
Selamat membaca.....
“KAK FANIA, ARE YOU OUT OF YOU MIND????!!!.” (KAK FANIA, APA KAU SUDAH GILA??!!!).
“ANNNDDDDRRRREEWWWWW !!!.”
*
‘Heeem, kompor gas dua tungku beserta tabung elpiji.’ Batin Fania. ‘Ck. Rombongan kompor meleduk.’
“Fania.... Long Time No See, Huh? (Lama ga ketemu Ya?). Wanna give me a hug? (Mau kasih gue pelukan).” Sapa seorang Pria Rusia Nan Tampan.
Flashback Saat Fania bertelpon ria di balkon kamar Andrew On .
Tring ... Ponsel Fania berbunyi saat dirinya selesai berpakaian sehabis mandi pagi itu.
“Arman bukan Maulana. Apa kabar lo?.” Sapa Fania yang melihat nama si pemanggil di layar ponselnya.
“Our Queen..... Kangen nih gue, anak – anak juga.” Ucap Arman dari seberang telpon. “By the way kita orang lagi di London ini.”
“Seriusan? Siapa Aja?.” Fania terdengar sedang berbicara dengan seseorang di telpon saat Andrew masuk kamar.
“ Sepuluh rius. The Three Muskeeter lengkap. Gue, Vla sama Bi. Caca juga ikut. Sama beberapa anak – anak yang lain yang kangen ngeliat lo di arena. “ Balas Arman.
“Wuih lengkap. Dalam rangka apa?.” Tanya Fania.
“ Dalam rangka mau ketemu ratu drift kita. Hahahaha.“ Jawab Arman sambil tertawa. “ Meet up (Ketemu) ya. John juga tau kita disini.”
“ Ya udah nanti berkabar deh.” Fania mengakhiri panggilan.
“Oke. Sip Our Queen. C ya. (Sampai ketemu). Salam dari anak – anak.” Arman mematikan panggilannya.
Flashback Saat Fania bertelpon ria di balkon kamar Andrew Off.
“Wow look at you, Mister Vladimir. ( Wow coba itu ). More handsome, huh? ( Tambah ganteng lo ya ).”
Jeff memperhatikan interaksi Fania dan Vladimir yang nampak akrab karena dua orang itu saling menyapa dengan pelukan. Sambil matanya juga celingak celinguk ke arah belakang. Antisipasi kayaknya kalo Andrew ngeliat si Kajol pelukan akrab sama laki – laki lain.
__ADS_1
Tapi Jeff sedikit heran juga karena tidak hanya Vladimir yang berpelukan dengan Fania. Arman dan Brian yang juga Jeff kenal tampak memeluk akrab si Kajol, termasuk Caca. Sisanya Tos adu kepal dengan Fania.
“Kalian kenal?.” Tanya Jeff heran pada Fania dan rombongan komunitasnya di Indo. Membuat Brian dan Fania menoleh sementara yang lain asik menyapa Reno dan John.
“Of course lah ( Tentu aja ).” Sahut Brian, namun Fania mengkode dengan gelengan pelan pada Brian. “Pernah diajak John ke Sirkuit.” Sambung Brian yang paham kode Fania.
“Hemmmmm ....” Sahut Jeff sambil manggut – manggut. ‘ Akrab banget tapi kayaknya si Kajol sama anak – anak FC Indo.’ Batin Jeff.
‘Fania suruh gue tutup mulut. Reno belum tau soal adenya ini apa?.’ Batin Brian yang penasaran kenapa Fania memberi kode untuk tutup mulut soal eksistensi nya di sirkuit FC tempat mereka biasa kumpul di Indo.
Tak lama Ara dan Michelle ikut bergabung.
“Eh iya, Ren. Si Andrew mana?. Ga gabung malem ini dia?.” Tanya Arman pada Reno.
“Biasa lagi sama cece cece.” Fania yang menyahut. ‘ Tadi katanya sebentar.’ Batinnya.
Membuat mereka yang sedang asik kumpul dan ngobrol tertawa mendengar celetukan Fania.
“Lagi diajak liat mobilnya si Ian.” Sahut John.
“Eh, Fance. Lu katanya ke London mau kuliah. Taunya kekepan mulu sama si Andrew ?.” Ucap Caca yang menarik perhatian anak – anak FC Indo sepertinya.
“Ah Lambe turah lo Ca.” Sahut Fania.
“Kak Fania kenal sama mereka?.” Tanya Michelle yang memperhatikan Fania yang berinteraksi akrab dengan para anggota FC yang datang dari Indo.
“Oh ya?!.” Ucap Michelle tak percaya.
“Long story (Panjang ceritanya), Chel.” Sahut Fania yang ogah membahas.
“Seperti yang sudah gue prediksi dulu. Andrew kalo ketemu dia. Pasti naksir.” Ucap Arman sambil menunjuk Fania. “Cantik dan Seksi sudah pasti.”
“Good voice (Bersuara bagus).” Timpal Vladimir.
“Punya talent yang ga semua wanita punya nyali buat melakukannya.” Timpal Bryan.
“Very Andrew’s Type. (Bener – bener tipenya Andrew). Terutama yang lo bilang Bi.” Sambung Arman. Membuat yang paham terkekeh geli.
“Really?! (Benarkah?!).” Suara seorang wanita yang mereka kenal membuat semuanya berpaling ke arah suara.
‘Halah. Masalah baru.’ Batin Jeff yang tau kalau si Gloria ini termasuk yang ngejar – ngejar si Andrew dengan caranya.
“Are you sure that you really Andrew’s type? (Apa kau yakin kalau kau itu benar – benar tipe nya Andrew?). Tanya Gloria pada Fania dengan sinis sambil kembali menelisik Fania dari atas sampai bawah termasuk juga dengan dua gadis yang bersamanya. Seperti meremehkan ucapan Arman yang bilang kalau Fania itu tipenya Andrew banget.
“You don’t know? (Lo ga tau?). You’re not following my Hus-Band IG?! (Apa lo ga mengikuti IG nya Su-ami gue?!).” Fania bertanya balik dengan nada datar tapi berkesan ledekan. “Or maybe My husband blocked your account? (Atau mungkin lo di blok sama laki gue?).
__ADS_1
Yang lain saling pandang sambil senyam – senyum aja.
“Hah. So Funny (Lucu sekali).” Sahut Gloria. “You know what kind a woman become Andrew’s type? (Apa lo tau wanita tipenya Andrew?)."
“Jangan lo tanggapin Jol.” Ucap Jeff lagi – lagi mengantisipasi.
“Tell me about it ( Coba bilang ). My Husband type of Woman (Tipenya laki gue).” Timpal Fania dengan santai sambil menghembuskan asap dari rokok yang barusan ia hisap.
'Haish si Kajol ini.' Batin Jeff.
“Beautiful and Sexy are so standard. (Cantik dan seksi itu sangat standard).” Balas Gloria dengan gaya angkuhnya.
“R.” Jeff mengkode Reno dengan kepalanya. Sementara Reno tersenyum lebar juga Ara. Michelle mulai deg – degan takut ada adegan jambak – jambakan.
“Let her. (Biarkan dia). Biarkan Little F gue menunjukkan cakarnya.” Sahut Reno membuat yang lain makin tersenyum dan ga sabar untuk apa yang akan terjadi berikutnya.
'It's gonna be interesting (Pasti bakal sangat menarik).'
“A woman who appropriate standing next to Andrew Smith is a Woman who can race (Wanita yang pantas mendampingi seorang Andrew Smith adalah wanita yang bisa balapan). There (Disana).” Ucap Gloria sambil menunjuk track balapan.
Fania berlagak menoleh ke arah yang ditunjuk Gloria.
“You know how to race? ( Apa lo bisa balapan ).” Gloria menatap Fania dengan begitu remehnya sambil terkekeh seperti coba menjatuhkan. “Race Sweety (Balapan ya sayang). Not only ride him on bed (Tidak hanya menungganginya di ranjang).”
“Jangan dilayan Kak. Dia itu terobsesi sama Kak Andrew.” Bisik Michelle pada Fania.
“Weits, dia underestimate gue Kak.” Ucap Fania pada John sambil tersenyum lebar dan membuat laki – laki itu terkekeh termasuk Reno, Ara dan anak anak FC. Kata andalannya Fania keluar juga.
‘Like I ever heard she said that before (Kayaknya gue pernah denger dia ngomong begitu sebelumnya).’ Batin Jeff.
Gloria menaikkan alisnya.” Can you? (Apa lo bisa?).”
“Buktikan Zaskia Gotik.” Timpal John yang mendapat tatapan horor dari Jeff.
“Di remehin masa ade gue.” Timpal Reno juga. Kini Jeff menatap horor pada Reno juga.
“Lo berdua gila ya?! Manas manasin si Fania?. Lo tau sendiri track record itu cewe di arena!.” Ucap Jeff bernada tinggi pada Reno dan John. Sembari menunjuk dan mengingatkan kalau Gloria itu cewe yang terbilang jago di arena balapan.
“You better leave Gloria! (Mendingan lo pergi, Gloria).” Ucap Michelle mengusir Gloria yang cari cari masalah dengan Fania. “ My Brother wouldn’t like this (Kakak gue pasti ga suka).”
“Ya, you better leave, okay?!. ( Ya mendingan lo pergi aja, oke? ).” Timpal Jeff juga menyuruh Gloria pergi. “Udah Jol lo jangan cari penyakit.” Kini ia ngomel memberi peringatan pada Fania yang terlihat biasa aja sambil menyesap rokok di sela jarinya.
“Cih.” Decak Gloria dengan pandangan jijik pada Fania. “You’re Not Worthed to be Andrew’s wife! (Lo ga pantes jadi istrinya Andrew!). Wanita seksi nan sombong itu kemudian berbalik.
“Let’s Race Then.( Ayo balapan kalo gitu ).” Ucap Fania lalu mengepulkan asap dari mulutnya ke udara. “You and Me.” ( Lo dan Gue ).
__ADS_1
**
To be continue ...