BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 133


__ADS_3

Selamat membaca ..




“Terima aja Nald. Aku ga apa – apa. Mungkin kalian memang harus bicara.” Ucap Fania saat ponsel Andrew berdering dan tertera nama Cindy sebagai si pemanggil.


“Ga ada lagi yang perlu aku bicarakan sama dia.” Ucap Andrew lalu menolak panggilan dan meletakkan kembali ponselnya setelah dia mematikan benda pipih tersebut.


“Kenapa harus menghindari dia? Kalau kamu benar sudah ga ada rasa.” Ucapan Fania membuat Andrew menatapnya tajam. Fania menyadarinya. “Maksud aku....”


Andrew menyela. “Kamu masih aja meragukan aku, Fania.” Sepertinya Andrew sedikit tersinggung, karena menyebut Fania dengan namanya dan berbicara dengan nada datar. “Aku ngantuk. Tidur duluan. Nanti kalau sudah mau tidur jangan lupa matikan lampu.”


Andrew beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ranjang lalu merebahkan dirinya dan memejamkan mata tanpa menunggu Fania. Gadis itu pun memperhatikan Andrew hingga sampai Donald nya merebahkan tubuh kekarnya diatas ranjang, lalu tidur dan menopang kan satu tangan diatas matanya.


“Fuuhhh....” Fania menghela nafas pelan. ‘Salah ngomong nih kayaknya gue.’ Batin Fania.


Gadis itu pun bangkit dari sofa, mematikan lampu dan menghampiri ranjang. Dan merebahkan dirinya di samping Andrew yang tidur terlentang dengan satu tangan yang menutupi kedua matanya.


Merasakan pergerakan disampingnya, Andrew merubah posisi tidurnya membelakangi Fania. “Nitey nite. ( Selamat malam ).” Katanya pelan.


“Aku salah. Maaf.” Ucap Fania lirih, memeluk Donald yang membelakanginya sambil menyembunyikan wajah dibalik punggung laki – laki pemilik hatinya. “Aku bukannya ragu. Engga. Maaf kalau kamu tersinggung, Nald.”


Andrew berbalik, Fania masih memeluknya dan kini menyembunyikan wajah didada bidang Andrew yang tertutup kaos hitamnya.


Melepaskan tangan Fania lalu menarik gadis itu, mensejajarkan wajah mereka. “Aku bukannya menghindari dia. Bukan juga karena aku masih ada rasa. Antara aku dan dia bahkan sudah selesai sebelum aku tahu soal Reno yang sudah menemukan kamu. Jadi stop meragukan aku.” Jelas Andrew. ‘Bahkan nama kamu terukir di dada aku, Sweety.’ Batin Andrew.


Fania tersenyum tipis. Membelai kepala dan wajah Andrew seraya menempelkan dahinya dengan dahi Andrew. “Maaf.” Ucapnya sedikit bangkit untuk mencium kening Andrew dan membawa kepala laki – laki itu dalam pelukannya. Dada Fania tepatnya. “Jangan marah ya, Nald.” Fania meletakkan kepalanya sayang dengan lembut diatas kepala Andrew.


“I-iya.” Sahut Andrew.

__ADS_1


Glek. Seketika ucapan Jeff kala pertama laki – laki itu melihat Fania di lapangan terbersit di otak Andrew. ‘Pas Dalam Genggaman. Hahaha.’ Membuat Andrew menelan keras salivanya, tak mampu bergerak, takut salah nengok. 😝


Dada Fania memang tidak terlalu besar, tapi penuh, pas dalam genggaman kalo kata Jeff. Wkwk.


“Beneran ga marah?.” Tanya Fania yang sepertinya merasa nyaman meletakkan kepalanya diatas kepala Andrew sambil tangannya pun masih menangkup wajah Donald kesayangannya yang otak kiri dan kanannya sedang berperang.


“Eng-ga, aku.. ga marah.” Ucap Andrew sedikit terbata namun tetap tidak bergerak. Mau menggeleng takut enak. Eh ga enak maksudnya.


“Makasih ya, Nald. Makasih udah sesayang ini sama aku.” Fania mengeratkan pelukannya pada Andrew makin membawa Andrew sedikit merasakan mochi Jumbo Fania dari balik kaos panjang yang gadis itu kenakan.


"Sama- sama.. Sweety...." Jawab Andrew. Yah mencoba menjawab meski hatinya cemas - cemas harap. ‘Ya Tuhan, kuatkan aku dari godaan Fania yang memabukkan.’ Batin Andrew.


Yang sabar ya Bro.


*


Sementara itu di tempat lain...


Seorang wanita yang sedang gusar, merana, sakit hati dan merasa tak terima mencoba menghubungi  nomor kontak seseorang yang sudah mengisi hatinya selama dua tahun belakangan.


“I just left for two months ....” ( Aku hanya pergi dua bulan ) Not even a word of broke up ever said. ( Bahkan kata putus pun belum terucap ).” Cindy kembali berlinang air mata sambil menatap pilu foto Andrew dan Fania.


“No, I’m sure you love me, you still. ( Tidak, aku yakin kau masih mencintaiku ).” Ucap Cindy pada dirinya sendiri.


Lalu bergegas menekan kontak yang bertuliskan My Andrew di ponselnya sembari menghapus air mata yang tadi jatuh ke pipinya.


Tuuut.... Tuuut.... Tuuut.... Tuuut....


Panggilan tersambung namun lama belum dijawab, hingga nada seperti panggilannya ditolak, membuat Cindy kembali meradang.


Tak putus harapan kembali Cindy mencoba menghubungi nomor Andrew. Tak bisa karena sepertinya Andrew sudah menonaktifkan ponselnya. Marah dan kecewa menguasai Cindy.

__ADS_1


“Andrew!!!!.” Pekiknya di dalam kamar apartemen miliknya. Kembali menangis dalam marahnya dan membanting ponsel ke lantai kamar yang beralaskan karpet.


“It’s all because that Btch! (Semua ini karena perempuan murahan itu!) Fania!. Argh.” Cindy memekik frustasi sembari mengingat kembali ucapan Ara, Reno dan Jeff saat dirinya datang lagi ke Kediaman Keluarga Smith dan mendapati Andrew sudah bersama seorang wanita bersama Fania yang bahkan tidur di kamar Andrew.


**


“You’ve heard what Andrew was said. That girl, Fania, is Everything for Andrew. ( Kau dengar apa yang Andrew bilang tadi. Gadis itu, Fania, adalah segalanya bagi Andrew sekarang ). You can’t  blame her for what Andrew feel to her. Is it you who was left first if I’m not mistaken. ( Kamu tidak bisa menyalahkannya atas perasaan Andrew padanya. Bukannya kamu yang pergi duluan, kalau aku tidak salah). You put yourself way too high about your


position in Andrew’s heart. ( Kamu terlalu menempatkan diri kamu terlalu tinggi atas posisimu di hati Andrew. ).”


Kata – kata Ara itu memang menusuk hati Cindy. Seperti yang Ara bilang kalau dia terlalu percaya diri kalau Andrew mencintai dan akan setia menunggunya. Namun kenyataannya tidak.


Belum lagi ucapan Jeff yang kembali mengiris hatinya.


“Beside, for your information Cindy. (Lagipula, sekedar informasi untuk kamu,  Cindy). They both were already stay in the same room before. At  Andrew’s room  in his house at Jakarta. (Mereka berdua juga sudah tinggal sekamar di rumah Andrew yang ada di Jakarta). So, you know now how much that girl means in Andrew’s heart. (Jadi, sekarang kau tau betapa besar arti gadis itu dihati Andrew).” Ucap Jeff kala itu.


“And from what I’ve known, Andrew not even let you, to get inside his room while you were together. Right?. ( Dan dari apa yang aku tau, Andrew bahkan tidak membiarkanmu hanya sekedar masuk ke kamarnya saat kalian masih


bersama, Benar?).” Bahkan Reno ikut menimpali dengan perkataannya. Dan ya memang kenyataannya begitu.


Diserang  oleh tiga orang yang dekat dengan Andrew melalui ucapan atas kenyataan yang menyakitkan bagi Cindy memang menghantam hati dan mentalnya.


Cindy bahkan mengingat kembali setiap saat dia mendesak untuk diundang masuk ke kamar Andrew kala mereka masih bersama waktu itu dan Andrew bilang hanya wanita yang sudah dipastikan olehnya akan menjadi istrinya yang boleh masuk ke kamarnya.


Meski Cindy selalu meyakinkan bahwa dia adalah wanita yang tepat, namun Andrew masih tidak membiarkan dirinya masuk ke dalam kamar pribadi Andrew di rumah keluarga Smith. Bahkan ia sendiri pernah mencoba untuk masuk ke kamar Andrew yang menggunakan akses masuk berkode dengan memasukkan tanggal lahirnya, merasa kepedean atas keyakinan kalau Andrew mencintainya dan password kamar laki – laki itu adalah tanggal ulang tahunnya. Tapi nyatanya Bukan.


“You’re mine, Andrew!.” Ucapnya dalam tangis dan rasa frustasi.


****


To be continue ..

__ADS_1


-Otor hari ini update satu episode dulu yah. Ada job pesenan risol soalnya. Wkwk-


-Jempol Jangan Lupa ya My Bei beh Bala Bala-😏👍


__ADS_2