BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 158


__ADS_3

Selamat membaca...




*


“Don’t do that Fania... .” (Jangan lakukan itu, Fania). Gumam The Three Muskeeter beserta Caca yang paham Fania ini nyalinya kegedean.


“JUST HIT THE BRAKE FOR GOD SAKE!.” (INJAK SAJA REMNYA, DEMI TUHAN!). Andrew berteriak histeris dari tempatnya yang melihat dua mobil yang dikendarai oleh Gloria dan Fania makin mendekati jalanan yang setengah terangkat itu.


Teriakan frustasi itu tentu saja untuk Fania nya. Gadis yang merupakan hati dan hidupnya.


Reno dan yang lain menahan nafasnya. Berharap apa yang mereka takutkan tidak terjadi. Berharap si Kajol mendengar dan paham kekhawatiran mereka sehingga dia tidak berpikir untuk melakukan hal yang gila untuk seorang wanita di balik kemudinya.


***


‘I’m here to ride....’ (Gue disini untuk berkendara...). Batin Fania.


I NEVER FEAR DEATH OR DYIN’


(Aku Tak Pernah Takut Akan Kematian atau Mati)


I ONLY FEAR NEVER TRYIN’


(Aku Hanya Takut Andai Tak Pernah Mencoba)


I AM WHATEVER I AM


(Aku adalah Aku)


ONLY GOD CAN JUDGE ME NOW


(Hanya Tuhan yang Bisa Menghakimi ku)


CIIITT!!!!. Suara ban mobil yang bergesek kasar dengan aspal akibat rem yang diinjak dengan mendadak dan cepat. Membuat mobil berhenti dengan posisi miring karena arah setir yang diputar untuk menghindar.


 


ONE SHOT, EVERYTHING RIDES ON TONIGHT


(Satu Tembakan, Semuanya Naik Malam Ini)


Fania menoleh sambil mengarahkan satu tangannya  seperti sedang mengarahkan tembakan pada Gloria. Fania  tersenyum sangat lebar saat melakukan hal tersebut.


EVEN IF I GOT THREE STRIKES, I’MA GO FOR IT


(Walaupun Aku Dapat Tiga Serangan, Aku Akan Tetap Melakukannya)


THIS MOMENT, WE OWN IT


(Moment Ini, Kita Yang Punya)


“This Moment, I OWN IT!.” (Momen Ini, GUE YANG PUNYA!). Teriak Fania Penuh semangat dari balik kemudinya. Menyalakan tombol piranti yang membuat mobil yang ia kendarai itu melesat sangat cepat dengan gerakan tangan dan kaki di pedal dan perseneling yang tak terhitung hanya dengan detikan.


Mobil yang dikendarai Fania terus melaju menuju jalan yang setengah terangkat itu. Tanpa ragu!. KAJOOOLL LO EMANG GILAA!!!!.


***

__ADS_1


“Little F, for God Sake.” (Little F, Ya Tuhan). Reno berkata lirih, sementara Andrew meremas kepalanya dengan kedua tangan dan tenggorokan tercekat. Mereka berdua merasakan darah dan jantungnya seakan berhenti. Takut sesuatu yang buruk bisa terjadi.


“Sweety ... .” (Sayang ...). Ara menutup mulutnya. Michelle menutup matanya.


“Kajoollll... .”  John seperti merintih.


“Oh, SHHHIIT ... .” Wajah Jeff pun nampak frustasi sambil satu tangannya berada di keningnya dan dadanya berdebar kencang sama seperti anak – anak FC.


“Lo emang sakit Fania!.” Ucap The Three Muskeeter yang geleng – geleng. Sementara yang lain amat sangat fokus bahkan tak bersuara menatap layar plasma menantikan apa yang selanjutnya terjadi.


***


“WOOHOOO!!!!.” Teriak Fania dengan wajah sumringah dari balik kemudinya saat mobil Reno yang ia kendarai itu sejenak melesat di udara melewati jalanan yang setengah terangkat tadi. Tanpa hilang fokus dengan menstabilkan tangannya pada kemudi. “HOW YOU LIKE THAT!.”


DRAAGGG!!!


Bunyi hantaman keras bemper mobil yang mendarat lumayan keras di aspal setelah sempat melayang tadi. Tak menghilangkan fokus si pengemudi dalam menguasai keseimbangan mobilnya. Bahkan Fania tak menginjak rem saat mobil mendarat dan tetap terus melaju kencang menuju tempat dia memulai tadi. Namun kini ia akan masuk dari arah saat pertama dia datang bersama Andrew.


“Diatas Langit masih ada Langit. Diatas Lo Masih Ada Gue, Gloria!.” Ucap Fania bicara sendiri dalam mobilnya yang ia lajukan kini ke tempat mereka yang sedang berkumpul menunggu kedatangannya.


**


“What We Have Been Missed In This Last Six Years, R?!.” (Apa Yang Sudah Kita Lewatkan Selama Enam Tahun Ini, R?!). Ucap Andrew sambil tetap meremas kepalanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya pada layar plasma.


Kemudian tersenyum lebar sambil menggelengkan kepalanya. Entah harus bilang apa lagi untuk menggambarkan keterkejutan sekaligus ketakjuban pada Fania nya.


“A Lot Of Things!. A Lot!.” (Banyak Hal!. Sangat Banyak!). Reno pun geleng – geleng setelah melihat mobil Fania melewati jalanan yang terangkat itu dan mendarat dengan cantiknya. Laki – laki itu tersenyum lebar.


Wajah – wajah terpukau dengan sangat mulai bermunculan. Helaan nafas lega juga sudah lepas dari mereka yang tadi sangat tegang.


“Fania, Kejutan Yang lain dari lo, Sweety.” Ucap John sambil juga geleng – geleng dan bernapas lega.


Spechless (Tak mampu berkata – kata) sudah saking takjubnya.


“Adik ipar Kak Ara. Kakak Ipar Kamu.” Ucap Ara yang juga sudah ga tau harus bilang apa soal Little F nya Reno dan Andrew.


“Oke Fix! Itu.... Istrinya Dominic Toretto. Bukan si Kajol.” Ucap Babang Jeff yang sungguh tak percaya dengan yang dilihat matanya barusan.


“Odading Anjiiimmm!!!.” Celetuk Arman.


“Odading Anjim. Fania Awesome!.” Sahut Caca.


“That’s Our Queen!.” (Itu Ratu Kita!). Ucap Vladimir bersamaan dengan Brian yang melakukan tos adu kepal tangan dengan senyuman lebar.


Fania datang dengan mobil  Reno yang dikendarai olehnya. Senyuman yang sudah terpasang dari sejak ia mendarat dengan sempurna tadi mencerminkan gambaran hatinya saat ini.


Musik yang bisa membuat badan bergoyang dengan asik sudah terdengar kembali dari meja DJ. Seperti memang sengaja menyambut kedatangannya, merayakan apa yang sudah sepatutnya dirayakan.


The New Queen Has Arrived (Sang Ratu Baru Sudah Tiba).


Fania memarkirkan mobil Reno dengan sedikit gaya mengepot lalu berhenti dengan cepat dan pasti di depan orang – orang yang terlihat memang menunggunya dengan wajah sumringah mereka.


 


🎶🎶


A&X / El Orfanato / Danza Kuduro (Plop, Plop, Plop...) / Lucenzo / El Rey...!


🎶🎶

__ADS_1


 


Fania keluar dari mobil dan berdiri sejenak memandangi orang – orang yang ia kenal dengan sangat baik sedang berdiri berjejer menunggunya sambil menggelengkan kepala dan tersenyum lebar ke arahnya.


🎶🎶


La Mano Arriba / Cintura Sola / Da


Media Vuelta / Danza Kuduro


No Te Canses Ahora / Que Esto Sólo


Empieza / Mueve La Cabeza / Danza Kuduro


🎶🎶


Sorak sorai dan tepuk tangan memenuhi ruang terbuka saat itu saat Fania keluar dari mobilnya sambil tersenyum lebar.


🎶🎶


La Mano Arriba / Cintura Sola / Da


Media Vuelta / Danza Kuduro


No Te Canses Ahora / Que Esto Sólo


Empieza / Mueve La Cabeza / Danza Kuduro


🎶🎶


Quien Puede Domar La Fuerza Del


Mal Que Se Mete Por Tus Venas


Lo Caliente Del Sol Que Se Te Metió Y No Te Deja Quieta, Nena


Quien Puede Parar Eso Que Al


Bailar Descontrola Tus Caderas (Sexy...!)


Y Ese Fuego Que Quema Por Dentro Y Lento, Te Convierte En Fiera


🎶🎶🎶


🎶🎶🎶


🎶🎶🎶


🎶🎶🎶


*


To be Continue..*


*  Author nya Ga Minta Tepuk Tangan.😉 Cuma Minta Dukungan Kalian. 😍 Kan udah ga digantung ini sama Author Yang Baik Hati dan Tidak Sombong. Wkwkwkwkwk....


  Jempol Tolong Dikondisikan😘


*** LIKE *** COMMENT *** VOTE JIKA BERKENAN **

__ADS_1


Terima Kasih Sayang - Sayangkuh Semua😘


__ADS_2