
Hai – hai terima kasih untuk para pembaca sekalian yang blaem – blaem, yang tetep setia membaca sampai saat akhir cerita tiba nanti. Wkwkwk.
Semoga tetep sabar dan selalu diberi kesehatan. Aamiin.
Terus dukung Author yang sedang getol nyiapin sekuel nya BSS
Loph Loph
Emaknya Queen.
♣
♣
🍁SEPENGGAL KISAH LAMA🍁
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Selamat membaca .....
***
Indonesia ..
“This is fckin’ impossible!!* ( Ini benar – benar ga mungkin!! ).”
Jeff mengumpat kasar sambil meremas kasar rambutnya. Ia tampak tak percaya sekaligus frustasi.
“Gue benar – benar ga habis pikir .... Apa mungkin?.“ Jeff menuangkan minuman ke dalam gelas.
**Flashback empat tahun lalu
Jakarta, Indonesia.
“Cantik juga dia. Seksi......”
Jeff tersenyum sumringah meski kepalanya sedikit dirasa pening karena ia mabuk semalam. Melihat seorang wanita yang berbaring tepat disampingnya dalam keadaan tanpa busana, sama seperti dirinya. Ia hanya ingat sepotong – sepotong kejadian semalam, saat ia sedang duduk sendirian di dalam sebuah klub sambil minum – minum sendirian.
Tak lama seorang wanita duduk disampingnya saat Jeff sudah setengah mabuk. Namun wajah cantik wanita itu masih Jeff bisa lihat jelas, terutama bodynya karena Jeff menelisik wanita disampingnya itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Wanita yang nampak sedang frustasi itu juga memesan minuman berkali – kali pada bartender namun Jeff tak berusaha menghentikannya. Bukan urusannya pikir Jeff, namun tak menampik kalau wajah cantik dengan dress yang tidak terlalu seksi namun fit body yang cukup mencetak bentuk tubuhnya yang Jeff sudah bisa pastikan aduhai itu, memang membuat jiwa liarnya mulai keluar. Jeff mulai mendekati wanita disampingnya itu.
Tak ada penolakan dari wanita itu. Jeff menggenggam tangan si wanita itu pun, lagi - lagi tak memberikan penolakan. Sampai akhirnya Jeff menggandeng si wanita untuk keluar dari klub dan ia bawa ke apartemennya. Wanita itu mau ikut dengan sukarela, walau yah wanita itu sudah mabuk. Namun sama sekali tak ada penolakan dari si wanita, bahkan ia bergelayut manja pada Jeff, entah sadar atau tidak, sampai akhirnya mereka berakhir dengan berpacu dalam kenikmatan diatas ranjang Jeff.
"Damned, she’s really hot!."( Sial, dia benar – benar menggairahkan ).”
Jeff tersenyum saat ia berada dibawah kucuran shower dan mengingat sesi panasnya bersama wanita yang tadi ada diranjang nya, dan masih terlelap.
“Mungkin masih bisa bermain sekali lagi, saat dia bangun nanti.” Jeff memperhatikan lamat – lamat wajah wanita yang matanya masih terpejam itu dan sekali lagi menyibakkan pelan selimut yang menutupi tubuh polos dibawahnya. Ia menggeleng takjub.
Gairah Jeff mulai naik, namun ia redam terlebih dahulu, menunggu wanita itu itu terbangun dan berharap bisa kembali menikmati kenikmatan semalam, namun kali ini dengan keadaan sadar.
Jiwa Casanova seorang Jeff membuat pikiran liarnya menari – nari dengan bayangan wanita yang sedang terbaring seksi diranjang nya itu menggelepar dibawah kungkungannya.
Namun mata Jeff sontak membola, saat ia melihat bercak merah di atas seprai ranjangnya.
*"Oh shi**t!( Oh sial! ).**She's a virgin!( Dia Perawan! )”*
***
__ADS_1
“Aaa!” Terdengar jeritan dari belakang Jeff. “Oh Tuhan, apa yang udah gue lakukan?!. Sialan!.” Yang dilanjutkan dengan gerutu dan umpatan.
Jeff setengah terkejut mendengar jeritan si wanita. Dan ia pun langsung membalikkan badannya, namun belum bersuara dan bergerak dari tempatnya berdiri sekarang.
Wanita itu nampak menarik selimut hingga sampai ke pundaknya.
Tak lama menoleh kearah Jeff dan nampak juga terkejut.
Kemudian wanita itu memalingkan wajahnya dan nampak memejamkan matanya sambil menarik nafas. Jeff masih berdiri ditempatnya.
Ia tahu dengan pasti apa yang sedang dipikirkan wanita yang sedang menatapnya saat ini. Wanita itu jelas nampak menyesali apa yang sudah terjadi dengan mereka semalam.
Cinta satu malam yang berakhir diatas ranjang. Walaupun tanpa paksaan, namun ia sudah menggagahi seorang perawan. Dan wanita itu sudah pasti sedang menyesali kebodohannya yang mabuk hingga sampai kehilangan keperawanannya.
Pada akhirnya wanita itu beringsut dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi dengan selimut yang ia lilitkan ditubuhnya.
Nampak sedikit tertatih namun melewati Jeff yang belum berhenti memperhatikan gerak – gerik wanita itu.
Jeff sedikit aneh dengan sikap wanita itu sebenarnya, yang dia pikir akan memaki – makinya karena sudah merenggut kesuciannya. Namun wanita itu berjalan begitu saja ke dalam kamar mandi. Jeff mengendikkan bahunya, lalu kembali meminum kopinya sambil berbalik menatap ke arah luar jendela.
***
“Kita harus bicara.”
Jeff berucap setelah wanita itu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang digunakannya semalam. Dan wanita itu nampak terkejut melihat Jeff yang sudah berdiri dekat dengannya.
“Kamu pasti sudah tahu dengan pasti apa yang sudah terjadi diantara kita semalam.”
Wanita itu tak menjawab, dan nampak terlihat canggung.
“Apa kamu ingin meminta pertanggung jawaban saya?.”
“Tapi saya sudah merenggut kesucian kamu. Apa kamu benar - benar tidak ingin meminta pertanggung jawaban saya?. Karena saya hanya akan bertanya sekali.”
“Ya saya yakin akan keputusan saya ini Tuan, Dan saya rasa ini juga bukan sepenuhnya salah anda. Kita sama - sama mabuk semalam dan seingat saya anda tidak memperlakukan saya dengan kasar. So, saya pikir cukup lupakan saja soal semalam.”
*‘**Wow**.’ Batin Jeff takjub.*
Wanita ini sudah kehilangan hartanya yang paling berharga sebagai seorang perempuan, dan dia bilang cukup lupakan saja.
“Apa kamu yakin dengan ucapan kamu barusan?.”
Wanita itu terdiam sebentar namun tak lama ia mengangguk mantap. “Saya yakin. Saya harap kita tidak bertemu lagi setelah ini.” Dan ia langsung meraih tasnya, meninggalkan Jeff yang termangu pada wanita yang menolak untuk dipertanggung jawabkan itu.
“Wanita yang menarik.”
Jeff menggumam sambil menyunggingkan senyum setelah wanita itu meninggalkan apartemennya, setelah sebelumnya kembali lagi menghampiri Jeff, karena tidak tahu password pintu apartemen Jeff yang kemudian ia antar sampai ke pintu.
Jeff masih menyunggingkan senyumnya setelah ia menutup pintu apartemennya dan wanita itu juga pergi tanpa berkata apa – apa lagi atau bahkan menoleh.
“Ck, gue lupa tanya siapa namanya.”
Jeff merasakan kakinya menginjak sesuatu saat ia hendak kembali ke kamar. Sebuah tanda pengenal dengan logo dari sebuah Perusahaan yang amat sangat familiar untuknya.
“Ga mungkin....” Jeff bergumam lagi. “Jadi dia kerja di Perusahaan Smith?.” Ia terkekeh tak percaya.
- - -
Perusahaan Smith Jakarta, Indonesia. Dua hari kemudian
“Nay. “ Jeff berbicara dengan sekertaris pribadinya yang berada di Perusahaan Smith Jakarta.
__ADS_1
*“Ya, **Mister Jeff**?.”*
“Panggil pemilik tanda pengenal ini untuk menemui saya sekarang.”
*“**Yes, Sir**.” Sekertaris Jeff langsung mengerjakan tugas yang disuruh oleh Jeff untuk memanggil karyawan yang tanda pengenalnya diberikan oleh Bosnya itu.*
- - -
*“**Sir**.” Sekertaris Jeff yang dipanggil Nay itu sudah kembali ke ruangan Jeff. Ia memberikan kembali tanda pengenal karyawan Perusahaan Smith yang tadi diberikan Jeff padanya untuk memanggil karyawan yang foto dan namanya tertera disana.*
“Ya gimana, Nay?.”
“Ibu Natasya bilang yang bersangkutan sudah mengundurkan diri per tadi pagi.” Ucap sekertaris pribadi Jeff itu.
“Oh ya?. Surat Perjanjian Kerjanya memang sudah habis masa berlakunya?.”
“Kebetulan sudah sejak minggu kemarin, dan hari ini seharusnya dia menandatangani Surat Perjanjian Kerja yang baru. Tapi Bu Natasya bilang, dua hari yang lalu wanita ini minta jangan dibuatkan SPK yang baru, karena ia akan mengundurkan diri dari sini.”
“Dan Natasya menyetujuinya?.”
*“Iya, **Sir**.”*
“Ya sudah kalau begitu.”
Flashback off
***
Jeff berjalan menuju meja kerja yang berada dikamarnya di Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith di Jakarta. Menarik knob laci dan mengambil sesuatu dari dalam laci tersebut. Sebuah tanda pengenal karyawan yang pernah
melakukan One Night Stand bersamanya, namun kemudian mengundurkan diri dari Perusahaan.
“ Jihan Shaquita.” Jeff bergumam sendiri sambil membaca nama yang tertera di tanda pengenal dari wanita yang telah ia ambil kesuciannya empat tahun lalu.
Alih – alih minta pertanggung jawaban dari Jeff namun wanita itu malah menghilang. Waktu itu Jeff sudah mempersiapkan dirinya kalau wanita itu minta pertanggung jawaban. Yah, rela ga rela kalau terpaksa harus menikah karena ‘kecelakaan’.
Perawan pertama dan satu – satunya wanita yang masih perawan saat make love dengannya. Jeff juga ga merasa
dirinya brengsek – brengsek amat. Kalau saat itu wanita bernama depan Jihan itu ngotot meminta untuk dinikahi pun rasanya Jeff akan pasrah. Lumayan cantik juga pikirnya. Tapi wanita itu malah pergi dan menghilang. Ya sudah.
Jeff juga tak pernah berusaha mencarinya.
“Sekitar tiga tahunan.”
Jeff teringat ucapan John tentang usia anak laki – laki yang serupa bak pinang dibelah dua seperti saat Jeff masih kecil itu. Benak dan hati Jeff kini terusik.
“Kalau umur anak ini sekitar tiga tahunan, berarti ....”
Jeff langsung berpegangan pada meja kerjanya. Seketika kakinya terasa lunglai. Jika dugaannya benar berarti anak laki – laki itu adalah hasil dari cinta satu malamnya bersama wanita yang bernama Jihan itu.
“Tapi kenapa dia menyembunyikannya?....”
Jeff meremas rambutnya dengan kasar. Hatinya kini benar – benar gusar. Tak habis pikir, jika anak laki – laki itu adalah anak hasil dari hubungan satu malam mereka kenapa wanita menyembunyikan rapat – rapat soal keberadaan anak mereka.
Kini Jeff sedikit geram.
“Jihan Shaquita. You owe me something ( Jihan Shaquita. Kamu berhutang sesuatu padaku ).”
****
To be continue ..
__ADS_1