BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 165


__ADS_3

Selamat membaca..


“Dad, my you’re hiding about this all this time?.( Dad, kenapa harus menyembunyikan hal ini selama ini? ).” Tanya Andrew saat para lelaki berkumpul di area kolam renang untuk merokok.


Sementara para wanita masih berada di ruang keluarga membahas segala hal soal pernikahan Fania dan Andrew minggu depan sekaligus menenangkan Fania yang sempat shock tadi mendengar akan nikah dalam waktu seminggu lagi. Lah Horang Kayah mah bebas.


“I didn’t ( Engga tuh ).” Jawab Dad santai membuat Andrew menoleh dan melihatnya dengan malas. “Have you asked ( Apa kamu pernah bertanya? ).”


Andrew memutar bola matanya atas jawaban Dad. “ So why you’re not stopped me to have a relation with Cindy?. (Terus kenapa membiarkan aku memiliki hubungan dengan Cindy?). Kalau pada kenyataan nya Fania sudah Dad tentukan untuk Andrew?.”


“Well, I have a good feeling you’re not gonna get a long with her. (Yah, aku punya feeling yang bagus kalau hubungan kamu dan dia tidak akan bertahan lama).” Jawab Dad santai. “Beside, I was thinking that I’m going to wait untill Fania getting 23. (Lagipula, aku berpikir akan menunggu sampai Fania berusia 23 tahun). Then I’m gonna tell you guys everything.(Baru akan aku kasih tau kalian semua segalanya).”


“And how if I’m getting married with Cindy? (Terus gimana kalau seandainya aku terlanjur menikah dengan Cindy?).” Ucap Andrew seraya bertanya.


“Derita lo itu sih.” Celetuk John.


“Not gonna happen. I Won’t let it happen. (Ga akan terjadi dan ga akan aku biarkan terjadi).” Ucap Dad.


“Kalau seandainya terjadi?. Cindy berhasil meyakinkan dia untuk menikahi wanita itu?.” Reno angkat bicara sambil senyam senyum.


“Two J are singles. ( Tuh dua J jomblo ).” Sahut Dad. “I’m gonna let Fania choose between them ( Nanti suruh Fania pilih salah satu diantara mereka ).


“Hah selamat ... .” Andrew mengelus dadanya dan disambut kekehan empat orang lainnya.


“Tapi kenapa Dad sempat membiarkan Papa Herman di PHK?. You didn’t do anything to avoid that ( Dad tidak melakukan apapun untuk mencegahnya ). Membuat mereka menjalani hidup sulit selama beberapa saat.” Ucap Reno.


“Just testing Son. (Hanya mengetes Nak). How honest Fania’s Father is (Seberapa jujur Ayahnya Fania).” Ucap Dad.


“However, thank you Dad. For not let them having a hard life quiet longer. (Bagaimanapun terima kasih Dad, untuk tidak membiarkan mereka hidup sulit terlalu lama).” Ucap Andrew.


“A big Thanks from me too, Dad. (Terima kasih yang besar dariku juga, Dad). Terima kasih sudah menjaga Little F kami, termasuk keluarganya.” Tambah Reno.


“My pleasure, Son. (Dengan senang hati**, Nak).” Ucap Dad. “She’s one in a Million Andrew. You have to take care Fania with everything you have even with your life. (Dia satu diantara sejuta, Andrew. Kamu harus menjaga Fania dengan segala yang kamu punya meski dengan nyawamu**).”


“I will Dad. I really will. (Pasti Dad. Sangat pasti).” Jawab Andrew. “I’m crazy about her, remember? (Aku tergila – gila padanya, ingat?).


“Ga usah lo bilang. Lo emang gila! Kalo soal si Kajol.” Celetuk Jeff.

__ADS_1


“Agree. (Setuju).” Sahut Reno dan John, Dad hanya tersenyum.


“Seminggu lagi Ndrew, tahan dulu. Anak orang jangan lo hajar dulu nanti malam.” Celetuk Jeff asal.


“Lo pikir gue maniak?.” Sahut Andrew ketus. ‘Akan gue hajar habis – habisan pada saatnya.’ Batin Andrew dan dia tersenyum smirk.


Tak.


Reno melempar Andrew dengan sebungkus rokok. “Mesum udah pikiran lo pasti.”


Andrew tergelak termasuk dengan Dad dan dua J. “Cuma ga sabar mau merasakan goyang biduan.”


“Waktu lo DP pertama belum dikasih goyang biduan ama si Kajol?.” Pertanyaan ga ada akhlak dari Jeff meluncur.


“Nope.(Belom). Masih Pasif.” Jawaban Andrew pun tanpa akhlak. Karena menjawab dengan santainya. Disambut gelakan tawa oleh dua J.


Tak.


Kali ini dilempar korek oleh Reno. Andrew dan dua J malah tergelak. “Cukup sekali lo Khilaf sebelum nikah.”


“Iyes. Nanti kalau sudah lo pinang dengan Bismillah. Udah halal. Terserah mau lo apain itu anak orang di ranjang.” Celetuk John yang ikut tak berakhlak kalo ngomong soal ginian.


“Hem, puas – puasin deh lo saling menggoyang.” Celetuk Jeff lagi tanpa dosa. “Ah kalau inget goyang biduan. Inget pinggul si Siska yang aduhai. Ga kebayang kalo itu pinggul ada dipangkuan.” Tambahnya sambil badannya dibuat gemetar sendiri.


Kembali Andrew dan John tergelak dan Reno menggeleng sambil tersenyum melihat kelakuan si Jeff.


“By the way, what is goyang biduan?. (Ngomong – ngomong apa itu goyang biduan).” Tanya Dad ga paham soal pembicaraan Jeff.


“Really hard to explain Dad.(Sukar dibayangkan).” Sahut Jeff. Dad mengernyitkan dahinya.


“Ambyaar Dad.” Timpal John yang terkekeh geli lalu mengeluarkan ponselnya. “Better you see (Lebih baik lihat).” John memberikan ponselnya pada Dad.


Dad memperhatikan dengan seksama video yang di rekam John dalam ponselnya saat acara di rumah Fania waktu itu.


Dad terdiam sesaat. “Oh Wow!.” Dad menelan salivanya tak membuang pandangan dari ponsel John. Mengundang gelak tawa kencang dari empat laki – laki muda yang tak berakhlak itu.


“So gimana Dad?. Goyang biduan amazing right?. (Goyang biduan menakjubkan bukan ?).” Tanya Jeff sambil masih tergelak.

__ADS_1


“Too amazing. I think I’m going to take a bath. (Sangat menakjubkan. Dad rasa Dad mau mandi).” Ucap Dad geleng – geleng masih fokus pada layar ponsel. Anak – anaknya yang ga ada akhlak masih aja ngakak. “Lucky you Jeff. (Beruntung kamu Jeff).” Tambah Dad saat melihat Jeff sedang diajak joged sambil di goyangin sama biduan.


“Wanna try Dad? (Mau coba Dad?).” Goda John.


“Can I?. (Bisa?).” Tanya Dad tanpa Dosa.


“Sure you can, if you want to see Mom destroy this your life. (Tentu aja bisa. Kalau mau lihat Mom menghancurkan hidup Dad). Timpal Andrew.


“Only see Andrew.(Cuma mau liat Andrew).” Ucap Dad seolah berbisik. “Directly ?(Secara langsung?).”


“Iya sih Ndrew minta om Herman siapkan dangdutan. Toh acara lo minggu depan baru akad nikah aja kan. Resepsi masih tiga hari setelahnya di Hotel Reno.” Ucap Jeff.


“Lo atur aja lah Jeff.” Sahut Andrew malas.


Omongan tak berfaedah terus berlanjut oleh lima Pria yang ujungnya malah membahas goyang biduan. Masih terus tertawa terbahak – bahak sampai terdengar ke dalam ruang keluarga.


***


“Ngobrolin apa sih itu mereka, sampai ketawa seperti itu?. Senang sekali sepertinya.” Celetuk Mom pada Fania, Ara dan Michelle yang sedang bersamanya membahas pernak pernik untuk pernikahan Fania dan Andrew.


“Ah paling ga jauh jauh Mom.” Sahut Ara yang sepertinya paham apa yang biasanya diobrolin para pria. ‘ga jauh dari ranjang pasti.’ Batinnya.


Sementara Fania dan Michelle hanya mengangkat bahunya dan melanjutkan membuat list untuk besok dan seterusnya sampai satu hari sebelum hari H.


***


‘Pak Herman, anak – anak saya bilang nanti pada saat acara setelah akad nikah Andrew dan Fania, mereka minta ada acara goyang biduan katanya.’ Dad mengetikkan pesan lalu mengirim ke nomor Papa Herman.


‘Siap Tuan.’ Papa Herman membalas Chat, Dad tersenyum penuh arti.


***


To be continue ..


-Yeay akhirnya bisa up dua episode-


Mohon maaf kalau slow update karena Author lagi mempersiapkan launching Novel Keduanya Author. Uhuy

__ADS_1


*Dukungan Untuk Author jangan lupa yaaaa My beby bala - bala semua* Loph Loph


__ADS_2