BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 12


__ADS_3

♦MASIH PERANG DINGIN ♦


**


Selamat membaca ...


Frognal, Rumah Pribadi Andrew dan Fania...


“Kalian bertengkar soal apa, sampai kamu begini?.”


“Aku ga bertengkar.” Sahut Fania. “Tapi aku tersinggung!.”


“Kamu tersinggung kenapa, hem? Apa yang mereka lakukan atau katakan sampai merasa tersinggung begini?.” Andrew membawa Fania dalam dekapannya, meski istrinya itu sempat bicara dengan ketus.


Andrew tak lagi terganggu. Beberapa kali ia bertengkar dengan Fania, dan dalam hampir dua tahun pernikahan mereka itu, Andrew sudah semakin memahami sifat sang istri, yang kalau sedang kesal yang begitu, ketus. Kalau


di ketusin lagi saat si Fania lagi begitu, yah paling banter die tiba – tiba ngilang!.


‘Inget Ndrew, si Kajol itu ga bisa diprediksi apa yang ada diotaknya.’ Ucapan Jeff yang akan selalu di ingat Andrew dalam memorinya.


“Aku pernah bilang kan. Kalo aku kurang sreg sama itu pengasuhnya Varen?.” Ucap Fania yang merebahkan dirinya disamping Andrew disamping kolam renang. Memakai dada Andrew sebagai bantalan.


“Iya, aku ingat. Kamu bahas lagi dengan mereka?.” Ucap Andrew seraya bertanya. Fania mengangguk.


“Kenapa tiba – tiba kamu membahas itu dengan mereka, hem?.”


“Habisnya kan kemaren pas aku ke .... bla .. bla .... terus .. bla .. bla .....”


“Dan akhirnya yang membuat kamu tersinggung, karena mereka ga percaya dengan omongan kamu yang berdasarkan feeling kamu itu?.”


Fania menggeleng. “Bukan.”


“jadi nya karena apa?.”


“Kamu belum merasakannya Little F, memiliki anak disaat kamu sedang sibuk dengan banyak hal.”


“Saat lo sudah punya anak nanti, lo akan paham. Saat ini lebih baik lo lebih fokus sama kuliah lo, Little F.”


Fania mengingat ucapan Reno dan Ara waktu itu. “Aku ga akan paham posisi mereka, karena aku belum jadi orang tua. Jadi ga tau rasanya ngurus anak.”


Andrew mendengarkan baik – baik curhatan Fania. Ia menghela nafasnya lalu mengusap lembut punggung dan kepala Fania. “Ya sudah, nanti aku bicara pada R dan Ara.”


“Ga usah. Ga perlu. Emang aku belum punya anak, ga tau kapan. Entah bisa punya apa engga....” Ucap Fania sedikit lirih.


“Hey, don’t talk like that, hem? ( Hey, jangan bicara begitu, hem? ).” Ucap Andrew sambil mendongakkan wajah Fania agar menatapnya. “Mungkin sebenarnya R dan Ara tidak bermaksud apa – apa soal ucapan mereka.”


Fania mengendikkan bahunya. “Aku udah terlanjur tersinggung. Udah males untuk bahas soal ini.”


“Ya sudah, kamu jangan sedih. Mungkin mereka sedikit stress.” Ucap Andrew. “Mau aku selidiki itu pengasuh?.” Ucapnya lagi seraya bertanya. “Biar kamu sedikit tenang, hem?.”


“Terserah kamu. Aku udah ga mau perduli....”


‘R, R. Kalau si Little yang jarang tersinggung ini udah tersinggung, urusannya bisa panjang. Diacuhkan dalam waktu lama sama dia itu sudah pasti.’


***


London Fashion Week ..


“Jeff, where’s Andrew and Fania?. Ara’s Collection will be showed up after this one ( Jeff, mana Andrew sama Fania?, Koleksinya Ara akan ditampilkan setelah ini ).” Tanya Reno pada Jeff saat mereka sudah duduk di acara tersebut.


“Andrew barusan telpon. Mereka ga datang. Fania menolak datang.” Ucap Jeff memandang Reno sambil mengendikkan bahunya.


Reno terdiam.


“Lo bertengkar sama Fania?. Atau Ara yang bertengkar sama dia?.” Tanya Jeff yang merasa aneh karna sesuai yang dibilang Andrew kalau Fania menolak datang. “Aneh aja sih, si Kajol kan lengket banget sama kalian. Sampai


dia menolak datang gini ya antara lo yang bertengkar sama dia atau Ara yang bertengkar sama dia. Atau mungkin lo berdua.”


Reno menghela nafasnya. “Nantilah gue ceritain.”


Michelle dan anggota keluarga mereka yang lainnya pun menanyakan hal yang sama pada Jeff soal Andrew dan Fania yang belum muncul juga saat koleksi Ara sudah mulai ditampilkan.


Jeff menjawab hal yang sama, kalau Fania memang enggan datang. Saat mereka ingin bertanya kenapa, Jeff hanya mengangkat tangannya. Memberi kode dengan matanya ke arah Reno dan mereka hanya ber OH ria dalam hati.


**

__ADS_1


“Little F sepertinya marah ya gara – gara waktu itu, Hon?.”


Acara London Fashion Week sudah selesai. Ara sudah bersama Reno, Varen dan Mama Anye di mobil menuju rumah pribadi mereka di Frognal.. Minus pengasuh Varen yang memang sengaja tak diajak karena menghindari bentrok dengan si Kajol. Dad, Mom dan Michelle berada di mobil berbeda, begitupun Jeff dan Dewa.


“Entah.” Ucap Reno menanggapi ucapan Ara. “Semakin seenaknya.”


Reno berbicara sedikit ketus, karena merasa kecewa atas Fania yang menolak datang ke acara LFW hari ini.


“Mereka di rumahnya kan?. Mau mampir kesana?.” Tanya Ara.


“Ga usah!. Nanti makin besar kepala, berpikir dia yang selalu paling benar. Biarkan saja. Nanti juga baik sendiri.” Jawab Reno. “Setidaknya dia menghargai kita walau hanya setor muka. Padahal kamu juga sudah menyiapkan satu rancangan untuk dia, tapi dia lebih mementingkan egonya.” Reno sedikit kesal. “Aku memang sayang pada Little F, tapi dengan dia seperti ini, dia ga menghargai kita. So let her.”


Ara menghela nafasnya.


“Ya sudah, terserah kamu saja, Hon.”


“Kalian dengan Fania memang ada apa sih?.” Tanya Mama Anye.


“Hanya sedikit miss understanding aja Ma.” Jawab Ara.


“Yah apapun itu baiknya diselesaikan. Jangan sampai berkepanjangan.” Ucap Mama Anye.


“Iya Ma.” Sahut Reno dan Ara.


*****


Empat hari berlalu setelah acara London Fashion Week.


Perusahaan Smith ..


“Kak Jeff!.”


Fania memanggil Jeff yang berjalan didepannya menuju akses lift khusus lantai kerja Andrew. Laki – laki itu menoleh saat mendengar suara yang memanggilnya.


“Kajolita. Lo sama siapa?.”


“Sendiri.”


“Dari Kampus?.” Tanya Jeff lagi dan Fania mengangguk.


“Ada urusan diluar kantor, mewakili suami lo.”


“Oh.” Sahut Fania. “Andrew sibuk ga?.”


“Engga sih kayaknya seinget gue, tadinya gue pikir dia mau jemput lo. Lo ga bilang mau kesini?.”


“Engga. Cuma satu mata kuliah hari ini.” Ucap Fania sambil mengikuti Jeff masuk ke dalam lift.


“Masih perang dingin sama kakak lo?.”


“Kepo!.”


Jeff terkekeh.


Ting!


Fania berpapasan dengan salah satu orang yang dihindarinya dalam beberapa hari belakangan ini, saat dia dan Jeff sudah sampai ke lantai kerja khusus Andrew.


‘Apes!.’ Batin Fania saat melihat Reno yang sedang berjalan menuju lift. Namun Fania tak menyapanya, bahkan jalan melenggang dengan pandangan lurus ke depan.


Reno melirik dengan ekor matanya. ‘Kepala batu!.’ Ia pun tak menyapa Fania.


‘Adik kakak sama – sama punya gengsi tingkat tinggi.’ Batin Jeff yang sudah tahu duduk permasalahan Fania versus Reno dan Ara.


“Jeff, lo bilang sama Andrew. Tolong istrinya diajar sopan santun sama yang lebih tua!.” Ucap Reno yang sengaja berkata dengan sedikit keras. Alih – alih berpikir kalau Fania menghentikan langkahnya, gadis itu tetap terus berjalan tanpa menengok apalagi berhenti.


“Jangan suka menyindir adik lo, nanti dia ambil hati. Lo berdua musuhan ga selesai – selesai.” Celetuk Jeff. Namun Reno tak menggubris ucapan Jeff hingga ia masuk ke dalam lift. ‘Si Kajol kan suka makin – makin kalau disindir apalagi di tantangin.’


**


Akhir Pekan di Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith


“Assalamu’alaikum.” Ara dan Reno tiba di Mansion bersama Varen dan mama Anye. Menyambangi keluarga Smith yang sedang berleha – leha di halaman belakang. Minus Dewa yang sedang berada di luar London.


“Wa’alaikumsalam.” Yang lain membalas salam Reno dan rombongan kecuali Fania yang membalas salam mereka hanya dalam hati saja, sambil pura – pura sibuk dengan ponselnya. Tak menyambangi juga mama Anye untuk salim hingga Andrew menegurnya.

__ADS_1


“Orang kalau tahu sopan santun ga perlu diingatkan untuk bagaimana bersikap dengan orang tua.” Celetuk Reno dengan sindiran.


Fania tak menggubris ucapan Reno, hanya menyalim tangan mama Anye lalu duduk kembali di samping Andrew. Sementara yang lain hanya geleng – geleng saja.


“Apa kabar Sweety?.” Ara menyapa Fania.


“Ga perlu kamu tegur dia, Babe. Sementara dia sendiri ga menghargai kamu. Terbalik.” Timpal Reno sebelum Fania menjawab. Yang akhirnya mengurungkan niat untuk menjawab sapaan Ara. “Jangan buat orang egois jadi makin besar kepala.”


Yang lain tak berkomentar, hanya Andrew yang akhirnya bersuara. “R. C’mon, get over it, okay? ( R, ayolah, udah, okay? ).” Ucap Andrew yang tak ingin melihat perseteruan berkepanjangan antara Reno dan Fania itu. Lalu ia meraih Varen dari gendongan Mama Anye.


“Better you both talk. Three of you I mean ( Lebih baik kalian bicara. Kalian bertiga maksudku ).” Ucap Dad yang seperti juga Jeff dan lainnya sudah tahu asal mula perseteruan dingin antara Fania dengan Reno dan Ara.


“Tau nih abang  - adik musuhan ga selesai – selesai.” Timpal Jeff sambil geleng - geleng.


Fania dan Reno sama – sama diam.


“Aunty, jangan bertengkar lagi dengan Daddy, okay?.” Andrew menggoda Fania melalui Varen yang sedang digendongnya dan tersenyum pada Fania. “Tuh lihat Heart, our little prince is smiling to you ( pangeran kecil kita


tersenyum sama kamu ). Gendong aku, Aunty?.”


“Engga ah! Anak orang,  ntar salah lagi, orang gue belom punya anak.”


Fania berdiri santai dari tempatnya, semua orang mendengar perkataan Fania dan menatap padanya. Yang meski nada bicaranya biasa tapi terkesan ketus dengan sindiran.


“Heart ....” Ucap Andrew.


“Oh iya Kak Jeff.” Ucap Fania lagi dan Jeff menoleh.


“Apa Jol?.”


“Lo tau keluarga Cemara punya berapa anggota keluarga?.”


Jeff mengernyitkan dahinya sejenak. “Empat lah kalo sama lo.” Sahut Jeff yang lain memperhatikan sedikit tak paham maksud Fania.


“Gue ingetin lagi ya Kak Jeff, Papa Mama gue Cuma punya dua anak yakni gue sama Prita dan Prita adik gue.  Jadi gue ga punya Abang!. Jelas Ya?.” Fania melenggang pergi dengan santai dari halaman belakang.


Waktu yang biasa dinikmati dengan canda tawa pun kali ini menjadi sedikit mencekam.


“Bukan hanya lo yang tersinggung , tapi Little F juga tersinggung sama ucapan lo. Asal lo tahu.” Andrew langsung mengikuti Fania setelah memberikan Varen pada Reno. ‘Si Little F kalau tersinggung kan suka dendam kadang – kadang tanpa pandang bulu. Ck!.’ Batinnya bermonolog.


Fania juga membatin sambil berjalan melenggang menuju halaman luar Mansion. ‘Lo jual gue borong! K-a-k Reno!.’


****


Seminggu berselang, meski sering bertemu muka saat papasan di Perusahaan dan di Mansion utama, Fania dan Reno masih tak bertegur sapa. Hanya saja selama seminggu ini setiap kali datang makan malam Reno hanya sendiri tak ditemani Ara.


“Masalah kamu dan Ara masih belum bertemu titik temu, R?.” Tanya Mom si sela makan malam mereka. Reno hanya menjawab dengan gelengan. “Apa keputusan kalian sudah final?.”


‘Keputusan? Keputusan apaan?.’ Batin Fania bertanya sendiri. Namun ia berlagak tak memperhatikan pembicaraan Mom dan Reno.


“Entah Mom. R tak ingin membicarakannya sekarang.”


****


Fania sedang bersama Andrew dan Jeff di halaman belakang selepas Reno pamit setelah usai makan malam. Setidaknya ia mendengar suara Reno berpamitan saat ia berlagak mau naik keatas dengan alasan mengambil ponsel.


“Heart.” Ucap Andrew.


“Hem?.” Sahut Fania.


“Kalau R dan Ara pada akhirnya berpisah?.” Tanya Andrew pada Fania dan Jeff juga seperti menunggu jawaban Fania.


‘Jangan bilang gara – gara itu si Merryl.’ Batin Fania bermonolog. “Ga ada urusan sama aku.”


“Lo ga sedih, kalau R sama Ara pisah?.” Giliran Jeff yang bertanya.


“BOMAT! Bo-do A-mat. Udah ga ada urusan dia orang berdua sama gue!.”


Dendam sampai ke sum – sum kayaknya si Kajol habis disinggung Reno sama Ara.


**


To be continue ...


Anggap Aje satu Episode ini Bonus Lebaran. Wkwkwkwkwk.

__ADS_1


Sekali Lagi Maap Lahir Bathin dari hati Emak yang terdalam😘


__ADS_2