BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 61


__ADS_3

Selamat membaca ..




“Halo Assalamu’alaikum, Kak Ara. “ Fania


menyapa Ara yang menerima panggilannya.


‘Halo, Wa’alaikumsalam , Fania. ‘


Ara menjawab panggilan Fania. ‘Ini Kamu kan Sweety?.‘ Tanya Ara memastikan.


“Iya Kak Ara cantik, ini adikmu Fania yang


cetar membahenol.“ Jawab Fania dengan bercanda.


Terdengar tarikan nafas seperti kelegaan dari sebrang telponnya.


‘Fan, Fania. Are you okay Sweety?.‘


Sekarang Kakak Gantengnya yang bicara sekaligus bertanya.


“Okay Kak. Don’t worry.“ Jawab Fania santai


tanpa tau kalau telponnya sedang di loud speaker oleh Ara.


‘Lo dimana? sama siapa?.‘ Tanya Reno yang


sepertinya masih belom tenang walau sudah mendengar suara Fania


yang baik – baik aja.


“Ini lagi nongkrong aja abis diajakin kak


John jalan.” Jawab Fania.


‘Nongkrong dimana?. Terus tadi John kenapa


sampe begitu telpon gue? Pake mati itu telponnya segala!.‘


Cecar Reno pada Fania.


“Ini ka di sirkuit XXXXXX. Ah dia itu aja tuh


heboh sendiri.“ Jawab Fania sambil melirik John yang udah dag dig dug ser


dadanya yang sudah pasrah pasti bakal kena semprot sama Reno.


‘Ngapain dia ajak lo kesana sih?.” Ucap Reno


lagi namun dia men jeda ucapannya. ‘Hold on F.‘ Ucap Reno yang seperti bicara


dengan orang lain.


Dan Fania diam menunggu Reno bicara lagi


padanya.


‘Mana John?.‘ Tanya Reno pada Fania.


“Ada nih samping gue.“ Jawab Fania melirik


pada John yang ga sempet melihat isyarat tangan John untuk bilang kalo itu


orang ga ada.


“Kak Reno mau ngomong nih.“ Fania menyodorkan


ponselnya pada John dan John tampak ragu untuk menerima telpon tersebut.


“Habis gue sama kakak lo nih.“ Ucap John


pasrah sambil menerima telpon dan menempelkan ponsel Fania di telinganya.


“Halo R.“ Sapa John pada Reno.


‘Lo  apa–apaan Hah?!.‘


Tuh kan belum apa-apa udah teriak si Reno. Membuat John mengeluarkan


desisan ngeri.


“Iya sorry R. Tadi handphone gue habis


baterai. Miss understanding Bro.“ Jawabnya pada Reno.


“Ntar gue ceritain lah.“ Sambung John.


Nyelametin diri dulu sekarang yang penting dari omelan Reno.


‘Lo anter Fania Pulang Sekarang!.‘ Ucap Reno yang


memberi perintah pada John untuk segera mengantar Fania pulang.


“Siap Bos.“  Sahut John mengiyakan.


 ‘Abis itu you better call me as soon as possible!.‘


Perintah Reno lagi padanya. Belum lagi dia menjawab Reno kembali bertanya.


‘Mana Fania?.‘


John pun langsung memberikan ponsel pada


Fania kembali. “Nih abang lo mau bicara lagi.”

__ADS_1


Fania langsung menyambar ponselnya kembali


dari tangan John. “Ya Kak?.“


Sementara Fania dan John sedang fokus


ditelpon, yang lainnya sibuk ngobrol satu sama lain dan memakan dan minum


pesanan mereka yang sudah tersaji. Membiarkan Fania dan John diinterogasi orang


yang mereka segani.


‘ Fan, lo pulang sama John sekarang.


Inget.... ‘ Reno terdengar kembali men jeda kalimatnya.


Sementara Fania diam menunggu Reno yang


sepertinya sedang bicara lagi dengan orang di dekatnya.


‘  Fania, denger gue kan ya?.


Ikut pulang sama John sekarang. Inget lo harus....‘


Reno melanjutkan bicara dengan Fania.


Tapi karna tau kelanjutan kalimat Reno Fania


pun menyela.


“Harus nurut ama Kakak gue yang gantengnya


sejagat raya.“ Sahut Fania.


‘Bagus kalo paham.‘ Ucap Reno ketus.


“Ca ilah, marah – marah mulu ah.“


Sahut Fania lagi . “Ilang gantengnya entar.“


‘Nih Kak Ara mau ngomong.‘


‘ Halo Sweety. Kamu ga apa – apa kan sayang?.‘


Tanya Ara dengan lembut pada Fania.


“Ga apa-apa Kak Ara sayang, ini aja nih


karyawan kak Reno yang namanya John terlalu lebay. Jadi bikin heboh.“ Jawab


Fania pada Ara sambil dirinya melirik John dan laki – laki itu malah melotot


padanya. Tapi Fania tidak memperdulikannya.


‘Ya udah aku putus dulu ya telponnya.’ Ucap Ara


‘You take care oke, Sweety.’ Ucap Ara lagi.


Fania tidak langsung mematikan telpon.


Ada lagi yang ingin dikatakan pada Ara.


“Oke Kak. Oh iya tolong bilangin kak Reno


tuh, kalau nanti kesini lagi bawa oleh-oleh yang banyak.” Ucap Fania.


‘Iya nanti dibilangin.’ Sahut Ara.


“Asik.... Oh iya Kak, satu lagi.” Fania tampak


menimbang-nimbang tentang hal yang ingin ia katakan.


‘Apa?’ tanya Ara.


“Titip salam.” jawab Fania


‘Untuk?’ Ara bertanya lagi.


“Si Botak yang dulu ngeselin.”


Fania terkekeh.


“Kalo Kak Ara ketemu sama dia, itu juga.”


Tambah Fania.


“Andrew maksud kamu?.”


Tanya Ara seperti memastikan.


“Ga tau siapa namanya. Yang gue tau dia itu


cerewet banget kayak Donald Bebek.” Jawab Fania sambil terkekeh lagi.


“Ya udah ya Kak Ara, bye. Kiss kiss buat Kak Ara dan kak Reno.” Lalu Fania memutuskan


panggilannya.


“Donald Bebek?.” Tanya John.


“Apa?.” Fania bertanya balik sambil memasang


wajah konyol.


“Siapa Donald Bebek?.” John masih penasaran


karena belum mendapat jawaban yang jelas.

__ADS_1


“Masa ga kenal sama ponakannya om Gober


Bebek?.” Celetuk Arman dan membuat John sedikit sebal.


“Screw you.” Sahut John atas celetukan Arman.


**


“I thought she forget about me.” Ucap Andrew


saat Ara sudah selesai berbicara ditelpon dengan Fania, sambil akhirnya


laki-laki plontos itu bergabung duduk dengan yang lainnya.


Sementara Michelle mohon izin untuk kembali


ke kamarnya, karena gadis itu berpikir bahwa situasi sudah kondusif. Darurat 1


udah aman.


“I’m going back to my room then.” Ucap Michelle


sambil berjalan keluar dari ruang keluarga mereka.


“Mandi Chel, jangan tidur lagi.” Goda Ara.


“Ih Kak Ara tau aja kalo aku emang mau tidur


lagi. Hehehe.” Sahut Michelle yang mempercepat langkahnya keluar dari ruang


keluarga.


“Dasar.” Gumam Nyonya Erna.


“Let her My Love, it’s Saturday.” Ucap Tuan


Anthony pada istrinya.


Setelah Michelle pergi dari ruang keluarga


menuju kamarnya, Andrew lanjut untuk berbicara.


“I’m still going to Indo by today.” Ucap Andrew.


“Okay, just like the first plan. I’m going


with you.” Reno menimpali ucapan Andrew.


“Okay.” Sahut Andrew.


“Aku ikut pokoknya.” Ara ga mau ketinggalan.


Reno pun tersenyum sambil mengacak-acak


rambut Ara. “Iya Nyonya Reno Alexander.”


“Mom beneran ga sangka kalau si tomboy Fania


bisa ketemu juga pada akhirnya.” Kini Nyonya Erna berbicara.


“Tapi suaranya kok beda ya?”


“She’s grow up mom.” Sahut Reno pada ibu


angkatnya itu.


“Doesn’t sound like a tomboy girl. More like


beautiful girl.” Tuan Anthony menambahkan.


“Dia memang cantik kok, Cuma aja dulu ketutup


sama ketomboyan nya yang teramat sangat.” Timpal Nyonya Erna atas perkataan


suaminya.


Tentu saja perkataan Nyonya Erna yang barusan


membuat suami, dua anak laki-laki dan menantunya terkekeh.


“Dia banyak berubah R?”


Andrew lanjut bertanya.


“Biasa aja. Masih kurang lebih sama kayak


dulu.” Jawab Reno sambil sekilas menoleh pada istrinya.


‘Kelakuannya. Yang lainnya udah jauh berbeda.’. Batin Reno menambahkan


Merasa paham dengan jawaban Reno, Ara


bersikap sok cool aja. Tapi hatinya membatin. ‘Oh mau kasih surprise ke Andrew


nih ceritanya?.’


“Okelah. Gue rasa kalian udah waktunya


siap-siap kalau memang mau ikut ke Indo.” Ucap Andrew.


“Ya udah gue sama Ara siap-siap dulu kalo


gitu.” Ucap Reno sambil menggandeng tangan Ara untuk segera packing dan


merapikan diri.


**

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2