BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 121


__ADS_3

*NUNGGUIN YA .. WKWKWK ...😘


 


Selamat membaca ...


 


“You still love Me !.” (Kamu masih mencintaiku!). Ucap Cindy dengan suara lantang dan kembali membuat Andrew


berhenti lalu membalikkan badannya menghadap Cindy. “Right?. And she just .... someone that you choose to make me jealous (Benar kan?. Dan dia hanyalah... seseorang yang kamu pilih untuk membuatku cemburu).” Cindy berkata sambil melirik Fania berusaha memprovokasi gadis itu dengan ucapannya karna dia tau pasti Fania paham dengan kata – katanya.


‘Jadi gue ini .... pelarian maksudnya?.’ Fania tiba – tiba merasakan nyeri di dadanya. ‘Ga nyangka gue Nald.’


“You still love Me!.(kau masih mencintaiku!).” Cindy berkata lantang meski air mata terus jatuh dipipinya. “I know it Andrew. I know .. you felt dissapointed when i left you .... (Aku tau Andrew, kamu kecewa saat aku meninggalkanmu). But now I’m here, because I realize that I can’t live without you.” (tapi sekarang aku disini, karena aku sadar aku tak bisa hidup tanpa kamu). I Love you .... I do, always .. And you do love me too (Aku mencintaimu .... dan kamu juga mencintaiku).” Berharap Andrew luluh dengan kata – katanya. Ah drama banget ini si Cindy.


“Fania, kamu pergi ke kamar duluan, aku menyusul nanti.” Ucap Andrew. “Lita!.” Andrew memanggil nama salah seorang pelayan yang tak lama datang menghampiri Andrew dengan cepat karena baru selesai menghidangkan dessert untuk para majikan dan tamu mereka.


“Yes, Mister Andrew.(Ya, Tuan Andrew).” Ucap si pelayan yang bernama Lita dengan sopan seraya menundukkan kepalanya.


“Bring Fania into my room (Bawa Fania ke kamarku).” Ucap Andrew yang menyuruh Lita untuk mengantar Fania ke kamarnya.


Lita paham yang Andrew maksud, karena memang dia pun kebetulan sudah ada sedang menyiapkan dessert lalu


menyajikan nya saat ketegangan sudah dimulai.


“Yes, Mister Andrew.(Baik, Tuan Andrew).” Jawab Lita dengan sopan. “Come Miss Fania, let me take you to Mister Andrew’s room.(Mari Nona Fania, saya antar anda ke kamar Tuan Andrew).” Ucap Lita dengan sopan kepada Fania.


“Never mind (Ga usah). Aku disini aja.” Ucap Fania singkat karena ia mau tau jawaban Andrew atas ucapan Cindy yang bilang kalau dirinya hanya pelarian karena Andrew ternyata masih mencintai Cindy. Menahan agar air matanya tidak turun, bahkan menahan matanya untuk tidak berkaca – kaca juga.


“Fania... .” Andrew menoleh dan berkata pada Fania. Namun Fania langsung memotongnya.


“Apa? Mau bilang kalau kamu ga suka dibantah?.” Ucap Fania dengan pandangan yang menusuk Andrew.


‘Pasti salah paham dia.’ Batin Andrew yang sadar akan tatapan Fania. “Fania, sekali ini aja bisa menurut?.” Ucap


Andrew.


“Ga bisa!. Kenapa?! Ga suka?!.”  Fania seperti menantang Andrew dari nada suaranya yang terdengar itu.

__ADS_1


“Fania, kamu ke kamar aku sekarang, oke?. Aku ga akan lama.” Ucap Andrew lagi.


“Lama juga ga apa apa. Aku tungguin. Oke?!” Ucap Fania lagi yang kekeh.


Membuat yang lain merasakan aura ketegangan diantara keduanya. Namun tidak ada yang menginterupsi.


“Fania!.” Suara Andrew terdengar sedikit naik dan penuh penekanan saat menyebut nama Fania.


“Kamu ga suka dibantah. Kamu juga jangan lupa kalo aku sukanya Mem-Ban-Tah!.” Ucap Fania yang juga dengan


penekanan. “Ngomong lah. Jawab. She ask you!. Answer her question (Dia nanya tuh! Jawab), Andrew.  Jujur aja, ga usah pake mikir lama – lama.” Membuat yang lain yang mendengarnya kecuali Reno, Ara dan Jeff terkejut mendengar Fania yang suaranya seperti menantang Andrew.


‘Astaga ini memang Fania yang sama. Beneran si Demi Moore KW yang dari dulu memang ga ada takutnya sama


Andrew.’ Batin Nyonya Erna.


‘I like her.(Saya menyukainya)’ Batin Tuan Anthony yang mendengar Fania seperti memprovokasi emosi putranya yang keras kepala itu. Sama sepertinya. Tapi kalau ada wanita yang berani membantah mereka, berarti wanita itu sudah dipastikan hebat. Mirip dengan sang istri yang sering membantahnya, namun ia cintai sepenuh hati.


‘Duh si Fania ini, udah bosan hidup kayaknya kalau bicara begitu sama Kak Andrew sih. Aku yang takut oh


Tuhan.’ Batin Michelle.


‘Demi Moore KW, I’m with you.' Batin Ara.


‘Lo lawanlah tuh adik gue, Drew. Mau tau sampai dimana.’ Batin Reno yang menikmati tontonan di depannya sambil berspekulasi dalam otaknya, serta bersiap penuh akan membela adiknya kalau  seandainya sikap Andrew diluar ekspektasinya.


Cindy tersenyum dalam hatinya yang meskipun dari tadi tidak paham dengan beberapa ucapan Fania, namun dia tau kalau Fania sudah terprovokasi oleh kata – katanya, karena melihat Andrew dan Fania yang sepertinya sudah bersitegang.


Andrew mendongakkan kepalanya ke atas sambil menghela nafas dengan berat. Terdiam sebentar.


“Maaf!.” Andrew menarik Fania dalam pelukannya.


‘Jadi bener ya gue pelarian?.’ Batin Fania yang masih menahan air matanya agar tidak turun meski sekarang


matanya sudah berkaca – kaca.


“Jangan marah, please. Maafin aku ya. Ga bermaksud bentak kamu sayang.” Ucap Andrew lirih yang merasa bersalah.


‘Eh?.’ Batin Fania. ‘Maksudnya?.’

__ADS_1


“Maaf ya, hem?.” Ucap Andrew lagi sambil memegang wajah Fania untuk menatapnya. “Don’t miss understanding about what she said. I Love you, Fania. You’re not my get away.” (Jangan salah mengerti dengan apa yang dia katakan. Aku cinta kamu, Fania. Kamu itu bukan pelarian aku).  Andrew berkata sambil menempelkan dahinya pada Fania. “You are My Everything. My heart.... Dan kamu orang pertama yang mampu membuat aku merasa seperti ini. Jangan marah Ya?. I love you.(Aku mencintaimu).” Andrew mengecup pucuk dahi dan Fania. “So much.(Sangat).”


‘Andrew....’ Batin Cindy yang makin teriris melihat sikap Andrew pada gadis bernama Fania itu. Apalagi kata –


kata Andrew yang mengatakan kalau si Fania itu adalah segalanya bagi Andrew terasa begitu menyesakkan dada Cindy.


‘What in the world....(Demi apa...)’ Batin Michelle.


‘Oke, Fix Fania jadi menantu.’  Batin Nyonya Erna.


‘My daughter in law has been decided.(menantu perempuanku sudah ditentukan)’ Batin Tuan Anthony.


‘Mrs. Andrew Smith (Nyonya Andrew Smith)....’ Batin para pelayan yang melihat tuannya seperti takut kehilangan gadis yang bernama Fania.


‘Hmmm.... sudah ku duga.’ Batin Reno, Ara dan Jeff.


*


To be continue ..


Salam Kenal Untuk Semua Reader Dari Andrew, Fania beserta Kak Reno dan Ara 😊😊


ANDREW



FANIA



KAK RENO & KAK ARA



Well, Menurut Author ini udah yang paling mendekati visualnya Andrew, Fania , Kak Reno dan Kak Ara versi Author. Kalau kurang memuaskan hati para reader, harap berkhayal sesuai dengan imajinasi masing - masing Wkwkwkwk..


Salam Manis dari Author 😉


LIKE JANGAN LUPA YA MY BEBY BALA BALA SEMUA.

__ADS_1


__ADS_2