
Selamat membaca ...
*
“Awas....” ucap Fania lagi
sambil senyum – senyum ga jelas.
“ Awas apa?.” Tanya Andrew
“Awas nanti jatuh cinta.” Ucap Fania lalu
membuka topinya dan membuat rambut hitam panjangnya
terurai dengan indah.
Andrew menatap Fania dengan tatapan yang
sulit diartikan.
‘Cantik.’ Batin Andrew
Fania yang juga menatap Andrew sambil
merapikan rambut dan poni nya, berpose
dengan sedikit centil dalam duduknya disamping Andrew.
“Gimana? Cantik khan gue?.” Ucap Fania sambil
menggoda Andrew dengan gaya sok centil.
Membuat John geleng – geleng.
'Amit – amit, kelakuan.' Batin John.
Reno dan Ara hanya terkekeh ditempat
mereka. Sementara Jeff masih juga
memperhatikan Fania.
‘Cakep banget itu adek –adek an nya si Reno
sama Andrew.’ Batin Jeff.
Andrew tertawa saat gadis itu berpose centil
menggodanya. “Hahaha, beneran udah jadi cewek.”
Ucap Andrew sambil mengacak – acak rambut Fania
dan Fania diam menikmati tangan Andrew
yang sedang mengacak –acak rambutnya itu.
“Cantik kan gue sekarang?.” Ucap Fania lagi.
“Iya cantik.... cantik.” Sahut Andrew sambil
terkekeh dan Fania pun nyengir.
Tak lama seorang asisten rumah tangga
di rumah Andrew datang ke ruang tamu dan menghampiri Tuan mudanya.
“Tuan Andrew, makanan nya sudah siap.”
Ucap si asisten rumah tangga yang usianya
kurang lebih seperti bi Sari, namun sedikit
lebih muda.
Andrew pun mengangguk lalu berdiri.
“ Come, let’s eat.” Ajak Andrew
pada semua orang dan mereka pun
ikut berdiri untuk segera ke ruang makan termasuk Fania.
“Asiik.” Ucap Fania seraya berdiri.
“Kasian yang habis nangis laper.” Ucap Andrew
sambil merengkuh Fania dengan sebelah tangannya sambil berjalan.
Jeff yang melihatnya rada sebel sama Andrew.
“Peluk lagi.” Ucap Jeff sebal.
“Bagi gue kek Ndrew.”
*****
Ke enam orang tersebut kini
sudah menyelesaikan
acara makan mereka di rumah Andrew.
Reno dan Ara pun hendak pamit untuk pulang
ke rumah mereka sendiri.
“Andrew, me and Ara are going back to our
home.” Ucap Reno pada Andrew.
“Iya, udah lengket banget ini badan aku juga.
Pengen cepet - cepet mandi.” Ucap Ara.
“Alright then, thanks a lot R.” Ucap Andrew
sambil memeluk Reno dan Reno juga sama.
“You’re welcome.” Jawab Reno.
“Little F, ikut?.” Tanya Reno pada Fania.
__ADS_1
“Ikutlah. Bener tuh kata kak Ara, mau mandi. Lengket
ini badan rasanya.” Jawab Fania sambil mengibas – ngibas kan
kaos ketat U Can See nya.
“Disini aja dulu. Ikutin Reno terus dari dulu
sampai sekarang.” Protes Andrew pada Fania.
“Ih orang pengen mandi dibilangin. Lagian kamar
gue emang adanya di rumah kak Reno,
sama segala macem peralatan termasuk baju.”
Sahut Fania.
“Kalau mau mandi disini kamar mandi juga
banyak. Tinggal pilih mau kamar mandi yang mana.
Kalau perlu gue sediain juga kamar disini.
Pilih tuh mau kamar yang mana. Kamar gue juga boleh.”
Ucap Andrew lagi pada Fania.
“Hem .... mulai modus.”
Sahut Jeff pada Andrew.
“Sirik aja lo.” John yang menyahuti Jeff.
Andrew terkekeh pada dua J.
“Wash your dirty brain, Jeff.”
“Nah bener itu. Kasih sabun yang banyak itu
otak lo biar bersih.” Timpal John.
“Udah ah gue cabut dulu.” Ucap Reno yang
malas melihat perdebatan yang ga jelas.
Ia pun menggandeng Ara untuk segera
jalan menuju luar rumah Andrew.
Fania juga akan mengekori Reno dan Ara,
tapi Andrew mencekal leher Fania pelan
dengan lengan kekarnya seraya menarik
gadis itu seperti memeluknya dari belakang.
“Tuh mulai lagi deh si Andrew maen pelak
peluk si Fania. Sengaja banget bikin gue iri.”
Protes Jeff yang melihat Andrew
Andrew pun menoleh padanya sambil memberikan
pandangan mengejek pada Jeff. Si Donald ini paham betul kalau Jeff itu sebel
liat dia bisa peluk Fania kayak gitu. Soalnya kan sebenarnya yang pertama liat
Fania di lapangan basket itu si Jeff. Yang ngebet pengen kenalan, yang gemes
sama Fania ya si Jeff duluan.
Tapi malah Andrew yang dengan mudahnya merangkul Fania.
Sebenarnya waktu liat Fania di lapangan
basket saat Jeff bilang ada cewek cakep disana,
Andrew juga berpikir sama kayak Jeff.
Emang sebelum tau kalo itu Fania, Andrew memuji bahwa gadis di lapangan
basket yang di tunjuk Jeff, emang cantik dan bodynya memang bagus.
Kalo kebetulan Cewek cantik dan seksi itu
adalah Fania ya syukur deh kalo kata Andrew.
“Ih, apa sih Nald. Serius ini gue mau ikut
kak Reno sama kak Ara. Mau mandi, lengket.
Lagian disini ga ada baju ganti.” Protes Fania
pada Andrew padahal dadanya berasa
sedikit berdebar di rangkul Andrew
seperti itu. “Kak Reno, Donald nih.”
“Let her go, Andrew.” Ucap Reno yang menunda
pergi karena Fania mengadu padanya.
“Mandi disini kan ga ada baju gantinya juga.”
“Call bi Sari to bring her clothes here.”
Sahut Andrew yang enggan melepaskan lengannya dari Fania.
“Ish, engga ah. Lagian abis mandi gue mau
pulang. Udah sore. Besok kerja.” Protes Fania lagi.
“Kerja?.” Tanya Andrew karena Fania bilang
besok kerja.
“Iya kerja.” Jawab Fania.
__ADS_1
“Dimana?.” Tanya Andrew lagi.
“Di kantor lah. Masa di warteg.” Jawab Fania
asal membuat Ara, Reno, John dan Jeff terkekeh.
“I’m seriously asking, Fania.” Ucap Andrew.
“Kerja di Perusahaan apa?.”
Reno langsung menjawab pertanyaan Andrew
sebelum Fania menjawab. “ R Corp.”
“Really?.” Tanya Andrew memastikan.
“Iya really. Kebetulan aja udah lama kerja
disitu baru tau juga itu Perusahaan Kak Reno.”
Jawab Fania. “Udah lepas dong Nald.”
Fania masih terus meminta Andrew melepaskannya
karena rasanya dia mulai risih.
‘ Tau ga sih, gue bisa baper kalo lo begini.’ Batin Fania meronta.
“Engga. Nanti dilepasnya kalau Reno sama Ara
udah jalan.” Ucap Andrew yang masih kekeh merangkul Fania.
“Okelah. Little F, lo disini aja kalau begitu.
Nanti gue suruh orang dirumah buat nyiapin pakaian
dan keperluan lo untuk dianter kesini.” Ucap Reno.
“Dah gue balik dulu. Yuk Babe.” Ia pun menggandeng
tangan istrinya untuk bergegas pulang.
“Nanti dinner kesini.” Ucap Andrew pada Reno
dan Ara yang sudah berjalan menuju ke luar.
Reno pun mengangkat jempolnya tinggi – tinggi
sambil terus berjalan.
“Sekalian ijin besok Fania ga usah kerja.”.
Ucap Andrew dan lagi – lagi Reno mengangkat jempolnya tinggi.
“Dih apaan – apaan si.” Protes Fania pada
Andrew. “Enak aja sembarangan maen minta ijinin orang ga kerja.
Yang kerja juga gue.”
Andrew akhirnya menjauhkan lengannya
dari Fania dan ia pu terkekeh melihat muka sewot Fania
yang memandang sebal padanya.
Andrew kangen ekspresi Fania yang seperti itu.
Muka Fania yang lucu kalau lagi sewot, sebel
atau menggerutu adalah hiburan tersendiri bagi Andrew.
Kalau dulu Fania saat sewot, sebel, menggerutu
bahkan ngambek, mukanya itu lucu alias kocak dimata Andrew.
Tapi sekarang saat Fania menunjukkan ekspresi yang sama kalo dia lagi sewot,
bukan hanya masih terlihat lucu, namun jadi menggemaskan.
Karena Fania yang sekarang itu beneran cantik.
“Udah ah jangan ngambek.” Ucap Andrew pada
Fania sambil mencubit pipi Fania gemas.
“Ke belakang Jeff, John.” Kemudian Andrew
mengajak Jeff dan John untuk santai ke area kolam renang pribadi
di rumahnya. “Yuk Fan.”
Tiba – tiba seorang pria yang umurnya sekitar
tiga puluh tahunan, masuk dan menghampiri ke empat orang tersebut.
“Maaf Tuan Andrew, ini kata tuan Reno, tasnya
nona Fania.” Ucap pria tersebut seraya menyodorkan tas Fania dengan sopan.
“Oh iya Pak. Sini.” Ucap Fania seraya
mengambil tas yang disodorkan pria tersebut.
“Makasih ya Pak.” Ucap Fania lagi
dengan sopan dan tersenyum.
“Sama – sama Nona. Saya permisi kalau begitu.”
Lalu pria itu bergegas pergi.
Lalu Andrew dan Fania pun langsung pergi
menuju ke area kolam renang di rumah tersebut.
Sementara John dan Jeff sudah berjalan duluan.
****
To be continue ..
__ADS_1
** Mohon maaf update nya Cuma satu episode**
lagi ya. Soalnya Emaknya Queen lagi kurang enak bodi. ******