BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 282


__ADS_3

Selamat membaca ...


😘


Andrew dan Fania sudah kembali ke Kediaman Utama Keluarga Smith. Dan seperti biasa, keluarga yang super kompak itu berkumpul bersama di Mansion mereka. Tahun ini mereka merencanakan liburan dengan seluruh keluarga besar mereka. Termasuk juga Keluarga Cemara, Mama Anye dan Dewa.


“Hello my  Dear Awesome Family!. (Halo keluargaku yang menakjubkan!).”


Andrew menyapa seluruh anggota keluarganya yang sudah berkumpul di meja makan, saat dirinya dan Fania datang.


Menyalami orang tuanya, berikut Mama Anye. Fania pun sama. Tambahan untuk Fania, dia pasti juga akan menyalami Reno dan Ara.


“Anak Sultan mana?.”


Tanya Fania pada Ara karena tak melihat Varen.


“Di kamar sama Lita.” Jawab Ara.


“Anak gue!.” Celetuk Reno. “Anak Sultan! Anak Sultan! Nama Daddy nya Reno!.” Protes kakak gantengnya Fania.


“Dih emang anak sultan dia. Lahir terlanjur kaya kan anak lo Kak!.” Sahut si Kajol ga mau kalah. “Ih, udah jadi bapak – bapak sensi amat sih. Bentar lagi buncit perut lo!.”


“Enak aja!.” Protes Reno tak terima atas ucapan asal jeblak nya Fania. “Boleh tanya nih sama Nyonya Ara perut sixpack gue masih menggoda.”


Fania terkekeh geli, juga dengan anggota keluarga yang lain.


“Alright then, better we start our dinner. ( Baiklah, lebih baik kita mulai makan malam kita ).” Ucap Dad pada semua.


Dan mereka pun memulai makan malam mereka yang kian terasa hangat setiap kalinya, meski saat ini hawa dingin masih menyelimuti kota London.


***


Sama seperti biasanya pun, Keluarga Smith akan berkumpul untuk bercengkrama sebentar selepas makan malam.


Menikmati dessert beserta teh dan kopi sambil mengobrol santai.


Dan sehubungan saat ini sedang musim dingin, meskipun tak bersalju, keluarga cetar ini memilih untuk berkumpul di ruang santai keluarga.


“Jadi pastinya liburan kita tahun ini mau kemana?. Udah harus cepat – cepat kita putuskan loh, agar segera diurus segala keperluannya.” Nyonya Reno bersuara. Ia sedang lengang, karena anak sultan, eh anak Reno sedang di ambil alih oleh dua oma dan satu opanya.


“Bebas aja, gue ikut kemana keluarga hebat ini pergi.”


Celetuk Jeff yang sedang bermain game konsol bersama John.


“John, ada ide?.” Tanya Ara pada si bule koplak yang nampak sedikit kurang bergairah.


“Gue sama seperti Jeff. I’ll go wherever you guys go. ( Gue ikut kemana kalian pergi ).”


“Bagaimana kalau ke Maldives?.” Michelle buka suara.


“Fania yang blaem – blaem ada ide?. “ Nyonya Reno bertanya pada adik ipar angkatnya itu.


“Ikut aja eneng mah.” Sahut Fania sambil memakan pudingnya.


“Why don’t we go to Spain?. ( Kenapa kita ga pergi ke Spanyol? ). Dad kan ada villa disana.”


Andrew mengajukan saran.


“I agree with Andrew. ( Gue setuju sama Andrew ).” Ucap Reno. “Setidaknya udara disana cukup bagus untuk Varen.”


“Hm, sounds good. ( Hm, boleh juga ).” Sahut Ara. “Kembar lain ibu?. Michelle?. Fania?.” Ara mengumpulkan suara.


“Agree!. ( Setuju ).”


Keempat orang yang disebutkan Ara menyahut setuju.


“Okay, we have a deal now. We’re going to Spain. ( Oke deal udah nih ya. Kita pergi ke Spanyol ).”


Ara kembali memastikan dan sisanya memberikan anggukan dan jempol tanda setuju.


**


Sejak tadi sebenarnya Fania memperhatikan John yang nampak sedikit kurang bergairah.


“Lo kenapa Kak John? Sakit?.” Tanya Fania pada John yang tak se – ceria biasanya.


“John sedang patah hati, Jol!.” Celetuk Jeff dan John menatap malas padanya.


“Gara – gara itu cewe? Siapa namanya? Aila?.”


Ucap Fania seraya mengingat – ingat wanita yang dimaksud Jeff.


“You are absolutely right, Mrs. Fania Andrew Smith!. ( Yak anda benar sekali, Nyonya Fania Andrew Smith! ).” Sahut Jeff.


“Am I right? that she’s a married woman with a child?. ( Apa gue benar? Dia udah nikah dan punya anak? ).” Celetuk Andrew.


John belum menjawab. Lebih tepatnya enggan menanggapi para juliters di keluarganya yang saat ini sedang dalam mode kepo.


“Atau dia Jendes?.” Timpal Fania.


“What is that mean?. ( Apa maksudnya itu? ).” Donald Bebek tak paham istilah Jendes.

__ADS_1


“Janda!.” Sahut Reno. “Itu aja ga tau!.”


“Ck!. Memang gue ga tahu!.”


“Jangan sembarangan bikin gosip Kajolitaaaaa.” John akhirnya bersuara. “Dia bukan janda!.”


“So?. ( jadi? ).” Tanya Fania mewakili jiwa – jiwa yang penasaran.


“Dia punya suami....” Jawab John sedikit lesu.


“And a baby. ( Dan seorang anak ). Dan dia hidup bahagia bersama suami dan anaknya.”


Celetuk Andrew dengan santainya, meledek Jeff yang sepertinya akan mendaftar di Heart Break Club sobat ambyar.


“Sok tahu emang lo Donald Bebek. Persis kayak istrinya!.” Protes John pada Andrew. “Dia punya suami, tapi ga punya anak!. Keguguran seperti si Kajol. Makanya waktu liat Varen itu dia keingetan sama calon anaknya yang ga


jadi ada.”


John menjelaskan dengan sedikit detail pada para ahli gibah yang sedang bersamanya saat ini.


“Oh, begono. Makanya dia tiba – tiba nangis ya waktu itu.” Celetuk Fania. “Gue punya temen senasib ternyata.”


“See?. ( Lihat kan? ). You don’t need to feel bad quite longer about what was happened to you and our late baby, Heart. ( Kamu ga perlu merasa sedih berkepanjangan tentang apa yang terjadi pada kamu dan calon bayi kita yang ga selamat, Sayang ).”


Andrew membawa Fania dalam rengkuhannya.


“Kamu, kita. Bukan satu – satunya orang atau pasangan yang belum mendapatkan kesempatan untuk memiliki buah hati. Jadi bersabarlah.”


“Iya.” Fania menanggapi ucapan suaminya.


“Me and Ara spent three years to have Varen, Little F. ( Gue dan Ara menunggu tiga tahun untuk mendapatkan Varen, Little F ). Timpal Reno. “Kalian berdua baru setahun.” Tunjuknya pada Andrew dan Fania. “Nikmatin aja dulu waktu kalian sekarang. Toh lo juga masih muda, Little F.”


“Benar itu. Nikmatin aja dulu. Rezeki ga kemana.”


Ara menimpali.


“Iya Daddy Reno, Mommy Ara.” Sahut Fania pada si kakak ganteng dan ibu peri. “Nah terus Kak John, lo tau dari mana kalo itu cewe udah nikah?.”


Fania masih kepo.


“I askes her, directly!. ( Gue tanya langsung lah! ).” Sahut John.


“Ih, ga sopan amat lo Kak!.” Celetuk si Kajol.


“Daripada gue penasaran!.” Timpal John. “Meski rasanya aneh aja, kalau dia bilang punya suami tapi gue ga lihat ada cincin pernikahan melingkar di jarinya.”


“Ya sudah sih Kak John, ikhlaskan aja. Cewe masih banyak di dunia ini!.” Si judes ikut nyeletuk.


“Jangan ikutan coba jadi pebinor kamu, John.” Celetuk Ara.


“Nah! Jangan ikut jejak si Dewa.” Timpal Andrew. “Suka ganggu istri orang!.”


“Jangan suka fitnah!.” Fania melirik sinis pada Andrew.


“Memang iya si Dewa Mabuk itu suka ganggu kamu kalau ada.” Sahut si Donald Bebek yang bawaannya sensi sama Dewa.


“Iyakan aja itu si Donald Bebek, Sweety. Nanti ngambek.” Celetuk Ara setengah terkekeh.


Andrew menanggapinya dengan raut wajah malas, dan Fania hanya geleng – geleng melihatnya.


“Ya udah John, siapa nama lengkap itu cewe. I’ll found information about her right away. ( Gue akan temukan semua informasi tentang dia secepatnya ). Siapa tahu dia ga bahagia dengan suaminya. Nah maybe lo bisa masuk.” Ucap Jeff.


“No need at all!. ( Ga perlu sama sekali! ).” Sergah John. “Gue ga senaif itu!.”


“Ya gue hanya menawarkan bantuan, takut lo patah hati berkepanjangan terus stress.”


Ledek Jeff pada saudara kembar beda ibu dan bapak itu.


“Gue ga se cengeng itu, okay?!.” Protes John. “Gue bukan ABG labil!.”


“Banyak berdoalah kalau gitu, John.” Celetuk Reno. “Gunakan kedua tangan lo itu untuk sesuatu yang baik daripada lo pakai untuk meraba tubuh perempuan macam asistennya si Andrew itu. Lebih baik lo gunakan untuk


berdoa.”


Mode nyinyir Reno on.


“Listen tuh to what your Boss said. ( Dengerin tuh omongan Bos lo ).” Timpal Andrew. “Hobi banget main cewe sama seperti si Jeff.”


“Jangan samakan gue dengan si pencinta one night stand itu. Enak aja lo!.” Babang John protes. “Gue intim sama perempuan kalau dia berstatus pacar gue. Itupun kalau mereka mau, Okay?!.”


“Halah, beda tipis.” Celetuk si Kajol.


“Ya udah kalau memang serius sama itu cewe ya kamu banyak – banyak berdoa lah John. Siapa tau memang ada jodohnya.” Ucap Ara. “Kemungkinan kan akan selalu ada, jodoh ga kemana.”


“Nah iya gue baru ingat. Lo pakai doanya si Andrew tuh.” Celetuk si bule gila.


“Doa apa?.”


Si bule koplak sedikit heran.


“Iya, doa apaan?.” Fania ikut heran. “Doa apa sih, D?.”

__ADS_1


“Doa saktinya si Donald Bebek, Little F. Waktu mengejar cinta lo.” Ucap Reno.


“Ca elah, babang Andrew segitunya.” Ledek Fania pada Andrew yang langsung mendapat ciuman bertubi – tubi di wajahnya dari Andrew, hingga Fania terkekeh geli.


“Kasih tau si John tuh Ndrew. Siapa tahu tembus juga.” Celetuk Ara sambil juga terkekeh.


Michelle hanya mendengarkan, sambil masih bermain game konsol menggantikan John.


“Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku.” Ucap Reno sambil cekikikan


“Maka dekatkanlah!.” Sahut Andrew juga sama cekikikan nya dengan Reno.


“Tapi Kalau bukan jodohku.”


“Maka Jodohkanlah!.”


“Kalau juga bukan Jodohku, Ya Tuhan.” Reno belom selesai.


“Jangan sampai dia dapat jodoh selain aku!.” Si Andrew pun sama.


“Kalau dia jodoh orang lain.”


“Maka putuskanlah!.”


“Jodohkan dia hanya denganku, Ya Tuhan.” Ucap Reno sambil berlagak menadahkan kedua tangannya.


“Aamiin.” Celetuk si Donald Bebek.


Sontak mereka semua keluarga pun tergelak geli.


“Doa appaaan itu?!.” Pekik si Kajol yang juga terkekeh geli.


“Jangan lupa lo kasih noted John. Kabulkan lah Ya Tuhan, jangan sampai engga.”


Tambah Andrew santai namun ketengilan nampak di wajahnya.


“Amit deh! Ada orang begitu doanya.” Celetuk Fania.


“Ada!. Nah itu suami lo!.” Sahut Reno masih cekikikan.


“PEA!.” Pekik John. Dan keluarganya makin tergelak.  “Doa macam apa begitu?.”


'Tau - tauan PEA itu si bule koplak.' Batin si Kajol cekikikan.


“Nah itu buktinya si Andrew langsung dapet itu si Fania, kan?.” Timpal Jeff disela gelakannya. “Berarti doanya si Andrew itu sakti.”


Generasi muda nan suka hilang akhlak masih tergelak.


“Sudahlah, cari yang lain. Jangan ganggu istri orang.” Ucap Andrew.


“Eims!.” Sahut sang istri.


“Cari yang single kayak aku nih!.”


Ucap Michelle yang sudah berdiri dan meletakkan konsol untuk bergegas ke kamarnya sembari meraih juga ponselnya.


“S – saya masih ting – ting!.” Si gadis super jaim itu menyalakan satu aplikasi yang suka ia gunakan untuk membuat video unfaedah bersama Fania. “Dijamin masih ting – ting!.” Sambil memperagakan juga geolan nan fenomenal dari lagu tersebut dalam aplikasi.


Sontak langsung membuat semua kakak – kakak gesreknya itu tertawa terbahak – bahak lagi. Termasuk John yang akhirnya ikut tergelak melihat kelakuan Michelle yang ajaib itu. Biasanya itu anak super jaim aja perasaan ga dimana – mana.


“Itulah akibat sering bergaul sama si Kajol!. Ketularan gesrek kan jadinya.” Celetuk John disela gelakannya.


“Ya begitulah.” Sahut Michelle sambil mulai berjalan pergi. “Bye kakak – kakak ku yang abnormal. Nitey Nite ....”


“Gue sama Fania juga pamit undur diri, everyone.” Ucap Andrew sambil menggendong belakang Fania.


“See you guys tomorrow. ( Sampe ketemu besok ).” Timpal si Kajol.


Kemudian Reno, Ara dan Jeff pun menyusul untuk beranjak dari ruang santai.


Menyisakan John yang masih nampak enggan untuk beranjak dari


situ.


“Oh Aila ... Ku tunggu Jandamu.”


*****


To be continue...


Ritual jangan lupa


LIKE


***


KOMEN


***


VOTE

__ADS_1


***


__ADS_2