
Selamat membaca ..
Ara, Reno, dua J beserta new couple tersebut menghabiskan Jum’at malam mereka di rumah Andrew. Ara, Reno dan dua J juga pada akhirnya menginap di rumah Andrew dan tentu saja Fania juga menginap lagi disana. Dua J merasa senang dengan formasi yang sekarang, yang dirasa mereka setelah Reno dan Andrew menemukan Fania
adalah mereka menemukan keseruan baru layaknya keluarga.
Toh dua J rasa setelah bertemu dan mengenal seorang Fania, gadis itu memang ternyata layak disayang oleh Reno dan Andrew sampai mereka berdua itu hampir tidak pernah menyerah mencari Fania dengan caranya masing – masing.
Reno dan Jeff sedang sibuk tanding main game di salah satu konsol game yang Andrew punya. Konsol game mahal yang mungkin sedikit orang di Indonesia bahkan di dunia yang punya. Toh memang dari dulu Andrew itu hobi main game selain menjahili Fania dan sampai sekarang juga sama.
Sementara John dan Fania sibuk menjadi tim hore nya Reno dan Jeff. Ara sedang di area kolam renang bersama Andrew untuk sekedar menghabiskan satu batang rokok.
“Jadi udah fix ( pasti ) nih, Drew?. You and Fania ( kamu dan Fania )?.” Tanya Ara pada Andrew di sela – sela wanita itu menyesap rokoknya.
“Kenapa?. Mau protes juga seperti suami lo itu?.” Jawab Andrew yang juga sedang menghisap rokoknya.
“Reno Cuma khawatir Ndrew, bukannya mau menghalangi.” Ucap Ara.
“Worried? ( khawatir? ). About? ( tentang? ).” Tanya Andrew.
“Someone in your past.( Seseorang dimasa lalu kamu ), Cindy!.” Jawab Ara yang membuat Andrew menoleh padanya. Tak lama, lalu Andrew memandang ke arah lain lagi.
“What makes R worry about her? ( Apa yang membuat lo khawatir soal dia? ).” Tanya Andrew.
“Reno bukan khawatir sama dia, tapi justru sama kamu.” Jawab Ara. “Apa kamu udah benar – benar lupain, dia?!.”
Andrew tersenyum tipis. “Kalian pikir gue jadikan Fania pelampiasan rasa sakit hati gue ke dia?.”
“Pengalihan lebih tepatnya.” Ucap Ara.
Andrew terdiam sesaat. “Lo sudah berapa lama mengenal gue sih, Ara?.”
Kemudian dia kembali bersuara.
"Lo dan R seharusnya paham bagaimana hubungan gue dan Cindy"
Laki – laki itu menoleh ke arah dalam, takut tiba – tiba Fania muncul seperti saat dirinya dan Jeff berbicara berdua di malam barbeque. Nanti Fania bisa salah paham lagi.
Apalagi ini bicara soal hal yang sensitif buat pasangan, Mantan!. Satu kata yang suka bikin ruwet suatu hubungan cinta.
__ADS_1
“Dari dulu Fania udah punya tempat sendiri di hati gue.” Sambung Andrew.
“Ya aku tau itu. Tapi Cindy pernah punya tempat spesial juga dihati kamu , kan?.” Ucap Ara. “Reno, juga aku, ga ingin suatu hari kamu menyakiti Fania dengan keraguan hati kamu antara Fania dan Cindy. She’s the one who’s left ( Dia kan ninggalin kamu duluan ). And dia meninggalkan kamu tanpa kata.”
Andrew terkekeh.
“Hemm ..... that was her choice ( itu kan pilihannya ).” Ucap Andrew sambil menyesap rokoknya sebelum ia matikan. “Dia hanya masa lalu, Ra. Dan gue ga akan menyiapkan diri serta hati untuk Little F, kalau wanita itu masih membayangi hati dan pikiran gue.”
Andrew berbicara lagi.
“I hope so. Really hope ( Aku harap, sangat berharap seperti itu ). Karna yang sayang Fania bukan hanya Reno, tapi aku juga. Aku akan sangat peduli kalau suatu hari Fania tersakiti.” Ucap Ara tegas.
Andrew menghadapkan dirinya pada Ara. “Gue ini cinta sama Fania, Ra. Gue akan berpikir satu juta kali untuk minta dia jadi pacar gue kalau hanya untuk mengejar dia atas dasar penasaran.”
Ara tersenyum. Wanita itu sepertinya puas dengan jawaban Andrew. “Jaga dia dengan nyawa kamu?.”
“Even more ( Bahkan lebih ). Seperti yang sudah gue katakan pada R, gue mungkin yang akan lebih tersakiti, kalau gue sampai menyakiti hati Little F, Ara.” Ucap Andrew lagi sebelum masuk kembali ke tengah – tengah Reno, Fania dan dua J di ruang keluarga rumahnya. “Gue masuk dulu.”
“Oke.” Sahut Ara dan dia pun mengikuti Andrew masuk setelah mematikan rokoknya sambil memperhatikan Andrew. ‘ Aku seneng mengetahui kamu mencintai Fania seperti itu, Drew.’ Batin Ara.
'Cindy ..'
Andrew membatin.
'Cih!'
*
“Ck.” Andrew berdecih dan memandang kesal pada Jeff seraya memberi kode kalau ada Fania disampingnya.
Jeff yang tersadar pun jadi sedikit salting. “Ups.” Ucapnya pelan. ‘Lupa gue ada si Fania. Baper lagi dia nanti kalau tahu mau ditinggal.’ Batin Jeff.
“Santai sih. Takut banget gue tersinggung.” Ucap Fania yang membuat semua orang menoleh padanya. Termasuk Andrew yang wajahnya terlihat sedikit khawatir.
“I’m not going anywhere, okay.” Ucap Andrew sambil meraih kepala Fania dengan sayang dan meletakkan di bahunya.
Bahagianya Fania diperlakukan seperti itu oleh Andrew. Membuatnya merasa yakin lagi atas perasaan si Donald padanya.
“You have to ( Memang lo harus pergi ).” Tiba – tiba Reno menyahut.
“Ah c’mon R.” Protes Andrew. “Jangan mulai.”
“Bener sih Nald, ga apa – apa juga kalo lo mau balik ke London. Gue ga bakal ngambek lagi. Suer deh.” Ucap Fania sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V. “Kerjaan lo kan disana. Kak Ren juga sama kak Ara, ga apa – apa sih kalo mau balik ke London. Ga usah repot sama gue. Kan Fania udah gede.” Ucap Fania lagi sambil
nyengir.
Andrew menggeleng malas pada cengiran Fania. “Kalau aku katakan aku tidak akan kemana-mana, maka aku tidak akan kemana-mana.” Kemudian melanjutkan bermain konsol.
__ADS_1
“Eleh, ntar nangis lagi.” Celetuk John yang juga meneruskan permainannya bersama Andrew.
“I couldn’t agree more ( Setuju sekali ).” Ucap Jeff menambahi celetukan John. “Ya udah kalian mau pergi – pergi aja. Ga usah mikirin gue. Hiks hiks.” Dan si bule kw itu berdiri sambil memeragakan seolah itu adalah Fania yang lagi merajuk, tentu saja si Jeff meragakan dalam mode lebay.
Membuat semua memperhatikannya lalu tertawa terbahak – bahak. Sementara Fania selain memang merasa lucu melihat Jeff yang seolah memeragakan dirinya saat merajuk, juga merasa ga terima dengan ledekan Jeff yang ditujukan padanya.
“Diiihhh ... engga gitu jugaaaaa ....” Teriak Fania sambil melempar bantal kursi yang tadi ada dalam pangkuannya pada Jeff.
Dan lagi – lagi yang lainnya tertawa. Jeff masih terus menggoda Fania, hingga akhirnya gadis itu lelah meladeni ledekan Jeff padanya.
“Jeeff, stop gangguin cewe gue.” Ucap Andrew.
“Cie, Fania dibelain cowonya.” Celetuk Ara.
“Tuh kan, nyamber deh ini urusan. Netizen dasar.” Sahut Fania dan Ara serta yang lainnya pun terkekeh.
“Cie... Little F udah ga little lagi kayaknya sih.” Goda Jeff lagi pada Fania dan gadis itu masih terlihat sebal.
“Jeeff... .” Ucap Andrew malas.
“Sukurin We.” Ledek Fania pada Jeff. Namun bukannya berhenti Jeff malah masih meledek Fania meski sekarang si bule kw itu udah duduk kembali.
“Terus semalem, Bos gue bagaimana menyatakan cintanya yang mendalam itu sama lo Fan?.” Ucap Jeff masih meledek Fania.
“Tanya aja sendiri sama orangnya kalo berani.” Sahut Fania.
“Siapa takut?.” Sahut Jeff ga mau kalah. “Ndrew si Fania udah lo cium belom? Ga sah itu jadian kalau ga muah muah.” Tambahnya lagi tanpa dosa sambil membuat mulutnya mirip kayak ikan di aquarium. Monyong – monyong gitu deh.
“Ih najong.” Sahut Fania.
“Sudah dong! Masa engga? . Tiga kali malahan!.” Sahut Andrew tanpa dosa.
‘Oh astagaaaah ... .’ Batin Fania.
“Donaaallldddd, lemes banget mulut nyaaaa ... . “ Teriak Fania pada si kekasih hati sambil meremas lengan Andrew saking kesel campur gemes.
Dan lagi – lagi Fania membuat mereka semua tertawa.
Sementara Reno menatap Fania dan Andrew sambil tersenyum bahagia di samping Ara. Merasakan kenangan masa lalu saat Fania masih seorang gadis tomboi mereka. Kalo ga Andrew yang Reno sendiri yang menjahili Fania. Ujung – ujungnya Fania pasti melakukan ‘kekerasan fisik’ padanya dan Andrew saat gadis itu sudah merasa terpojok.
“Bahagia ya Hon, kalian bisa seperti ini lagi. Plus sekarang tambahannya aku sama dua J.” Ucap Ara yang bergelayut mesra pada suaminya.
“Sangat Babe.” Ucap Reno.
***
To be continue ...
__ADS_1
***** sampe sini coba jempolnya mana ..... ? ******
hehe ..... salam manis selalu dari author***