
Nih dikasih dua episode lagi biar pada anteng đ
**
Selamat membaca ...
ă
âOh iya Kak. Itu .. urusan keluarga lo udah selesai?.â Tanya Fania disela piknik mereka
âSedikit lagi.â Ucap Reno santai. âTinggal nunggu lo tanda tangan, kan?.â
âHumm...â
âUdah ambil keputusan belum?.â Tanya Reno pada Fania yang barusan hanya ber Hum ria itu.
âUdah sih. Nanti lah. Sekarang nikmatin dulu ini piknik.â Ucap Fania. âMinggu depan aja kita ngeliweut gimana?. Nanti Fania minta Syahrini KW kirimin ikan asin, cabe jablay de el el pokoknyaâ
Semuanya tergelak saat mendengar Fania menyebut Syahrini KW barusan. Paham karena sebutan itu dimaksudkan untuk Mama Bela.
âLo catat aja. Tiga hari lagi kan John mau balik kesini. Nah bisa titip dia nanti.â Ucap Reno.
"Oh Kak John, mau kesini?."
"Iya."
âCabe jablay itu apa Fania?.â Mom sedikit kurang paham. âYang Mom tau cabai di Indonesia itu, cabai keriting, merah dan rawit, kan?.â
Fania terkekeh sendiri.
âPasti sebutan asalnya Kak Fania.â Celetuk Michelle.
âYe... makanya nanti liburan ke Indonesia. Ntar gue ajak lo ke pasar impres mengenal jenis cabe di Indonesia.â
Fania menanggapi ucapan Michelle dan membuat yang lain terkekeh geli.
âCabe jablay itu, cabe super pedes Mom. Cabe Sayiton nirozim â
âOh, I see. (Â Oh begitu ).â
âYah seperti ituh.â
âJangan makan yang terlalu pedas.â Celetuk Andrew.
âIya benar, Ndrew.â Timpal Jeff sambil menggigit sandwich nya. âMulut lo aja udah pedas kalo menyindir orang.â
Fania menjulurkan lidahnya pada Jeff.
âEh iya Kak Reno sama Kak Ara ga balik lagi ke Frognal?.â Tanya si Kajol.
âKenapa lo ngusir?.â Sahut Reno.
âDih, sensi amat Yigit Kozen. Gue mau ikut kalo lo mau balik lagi kerumah lo Kak.â Timpal Fania yang juga penggemar serial Turki itu.
âMau apa? Mau menginap disana?.â Tanya Andrew dan Fania mengangguk.
âBener ya, nanti ikut kalo Kak Ara sama kakak kamu ini balik kesana?.â Timpal Ara.
âBener dong.â Sahut Fania. âBoleh kan, D?.â
âCoba aja dia bilang ga boleh.â Celetuk Reno sambil melirik malas pada Andrew. Yang lain hanya terkekeh dan Andrew membalas lirikan Reno dengan ekspresi yang sama.
Piknik keluarga Smith weekend itu diteruskan dengan obrolan ringan dan candaan.
__ADS_1
**
âIs he still breathing?. ( Apa dia masih bernafas? ).â
âI guess so. ( Gue rasa begitu ). Hanya masih belum membuka mata.â
âThen that woman, R?. ( Terus cewek itu, R? ).â
Tiga laki â laki Keluarga Smith masih bertengger di halaman belakang ketika acara piknik mereka usai.
Sisanya sudah kembali ke dalam rumah dan memilih ruang santai sambil menikmati cemilan yang tersedia.
âGue belum memikirkan mau gue apain itu cewe kurang ajar.â
âGa ada ide lo, Ndrew?.â Goda Jeff pada Andrew.
Andrew menggeleng. âLeave her for me. ( Tinggalin dia buat gue ).â Andrew meremas tangannya menahan geram. Reno dan Jeff paham, karena cewe yang bernama Inggrid itu Andrew dan Fania sampai kehilangan bayi mereka.
âWhat are you going to do to her?. ( Lo mau apain dia? ).â Tanya Reno dengan santai. âMau lo buat seperti Cindy?.â
âBahkan lebih buruk.â
Ketiga pria itu lalu tenggelam dalam pikirannya masing â masing.
Seorang pelayan datang menghampiri ketiga pria tamvan tersebut.
âExcuse me, Mister Reno. ( Permisi Tuan Reno ).â Ucap pelayan tersebut dengan sopan.
âWhat is it, Lita?. ( Ada apa, Lita? ).â Tanya Reno dengan santai.
âYou have a guest, Sir. ( Ada tamu untuk anda, Tuan ).â
âA guest?. (Â Tamu? ).â Reno mengernyitkan dahinya. âWho?. ( Siapa? ).â
âMister Peter Alexander. ( Tuan Peter Alexander ).â
âExcuse me, Mister Anthony. ( Permisi Tuan Anthony ).â Theresa menghampiri Tuannya yang sedang bercengkrama bersama istri, putri dan kedua menantu perempuannya.
âYes, Theresa?. ( Ya, Theresa? ).â Sahut Tuan Anthony pada kepala pelayan di kediamannya itu.
âMister Peter is here. ( Ada Tuan Peter datang ).â
Raut wajah semua orang berubah tegang, kecuali Fania.
âMister Peter?. Ayahnya Kak Reno bukannya?.â
**
âAda yang bisa saya bantu, Tuan Peter Alexander?. Karena seingat saya, saya tidak mengundang anda datang.â Reno masuk menghampiri orang yang mencarinya ke ruang tamu, dengan Andrew dan Jeff yang berada sedikit jauh dibelakangnya. Sengaja kayaknya, males negor.
Disaat yang sama Dad dan Mom muncul juga dari arah ruang santai.
âApa begini cara kamu menyambut Ayahmu?.â Pria bernama Peter yang merupakan ayah kandung Reno itu berkata sambil memandang tajam pada putranya yang memasang wajah datar.
Dad Anthony menghampiri ayah Reno.
âHow are you, Peter?. ( Apa kabarmu, Peter? ).â
Dad menyapa dengan hangat dan tersenyum pada Tuan Peter.
âWhat do you think?. ( Bagaimana menurutmu? ).â Namun Tuan Peter tersenyum sinis padanya. âYou taught him so well, untill he becomes too arrogant.... ( sampai â sampai dia menjadi sombong ... ) and insolent! ( dan kurang ajar ! ).â
âDonât be so rude, Peter. ( Tidak perlu kasar, Peter ). Have a seat. ( Silahkan duduk ).â Dad mempersilahkan.
__ADS_1
Tuan Peter kembali tersenyum sinis. âRude?. ( Kasar? ). You know what he did to Irvin?!. ( Apa kau tau apa yang sudah dia lakukan pada, Irvin?! ).â
Tuan Peter mengacungkan telunjuknya pada Reno yang terlihat santai. Dan menyunggingkan senyum sinis pada ayah kandungnya itu.
âBicara langsung pada intinya saja. Ini hanya antara kita. Tidak ada hubungan dengan Dad dan keluarga Smith.â Ucap Reno datar.
Tak lama Ara, Fania dan Michelle juga keluar dari arah ruang santai. Andrew langsung menghampiri Fania. Ara menghampiri Reno.
âAyah, apa kabar?.â
Ara mengulurkan tangannya untuk mencium tangan sang ayah mertua, namun ditepis oleh Tuan Peter.
Rahang Reno tampak mengeras melihat tangan Ara yang ditepis kasar oleh ayahnya itu. âKamu ga perlu lagi sopan padanya, Ara.â
Ara hanya terdiam setelah mendengar ucapan Reno. Lalu berdiri tepat disamping Reno sambil mengelus â elus lembut punggung suaminya itu. Mencoba menyampaikan pesan agar Reno menahan emosinya.
âPergi ke kamar, Ara.â
Ucap Reno pada Ara, tanpa mengalihkan tatapan dari ayahnya.
âIya.â
Ucap Ara pelan, tak ingin membantah suaminya.
âMari, Mom antar, Ara.â
Mom menghampiri Ara lalu berjalan bersama menantu sulungnya menuju kamar Reno dan Ara.
âKamu juga pergi ke kamar ya?.â Andrew berbicara pada Fania dilain sudut yang tak jauh dari Reno.
Fania mengangguk.
âAyo Kak, kita keatas.â
Michelle langsung menggandeng tangan Fania.
Tuan Peter mengalihkan pandangannya pada Fania yang berjalan bersama Michelle.
âApa itu dia?.â Ucap Tuan Peter yang menunjuk Fania dengan kepalanya. âGadis yang bernama Fania?.â
Fania menghentikan langkahnya.
Semua mata menoleh pada Fania, Andrew kembali mendekati Fania.
âPergi ke kamar, Heart.â
âSiapa dia, sampai kamu begitu lebih membelanya sampai â sampai menelantarkan adik â adik kamu sendiri dan memberikan hak mereka pada gadis tidak jelas itu, hah?!.â
Andrew melangkah maju. âWatch the way you talk!. ( Jaga bicara anda! ). Gadis yang ada sebut tidak jelas itu, is my wife! ( Adalah istri saya! ).â Andrew menatap geram pada ayah kandung Reno yang menghina Fania nya itu.
âD..â
Fania mencekal tangan Andrew.
âPergi ke kamar sekarang, Heart.â
Fania menurut dan melanjutkan lagi langkahnya bersama Michelle.
âDonât ever say anything bad about my wife or I wonât hold myself. ( Jangan pernah bicara buruk tentang istri saya, atau saya tidak akan enggan ).â
***
 To be continue ...
__ADS_1
**Selamat menunggu waktu berbuka, gengs!."**
Author mau nyari takjil duluđ***