
Selamat membaca ...
“Andrew?.” Sebuah suara yang cukup di kenal Andrew membuatnya berhenti.
“You? ( Kamu? ).” Andrew mengernyitkan dahinya.
“What a beautiful coincidence ( Suatu kebetulan yang indah ).” Ucap seseorang yang menyapa Andrew barusan. “Just like a faith, right? ( Sepertinya ini takdir, iya kan? ).”
Andrew terkekeh sinis. “What makes you think like that, Cindy? ( Apa yang membuatmu berpikir seperti itu, Cindy ? ).” Andrew bergegas pergi.
“Wait, where are you going to? ( Tunggu, kamu mau kemana ? ).” Cindy mencekal tangan Andrew.
“Put your hand off from me ( Jauhkan tanganmu dariku ).” Ucap Andrew datar namun terdengar sinis.
“Why you become so mean? ( Kenapa kamu begitu kejam ? ). Why don’t we have some drink? ( Kenapa kita tidak duduk sambil minum? ).” Ucap Cindy dengan senyumnya.
“I don’t have time for you. (Aku tak ada waktu untukmu ).” Jawab Andrew dingin dan kembali bergegas pergi.
“Don’t be like this Andrew, please? ( Jangan begini Andrew, aku mohon? ).” Ucap Cindy memelas, dirinya kini menghadang Andrew.
“Move ( Minggir ).” Andrew mulai menampakkan wajah sinis melalui tatapan matanya. “Don’t push me to being rude ( Jangan memaksaku berlaku kasar ).” Andrew melangkah melewati Cindy.
“I’ll do anything to make you become mine again, Andrew Smith ( Aku akan melakukan apapun untuk membuat mu menjadi milikku lagi, Andrew Smith. ).” Gumam Cindy sambil tersenyum sinis menatap punggung Andrew yang sedang berjalan tergesa – gesa hingga mulai setengah berlari dari hadapannya.
***
Andrew sampai di titik terakhir sinyal GPS Fania terlacak. Berhenti tepat di sebuah Bar yang terbilang amat sangat biasa namun penuh dengan pengunjung hingga ke bagian luar. Sepertinya ada Live Music juga yang sedang main di dalam.
Andrew bergegas masuk, namun pas disaat salah satu bodyguardnya keluar dari dalam Bar tersebut.
“Is she inside Ezra? (Apa dia ada di dalam Ezra? ).” Tanya Andrew kepada salah satu bodyguardnya yang bernama Ezra.
“No, Sir ( Tidak ada Tuan ). Jawab Ezra yang juga tampak khawatir. “I’ve checked the toilet too, nothing. ( Saya sudah mengecek toilet juga tapi ga ada ).”
“Ah Shit! ( Ah sial! ).” Ucap Andrew makin frustasi sambil meremas kepalanya. “How can you be so careless, Hah?! ( Bagaimana kau bisa begitu ceroboh, Hah?! ).” Hardik Andrew pada Ezra sambil meremas kerah baju bodyguardnya itu.
Membuat Andrew dan Ezra seketika menjadi pusat perhatian orang – orang yang ada disana.
“My mistake, Sir ( Salah saya Tuan ).” Ucap Ezra pasrah.
‘Thinking Andrew, thinking ( Berpikir Andrew, berpikir ).’ Kepala Andrew sedang sibuk memutar otak .“R, this isn’t funny, okay?. ( R, ini ga lucu, oke? ). Andrew menghubungi Reno yang tak lama tersambung karena ia berpikir Reno sedang mengerjai nya, mengingat Reno mengirimkan seseorang ke Thailand untuk mengawasinya dan Fania.
Namun sepertinya dugaan Andrew salah. Reno tidak sedang mengerjai nya. Terdengar dari nada suara Reno yang sepertinya menandakan kalau kakak angkat Fania itu tidak mengerti apa yang sedang Andrew maksud.
Andrew
__ADS_1
sangat mengenal Reno, dirinya akan langsung tau kalau seandainya Reno memang mengerjai nya dengan menyembunyikan Fania. Tapi sepertinya tidak.
“She’s gone !( Dia menghilang ! ).” Pekik Andrew panik pada Reno dan nampaknya Reno pun terdengar shock dengan kabar yang diberitahukan Andrew soal Fania. Setelah berbicara sebentar Andrew langsung mematikan sambungan telponnya dengan Reno, kembali mencoba menghubungi nomor Fania.
Berharap ada keajaiban, kalau kali ini teleponnya bisa tersambung dengan Fania nya.
“I try to find some record from CCTV at the former place, Sir. ( Saya akan coba mencari rekaman CCTV dari tempat sebelumnya Tuan ).” Ezra berpikir cepat, berucap saat Andrew sedang menghubungi kembali nomor istrinya itu.
“Shit!” Sepertinya ponsel Fania benar – benar tidak bisa dihubungi lagi, karena Andrew kembali mengumpat. “Then Move! ( Cepat bergerak Kalau Gitu ! ).” Hardik Andrew pada Ezra dan pengawal pribadi Andrew itu mengangguk patuh, bergegas pergi ke tempat sebelum nyonya mudanya menghilang. "Ezra!." Panggil Andrew.
"Yes Sir? ( Ya Tuan ? )." Sahut Ezra
"Check this one. ( Periksa yang satu ini )." Andrew mengirimkan sesuatu ke ponsel Ezra untuk diselidiki dan lagi - lagi Ezra pun mengangguk.
“Sir, I found this. ( Tuan, aku menemukan ini).” Pengawal pribadi yang tadi bersama Ezra muncul sebelum Ezra melangkah pergi. Daniyal, nama pengawal pribadi rekan Ezra. Membawa sesuatu yang membuat hati Andrew seketika mencelos.
Ponsel Fania, sudah tidak utuh, sepertinya terjatuh atau sengaja dibuang hingga terbanting ke atas aspal. “Where you find it?! ( Dimana kau menemukannya?! ).” Tanya Andrew dengan keras.
“I’ll show you, Sir ( Mari saya tunjukkan Tuan ).” Ucap Daniyal sambil mengkode Andrew agar mengikutinya.
Andrew mengikuti langkah Daniyal, termasuk juga Ezra yang mengikuti Andrew dan rekannya itu. Siapa tau bisa mendapat petunjuk lebih banyak tentang nyonya mudanya yang tiba – tiba menghilang.
“I found Mrs. Fania cell phone there, Sir ( Saya menemukan ponsel nyonya Fania disana Tuan).” Daniyal menunjuk sebuah gang sempit yang dekat dengan sebuah tangga sebuah ruko dimana ada tempat sampah berukuran sedikit besar di dalam gang sempit tersebut.
Andrew masuk sedikit ke area gang sempit itu. Hatinya sudah tak karuan. Sambil pandangannya berkeliling.
Andrew berjongkok di tempat yang di tunjuk Ezra.
‘Heart....’ Batin Andrew. Dan wajahnya penuh kekhawatiran yang teramat sangat. “Who dares to harass me?!. ( Siapa yang berani mengusikku?! ).” Ucap Andrew geram.
“I’m gonna call everyone I Know here ( Aku akan menghubungi orang – orang yang ku kenal disini).” Ucap Ezra yang sigap memandang Andrew lalu menoleh pada Daniyal dan pria itu mengangguk.
“No need. ( Ga perlu ). Better you start to check that I have sent to your cell phone ( Sebaiknya kau mulai menyelidiki yang sudah kukirimkan ke ponselmu ).” Andrew berdiri dan meraih ponselnya, kemudian tampak menghubungi seseorang. “Chaisay, I need your help. ( Chaisay, aku butuh bantuanmu ).”
Setelah berbicara panjang lebar dengan orang yang bernama Chaisay tersebut, Andrew pun mengkode Ezra dan Daniyal untuk pergi bersamanya.
***
London ...
“Hon? Tumben kamu siang – siang ke sini?.” Tanya Ara pada Reno yang tiba – tiba muncul di butiknya. “Kamu bukannya ada meeting sebentar lagi?.”
“Aku telpon kamu dari tadi ga tersambung.” Ucap Reno dengan wajah yang sedikit gelisah. “Aku harus ke Thailand sekarang.”
Ara menyadari raut wajah Reno yang tampak gusar dan khawatir. “Ada apa Hon?. Ada sesuatu yang buruk terjadi pada Andrew dan Fania?.”
“Fania has been taken ( Fania diculik ).” Ucap Reno dan Ara seketika shocked sambil menutup mulutnya.
“Apa?!.” Pekik Ara. “Kok bisa?!. Siapa yang berani - beraninya menculik Fania?!.”
__ADS_1
“That’s why I have to go now. I’m here just wanna tell you about that. ( Itulah kenapa aku harus pergi sekarang. Aku kesini hanya ingin kasih tau kamu soal itu ).” Jelas Reno.
“Aku ikut!.” Ucap Ara.
“No ( Jangan ). Kamu disini aja dulu. Tunggu kabar dari aku. Entah siapa yang sedang bermain – main dengan kita saat ini. Yang jelas aku harus bersama Andrew sekarang.” Sergah Reno saat Ara ingin ikut dengannya ke Thailand.
“Kamu pergi dengan siapa?.” Tanya Ara khawatir.
“Nino. Aku titip Perusahaan sama kamu juga. Aku juga sudah bilang ke Dad. So kamu disini, tunggu kabar dari aku. John sudah menyusul dari Indonesia, langsung ke Thailand.” Ucap Reno setengah tergesa.
“Jeff juga ikut?.” Tanya Ara lagi.
“Jeff menyusul. Dia mempersiapkan yang lain dari sini bersama Dad terlebih dahulu.” Jawab Reno. “Aku pergi dulu ya.” Pamit Reno lalu memeluk dan mengecup Ara.
“Hati – hati, Hon. Kabari aku segera saat sampai.” Ucap Ara sambil mengantar suaminya hingga ke pintu butiknya.
“I will ( Pasti).” Lalu Reno bergegas pergi bersama Nino yang sudah menunggunya.
***
Ponsel Andrew berdering saat ia sedang berada di hotel terdekat dari Khao San Road, sembari menggali dan menunggu informasi lebih lanjut untuk bergerak mencari Fania. Tubuhnya diam di satu tempat, namun otak dan tangannya terus bergerak, berpikir juga bertindak. Menghubungi setiap kenalannya di Thailand untuk mencari titik terang.
Tak ingin melewatkan satu detik pun tanpa terus berusaha mencari keberadaan Fania nya dan siap yang berani mengusik dirinya saat ini.
‘Andrew.’ Suara seorang pria terdengar saat Andrew menerima panggilan masuk ke ponselnya.
“Tell me Chai, any clue? ( Ngomong Chai, ada petunjuk ? ).”. Tanya Andrew.
‘I’ll send you a video, better you see it then tell me what the next step. ( Gue kirim sebuah video, sebaiknya lo segera lihat dan kasih tau gue langkah selanjutnya ).’ Ucap pria bernama Chaisay yang sebelumnya di telpon Andrew.
“Okay.” Sahut Andrew.
‘My men are all set up, we’re move after your order ( Gue dan orang – orang gue udah siap. Kami bergerak menunggu perintah lo ).” Ucap Chaisay. “Don’t you worry about your wife, I try to send someone to tracking down and make sure that She’ll be alright. ( Jangan khawatir soal istri lo, gue udah coba kirim seseorang buat melacak dan memastikan dia baik – baik saja ).”
“Alright then. ( Baiklah kalau begitu ). Thanks a lot man. I’ll let you know the next step after I watch the video. ( Makasih banyak. Gue akan kasih tau lo langkah berikutnya setelah menonton video yang lo kirim ).” Ucap Andrew.
‘Mess around with you, mess around with me, Bro ( Macem – macem sama lo, akan jadi urusan gue juga ).’ Sahut Chaisay. 'Here is my kingdom, I won't let them get away because they harassing my brother. ( Disini kerajaan gue, ga akan gue biarkan mereka lolos karena udah mengusik sodara gue ).'
Laki - laki bernama Chaisay yang dikenal Andrew ternyata adalah salah satu orang yang kuat di Thailand. Orang yang lumayan di segani dan di takuti di negara tersebut, namun tak banyak yang tau kalau Andrew Smith berteman baik dengannya.
“Thanks once again ( Sekali lagi terima kasih).” Andrew memutuskan panggilan dan tak lama sebuah video terkirim ke ponselnya.
Rahang Andrew langsung mengeras setelah menonton setengah dari video yang dikirim Chaisay. 'Just like what I thought ( Seperti yang sudah gue duga ).' Batin Andrew. Wajahnya makin menunjukkan amarah saat keseluruhan video sudah dia tonton.
“I’m gonna kill you both if you do something bad to my wife! ( Gue akan bunuh kalian berdua kalau kalian melakukan sesuatu yang buruk sama istri gue ! ).” Gumam Andrew yang tangannya terkepal dengan kuat. ‘ Hang on, Heart. I’m on my way to safe you ( Bertahan sayang, aku akan segera menyelamatkanmu ).’ Batin Andrew.
****
To be continue...
__ADS_1