
** Lanjut Biar ga Pinisirin đ ***
********
Selamat membaca ...
- - -
âKalau gue harus pergi... gue akan pergi.. meski gue harus melepaskan semua....â Ucap Fania lalu menoleh pada Andrew. âPermisi.â
âHeart.â
âLittle F.â
Andrew dan Reno hendak mengejar Fania yang berjalan keluar dari ruangan tempat mereka berada sekarang.
Sementara Fania yang sudah keluar dari ruangan itu berjalan sambil mengusap terus air matanya yang tak berhenti.
âHeart ....â
Andrew mencekal lengan Fania dan menariknya dalam pelukan.
Reno pun sudah berada di dekat Andrew dan Fania. Ketiganya sedikit mencuri perhatian para staff Reno yang kemudian diberikan isyarat oleh Nino yang juga ikut berjalan keluar ruangan bersama Jeff untuk kembali pada pekerjaan mereka.
Sementara Ara dan Uncle Keenan nampaknya tidak ikut berjalan keluar ruangan. Karena Reno sudah memintanya untuk tetap di tempat bersama Uncle Keenan, saat Reno akan mengejar Fania bersama Andrew mengingat kondisi Ara yang sedang hamil, meski Ara tadi juga sudah sempat berdiri untuk mengejar Fania.
âBiarin aku pergi, D ....â Fania meronta pelan dari rengkuhan Andrew.
Andrew tak melepaskannya, meski tanpa tenaga yang berarti ia merengkuh Fania dengan erat.
âLepas D, biarin aku pergi ....â Suara Fania sudah makin parau. Rasanya kepala nya sakit, terlebih lagi hatinya.
âGa akan .... ga akan aku biarkan kamu pergi.â Suara Andrew pun terdengar lirih. Tak hanya Fania, dua orang ini juga merasakan dadanya sesak melihat Fania yang seperti ini.
Meski wajahnya sedikit tertutup oleh dada Andrew, namun suara nya akibat Fania yang menangis terisak dengan lirihnya terasa bagai sayatan di hati Andrew dan Reno.
âKenapa.. buat apa....â Ucapan Fania tertahan isakan nya.
âLittle FÂ ....â
Andrew tak jadi menjawab ucapan Fania barusan, karena Reno mendekati pada Fania yang masih direngkuh erat oleh suaminya itu.
Reno membelai lembut kepala Fania.
âKenapa.. kenapa kalian tega manfaatin gue seperti ini ..?.â
Reno hendak lagi berbicara, meluruskan semuanya. Tapi Fania sudah kembali lagi bersuara.
âKenapa....?.â Tubuh Fania merosot pelan.
âLittle F!.â
âHeart!.â
Andrew dan Reno memekik pelan sambil Andrew yang ikut merosotkan tubuhnya untuk menahan tubuh Fania. Reno pun ikut berjongkok pada akhirnya. Sama paniknya dengan Andrew, melihat kondisi Fania yang terisak semakin kuat, hingga berkata dengan terbata.
âLo salah, lo salah kalau ....â Reno membantu Andrew untuk membantu Fania kembali berdiri.
âGue tulus.... gue tulus sayang kalian.... gue ga pernah mengharapkan apapun.. ga pernah D ... ga pernah ....â Fania masih terisak didada Andrew, sampai isakan nya terdengar terhenti dan tubuhnya terlihat lunglai.
âHeart!.â
âLittle F!.â
âMiss Fania.â
âFania.â
Dengan cepat Andrew mengangkat tubuh Fania dengan kedua tangannya.
Reno segera mengikuti Andrew ke arah lift yang sudah di tahan oleh Nino untuk memudahkan Andrew yang sedang membopong tubuh Fania, serta Reno yang mengikutinya.
__ADS_1
âJeff, lo bawa Ara pulang. Gue ikut Andrew.â Ucap Reno sebelum memasuki lift. Jeff mengangguk lalu langsung berjalan cepat menuju ruangan tempat Ara dan Uncle Keenan berada.
Reno dan Andrew sudah masuk ke dalam lift yang membawa mereka turun beserta Nino yang juga ikut masuk ke dalam lift. Andrew menatap wajah Fania yang nampak sembab juga pucat dengan mata terpejam.
Reno merapihkan rambut Fania yang sedikit nampak berantakan.
Mereka berdua tak bersuara, hanya wajah mereka yang nampak panik karena Fania tiba â tiba tak sadarkan diri.
âCall Owen, Nino ( Telpon Owen, Nino ).â Ucap Andrew pada Nino. Nino mengangguk lalu langsung meraih ponselnya.
ă
âGue siapkan mobil.â Reno berjalan cepat menuju lobi luar setelah pintu lift terbuka.
Andrew mengangguk. âHeart, apa yang mereka lakukan sampai kamu menjadi tertekan seperti ini?.â Batin Andrew yang khawatir karena Fania yang pingsan.
**
âLet me drive ( Biar saya yang menyetir ).â Nino menawarkan diri saat sebuah mobil BMW 5 series berkapasitas lima orang itu sudah datang di depan lobi Perusahaan. Andrew dan Reno hanya mengangguk, lalu Reno membukakan pintu mobil belakang untuk Andrew yang sedang menggendong Fania.
âDid you get on line with Owen? ( Apa lo berhasil menghubungi Owen? ).â Tanya Reno pada Nino yang ada disebelahnya. Sementara dibelakang kursi mereka, Andrew berusaha menyadarkan Fania.
âYes, Sir ( Ya Tuan ).â Sahut Nino. âHe said to check her air way, breathing and pulse ( Dia bilang untuk mengecek jalan nafas dan nafasnya berikut dengan denyut nadi nya ).â
âAlready. Sheâs got unconscious ( Udah. Dia pingsan ). Take us home, Nino ( Antar kami pulang, Nino ).â Ucap Andrew sambil kembali berusaha membangunkan Fania, dengan memanggilnya, mengusap hingga menepuk pipi Fania dengan perlahan. Reno sebentar memperhatikan Andrew dan Fania dibelakang.
âGue minta Owen datang ke rumah kalau begitu.â
Reno meraih ponselnya untuk menghubungi Owen yang merupakan dokter keluarga mereka.
âEntah apa yang mereka berdua katakan pada Little F, sampai dia tertekan seperti ini.â Ucap Reno saat telah mematikan panggilan nya dengan Owen. Reno terdengar menghela kasar nafasnya.
âApapun itu mereka sudah mengganggu Fania gue. Dan gue ga terima.â Sahut Andrew dengan dingin lalu kembali berusaha membangunkan Fania kembali. Reno manggut â manggut, dia kembali meraih ponselnya, hendak melakukan panggilan.
âIâll handle it Sir, after I take you all to the Mansion. ( Biar aku yang menanganinya, Tuan. Setelah aku mengantarkan kalian ke kediaman ).â
Reno menoleh pada Nino lalu mengangguk. Memasukkan kembali ponselnya dalam saku.
âHeart?.â
***
âEntah apa yang mereka berdua katakan pada Little F, sampai dia tertekan seperti ini.â
âApapun itu mereka sudah mengganggu Fania gue. Dan gue ga terima.â
âIâll handle it Sir, after I take you all to the Mansion. ( Biar aku yang menanganinya, Tuan. Setelah aku mengantarkan kalian ke kediaman ).â
Sayup â sayup terdengar suara Andrew, Reno dan Nino di telinga Fania. Namun rasa berat dan sakit yang dirasa oleh Fania dikepalanya membuatnya sulit untuk membuka mata.
âShh....âRingisan teramat pelan Fania terdengar bersamaan dengan  tangannya yang hendak meraih kepalanya. Namun Fania merasa lemas. Hanya mampu menggerakkan kepalanya dengan sangat pelan.
âHeart?.â
Andrew memanggil Fania dengan pelan. Rasanya Fania ingin bangun, namun kepalanya terasa sakit dan sepertinya ia tak memiliki tenaga. Ingin berucap pun tenggorokan Fania terasa amat kering.
âNdrew, here ( Ndrew, ini ).â Reno memberikan botol berisi air mineral yang sudah dia lepas tutupnya pada Andrew. Andrew hanya mengangguk namun belum mengambil botol minuman dari tangan Reno. Ia beralih ke Fania.
âHeart, kamu bisa dengar aku?.â Andrew mencoba mengajak Fania bicara.
Fania mengangguk pelan.
âKamu minum dulu ya?.â Andrew kembali berbicara dan Fania kembali hanya mengangguk pelan. Reno sudah sigap dengan botol minum yang sudah dipegangnya, saat Andrew mencoba membantu Fania bangun.
Kali ini Fania menggeleng pelan. Rasanya ia tak sanggup bangun karena kepalanya terasa sakit jika ia bergerak pelan. Merasakan juga tubuhnya yang lemas dan matanya yang panas hingga sedikit sulit untuk membuat katup matanya terbuka.
âKepala kamu sakit?.â Tanya Andrew sedikit khawatir sambil memijat pelan kening Fania.
Fania mengangguk pelan.
âR, she need straw to drink ( R, dia butuh sedotan untuk minum ).â Ucap Andrew pada Reno.
__ADS_1
âGa ada, Ndrew.â Sahut Reno. Andrew kembali beralih pada Fania.
âTahan sebentar, Heart sebentar lagi kita sampai rumah.â
Fania diam tak menjawab.
****
Fania masih dalam gendongan Andrew setelah mereka tiba di halaman depan pintu utama Kediaman Smith. Reno kembali membantu membukakan pintu untuk Andrew.
Fania nampak masih setengah sadar. Andrew berjalan cepat namun juga hati â hati untuk membawa Fania ke kekamar mereka.
Sementara Reno menghampiri Ara dan Jeff yang tak lama ada di belakang mobil yang ia tumpangi bersama Andrew, Fania dan Nino. Uncle Keenan pun ikut datang bersama Ara dan Jeff.
âBagaimana Fania, Hon?.â Ara terlihat khawatir.
âDia pingsan tadi. Namun belum sadar sepenuhnya.â Sahut Reno dan mereka berdua pun masuk bersama diikuti Jeff dan Uncle Keenan.
Sementara Nino langsung melajukan kembali mobil yang ia kendarai untuk melaksanakan tugasnya berkenaan dengan masalah yang terjadi antara Fania dan Reno juga Andrew di Perusahaan tadi.
Kediaman Smith pun geger melihat Andrew yang datang dengan membopong Fania dan sedikit tergesa.
âFania kenapa, Andrew?.â Tanya Mom yang wajahnya terlihat khawatir saat melihat Andrew membopong Fania. "Badannya panas." Ucap Mom yang sempat memegang kening Fania
âDia pingsan.â Andrew menjawab pertanyaan Mom sambil menaiki tangga. Mom dan yang lain mengikutinya.
Termasuk Theresa yang mengambil langkah duluan untuk membukakan pintu kamar Andrew dan Fania yang memang tak terkunci bila penghuninya sedang diluar.
âKak Fania?!. Kak Fania kenapa, Kak?.â Michelle yang baru keluar kamarnya pun menghampiri Andrew karena terkejut dan khawatir melihat Fania yang dibopong Andrew.
âChel, tolong ambilkan minum dengan straw.â Ucap Andrew pada Michelle, dan adiknya itu mengangguk dan segera berlari turun.
âWhat happen R? ( Ada apa R? ).â Tanya Dad yang juga ada bersama Mom tadi. Ia juga nampak ikut khawatir.
âShe got unconscious, Dad ( Dia pingsan, Dad ).â Jawab Reno pada Dad. Lalu beralih ke Ara. â Kamu tunggu disini ya, jangan sampai tergesa naik. Nanti saja melihat Little F, kalau Owen sudah datang dan memeriksanya.â
âIya.â Sahut Ara yang kemudian ke ruang keluarga bersama Dad, Jeff dan Uncle Keenan.
âJeff, tolong telpon Owen lagi, tanya sudah dimana dia.â Ucap Reno pada Jeff dan Jeff pun mengangguk, langsung meraih ponselnya dalam saku. Reno langsung menuju ke kamar Fania dan Andrew.
**
âSebentar ya, sebentar lagi Owen datang. Kepala kamu masih sakit?.â Tanya Andrew saat Fania sudah ia rebahkan diatas ranjang. Ia mengusap pelan wajah Fania. Mom pun ada bersama Andrew dan Fania.
Fania sudah bisa membuka matanya meski masih dirasa panas. Menatap lemah pada Andrew.
âD ....â Panggil Fania pelan dan Andrew langsung bersimpuh disisi ranjang samping Fania sambil mengelus lembut kepala Fania.
âKamu butuh apa, Heart?.â Tanya Andrew pelan. Mom yang ingin bertanya mengurungkan niatnya karena melihat raut wajah sedih Fania.
âKak ini minumnya.â Michelle datang dengan air minum berikut sedotan yang tadi diminta Andrew. Mom meraihnya dan memberikan pada Andrew yang langsung menerimanya.
âMinum dulu, ya?.â
Andrew menyodorkan sedotan ke bibir Fania, namun Fania menggeleng.
âKamu butuh apa, hem?â
âAku mau pergi dari kehidupan kalian ....â
**
To be continue....
Yeay.. Udah dikasih dua episode nih ya..
Coba tolong kasihani Authornya dengan kasih jempol đ
Ma acih sebelom dan sesudahnya
loph loph dari Author yang kurang solehah ini.
__ADS_1
đđ