BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 252


__ADS_3

Selamat membaca ....


 


“Heart, posisi tubuh kamu salah.” Andrew makin gelisah, saat melihat Fania yang tak nampak lihai, kalau diperhatikan dari posisinya saat ini dan dari cara Fania memegang tongkat billiar ditangannya. ‘Pasti meleset.’ Batin Andrew makin gelisah. Lagi, dia merasa ga mungkin rela mencium wanita lain didepan Fania, meski taruhan itu dilanjutkan atas permintaannya sendiri.


“Fokus, Jol.” Ucap John disamping Fania.


‘I really can’t imagine, if Andrew has to kiss Elle (Gue ga kebayang kalau si Andrew harus mencium Elle ).’ Batin Jeff yang juga sudah meragukan kemampuan Fania yang terlihat seperti amatir dalam memegang tongkat biliar.


“Take your time, Fania ( Gunakan waktumu, Fania ). I can wait ( Aku bisa menunggu, kok ).” Ucap Elle yang sepertinya ia pun yakin menang, karena melihat Fania yang tidak memposisikan badan dengan benar.


“This is not about win or lose ... ( Ini bukan soal menang atau kalah ... ).” Ucap Dewa dalam posisinya memandang pada Fania sambil mensedekapkan tangannya didada.


Membuat semua orang melirik pada Dewa. Entah apa maksudnya, mungkin bermaksud memberikan semangat dan dukungan pada Fania. setidaknya begitu pikir mereka.


Salah satu sudut bibir Fania tertarik ke atas. “But this all about Respect and Dignity ( Tapi ini soal Kehormatan dan Harga Diri ). A Pride ( Kebanggaan ). ”


Andrew melirik Fania dan Dewa bergantian. Begitupun dua J. Sedikit merasa heran. Karena Fania nampak melanjutkan kalimat Dewa. Sepertinya kalimat itu akrab dengan kedua orang tersebut dan memiliki satu makna.


Dewa tersenyum setelah Fania melanjutkan kalimatnya.


“Step aside, everyone ( Minggir sedikit semuanya ).” Dewa meminta mereka yang sedang mengitari meja sedikit agar minggir.


Fania menoleh pada Andrew sambil tersenyum. “Wanna kiss my husband, huh? ( Mau cium laki gue, Heh? ).” Ucap Fania mengalihkan matanya pada Elle sekarang sambil mengoleskan chalk pada ujung tongkatnya.


Andrew hanya terdiam dan balik tersenyum pada Fania, sambil memperhatikan gerak – gerik Fania sesudahnya.


“Over My Dead Body! ( Langkahi Dulu Mayat Gue! ).”


CTAAAKK!!.


***


‘Wuih, udah jago sekarang.’


‘Abis gurunya ganteng.’


‘Kamu belajar dimana trik begitu?.’


‘Dari semua  jagoan BL (Biliar) yang gue liat diyutub.  ‘


‘Ikut kejuaraan ya?.’


‘Dih, pede banget kesannya gue, Ka. Elo sih yang harusnya ikut kejuaraan. kebalik. bukan gue.’


‘Kamu bahkan bisa melakukan trik sulit seperti itu Naomy. Bisa diulang lagi atau Cuma kebetulan?.’


‘Enak aja kebetulan. Ini trik juga trik free style, Ka. Ala gue.’


‘Ulangi coba.’


‘Oke.’


‘Fix aku akan daftarin kamu.’


‘Serius, Ka?.’


‘Sangat.’


‘Trus gue lo mau daftarin ke kompetisi BL yang mana.’


‘Free Style Shooter Championship.’


‘Antar?.’


‘Internasional.’


***


Semua mata memandang ke arah meja biliar, saat Fania mengayunkan tongkatnya dan terdengar suara tongkat yang memukul bola utama, hingga bola itu menggelinding dan menyentuh bola – bola objek yang tersusun rapih di tengah. Terlebih lagi Andrew, ia menahan nafasnya.


“Touch my Dignity, I destroy yours! ( Menyenggol harga diri gue, gue hancurkan harga diri lo! ).”


Fania memandang tajam pada Elle  dari tempatnya berdiri sekarang. Elle yang matanya membulat sempurna melihat kemana arah bola – bola objek itu bergerak, sontak langsung menelan salivanya. Terlebih lagi saat Fania berucap barusan.


“How it’s possible?!.. ( Bagaimana mungkin?!.. ).” Andrew pun seperti tak percaya pada matanya. Dua J pun sama. Mereka bertiga sampai mendekat ke meja biliar dengan mata yang juga membulat sempurna seperti Elle dan yang lainnya. Hanya Dewa yang nampak tidak terkejut.


Fania nampak mengangkat kedua tangannya ke udara. Mengikuti lirik lagu yang sedang band dalam tempat itu mainkan saat ini. Tak memperdulikan mereka yang sedang tercengang menatap meja billiar.


🎶🎶


‘Cause I am the Champion, and you’re gonna hear me Roar....’


( Karena aku adalah juaranya, dan kau akan mendengarku mengaum ).


🎶🎶


Lagu milik Katy Perry yang sedang dimainkan oleh Home Band di kafe milik Albert itu sudah ikut menyempurnakan kemenangan Fania.


Kemenangan sempurnanya Fania. Terlalu sempurna bahkan. Karna tak ada satupun bola – bola objek yang tersisa di meja. Hanya menyisakan bola berwarna putih sebagai bola utama yang kini diam disalah satu sudut meja billiar.


“KAJOOOLL!!!.” John melonjak kegirangan.


Saking girangnya dia sampai mengangkat tubuh ramping Fania dengan kedua tangannya. Membuat Fania terkekeh geli hingga John menurunkannya kembali.


Sementara Jeff masih ternganga ditempatnya berdiri.

__ADS_1


“Jadi si Gumdrop masih ada?.” Ucap Dewa sambil mengarahkan satu kepalan tangannya pada Fania.


“Akan selalu ada.” Ucap Fania menyambut kepalan tangan Dewa. Sambil tersenyum dan melakukan tos adu kepal. “Semua karna lo dulu.”


“How did you do that?.. ( Bagaimana kamu melakukan itu?.. ).” Andrew masih tak percaya, kini memandang pada Fania. Kalau dia tak melihatnya sendiri dengan mata dan kepala plontos nya, mungkin Andrew akan berpikir itu trik kamera.


Bagaimana mungkin Fania bisa semampu itu, membuat semua bola objek masuk ke dalam pocket ( lobang meja ) billiar dengan mulus, hanya dengan ayunan tongkat yang terlihat memang dipukul dengan tenaga namun Fania nampak santai sangat mengayunkan tongkat tersebut. Dan bahkan Fania tak memposisikan tubuhnya seperti para pemain billiar pada umumnya.


Fania terkekeh. “ Jangan suka underestimate ( meremehkan ) istri sendiri makanya.”


“Betul itu!.” Timpal Dewa lalu tersenyum lebar. Andrew menoleh padanya.


“Ada yang mau kalian berdua ceritakan?.” Andrew menatap Fania dan Dewa bergantian.


“So Lucky! ( Sangat beruntung! ).” Celetuk salah seorang teman Andrew. Sementara Elle masih terpaku ditempatnya.


“Very! ( Sangat! ). You’re very lucky, Fania ( Kamu sangat beruntung, Fania ).” Elle menatap sinis padanya. “Can you do that again?. Or except of luck, maybe it’s..... just a cheat trick? ( Apa bisa kamu melakukannya lagi?. Atau selain faktor keberuntungan. Mungkin saja ... itu hanya sebuah trik curang? ).”


Ucapan Elle menggambarkan kalau dia benar – benar tak terima dengan kemenangan Fania atasnya. Membuat mereka yang menyaksikan pertandingan kembali membuat Fania dan Elle jadi perhatian mereka.


Fania tersenyum tipis.


“Ga bisa terima kekalahan nih ye.” Celetuk Fania dalam Bahasa Indonesia. Membuat yang mengerti hanya senyum – senyum saja.


“Have a big heart, Elle ( Berbesar hatilah, Elle ).” Tersungging senyuman di bibir Jeff. ‘Walaupun si Kajol menang karena keberuntungan, tetap saja lo kalah. Gue hanya sukar membayangkan apa yang akan dia minta lo lakukan untuk kekalahan atas kesalahan lo ini yang sudah menyenggol dia.’ Batin Jeff bermonolog.


Elle tersenyum sinis.


“Ka Dewa, please? ( Ka Dewa bisa tolong? ).” Ucap Fania pada Dewa, mengkode agar Dewa membantu untuk menyusun bola – bola objek kembali.


“Tentu saja.” Sahut Dewa sambil tersenyum.


“Let me! ( Biar aku saja! ).” Elle mengajukan diri untuk menyusun bola.


Wanita itu terlihat jelas tidak puas. Kalau memang hanya keberuntungan atau mungkin istrinya Andrew melakukan kecurangan, ia akan meminta satu babak lagi untuk bertanding.


Elle sudah menyusun bola sedemikian rupa.


Fania menatap Elle sebentar. ‘Ulet bulu dasar.’ Batinnya.


“One round, Elle. As I said ( Satu putaran, Elle. Udah gue bilang tadi ).” Ucap Andrew.


Elle tak mengindahkan ucapan Andrew. Fania hanya tersenyum sedikit menggeleng pelan.


Beberapa orang yang ada dimeja lain tampak juga menghampiri meja tempat Fania berada. Sedikit penasaran, karena nampak seperti ada pertandingan. Sementara teman – teman Andrew termasuk Jeff sudah mempersiapkan ponselnya untuk merekam.


Andrew dan dua J tampak memperhatikan Fania dengan seksama.


Fania dengan gayanya yang santai, tak terlihat tertekan nampaknya. Seakan tak terbebani karena diminta  mengulang kembali trik yang tadi membuat Fania menang.


Jika memang faktor keberuntungan, apa Fania akan beruntung dua kali?. Karena rasanya yang mampu melakukan trik seperti Fania dapat dihitung dengan jari ditiap belahan dunia.


Sejago itukah istrinya Andrew?.


Andrew sendiri saja masih penasaran.


Fania memoles ujung tongkatnya lagi dengan chalk, menatap datar pada Elle.


“Make sure that you’re not blinking ( Pastikan lo ga berkedip ).”


CTAAAKK!!.


🎶             


‘’Roar .... Roar .... Roar .... Roar ..... Roaaar ...     


🎶


Suara musik dan lagu dari homeband masih terdengar. Fania mengikuti lirik lagu yang sedang dimainkan tersebut dengan mulutnya, dan tangannya yang ia gerakkan sambil membentang lebar ke arah meja seperti mengikuti ke arah bola menggelinding.


Satu


Dua


Tiga


Empat


Lima


Sampai akhirnya kesembilan bola masuk dengan cantiknya ke dalam pocket ( lubang ) meja biliar tersebut.


Lagi, hanya menyisakan bola utama di atas meja.


🎶


I got the eye of the tiger, a fighter


Dancing through the fire


'Cause I am a champion, and you're gonna hear me roar


Louder, louder than a lion


'Cause I am a champion, and you're gonna hear me roar “


🎶

__ADS_1


Sekali lagi mata semua orang membulat sempurna dengan apa yang mereka lihat barusan. Andrew bahkan sampai menutup mulutnya.


Terlalu Takjub.


“WOHOOO!!. BEAT THAT! ( KALAHKAN ITU! ).” John bersorai sambil menggerakkan tangannya.


“KAJOOLLL!!!.” Kini Jeff yang terlihat kegirangan hingga melesat menghampiri Fania dengan wajah luar biasa sumringah. “TOTALLY INAFFABLE! ( BENAR – BENAR LUAR BIASA KEREN! ).”


Dewa bertepuk tangan dengan semangat dan tersenyum lebar.


Riuh tepuk tangan dan ramainya suara sorakan yang melukiskan ketakjuban orang – orang yang melihat aksi Fania di meja biliar barusan sudah menggema di kafe milik Albert tersebut.


Sudut bibir Andrew tertarik tinggi. Ia tersenyum lebar sambil geleng – geleng pada Fania.


Lagi – lagi Fania memberikan kejutan dengan hasil yang menuai ketakjuban.


“How you like that, huh?. My husband? ( Gimana, suka ga? Suamiku? ).” Ucap Fania juga dengan bibirnya yang tersungging keatas.


Andrew menggoyangkan kepala Fania melalui kedua pipinya dengan gemas dan membawanya dalam dekapan. Ga tau harus ngomong apa kayaknya Andrew udah, saking takjubnya itu dia ama istrinya yang kadang gesrek dan susah ditebak itu.


‘My Heart, My Fania ( Sayangku, Faniaku ).’ Batin Andrew memuja istrinya.


“Awesome! ( Hebat! ).”


“Fantastic! ( Luar biasa! ).”


“It was a crazy amazing! ( Sungguh sangat menakjubkan! ).”


Teriakan kekaguman terdengar di sekeliling Fania.


“Well, everyone .... I proudly present to all of you! ( Nah, semuanya.. Dengan bangga gue persembahkan ke elo semua! ).” Suara dan ucapan Dewa membuat semua mata tertuju memperhatikannya.


Membuat mereka penasaran. Termasuk juga Andrew dan dua J.


“The Gumdrop!.” Dewa menunjuk pada Fania. “Nona Manis from Indonesia.”


Dan mereka semua yang mendengar ucapan Dewa barusan, kompak membuka mulut mereka dengan lebar.


“You heard what I’m saying ( Kalian denger yang gue bilang, kan ). This is Fania, Naomy Stephania. The Gumdrop or Nona Manis from Indonesia. ( Ini Fania, Naomy Stephania. The Gumdrop atau Nona Manis From Indonesia ).”


Dewa berkata dengan bangga. Menyebutkan nama lengkap Fania, yang mungkin jika mereka dengar nama itu tak akan asing ditelinga para penyuka permainan bola sodok tersebut. Termasuk julukan yang diterima Fania sejak menjuarai kompetisi Billiar tiga tahun lalu di kelas Free style.


Di juluki Gumdrop karna wajah imutnya dan peserta termuda kala itu. Dijuluki Nona Manis from Indonesia, karena memang datang dari Indonesia. Masih berusia delapan belas tahun kala itu namun mampu mencengangkan para juri dan penonton saat Fania mengikuti kompetisi tersebut.


Andrew dan dua J sama tercengangnya dengan orang – orang yang berada disekeliling mereka saat ini.


“You guys remember now? ( Kalian ingat sekarang? ).” Ucap Dewa lagi dengan senyumnya yang tetap lebar.


John saking penasaran langsung menuliskan nama Fania di peramban. Tak banyak ulasan, tak banyak gambar diri Fania. Namun ya namanya ada, fotonya ada meski sedikit berbeda, karena angle yang diambil rata – rata saat Fania sedang menyodok bola.


“Mamp*s!.” John mengumpat setelah menemukan apa yang ia cari. Ia geleng – geleng dan menunjukkannya pada Andrew.


“Naomy Stephania, The Gumdrop, Nona Manis from Indonesia. One of the Pool Goddesses with a Killer Skill ( Naomy Stephania, The Gumdrop, Nona Manis from Indonesia. Satu dari para Ratu Biliard dengan keahlian Menyodok Bola Tingkat Dewa ).’’


“Hell No! ( Sumpah, ga mungkin! ).” Sahut Andrew sambil geleng  - geleng dan setengah terkekeh.


Meski itu gelar yang dimiliki Fania tiga tahun yang lalu, tetap saja mereka yang menyukai Billiard pernah mendengar namanya. Gadis yang dijuluki sebagai Nona Manis from Indonesia itu pernah membuat heboh dengan aksi yang sama dalam kompetisi, persis dengan yang tadi dia tunjukkan sebanyak dua kali.


Makin ricuh dengan meriah lah suasana akibat mereka yang takjub pada Fania. Membuat seseorang yang memanfaatkan situasi mereka yang sedang heboh dan satu persatu menghampiri Fania itu, bergegas pergi, tanpa ada satupun yang memperhatikan.


Salam perkenalan serta jabat tangan pun di terima oleh Fania. Bahkan ada yang mengajak  Fania berfoto segala.


Cah elah Kajol.😝


Andrew membiarkannya. Dia pun sudah terlalu takjub saat ini. Bahkan ia pun juga mendapat pujian dari teman – temannya soal Andrew yang memiliki Fania sebagai istrinya.


“Eh, kemana itu si ulet bulu?.” Fania baru sadar setelah kerumunan mulai longgar, si ulet bulu alias Elle sudah tidak ada lagi ditempat wanita itu berdiri tadi.


Andrew, dua J dan Dewa juga spontan celingukan mencari Elle, setelah mendengar ucapan Fania.


“Wah kabur dia.” Celetuk John sambil geleng – geleng sebal.


“Ulet bulu ga ada akhlak emang. Udah kurus krempeng, sok cakep, lemes, gatel!.” Cerocos Fania dengan gerutuan nya. “Malah kabur! Dasar pengecut! Bacod aja kenceng!.”


Keempat pria yang bersamanya terkekeh geli melihat dan mendengar Fania yang menggerutu. Mimik wajah yang kesal serta kata – kata hujatannya untuk Elle benar – benar dirasa lengkap.


“Sudahlah, Heart. Biarin aja. Hem?.” Ucap Andrew yang membawa Fania dalam dekapan.


Fania mengerucutkan bibirnya. Ga puas sih sebenarnya. Tapi si ulet bulu udah kabur. Ikhlas ga ikhlas sih, tapi Fania mengangguk.


Teringat ucapan AA Herman, alias Papa Herman yang pernah bilang, ‘Jagalah Hati, Jangan Kau Kotori.’😄


“Emang mau lo apain dia tadinya?.” Celetuk Jeff.


“Mau gue t*lanjangin!.” Sahut Fania.


Andrew, dua J dan Dewa sejenak kaget juga mendengar ucapan Fania barusan, namun tak lama mereka berempat malah tergelak kencang.


“Kejam banget kamu, Naomy.” Celetuk Dewa lalu tergelak lagi.


“Lagi kegatelan ama laki orang! Apaan! Berani – beraninya minta cium suami gue! Idih!.”


Kajol masih kesel kayaknya kalo inget si Elle yang kini buron.


“Jangankan bibirnya si Donald Bebek. Daki nya dia kalo ada juga, ga bakal gue kasih!.”


**

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2