BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 180


__ADS_3

Selamat membaca ....




*


“First of all, I would like to Grateful to The God, Who bring her back into my life. (Pertama tama saya ingin bersyukur pada Tuhan, karena sudah membawanya kembali dalam hidup saya).” Ucap Andrew dalam kata sambutannya sambil memandang Fania yang berdiri di sampingnya tanpa melepaskan satu tangan yang menggandeng tangan istrinya.


Enggan melepas takut ilang si Kajol kayaknya.


“Thank you so much for all of my family, my wife family. My uncountable thank you for all of you. Also a very Big Thanks from the bottom of my heart, for my Brother Reno Alexander, who already become my brother in law now. (Terima kasih tak terhingga untuk keluarga saya dan  keluarga istri saya. Juga terima kasih yang tak terhingga untuk saudara laki – laki saya, Reno Alexander, yang kini juga menjadi kakak ipar saya). Terima kasih keluarga Cemara, terima kasih sudah mempercayakan Fania pada saya.”


Andrew mengangguk ke arah keluarganya dan keluarga cemara dengan isyarat tangan dan kepalanya dengan tersenyum lebar.


Andrew mencium tangan Fania. “ Saya dan Fania mengucapkan terima kasih untuk anda semua. Terlebih lagi untuk teman – teman dekat yang sudah mensupport kami selama ini.  “Enjoy the Party! (Selamat menikmati pestanya!).”


Dan Pesta pun dimulai dari acara sepatah dua patah kata dari para orang tua, Kakak Reno tercinta pastinya, keluarga dan sahabat dekat. Dilanjutkan ke acara pemberian selamat dari segenap undangan sambil menikmati alunan musik santai nan romantis serta hidangan spesial sore itu.


Menyambangi Keluarga jauh dari pihak keduanya. Menyambangi teman, kolega, rekan bisnis baik yang dikenal kedua mempelai atau hanya dari satu pihak. Saling mengenalkan, saling membanggakan.


****


Acara berlangsung hingga malam hari, setelah memberikan waktu istirahat pada Band pengiring acara yang mana adalah Band dimana Fania pernah bergabung jadi pentolan nya. Mereka pun siap bermain lagi setelah juga memberi selamat pada mantan vokalis mereka yang emezing itu. Termasuk Kak Rita yang haru karena salah satu anak asuhnya sudah menikah.


Semakin malam, acara semakin santai. Fania dan Andrew juga sudah berganti pakaian dengan gaya yang lebih ke semi formal. Tetap cantik dan tampan serta anggun dan mempesona. Namun Andrew hanya mengenakan setelan jas, kemeja serta celana panjang namun tanpa dasi, tak se formal sore tadi. Fania juga tetap mengenakan dress, namun kali ini tidak terlalu panjang seperti gaun yang panjangnya sedikit menjuntai sore tadi.

__ADS_1


Semakin malam hanya menyisakan para kawula muda yang berpesta, meski Keluarga Smith dan Keluarga Cemara tetap masih setia di pesta. Belum ingin beranjak, selain masih ada beberapa keluarga dan kenalan yang masih tinggal. Sudah berganti pakaian juga. Semi formal, namun tetap menunjukkan kalau mereka si empunya acara.


“Present something from stage (naik ke panggung gih).” Reno menyuruh adik kesayangannya itu buat mempersembahkan sesuatu malam ini.


“Yeah, R’s right, Heart. ( Ya R benar, sayang ).” Andrew mengaminkan ucapan Reno. Fania tampak berpikir.


“Okay gimana kalau kita undang mempelai buat naik ke panggung.” Kak Vivi sudah mengambil alih acara karena para bintang tamu yang merupakan artis kenamaan sudah menyelesaikan tugasnya.


"Nah kebetulan." Timpal Ara. "Pas banget itu dipanggil Vivi."


Kebetulan sekali dengan instruksi Reno agar Fania mempersembahkan sesuatu di acara resepsinya malam ini.


“Yeah!.” Sorak sorai dan tepuk tangan terdengar ricuh bentuk persetujuan agar kedua mempelai naik ke panggung seperti yang dibilang Vivi.


“Ayo Jol.” Teriak dua J


“Yuk, aku temani.” Ucap Andrew sambil menggandeng Fania dan membawa istrinya itu ke area panggung.


Kembali sorak sorai pun terdengar melihat sang kedua mempelai melangkah menuju panggung. Mereka yang tau Fania itu vokalis bahkan jago main gitar teramat sangat excited. Bagi yang belum melihat mungkin akan menjawab penasaran mereka. Tentang sosok wanita pilihan seorang Andrew Smith yang seperti sangat di banggakan oleh Reno, Andrew dan keluarga mereka.


Andrew bahkan menemani Fania hingga ke atas panggung. Entah takut Fania nya keserimpet entah apa. Yang jelas suami posesif nan bucin itu memang tak mau jauh jauh dari istrinya itu. Fania membisikkan sesuatu pada Vivi yang disambut acungan jempol oleh mantan rekan vokalisnya itu.


Bersamaan dengan Vivi yang turun panggung, Fania nampak terlihat seperti sedang bernego dengan mantan bandnya, mungkin memberitahukan lagu apa yang ingin ia nyanyikan saat ini. Sambil nampak tertawa, terlihat Fania mengambil sebuah gitar listrik yang disodorkan Kiki sang gitaris.


Membuat orang – orang yang tidak tau kalau ternyata Fania bisa main gitar lumayan terperangah sekaligus penasaran. “Wuih, Kak Fania bisa main gitar ternyata?. Aku kira Cuma bisa main piano aja.” Ucap Michelle.


“I think (Aku pikir). Mommy sama Dad aja yang punya menantu seperti Fania itu yang paket komplit seperti yang Jeff bilang. Oh, I’m so proud. (Oh, aku sangat bangga ).” Ucap Mom Erna dengan berbinar di aminkan dengan anggukan sumringah dari Dad Anthony, lalu ia nampak membanggakan menantu barunya itu pada tiap keluarga dan koleganya.

__ADS_1


Fania sudah menyelempangkan strap gitar listrik menyilang dibahunya. Tampak juga Andrew yang menggeleng sambil tersenyum, seperti takjub pada Fania nya yang sedang menopang gitar meski memakai gaun yang glamor. Kontras sekali antara penampilan dan jiwanya malam ini. Namun tetap mempesona, tak hanya bagi Andrew namun bagi orang lain juga.


Sementara Vivi yang turun dari panggung nampak mendekati kakak gantengnya Fania, lalu membisikkan sesuatu.


Nampak Reno setengah terkejut dengan apa yang diucapkan Vivi, namun kemudian ia manggut – manggut.


Nampak Fania sedang menyelaraskan nada gitar beserta suara dan mengecek efek yang ada di bawah kakinya. Pemandangan yang unik, seorang pengantin wanita bergaun mewah nan glamour dengan stiletto yang terpasang menunjukkan sepasang kaki yang semampai, sedang menopang gitar tak lupa dengan pick up yang biasa digunakan untuk memetik gitar, dan kakinya yang terbalut stiletto juga sibuk mengecek suara efek gitar.


Jreng..!!!


Suara string gitar listrik sudah di ayunkan oleh Fania dari tangannya.


Nampak Fania tersenyum dengan sumringah menatap Andrew lalu beralih ke barisan para tamu yang sedang menatapnya, bahkan sebagian sudah merapat ke dekap panggung. Tak sabar melihat sang mempelai wanita menunjukkan kebolehannya yang sepertinya akan bagus, terlihat dari caranya memegang gitar yang ia topang.


🎶🎶🎶🎶🎶


Fania mulai memainkan rhytm gitar listrik dengan intens, sambil tersenyum lebar ke arah depan. Kocokan gitarnya terlihat dan terdengar pro ditelinga orang – orang yang seketika takjub.


🎶🎶


Sahabat Sejatiku...


🎶🎶


*


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2