BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 142


__ADS_3

Selamat membaca ..


 


“Fania.. menantu Mom yang Solehah. Good morning darling.(Selamat pagi sayang).” Sapa Mom Erna saat Fania terlihat baru saja menuruni anak tangga dari kamar. Sapaan Mom Erna selalu membuatnya terkekeh.


“Good morning. Mom. (Selamat pagi Mom).” Sapa Fania balik.


“How was your sleep?(bagaimana tidur kamu?).” Tanya Mom Erna


“Seperti biasa, selalu nyenyak.” Jawab Fania.


“Free today?(bebas hari ini?).” Tanya Mom Lagi


“Iya sih. Andrew ga bilang hari ini ada mau pergi kemana gitu.” Jawab Fania. “Kenapa Mom? Mau minta dibuatin pastel lagi?.”


“Oh bukan. Nanti siang kamu, Mom, Ara dan Michelle akan pergi bersama untuk mencari gaun dan ke salon, karena nanti malam kita akan dinner di luar.” Ucap Mom


“Kita semua?.” Tanya Fania. “Kok Andrew ga bilang?.”


“Ah si Andrew kalau sudah sama kamu lupa segala – galanya.” Sahut Mom membuat Fania terkekeh lagi. “Lagipula biar nanti Mom pamer ke teman – teman Mom soal menantu Mom yang solehah ini. Mana cantik, jago bikin kue.”


Fania seketika diam.


“Good morning two beautiful women. (Selamat pagi dua wanita cantik).” Tuan Anthony datang bergabung.


“Good morning Honey. (Selamat pagi sayang).” Sahut Mom Erna mesra pada suaminya


“Good Morning Dad. (Pagi Dad).” Sahut Fania.


“Kenapa sayang?.” Tanya Mom yang heran dengan raut wajah Fania.


“Mom sama Dad sudah dengar insiden kemarin ya?.” Tanya Fania ragu. “Fania minta maaf ya. Sudah bikin keributan. Terus gara – gara Fania juga, Andrew jadi marah – marah di kantor.” Gadis itu tertunduk.


“Fania, my Dear.(Fania sayang). Jangan khawatir soal itu. Memang si Cindy aja itu yang duluan cari masalah sama kamu, kan?.” Mom Erna mendekati Fania seraya merengkuh bahu dan mengangkat dagu gadis itu.


“Tapi, tetap aja Mom, gara – gara Fania, Andrew jadi semarah itu sama Cindy dan karyawannya.” Ucap Fania lagi. “Baru liat Andrew begitu soalnya.”


“Everything about you are so sensitive for him, my Dear.(Segala hal tentang kamu sangat sensitif untuknya, sayang).” Tuan Anthony berbicara. Membuat Fania menatap Dadnya Andrew itu.


“Dad benar, Fania. Andrew itu cinta mati sama kamu.” Tambah Mom dan Fania tersenyum.


“Bisa aja nih Mom.” Sahut Fania.

__ADS_1


“Ih ga percaya. Dari dulu emang dia udah ada rasa sama kamu biar kamu masih kecil juga waktu itu. Tomboi pula.” Mom terkekeh begitupun Dad.


“Mom was right, Fania.(Mom benar Fania). Since he arrived here, (sejak dia sampai kesini) all he thinking about is


you.(apa yang di pikirkan itu hanya kamu). Did you feel lonely, are you happy, what if there’s someone who treat you bad and else.(Apa kamu kesepian, bahagia, atau gimana kalau ada yang memperlakukan mu dengan tidak baik dan seperti itu).” Dad menjelaskan.


“Ya walaupun Reno pun sama halnya dengan Andrew yang sangat mengkhawatirkan kamu. Sampai akhirnya mereka sibuk kuliah, belajar bisnis dengan Dad, yang membuat mereka sedikit beralih pada kesibukannya. Sampai akhirnya yah kisah kalian yang terpisah selama enam tahun itu.” Tambah Mom. “Waktu Andrew tau kalau Reno sudah menemukan kamu, dihari yang sama Andrew langsung terbang ke Indo.”


“Masa sih Mom, Dad sampai begitu nya dia mikirin Fania?.” Terkejut campur bahagia hati Fania mendengar cerita Mom dan Dad.


“All of it are true, My Dear.(Semuanya benar sayang). Sahut Tuan Anthony.


“Dia nungguin kamu itu.” Tambah Mom sambil terkekeh. “Makanya ga pernah serius sama cewe.”


“Tapi sama Cindy sampai dua tahun Mom?.” Ucap Fania seraya bertanya.


“Tapi Fania jangan marah ya.” Sahut Mom membuat Fania sedikit deg – degan. “Kalau tahun ini Andrew ga temuin Fania, tahun depan rencananya mereka mau menikah.”


Deg. Mencelos hati Fania.


‘Sejauh itu ya hubungan mereka?.’ Batin Fania.


“It was not Andrew idea.(Bukan ide Andrew).” Sahut Tuan Anthony.


“Ya, idenya Cindy memang. Tapi tak direspon Andrew dengan serius. Dia sok – sok an pergi ceritanya mau ngambek. Karena dia pikir Andrew cinta sama dia. Padahal dua tahun itu karena Andrew nya cape aja pacaran. Termasuk Cindy nya yang memang intens menempel pada Andrew terus.” Tambah Mom. “Eh taunya Andrew menemukan kembali orang yang dia tunggu – tunggu. Mana cantik banget lagi sekarang. Tambah aja itu Andrew tergila - gila.”


“Mom sama Dad juga sebenarnya kurang cocok dengan Cindy. Karena dia terlalu menuntut. Meskipun Cindy memang hampir tidak pernah membantah Andrew. Sementara Andrew tidak suka diatur – atur. Tidak suka


dibantah.” Ucap Mom.


“Lah Fania dari dulu sering bantah dia Mom.” Sahut Fania.


“Sampe sekarang bukannya?.” Mom terkekeh begitupun suaminya dan Fania.


“Nah iya itu. Dari dulu kan dia sering bilang. ‘Lo itu jadi cewek yang halus kek, cowo, terutama gue bakal cari cewe


yang nurut. Ga kaya lo, nyaut aja kalo dibilangin.’ Gitu katanya.” Ucap Fania mengulang ucapan Andrew yang pernah dikatakan sama si Donald padanya.


“That is Love, My Dear.(Itulah cinta sayang).” Sahut Tuan Anthony dan mereka tertawa. “Not only Andrew, but Me and Mom had chose you too.(Bukan hanya Andrew, tapi Saya dan Mom memang sudah memilih kamu). Even before Andrew totally realize how the way he feel to you.(Bahkan sebelum Andrew benar – benar menyadari bagaimana perasaan sesungguhnya ke kamu).”


“Maksud Dad?.” Tanya Fania sedikit kurang paham kalimat terakhir dari ucapan Tuan Anthony.


“Ya pokoknya kamu yang terpilih lah.” Sahut Mom sembari melirik pada suaminya. “Bangunin tuh cowo yang pengen banget jadi suami kamu.” Ucap Mom membuat Fania dan Dad terkekeh.

__ADS_1


“Ah iya soal itu juga. Suruh dia ralat gitu Mom, Dad. Masa dia umumin Fania ini istrinya?. Kan Fania jadi ga enak.” Ucap Fania sebelum bergegas membangunkan Andrew.


“Let him Fania.(Biarkan aja dia Fania). Just enjoy my Son's possesiveness.(Nikmati saja keposesifan putraku).” Tuan Anthony tertawa begitupun Mom.


“Dad sangat benar. Asal dia bahagia. Semua orang akan hidup tenang. Biarin aja dia ngaku – ngaku jadi suami kamu.” Ucap Mom. Membuat Fania dan Dad terkekeh lagi. ‘Sebentar lagi juga akan jadi suami beneran nya kamu, sayang. Haish anak Mom udah ngebet nikah.’ Batin Mom. ‘Pasti ga sabar mau malam pertama itu dia.’ Batin Mom Erna lagi, karena tau meskipun Andrew dan Fania tidur sekamar dan seranjang mereka tidak melakukan hal yang intim.


“You better waking him up.(Sebaiknya kamu bangunkan dia). I’m hungry.(Saya sudah lapar). Sahut Dad sambil masih terkekeh.


*


“Men of The Wealthy and Powerful Smith Family. How are you guys doing?.(Para laki – laki dari keluarga Smith kaya dan kuat. Apa kabar?).” Sapa seorang Pria Inggris – Amerika bernama Hefner.


Andrew dan Reno beserta dua J menoleh padanya.


“Another Casanova. (Satu lagi petualang cinta).” Sahut Reno yang kemudian memeluk pria itu.


“Hahaha... .” Laki – laki itu tertawa sembari juga memeluk Andrew dan dua J.


“Are you going to hunt tonight?.(Apa kau akan berburu malam ini?).” Sindir Andrew.


“Well. We’ll see about it. (Lihat saja nanti).” Sahut Hefner sambil mengedarkan pandangannya mencari wanita cantik dan seksi di restoran tempat keluarga Smith mengadakan jamuan.


Andrew dan Reno beserta dua J hanya geleng – geleng saja melihat kelakuan si Play boy cap Kakap itu.


“Where’s  your parents?. And the ladies?. They’re not coming?.(Mana orang tua kalian? Dan para wanita?. Mereka tidak ikut?).” Tanya Hefner. “John, Jeff, do you guys want to hunt with me? or already bring those? (John, Jeff mau berburu bareng gue? Atau lo udah pada bawa?). Tanya pria itu pada dua J.


“Ladies will come to us. Don’t you worry.(Cewe bakal dateng sendiri ke kita. Jangan cemas). Right John?.(Bener kan John?). Sahut Jeff pada Hefner.


“You are totally right.(Bener banget).” Sahut John dan mereka tertawa.


“They’ll be here. (Mereka nanti datang).” Ucap Andrew.


“Alright, catch you guys later. I want to meet my colleague now.(Baiklah, nanti gue kesini lagi. Kolega gue udah datang).” Hefner pamit pada Reno, Andrew dan dua J setelah melihat ponselnya. Lalu ia bergegas pergi.


“Hem, better you pay attention to your Business than sexy women. (Hem, mendingan lo fokus sama bisnis, daripada perempuan seksi). Sahut Reno.


“Haha....” Hefner tertawa dan berbalik untuk meninggalkan meja tempat Reno, Andrew dan dua J. Namun beberapa langkah saat ia mulai berbalik dan berjalan meninggalkan meja yang diduduki sebagian anggota Keluarga Smith, matanya terpaku ke arah pintu masuk. “Oh My Lord, I’m in Love. ( Oh Tuhan, aku jatuh cinta ).” Hefner terpana, karena dibuat sangat terpesona oleh wanita yang baru saja masuk ke dalam restoran mewah tersebut setelah seorang pelayan membantu melepaskan coat wanita tersebut.


Wanita cantik yang lekukan tubuhnya begitu aduhai. Dengan rambut yang dibuat ikal dibawahnya. Sedikit menutupi bahunya yang nampak seksi dalam balutan gaun off shoulder berwarna biru tua yang fit body. Beserta stiletto yang membuat kaki jenjangnya terekspose meski gaun yang wanita itu kenakan tidak terlalu pendek.


Hefner hendak mendekati wanita itu untuk berkenalan, namun ponselnya keburu berdering. Ada panggilan masuk dari kolega yang punya janji bertemu dengannya itu.


“Ck.” Ia berdecak sebal sembari melirik ponselnya. “You’re mine, babe ( Kau milikku sayang ).” Lalu ia beringsut pergi setelah memandangi sang wanita yang membuatnya terpesona itu sebentar.

__ADS_1


***


To be continue.....


__ADS_2