BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 182


__ADS_3

Selamat membaca..


 


“You Rock R! ( Lo benar – benar mengguncang R! ).” Ucap Andrew seraya menggelengkan kepalanya takjub akan penampilan Reno. Lalu membantu Fania melepaskan strap gitar dari bahunya dan memberikan kembali pada Kiki sang gitaris Band.


“Salah siapa ini?, hem?.” Ucap Reno sambil mengalungkan satu tangannya pada leher Fania sambil mencubit sebelah pipi adik kesayangannya itu dengan gemas.


Sementara yang dicubit malah menunjukkan senyum lebarnya pada Reno. “Gila! Gila!.”


“Once More! ( Sekali lagi ! ).” Terdengar teriakan dari bawah panggung yang meminta Reno serta Fania melanjutkan lagi aksi mereka yang terbilang amat sangat keren itu.


Reno tertawa lebar. Kebetulan wireless microphone juga masih ia pegang. “Semoga kalian sempat merekam momen barusan. Karena itu ga akan terulang lagi.”


Suara tawa pun pecah saat itu. Reno kemudian bergegas turun diikuti Andrew dan Fania yang sebelumnya mengucapkan terima kasih pada The Boyz and Girl Band. “Thank you guys. (Makasih semua).” Ucap Mereka bertiga.


Reno dan Andrew seraya mengangkat tangannya pada anak band dengan senyuman, sementara Fania memberikan kiss bye dari jauh pada mereka yang dipanggung.


Masih terdengar tepuk tangan dan sorak sorai pujian untuk Reno dan Fania tentunya atas persembahan mereka barusan.


Reno langsung menghampiri Ara yang berdiri bersama dua J, Michelle, Prita dan Three Muskeeters. Wajah wajah sumringah yang masih tak percaya sekaligus takjub pada Reno atas aksinya barusan.


“Oh My God, My husband is a Rockstar (Oh Tuhan, suami aku ternyata bintang rock).” Ucap Ara sumringah saat Reno menghampiri dan merengkuhnya. tersenyum lebar.


“Keren kan suami kamu?. Hem?.” Ucap Reno sambil tersenyum dan memainkan alisnya sambil memandang pada Ara. Membuat Ara terkekeh berikut orang – orang yang ada di dekat mereka.


“Superb!. (Super Sekali!).” Sahut Ara lalu merengkuh juga pinggang suaminya.


“Daaamneeed. My Boss... !. ( Sialaan. Bos gue ... ! ). “ Celetuk John.


“Kak Reno ternyata oh ternyata.” Celetuk Prita juga.


Dan ucapan takjub terus bergulir tak hanya pada Reno tapi juga untuk Fania. Pujian pun juga sampai pada Andrew dari beberapa kawan dan koleganya yang tidak mengenal Fania, kalau istrinya itu benar benar menakjubkan.


Mom dan Dad pun tak lebih sama. Mereka juga ikut mendapat pujian atas aksi anak – anaknya dari beberapa keluarga jauh dan kolega mereka yang masih ada di pesta. Mama dan Papa Fania pun juga. Mereka sendiri takjub tak hanya pada Reno tapi juga pada putri sulungnya yang tak pernah mereka lihat main gitar sebagus itu.


Meski tau Fania bisa main gitar dan organ, paling sekedar main aja kalau dirumah. Itu pun pakai gitar akustik bukan gitar listrik.

__ADS_1


Pesta pun masih terus berlanjut, panjang membahas penampilan Reno malam itu. Bercengkrama, bersenda gurau sambil menikmati musik yang kini terdengar dari DJ table. Para personel Band sudah dipersilahkan untuk selesai dan kini mereka beserta Kak Rita berbaur dengan Fania bersama para tamu seusia mereka. Karena yang tua dan


yang dibawah umur sudah di persilahkan untuk istirahat.


Bahkan teman – teman yang lumayan akrab saat Fania masih bekerja di kantor kakak gantengnya pun juga terlihat ikut berbaur bersamanya dan Andrew. Merayakan kebahagiaan dan suka citanya Andrew dan Fania dalam asiknya acara resepsi yang dikemas dengan sangat rapih dan keren itu.


Benar – benar menjadi perbincangan hangat mereka yang mengenal Keluarga Smith dan pastinya, Keluarga Cemara juga akan banjir pujian mengingat mereka mendapatkan menantu seorang Andrew Adjieran Smith. Melihat bagaimana acara resepsi pernikahan Fania, putri sulung mereka.


Menjadi salah satu pesta luar biasa yang dirayakan di Indonesia, meski bukan dari kalangan selebriti. Namun bagi Keluarga Smith masih terhitung biasa saja.


*


Author POV on*


Pesta resepsi Andrew dan Fania memberikan kesan tersendiri tidak hanya bagi kedua pengantin baru yang sedang berbahagia dan semoga selalu bahagia itu. Namun juga berkesan untuk kedua keluarga pengantin serta teman – teman dekat, termasuk kolega dan kerabat jauh mereka.


Menghabiskan satu minggu di Indonesia setelah acara resepsi Andrew dan Fania, kemudian bertolak ke London untuk mempersiapkan acara resepsi di sana. Memperkenalkan Fania pada khalayak dimana Andrew, Reno dan Keluarga Smith selama ini berada dalam ruang lingkup mereka di luar Indonesia, London khususnya.


Memperkenalkan identitas Fania yang bukan hanya sebagai istrinya Andrew Adjieran Smith, namun juga memperkenalkan Fania sebagai seorang adik dari Reno Alexander. Mengadakan acara jamuan nan mewah bahkan jauh lebih mewah dari pesta yang di Jakarta. Tentunya dengan memboyong Keluarga Cemara serta ke London sekaligus mengajak mereka liburan, meski Andrew dan Fania harus menunda sebentar bulan madu mereka.


*


“Pah, Mah, Prita. Hati – hati dan kabarin Fania kalau sudah sampai di rumah ya.” Ucap Fania saat mengantar Keluarga Cemara yang akan kembali ke Indonesia, setelah kurang lebih satu bulan berada di London.


“Iye Kak. Kamu juga hati – hati di sini. Sering sering telpon kasih kabar.” Ucap Papa Herman.


“Mohon maaf ya Andrew sama Fania ga bisa ikut antar Papa, Mama dan Prita kembali ke Indonesia.” Ucap Andrew yang menemani Fania mengantar keluarganya untuk bertolak ke Indonesia dengan pesawat pribadinya.


“Ga apa – apa kalian juga pasti cape.” Sahut Mama Bela. “Kami yang terima kasih banget ini sudah di jamu dengan sangat baik disini. Jadi ngerepotin kan.”


“Ga repot kok Ma. Kita ini senang kalian disini. Ikut tinggal disini juga engga apa – apa.” Ucap Andrew.


“Aduh bisa keserimpet nanti lidah nye Papa sama Mama disini.” Celetuk Prita membuat Andrew dan Fania terkekeh.


“Iya, kita tinggal di Indonesia aja. Lagian kan usaha Papa disana Nak. Biar kecil – kecilan juga harus dijaga. Berkah.” Ucap Papa Herman bijak.


“Ya udah pokoknya nanti diusahakan Fania sama Andrew akan sering nengokin kesana.” Timpal Fania. “Lo, Prita belajar ama sekolah yang bener. Nanti kuliah disini kalo mau.” Ucap Fania pada prita.

__ADS_1


“Iya Pah, Mah, Andrew sama Fania juga akan sering ke Indonesia. Karena seperti halnya Reno, Andrew juga ada Perusahaan Pribadi disana.” Ucap Andrew. “Soal usahanya Papa juga nanti akan Andrew utus seseorang untuk membantu memperluas jangkauan soal usaha Papa yang sekarang.”


“Udah Endru kamu ga usah pikirin. Kamu sama keluarga kamu dan Reno sudah terlalu banyak membantu kita.” Timpal Mama Bela.


“Iya sih Kak Andrew. Udah berkah banget ini punya Kak Andrew sama Kak Reno yang udah baik banget.” Ucap Prita tulus dan dibalas dengan senyuman dari Andrew dan Fania sambil mengacak rambutnya.


“Pokoknya jangan sungkan pada kami. Itu saja.” Ucap Andrew pada Keluarga Cemara. Tak berselang seseorang datang dan menginfokan kalau pesawat sudah siap berangkat.


“Ya udah tuh. Udah siap pesawatnya. Udah waktunya berangkat.” Ucap Fania pada keluarganya. “Jangan lupa minum antimo. Tar double mabok nya.”  Tambahnya sambil terkekeh.


“Ya udah kita pamit ya, Nak Endru, Kakak. Papah, Mamah sama Prita pulang dulu. Ntar kalo udah sampe dikabarin.” Pamit Papa Herman dan Mama Bela beserta Prita pada Andrew dan Fania yang mengantar mereka.


Reno dan Ara tidak bisa ikut serta karena Reno sedikit kurang enak badan dan Ara tentu saja menemani untuk merawat suaminya.


“Iya udah hati – hati ya.” Ucap Andrew dan Fania sambil salim dengan takdzim pada Papa Herman dan Mama Bela sekaligus di salim dengan takdzim oleh Prita.


“Asik deh naek pesawat pribadi lagi.” Ucap Mama Bela sumringah.


“Udik ih.” Celetuk Prita.


“Biarin.” Sahut Mama Bela. “Mama udeh kayak Maia Estianti belom?.” Ucapnya lagi seraya bertanya.


“Maia Es Teh Manis.” Timpal Fania sambil terkekeh. “Udeh sono ntar ditinggal sama pilot nye.”


“Ya udah ya, Assalamu’alaikum.” Pamit Keluarga Cemara pada Andrew dan Fania seraya berjalan mengikuti salah satu ajudannya si Donald.


“Wa’alaikumsalam.” Jawab Andrew dan Fania.


“Make sure they get everything they need and inform me everything. ( Pastikan segala kebutuhan mereka terpenuhi dan informasikan pada saya segalanya).” Ucap Andrew pada seorang Pria yang dia utus untuk mengawasi dan menjaga Keluarga Cemara di Indonesia.


“I will Sir. ( Pasti Tuan ).” Kata pria tersebut dengan hormat pada Andrew, lalu menunduk sedikit seraya berpamitan.


“Okay then. ( Baiklah kalau begitu ).” Andrew kemudian bergegas berjalan menyusul Fania yang sudah berjalan pelan mendahuluinya keluar dari ruang tunggu pribadi yang tersedia untuk para pemilik Jet pribadi di salah satu bandara besar di London.


*


To be continue ..*

__ADS_1


__ADS_2