( Orang tua kalian ga ikut? ). Tanyanya lagi.


“They’re here. ( Mereka ikut ). Just having some chit chat with the Williams. ( Sedang mengobrol dengan keluarga William ). “ Jawab Ara sambil menunjuk ke arah meja yang di maksud.


Hefner melirik sekilas namun segera ia menegakkan tubuhnya sembari tersenyum lebar.


“ My oh My. ( Ya ampun ).” Laki – laki itu menggeleng takjub saat melihat seseorang yang ia cari sedang berjalan dengan anggun dan nampak seksi, karena meski hanya berjalan biasa namun pinggul rampingnya bergerak bak sedang mengikuti irama. “My Drop Dead Gorgeous Sweetheart.” ( Kekasihku yang amat mempesona ).


Membuat anggota keluarga Smith menatapnya heran lalu mengikuti arah mata kemana laki laki itu memandang dengan pandangan kagumnya.


***


To be continue .....


**LIKE. KOMEN. VOTE **


LOPH LOPH FROM AUTHOR 💗

__ADS_1


__ADS_2